jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label Info Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 April 2016

Inspirasi Kehidupan Dari Supir Angkot Gondrong yang Ternyata Banyak Berdzikir

Ketika sedang menunggu angkot, tiba-tiba muncul angkot yg dikendarai pria cukup gondrong, agak seram wajahnya tetapi terlihat ramah.

"Ayo pak haji naik, langsung nih tidak ngetem" sapa sopir.

Saya pikir ini strategi marketing para sopir yg menawarkan dengan bahasa manis, memanggil penumpang dg sebutan haji dan tidak ngetem, krn biasanya tetap akan ngetem.

Akhirnya saya naik angkot tersebut, hanya saya dan satu penumpang di angkot ini.

Tidak lama, penumpang satunya turun, maka tinggal saya sendiri.

Saya berfikir kasian juga sopir ini kalau hanya ada satu penumpang.

Rabu, 03 April 2013

Demba Ba: ‘Jelang Pertandingan, Saya Mendengarkan Al-Quran Lewat Earphone’


Demba+Ba+holds+the+Chelsea+FC+Shirt+at+the+Cobham+Training+Ground
NAMA Demba Ba sedang dibicarakan di mana-mana pekan ini. Sebabnya adalah ia mengantarkan klub sepak bolanya Chelsea, menyingkirkan Manchester United dalam Piala FA Inggris.

Satu golnya membuat pasukan asuhan Rafael Benitez ini berpeluang menggondol satu dari dua kans juara musim ini. Selain itu, Ba merayakan golnya dengan sujud syukur—yang masih ditayangkan oleh kamera televisi.

Senin, 01 April 2013

PKS jangan kalian ambil ayahku

Oleh: Ibrahim Musa Ashidiqie|Kompasiana
“bu, ayah dicalonin lagi ya bu?”
“Iya dik, ibu juga kaget sebenarnya, tau-tau ayahmu sudah persiapan mau foto aja dik”
Entah kanapa, hatiku seolah tersambar petir, hampir pecah rasanya kepala ini, apa yang aku cemaskan itu ternyata benar-benar terjadi. Aku terdiam agak lama, diam dengan telepon genggam yang masih ku lekatkan di telinga.
****
Awalnya siang itu aku melihat tweetnya pak @suryadelalu tentang #BCAD (bakal calon anggota dewan), setelah ku baca-baca ternyata para bakal calon sudah dipanggil sama “orang atas” dan disuruh mengumpulkan berkas. Dan yang langsung terbayang olehku adalah ayah, jangan-jangan ayah juga dipanggil jadi CAD?! Mendadak dadaku panas sesak, segera kubuka HP-ku, dan ku telepon beliau.
“sisa pulsa anda tidak cukup untuk melakukan panggilan….”, ah, pulsaku habis

Kembali ke masa lalu, tahun 2004, saat pemilu pertamanya PKS
Saat itu ayahku maju menjadi anggota legislative, dan aku yang saat itu masih bocah yang tak tau apa-apa, umurku saat itu masih 11 tahun, masih SD. Jadi aku tak mengerti apa-apa tentang “dunia hitam” itu, yang aku tau, kami sekeluarga adalah pendukung setia PKS sejak namanya masih PK, belakangan aku baru tau kalau ayah sudah menjadi orang PKS bahkan sebelum PK itu sendiri ada.
Berlanjut pada saat masuknya aku ke sebuah pesantren “ikhwah”, dan lagi-lagi yang aku tau saat ditanya tentang pekerjaan orang tua adalah ayahku seorang anggota dewan, tak lebih

