jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label Dukungan untuk PKS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dukungan untuk PKS. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 April 2013

PKS Terapkan Sistem School of Leadership

Islamedia - Sehari menjelang pendaftaran calon anggota legislatif (caleg) untuk pemilihan umum 2014, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menyelesaikan penyusunan nama para calon dengan kapasitas mumpuni.

Berbeda dengan beberapa partai lain yang melakukan open recruitment, penentuan nama-nama caleg PKS dilakukan dengan mengutamakan penilaian kompetensi dan prestasi. Selamat Nurdin selaku Ketua DPW PKS Jakarta menyatakan, penentuan calon dilakukan dengan penerapan sistem school of leadership. Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers di Restoran Sate Senayan Kebun Sirih, Jakarta Pusat (Senin, 8/4/2012).

Senin, 18 Maret 2013

Inilah Nasehat Ustadz Luthfi Hasan Ishaaq

| Dari Kunjungan Rutan Guntur Hari Ini


-----------

Oleh H. Bakhtiar Muhammad Rum, Lc
Ketua DSW PKS KEPRI (Kepulauan Riau)

***

Berikut ini adalah oleh oleh kunjungan saya ke rutan KPK, menjenguk ustadzuna Alfadhil Luthfi Hasan Ishaaq hari ini, Senin (18 maret 2013). Alhamdulillah saya di beri kesempatan Allah untuk menjenguk beliau.. Sekali lagi alhamdulillah... Saya menikmati nasehat beliau kepada saya, juga insyaallah nasehat untuk kita semua.. Saya tulis ulang nasehat ini, semoga bermanfaat...

***

Salam “3 Besar” Dari LHI

Saat Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) tampil di depan publik, sejak ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap import sapi, dia selalu tersenyum dan mengarahkan salam ”tiga besar” ke arah publik. Dia terus konsisten melakukan hal tersebut, saat para pencari berita mewawancarainya atau pun saat “say helo” kepada wartawan.

Dia pun tidak banyak menjawab pertanyaan wartawan, karena urusannya sudah dilimpahkan ke kuasa hukumnya. Yang selalu dia lakukan hanya tersenyum dan mengangkat tangannya sebagai lambang salam “tiga besar”.

Isyarat ini bukan tanpa makna, bukan pula tanpa tujuan. Salam ini bukan sekedar simbol belaka, tetapi target perjuangannya di pemilu 2014. Walau dia tidak bisa berkeliling menyapa seluruh kader, namun ruh semangat perjuangannya ingin ditularkan melalui senyuman dan simbol salam "tiga besar”nya.

Minggu, 17 Maret 2013

Anis Matta Ingin Rebut Basis Dukungan di Jateng

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta ingin merubah mitos Jawa Tengah (Jateng) yang menjadi basis partai tertentu (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan). Ia ingin menjadikan Jateng basis PKS seperti saat memenangkan pilkada Jawa Barat dan Sumatra Utara.

"Kami akan bongkar mitos dulu ini. Dan menjadikan jateng basis pks. Kami yakin bisa melakukannya," kata Anis Matta usai menghadiri konsolidasi Kader PKS Jateng di hotel Horison Semarang, Minggu (17/3/2013)

Pilkada Jateng - Deklarasi HP-DON

Has been chirpified! http://chirpstory.com/li/61455

1.Hari ini pasangan @HP_Don_ sdh deklarasi. Banyak hal menarik, yg baik dan kurang baik. #PilkadaJateng

2.Pasangan @HP_Don_ diusung PKS, Gerindra, PKB,PPP,Hanura dan PKNU. Itu kekuatan skaligus kelemahan. #PilkadaJateng

3.Dlm deklarasi terlihat Gerindra ingin terlihat dominan. Dua massa besar PKS dan Gerindra. #PilkadaJateng

Kalau Boleh Jujur PKS Partai Terbaik Saat ini

Tahun 2013 adalah tahun politik, dimana sepertinya semua hal halal dilakukan oleh partai politik. Kita lihat saja banyak kader partai yang pindah ke partai lain dengan harapan karir politik lebih baik dari sebelumnya. Banyak orang sebut ini kutu loncat dan ada juga yang menyebut kuda liar, wah kuda liar.. hmmm, kuda liar ini kalau ditanya kenapa pindah jawabannya sederhana ini permintaan konstituen di daerah, ada yang bilang demi rakyat apapun akan saya lakukan ..benar gak ya demi rakyat?? atau hanya sekedar mempertahankan eksistensi dan syahwat politiknya.

