jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu
Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..
Tampilkan postingan dengan label Kurikulum 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kurikulum 2013. Tampilkan semua postingan
Rabu, 03 April 2013
Herlini: Ada Yang Ganjil Dari Pernyataan Mendikbud
Jakarta - Herlini Amran, Anggota Komisi X DPR RI, menanggapi ganjil penyataan Mendikbud yang dilontarkan jelang Rapat Kabinet terbatas Bidang Pendidikan dengan Presiden SBY siang hari ini. Menurutnya, tidak sepatutnya Mendikbud menyatakan anggaran terkait pengadaan buku dan pelatihan guru sudah disetujui DPR (02/04). Padahal, pembahasan konstruksi Kurikulum 2013 dan anggarannya masih berjalan, setidaknya hingga Rapat Kerja Komisi X, 10 April 2012.
“Terasa ganjil, ketika Pak Mendikbud berkata ada atau tidak Kurikulum Baru, proyek pengadaan buku dan pelatihan guru jalan terus! Jika benar itu program rutin Kemdikbud yang tidak perlu dipermasalahkan lagi, mestinya Desember 2012 pun Kemdikbud punya laporan realiasi program dan evaluasi kurikulum sebelumnya,” papar Herlini Amran di Komplek DPR, Selasa (02/04).
Senin, 18 Februari 2013
PKS Desak Pemerintah Tunda Pelaksanaan Kurikulum 2013
Jakarta (18/2) - Rencana kemendikbud untuk melaksanakan kurikulum
baru di tahun 2013 ini banyak dikeluhkan oleh para pemangku kepentingan
pendidikan di daerah. Demikian disampaikan Ahmad Zainuddin, anggota
komisi X DPR RI setelah mengadakan kunjungan panja kurikulum komisi X di
Kalimantan Timur baru-baru ini.
Menurutnya, ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan
kurikulum baru yaitu pertama; Pemerintah harusnya tidak mengabaikan
tujuan pendirian negara ini sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD
45 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan membentuk masyatakat
Indonesia yang cerdas, demokratis, moderen dan bermoral.
Kedua; Menjadikan pendidikan karakter dan pendidikan agama sebagai acuan
dan fokus utama dalam pengembangan kurikulum serta mengintegrasikannya
dalam semua mata pelajaran agar tujuan utama pendidikan nasional
sebagaimana termaktub dalam UUD 45 yaitu membangun masyarakat yang
beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia dapat tercapai. Dan ini menjadi
konsekuensi dari kebijakan dasar pengembangan kurikulum yang bersifat
tematik dan integratif.
Langganan:
Postingan (Atom)