Carita berlanjut, ayahku kini punya sopir dengan mobil dinas, kesannya mewah ya? Engga ah, mobilnya hanya mobil lama yang sudah hampir tidak layak pakai, hanya istilahnya saja yang keren, “Mobil dinas!”.
tapi, mobil sejelek apapun tetap saja sudah merupakan barang mewah di mata keluargaku.
Dan cerita kembali berlanjut, ayahku tercinta memberanikan diri mengambil kredit mobil bekas, ku ulangi, kredit mobil bekas. Walaupun dengan gaji yang seadanya (yang belakangan ini aku baru tau kalau gaji aleg dari PKS dipotong untuk partai) mulailah kami punya mobil, mobilnya tidak begitu mewah, tapi tetap saja mataku melihat mobil adalah barang termewah saat itu.
Dan disini mulai cerita baru, orang-orang sekitar dan di kampung ayah mulai melihat aneh, banyak juga yang bilang “wah bapak sejak jadi anggota dewan ini banyak duit nih, bisa beli mobil”, atau juga para ibu-ibu menggosipkan “sejak si ayah jadi anggota dewan jadi punya mobil loh”.

walaupun aku masih SMP, aku tau kalau apa yang mereka katakan jelas-jelas menuduh uang yang ayah dapatkan untuk membeli mobil bukan dengan cara yang halal. Panas, sugguh panas telinga ini mendengar fitnah itu. Apalagi ibu, ibu adalah orang yang paling tidak tahan mendengar ucapan seperti itu.
aku dan juga kakakku yang saat itu masih “anak pesantren” mencoba menenangkan hati ibu, “biar lah orang berkata apa, yang lebih penting Allah tau yang sebenarnya”.
memang hal ini bukanlah masalah besar, aku dan keluarga Alhamdulillah tetap bersabar dan terus mendukung ayah.
Terlepas dari itu semua, aku yang saat itu masih bocah SMP hanya tau kalau ayah adalah orang sibuk, entah itu sibuk di kantor, atau di partai. Ayah pergi pagi, pulangnya malam, hampir begitu setiap hari, pun saat libur ayah masih saja ada kegiatan, entah itu bertemu masyarakat, atau di ketakmiran masjid, ah ayahku sibuk!

pemahamanku tentang dakwah ini semakin bertambah seiring dengan bertambahnya ilmu pengetahuanku dan dari pertemuan pekananku di pesantren, pada saat itu barulah aku tau kenapa ayah ada di ranah legislative, barulah aku benar-benar paham kenapa islam harus masuk di dalam tataran pemerintahan.
dan akhirnya, masa jabatan ayah telah habis, aku senang, ayah tak lagi harus pergi pagi pulang malam.
namun, ternyata ayah kembali dicalonkan oleh dakwah ini, oleh PKS sebagai calong anggota legislative pada pemilu 2009, berat rasanya ibu mengijinkan saat pahlawanku itu meminta ijin pada ibu, ibu lebih senang ayah bekerja seperti dulu, walaupun hanya bekerja dengan penghasilan yang secukupnya, ibu lebih senang, walaupun hanya mengambil nafkah dari bercocok tanam dan berjualan.
PKS, jangan kau ambil ayahku!
Meski sudah memiliki pemahaman tentang dakwah dan partai, sisi kecil hatiku tetap sepakat dengan ibu, kalaulah boleh memilih aku ingin ayah tak lagi jadi aleg, walau bagaimanapun aku ini masih anak SMA pada saat itu, yang masih menpel sama ayah dan ibu

Dan, Alhamdulillah ayah tidak terpilih, sekaligus sedih buat PKS, suara kita turun drastis di 2009.
Dan hingga kini jadilah aku dan kakakku kuliah di salah satu institut ternama di bandung, jauh dari negeri asalku. Sedikit banyak kami sudah lebih dewasa dalam menyikapi “hal” ini, ada ego yang perlu disingkirkan, ada kepentingan pribadi yang harus mengalah. Ada yang namanya kepentingan ummat dan ada yang namanya kepentingan pribadi….
****
“dik, dik, halo? “