Ada lagi yang lebih mengerikan dengan bermodalkan kekayaan dan kuasanya sebagai pemilik media dia menyerang lawan-lawan politiknya dengan media yang ada. Baik media cetak, radio, online, televisi atau semua media yang dia kuasai..tetapi tentang hancur dan bobroknya nya partainya jangan harap akan ada satu beritapun muncul dimedianya,yang muncul hanya kebaikan-kebaikan partainya saja.

Ada juga kabarnya golongan penguasa yang bermain dibalik layar dengan kekuasaannya yang membuat situasi di negeri ini kacau balau memanfaatkan kekuasaannya sehingga bermain-main sesuka hatinya, bahkan sekelas KPK pun yang konon, kata-katanya bagai firman tuhan yang tak pernah salah, bisa di atur. Terlihat jelas di mata rakyat walaupun rakyat jelata seperti saya jika rekan separtainya jadi tersangka tidak langsung ditahan. Sebut saja Anas Urbaningrum sampai saat ini tidak ditahan dan juga Andi Malarangeng tersangka yang bebas kemanapun mereka suka, tidak ada kehawatiran buat KPK mereka menghilangkan barang bukti…opss kita tidak sedang membahas mereka.

Jumat, 15 Maret 2013

Anis Matta Siap All Out Menangkan Hp-Don di Pilgub Jateng

Langkah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah untuk memenangkan pasangan cagub yang diusungnya, Hadi Prabowo-Don Murdono (HP-Don) mendapatkan restu dari Presiden PKS Anis Matta. Bahkan, tidak tanggung – tanggung, Anis Matta yang merupakan presiden baru PKS tersebut siap turun langsung ke lapangan untuk memenangkan HP-Don.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Tengah, A Fikri Faqih,  dalam keterangan persnya Kamis (14/3/2013).

“Hari ini (Kamis-red) saya beserta Sekretaris  dan bendahara DPW mengantarkan langsung Pak Hadi dan Pak Don untuk bertemu dengan Pak Anis. Kami meminta kepada  Presiden PKS untuk memberikan dukungan penuh terhadap HP-Don di Pilgub nanti. Dan beliau menyatakan bersedia turun langsung,” terang Fikri.

Ke Mana Pun Aku Pergi Selalu Ketemu Kader PKS

Semasa kuliah, aku termasuk mahasiswa yang tidak suka berorganisasi atau kesibukan lainnya yang tidak terkait langsung dengan perkuliahanku. Hari-hariku hanya diisi dengan kuliah dan kegiatan di laboratorium elektro. Kalaupun ada kegiatan diluar kuliah, paling banter menghadiri kajian di masjid kampus itu pun sifatnya pasif.

Kesadaranku untuk aktif beroraganisasi justru muncul setelah wisuda akhir tahun 2000 di Malang, aku merasa perlu memperluas pergaulan dan pilihanku adalah organisasi Islam. Cuma aku bingung, organisasi apa yang harus aku ikuti.

Salafy, Jamaah Tabligh, Hizbut Tahrir dan Pengajian mengenal Juz  adalah beberapa yang pernah mewarnai langkahku. Tapi semua itu belum bisa memuaskan dahagaku walau sudah berulang kali kubaca buku atau majalah dari mereka.

