jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label Tokoh Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Muslimah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 April 2016

Perempuan PKS Diminta Jadi Advokator Tekan Kasus Kekerasan Anak

SEMARANG, PKS Jateng Online—Para perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diminta menjadi kader terdepan dalam perlindungan anak. Menurut Netty Prasetiani Heryawan, istri gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, bentuk perlindungan tersebut adalah menjadi motivator dan advokator dalam menekan kasus kekerasan pada anak.

Hal tersebut disampaikan oleh Netty saat memberikan pengarahan tentang kekerasan pada anak pada Seminar Parenting di Semarang, Minggu (10/1). Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa perempuan PKS harus menjadi motivator dalam menekan kasus kekerasan pada anak. 

Menurut Netty, kekerasan pada anak seringnya terjadi oleh orang-orang terdekat, seperti orang tuanya, tukang ojeknya, kakek neneknya, hingga tetangganya. Baik yang berupa kekerasan fisik, perkataan hingga psikologis. Kesemuanya sering terjadi diawali oleh orangtuanya. 

Senin, 18 Februari 2013

Muslim yang Mengalahkan Perancis Seorang Diri

Namanya Rasyid Nikaz, seorang pengusaha perancis (keturunan AlJazair) yang dengan ringannya membayar denda bagi muslimah yang becadar di Perancis dan Belgia. Sebagaimana kita tahu perancis menerapkan larangan mengenakan cadar di tempat umum sebagai reaksi pemerintah Perancis atas berduyun-duyunnya kaum wanita Perancis mengenakan cadar, dan bagi yang muslimah yang tertangkap petugas memakainya maka akan dikenakan denda.

Maka sejak Perancis memberlakukan undang-undang tersebut, Rasyid Nikaz menyediakan dana 1 juta Euro dikhususkan untuk membayar denda bagi muslimah bercadar. Seolah dengan tindakannya itu dia mengatakan kepada wanita muslimah Perancis yang hendak bercadar: “Pakai cadarlah sesuka kalian, jika terkena denda sayalah yang akan membayarnya”.

Kamis, 12 Mei 2011

Ketika Sebuah Gereja di Utah Membagi-Bagikan Al-Quran

Kaum perempuan dari komunitas Gereja Presbiterian dan delapan muslimah dari komunitas Muslim di Wasatch, Salt Lake City, Utah menggelar acara makan siang bersama pada Kamis (5/6).

Acara hari itu bukan sekedar makan siang biasa, tapi untuk lebih mempererat persahabatan, yang diharapkan bisa mendorong rasa saling pengertian antara kedua pemeluk agama dan sebagai ungkapan rasa terima kasih komunitas Muslim di kota itu atas inisiatif komunitas gereja yang menggelar kegiatan membagikan Qur'an beberapa hari yang lalu.

Ancara makan siang menyajikan berbagai makanan khas negara Muslim, seperti nasi biryani, hummus dan baklava yang dimasak di rumah warga Muslim, lalu dibawa ke gereja, disajikan dan dinikmati bersama-sama. Warga yang datang, baik muslim maupun kristiani, saling berpelukan, berbagi pengalaman, resep masakan dan alamat email.

Senin, 09 Mei 2011

Kader Perempuan PKS Miliki Kesempatan Tumbuhkan Roda Perekonomian Rakyat

Sebagai kader partai yang memiliki struktur mengakar hingga tingkat RW dan RT, para perempuan PKS memiliki kesempatan besar dalam menumbuhkan dan menjalani roda perekonomian khususnya sektor (UMKM).

Demikian disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKS Bidang Perempuan (Bidpuan) Iceu Hernawati dalam sambutannya pada Seminar Perempuan dan Ekonomi: Kemandirian Ekonomi Perempuan antara Tantangan dan Peluang, di Gedung Juang, Jakarta (7/5).

Sejauh ini menurut Iceu para kader perempuan PKS sudah mulai membuat berbagai pelatihan bermanfaat untuk menambah pendapatan keluarga. Mulai dari pelatihan hantaran pengantin, pelatihan memasak, hingga kerajinan daur ulang. “Ke depannya, selain melakukan pelatihan, para fungsionaris perempuan PKS ini juga diharapkan mampu mengelola potensi di masyarakat tersebut menjadi produk dengan nilai ekonomi tinggi dengan ketersediaan pasar yang menjanjikan,” ujarnya.

Inilah Para Wanita Sohor yang Tak Sekadar Jadi Mualaf Tapi Juga "Humas" Muslim

Sebuah riset di Eropa menyebutkan jumlah mualaf perempuan jauh lebih banyak dari laki-laki. Meski demikian, riset yang dilansir oleh Christian Science Monitor beberapa waktu lalu itu tidak menyebut angka statistik yang pasti.

Sebelumnya, berbagai media ternama di Inggris menyebut meroketnya jumlah mualaf di negeri mereka -- sebagian besar motornya adalah kaum wanita.

Dilansir The Daily Star, mengutip studi Kevin Brice dari Swansea University, sebagian besar mualaf itu juga mengenakan jilbab, tetapi cenderung tidak setuju memakai cadar.