Ah, aku tersadar dari lamunanku, ku lanjutkan pembicaraanku di telpon dengan ibu, bersama kakakku yang juga duduk disebelahku
aku dan kakakku mencoba menguatkan ibu, meminta ibu untuk terus mendukung ayah, dan kembali mengingatkan bahwa keputusan ini adalah keputusan syuro (musyawarah), yang bahkan rasulullah sendiri mengalah saat kesepakatan syuro berbeda dengan pendapatnya. Aku, dan seluruh keluargaku memang tak ingin ayah kembali dicalonkan dalam pemilu 2014 nanti. tapi kami sadar bahwa apa yang ayahku dan yang kini turut aku perjuangkan bukanlah hal yang sia sia. Aku tau toh nantinya kalaupun ayah terpilih, ayah pasti bukan berjuang untuk dirinya dan keluarganya saja, ia sedang “bekerja untuk Indonesia”

aku sadar, bahwa politik adalah jalan panjang yang harus kita tempuh, meski berat, meski harus rela berkorban
ya, perjuangan itu pasti harus rela berkorban
dan yang pasti, aku akan selalu mendoakan partai ini, aku besar bersama partai ini, aku tau siapa-siapa saja orang-orang di dalamnya dan betapa luar biasa para kadernya, aku tau siapa orang PKS itu, dan aku yakin, PKS akan masuk 3 besar

sedikit cerita lagi, aku dan kakakku sekarang ini sudah lama rindu masa ketika dulu ikut kampanye, bertemu tim nasyid shoutul harokah, izzis, justice voice (maaf kalau kampungan hehe), lalu bertemu ustadz hidayat, bertemu ustadz anis, yang untuk ikhwah yang ada di daerah, bertemu mereka itu bisa dibilang hanya saat kampanye akbar.
Dan pada saat kampenye ustad ahmad heryawan, aku dan kakakku datang (walaupun bukan warga jabar) dan satu kata yang sekarang terngiang di telinga saya, ketika ummi netty istrinya ustad heryawan mengatakan “saya infakkan suami saya untuk warga jabar”.
PKS, aku rela kau mengambil ayahku

****
Oh iya, kredit mobil ayahku baru lunas tahun kemarin, dan pastinya bukan dengan uang haram J

Bandung, 31/3/2013

Senin, 18 Maret 2013

Meluruskan Sejarah Kapitan Ahmad ‘Pattimura’ Lussy

CATATAN AGUNG PRIBADI

Pattimura-ini benteng duurstede fort-benteng tempat perjuangan Pattimura-Ahmad Lussy-bersama teman-temannya-jpeg.image

SALAM-ONLINE: Tokoh Muslim ini sebenarnya bernama
“Ahmad Lussy”, tetapi dia lebih dikenal dengan “Thomas Mattulessy”
yang identik dengan nama Kristen.

Inilah Salah satu contoh deislamisasi dan pengkhianatan kaum minor atas sejarah pejuang Muslim di Maluku atau Indonesia umumnya.

“Nunu oli Nunu seli Nunu karipatu Patue karinunu”
(Saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah beringin besar dan setiap beringin besar akan tumbang tapi beringin lain akan menggantinya(demikian pula) saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah batu besar dan setiap batu besar akan terguling tapi batu lain akan menggantinya).

Kamis, 07 Maret 2013

Warga Butuh Ambulans? Bang Adun PKS Siap Dipanggil 24 Jam Nonstop


Wajah Akhmadi yang biasa akrab disapa Bang Adun, nampak terlihat lelah ketika memasuki kantor DPD PKS Kota Tanjungpinang, Senin (18/02). Walaupun demikian, senyum khas pria yang sudah menikah beberapa tahun silam ini selalu mengembang saat berjumpa dengan setiap orang, seperti halnya ciri khas kader PKS yang lainnya, selalu tersenyum saat bertemu dengan orang lain, kapanpun dan dimanapun.

Adun (36), adalah salah satu kader Pemula Partai keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tanjungpinang yang sehari – harinya menjadi supir dari ambulans PKS sembari berdagang jualan es bubur sum-sum. Pria yang sudah menjadi kader PKS sejak sekitar 4 tahun yang lalu ini mengisahkan seputar Ambulans PKS Kota Tanjungpinang yang selalu siap siaga kapanpun untuk melayani warga yang membutuhkan.