Sabtu, 09 Maret 2013

Wawancara LHI di “Mata Najwa”

Oleh: Anwar Muhammad | 09 March 2013 | 16:55 WIB
Salah seorang presenter, host dan wartawan terkenal, tajam dan cerdas, NAJWA SHIHAB, lewat acaranya MATA NAJWA, berhasil melakukan wawancara eksklusif dengan Ustadz Luthfi Hasan Ishaaq di Rutan Guntur. Berikut petikan wawancaranya.
Najwa : Bagaimana kabarnya pak?
LHI : Alhamdulillah baik, seperti yg anda lihat.
Najwa : Sepertinya bapak tetap ceria, tersenyum layaknya tak terjadi apa2.
LHI : Memangnya apa yg terjadi mbak? Oh iya, baru ingat. Saya kan tahanan KPK, hehe.
Najwa : Ha ha ha, padahal udah lebih sebulan lho pak nginap disini. Apa tidak merasa tertekan secara
batin?
LHI : Yaaa (sambil menghela nafas agak sedang), sebagai manusia biasa tentu saya merasa sedikit terkungkung, tidak bebas. Namun sebagai seorang da’i, bagi saya, penjara ini hanyalah medan dakwah
baru. Disini justru banyak orang yang mendambakan taushiah dan juga bimbingan, termasuk imam kala shalat berjama’ah. Jadi,,, mmmm ya, anggap saja bertemu dgn mad’u dan calon2 kader dakwah baru.
Najwa : [sambil mengerutkan kening], maksud bapak tadi madu??
LHI : hehe, mad’u, bukan madu, meskipun hakikatnya bisa sama. Bertemu mad’u itu ibarat meminum madu, selain membawa manfaat dan obat, juga bagian dari sunnah Nabi. Itulah yg kami pelajari di PKS. Mbak, apa bapaknya gak pernah ngajarin??
Najwa : ooh, iya, mmm, itu ya pak. Kayaknya pernah sih, tapi, bapak kan tahu gimana lingkungan kerja saya di Metro TV.
LHI : ooh gitu, makanya mbak, warnailah lingkungan mbak, jangan dibalik-balik.
Najwa : hehe, betul pak. Tapi maaf ya pak, ini kan saya yg mau wawancara, kok malah bapak yg terus
nasehatin saya.
LHI : yaa, itu refleks saja mbak. Udah terbiasa nasehat menasehati. Maaf kalau tersinggung ya.
Najwa : gak apa2 pak… Sepertinya bapak juga tidak sedih ya?
LHI : untuk apa bersedih, selama kita tetap beriman kepada Allah dan istiqamah, kita justru patut bergembira mbak, orang beriman itu posisinya tinggi, mulia, betapapun manusia ingin menghinakannya. Kalo ada fitnah, tuduhan, hujatan bahkan pujian sekalipun, itu hanya perspektif manusia, toh yang paling tahu dan
memahami kita adalah Sang Pencipta. Jadi, yaa, kata kuncinya selalu mendekatkan diri pada-Nya dalam keadaan apapun.
Najwa : Para pemirsa, Ustadz LHI telah mengajarkan kita bagaimana menyikapi segala hal yang menimpa diri secara positif, mengambil sisi baiknya. Baik, kita jedah sejenak.

Gelar Konsolidasi: PKS Ingin Rebut Nomor 1 di Jakarta

Jakarta - Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), tidak ingin kalah start dengan partai-partai pesaingnya. Hal itu nampak dari berbagai konsolidasi di daerah yang dilakukan langsung oleh Presiden PKS Anis Matta.

DKI Jakarta mendapatkan giliran konsilidasi dari partai berasaskan Islam tersebut, Sabtu (9/3/2013). Bahkan dalam pidatonya, Anis Matta mengimbau kepada ribuan kader yang memenuhi Sport Mall, Kelapa Gading, Jakarta Utara, untuk kembali merebut tempat pertama seperti pada Pemilu 2004.

"Di Jakarta. Kita targetkan nomor 1. Kemarin turun kedua. Saya kira kader sekarang sudah lebih siap," ujar Anis.

PKS Menang, Pemilik Media Besar Malu Hingga Membungkam Informasi

Dakwatuna.Com - Beginilah jadinya ketika PKS (Partai Keadilan Sejahtera) memenangkan pertempuran dalam pertarungan politiknya di beberapa pilkada (Jabar-Sumut). Terasa sangat jelas ketidakproporsionalan beberapa media, bahkan sekelas media besar.

Sepertinya memang ada agenda para pemilik media besar untuk membungkam informasi kemenangan PKS. Di beberapa media bahkan tidak ada sama sekali tema mengenai Pilkada Sumut, bisa dilihat di Jawa Post pada hari Jum’at tanggal 8 Maret 2013. Kita tidak menemukan berita di dalamnya yang memberitakan kemenangan PKS di Sumut. Padahal pilkada Sumut dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2013 (kemarin).

Ada indikasi para media mencoba untuk memboikot berbagai informasi mengenai kemenangan PKS.

Fikri : ada kader partai lain yang ingin gabung PKS

image

Semarang, PKS Jateng Online – Menyikapi kasus yang menimpa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang belakangan menjadi perbincangan berbagai pihak, Ketua Dewan pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera Jawa Tengah memastikan bahwa PKS Jawa Tengah tetap solid, termasuk tidak adanya aleg yang pindah ke Partai Lain. Fikri juga menambahkan bahwa saking solidnya PKS, justru ada yang mau bergabung ke PKS.

"Proses pendataan bakal calon legislator sudah selesai, tinggal penetapan sebelum diserahkan ke KPU," kata ketua DPW PKS Jawa Tengah Abdul Fikri Faqih di Semarang, Sabtu (16/02) di Semarang.

Namun, lanjut dia Wakil Ketua DPRD Jaten g ini, justru ada sejumlah tokoh dari luar partai yang berniat menjadi legislator melalui PKS.

Tafsir Kemenangan PKS

Oleh: Yons Ahmad

Setelah “dihabisi” oleh berbagai media, terutama Tempo, PKS ternyata masih mampu bertahan. Dalam pilkada Jawa Barat dan Sumatera Utara jago PKS yang ikut bertanding memenangi pertempuran. Presiden PKS, Anis Matta memaknai fenomena ini sebagai kemenangan di tengah badai. Fakta ini sekaligus mengubur dan mematahkan para analis politik yang mengatakan PKS akan ditinggalkan para pendukungnya. PKS akan habis. Kali ini mereka keliru. Walaupun memang, tetap banyak nada miring yang kemudian muncul, kali ini malah dilontarkan justru oleh beberapa elemen (organ lain) di tubuh umat Islam sendiri. Dikatakan bahwa kemenangan PKS di beberapa pilgub tersebut bukan sebuah kemenangan dakwah, benarkah?

Bagi saya sebenci apapun kita pada partai, termasuk partai Islam, tetap saja bangunan institusi itu masih diperlukan dalam kancah politik dan kenegaraan. Partai tersebut, apapun keadaanya, dalam panggung sejarah tetap merupakan hasil karya para tokoh-tokoh muslim, kita mesti menghargainya. Itu sebabnya, setelah saya pikir lebih dalam, setelah saya pikir lebih jernih, tanpa menafikan adanya kebobrokan yang ada dalam tubuh partai Islam, saya berada dalam posisi yang menguatkan. Memilih jalan untuk menyumbangkan pemikiran konstruktif agar bangunan partai Islam ini terus berkembang lebih baik lagi. Tentu, dalam soal ini tak hanya sebatas PKS saja. Juga termasuk PAN, PKB, PPP sebagai partai Islam dan partai berbasis umat Islam itu.

Anis Matta: PKS adalah 'School of Leadership'

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan merampungkan daftar calon anggota legislatif sementara (DCS) pada pertengahan bulan Maret ini. Dari caleg yang diusung hingga kini, tidak ada tokoh-tokoh rekrutan baru dari partai lain.

Demikian disampaikan Presiden PKS Anis Matta di Gedung Kompleks Parlemen, Kamis (7/3/2013) malam. "Insya Allah kami sudah hampir final. Soal DCS ini semoga dalam pertengahan bulan ini sudah ada," ujar Anis.

Persoalan struktur kepengurusan baru yang belum diterbitkan Kementerian Hukum dan HAM, kata Anis, tidak menjadi masalah. Pasalnya, struktur kepengurusan baru itu kemungkinan akan diterbitkan Kemhuk dan HAM dalam pekan ini.

Kamis, 07 Maret 2013

Anis Matta Effect Mengalahkan Jokowi Effect?

Hari ini publik mengarahkan pandangannya pada hasil Quick Count (hitung cepat) Pemilihan Kepada Daerah Provinsi Sumatera Utara (Pilkada Sumut). Usai pemungutan suara di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS), setidaknya dua lembaga survei sudah merampungkan hasil hitung cepatnya. Hasilnya, pasangan no. 5 yang berjuluk Ganteng (Gatot Pujo Nugroho) unggul baik di Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) maupun di Indobarometer.

Hasil hitung cepat LSI yang dirilis oleh viva.co.id dan TVone menempatkan pasangan Ganteng unggul dengan perolehan suara 32.23 % disusul pasangan No. 2 Effendi Simbolon-Jumiran Abdi/ESJA (26.82 %). Urutan selanjutnya adalah pasangan No. 1  Gus Irawan-Soekirman/GusMan (19.45 %) diikuti pasangan No. 2 Amri Tambunan-RE Nainggolan (12.40 %) dan terakhir Pasangan No. 3 Chairuman Harahap-Fadly Nursal /Charly (9.10 %). Jumlah suara TPS masuk hingga tulisan ini ditulis (pukul 17.30) sebanyal 99.14%

Dari hasil hitung cepat Indobarometer yang dirilis oleh metrotvnews.com dan Metro TV, hasilnya tidak berbeda jauh. Pasangan Ganteng juga unggul denga perolehan suara 32.87 % disusul pasangan No. 2 Effendi Simbolon-Jumiran Abdi/ESJA (23.93 %). Urutan selanjutnya adalahpasangan No. 1  Gus Irawan-Soekirman/GusMan (21,82 %) diikuti pasangan No. 2 Amri Tambunan-RE Nainggolan (12.01 %) dan terakhir Pasangan No. 3 Chairuman Harahap-Fadly Nursal /Charly (9.37 %) dengan jumlah suara TPS 100 %.

Anis Mata: Ini Buah Manis Konsolidasi Nasional

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta mensyukuri hasil penghitungan cepat (Qiuck Count) yang menempatkan Gatot Pujo Nugroho - Tengku Eri Nuryadi (Ganteng) dalam pemilihan Gubernur Sumatera Utara di posisi teratas. Ini adalah kemenangan kedua PKS versi Quick Count dalam Pilkada.

Anis Matta pun mensyukuri atas hasil Quick Count tersebut. "Alhamdulillah ini adalah buah manis dari konsolidasi nasional yang kita lakukan," kata Anis Matta kepada Tribunnews.com di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (7/3/2013).

Anis Matta menilai kemenangan ini merupakan sesuatu yang sangat penting. Hal tersebut dikarenakan kemenangan terjadi di tengah masyarakat Sumatera Utara yang plural.
 

PKS Menang Pilgub, "Jokowi Effect" Memudar?


Joko Widodo saat menjadi juru kampanye Rieke-Teten dalam Pilgub Jawa Barat.

 

VIVAnews - Kemenangan beruntun pasangan yang diusung PKS di Pilkada Jawa Barat (Jabar) dan Sumatera Utara (Sumut), diperkirakan akan menaikkan elektabilitas PKS pada pemilu 2014 nanti.

Pengamat politik dari Media Survey Nasional (Median), Rico Marbun, menjelaskan wilayah Jabar dan Sumut memiliki jumlah pemilih yang relatif besar di Indonesia.  “Jumlah pemilih di Jawa Barat itu terbesar di Pulau Jawa, dan Sumatera Utara memiliki jumlah terbesar di Pulau Sumatera,” katanya, Kamis 7 Maret 2013.

Menurutnya, kemenangan di dua pilkada itu telah menunjukkan kepemimpinan Anis Matta sebagai Presiden PKS, telah berhasil membalikkan arus serangan terhadap PKS, menjadi peluang. “Serangan kepada PKS setidaknya bisa dijadikan peningkat soliditas bagi kader PKS, ketimbang meruntuhkan soliditas mereka” ujarnya.

Dua Kekalahan dan Pertaruhan Moral Kader PDIP

PDI Perjuangan (PDIP) ternyata tak cukup mampu merawat tren positif terhadap kemenangan Jokowi di Jakarta. Terbukti setelah kemenangan di Jakarta, PDIP berturut-turut kalah di pilgub Jawa Barat (Jabar) dan Sumatera Utara (Sumut). Saya tidak memasukkan kemenangan kandidat yang didukung PDIP di Sulawesi Selatan, karena tak ada kader PDIP yang maju di sana.

Berbeda di Jawa Barat dan Sumatera Utara. Dalam pilgub Jabar, PDIP mengusung kadernya sendiri yaitu Rieke Diah Pitaloka yang dipasangkan dengan Teten Masduki. Pasangan ini memperoleh hasil yang cukup cemerlang karena mampu mengalahkan Dede Yusuf yang dalam survey-survey sebelumnya unggul terhadap Rieke. Dalam pilgub Jabar sosok Jokowi juga dimanfaatkan oleh PDIP untuk mendongkrak suara Rieke.

Dalam pilgub Sumut yang berlangsung hari ini, PDIP mengusung Effendi Simbolon sebagai Cagub. Fenomena yang terjadi di Jawa Barat juga muncul di sini. Dalam berbagai rilis quick count Effendi Simbolon mampu memperoleh posisi kedua dalam perolehan suara menggeser Gus Irawan yang dalam survey sebelumnya memperoleh posisi kedua. Jokowi dalam pilgub Sumut juga dihadirkan sebagai juru kampanye Effendi Simbolon.

Pidato “Konspirasi” Anis Matta Mulai Menuai Hasilnya

Gemuruh takbir sontak terdengar
memenuhi ruangan kantor DPP PKS
di Jalan TB Simatupang, Jakarta,
pada Jumat 1 Februari 2013. Anis
yang biasanya tampil tenang
mendadak bak menjelma menjadi
singa podium. Pidatonya menggelegar
dan sarat dengan emosi. Menghanyutkan! hingga tak sadar air mata pun
berderai turun.

Meski menerima keputusan KPK yang menjerat Presiden PKS, Luthfi
Hasan Ishaq, sebagai salah satu tersangka kasus dugaan korupsi impor
sapi, namun kalimat sanksi berbalut konspirasi masih terlontar dari Anis
Matta.

PKS itu Berbahaya

13626182901839306699
Pandu Wibowo
Mahasiswa Jurusan Ilmu politik
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

PKS (Partai Keadilan Sejarhtera) merupakan partai Islam terbesar
di Indonesia dan kader kader PKS merupakan kader tersolid diantara
kader partai lainnya. Partai dakwah ini pun sering dan turut aktif dalam
melakukan kegiatan sosial, seperti mengirim kader dan simpatisannya
untuk membantu korban bencana alam (bajir, gunung meletus, tsunami,
gempa bumi, dll).  Dibalik kebaikan kebaikan PKS tersebut timbul
sebuah pertanyaan mengapa PKS selalu mendapat hujatan, hinaan,
kritikan negative, dll. Dari pertanyaan pertanyaan tersebut ternyata
PKS itu berbahaya, mangkanya PKS selalu mendapat hujatan.

Hujatan, hinaan, kritikan negative tidak selalu datang dari rakyat
Indonesia melainkan datang dari beberapa individu, lembaga, dan
partai yang tidak suka dengan PKS. Untuk lebih jelas mengapa
PKS itu berbahaya, penulis akan mengajak pembaca melihat
seberapa bahayanya PKS itu.