Jauh sebelum mobil ambulance ini ada PKS juga sudah melayani masyarakat dengan meminjam mobil para kadernya untuk mengantar masyarakat ke rumah sakit. Jadi ini bukan karena momentum Pemilu 2014.  Ternyata Bang Adung sang supir ambulance PKS mengisahkan diawal-awal keberadaan mobil ini hadir banyak yang segan menggunakannya tapi sekarang malah ada yang jadi pelanggan tetap mobil ambulance PKS ini.

Minggu, 24 Februari 2013

Tas Ransel Aleg PKS Digeledah Satpam Senayan

Tas ransel selalu menempel di pundak. Gaya dan penampilannya memang santai. jauh dari kesan jaim alias jaga image. Dia buka tipe pria pernuh gengsi, walaupun menyandang jabatan terbilang mentereng, anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang terhormat. Sederhana dan ramah.

Itulah penampilan sehari-hari Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di MPR TB Soemandjaja, sosok yang langka di DPR. Ketika TRIBUNnews.com menemuinya di gedung parlemen di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/2), untuk wawancara, Sumandjaya sedang memimpin rapat di MPR.
Ia meminta waktu menyelesaikan rapat tersebut. Sesudah rapat, ia lalu mengajak ke ruangannya di Gedung Nusantara V.

Soeman memang dikenal sebagai sosok sederhana. Tidak seperti kebanyakan anggota DPR lainnya yang bergaya hidup glamour, mobil mewah, atau tas jinjing bermerk mengilap. Sedangkan Soeman, sapaan Soemandjaja tidak.

Selasa, 19 Februari 2013

SD Islam Menjadi SD Terbaik di Ibu Kota Kanada

Mengungguli sekolah umum dan Katolik, sebuah sekolah Islam telah dinilai menjadi entitas pendidikan  SD berkinerja terbaik di Ottawa, ibu kota Kanada.

"Kami sangat gembira," Mohammed Saleem, Kepala Sekolah Abraar, mengatakan kepada Ottawa Citizen pada Senin, Februari 18 sebagaimana dilansir onislam.net.

Sekolah swasta yang terletak di bagian barat Ottawa ini dinilai menjadi sekolah yang paling tepat dalam mengajarkan membaca, menulis dan matematika oleh Fraser Institute, sebuah lembaga yang meneliti kebijakan publik.

Senin, 18 Februari 2013

Islam Beri Masyarakat Bulgaria Kehidupan Lebih Baik

Runtuhnya Uni Soviet pada dekade 90-an berpengaruh terhadap seluruh negara-negara di Eropa Timur. Komunitas agama yang dahulu dikekang, kini merasakan kebebasannya.

Muslim Bulgaria merupakan salah satu komunitas agama yang merasakan hal tersebut. Mereka tidak lagi menutupi identitasnya sebagai Muslim. Sejak itu, jalanan di Bulgaria tak lagi asing dengan perempuan berjilbab atau pria berjanggut. Islam pun mulai diterima di Bulgaria.

Belakangan, sebagian masyarakat Bulgaria yang menganut Katolik Roma memutuskan untuk menjadi Muslim. Yang menarik, sejak Islam kembali bergeliat, angka pencurian, jumlah prostitusi dan mucikari berkurang.

Muslim yang Mengalahkan Perancis Seorang Diri

Namanya Rasyid Nikaz, seorang pengusaha perancis (keturunan AlJazair) yang dengan ringannya membayar denda bagi muslimah yang becadar di Perancis dan Belgia. Sebagaimana kita tahu perancis menerapkan larangan mengenakan cadar di tempat umum sebagai reaksi pemerintah Perancis atas berduyun-duyunnya kaum wanita Perancis mengenakan cadar, dan bagi yang muslimah yang tertangkap petugas memakainya maka akan dikenakan denda.

Maka sejak Perancis memberlakukan undang-undang tersebut, Rasyid Nikaz menyediakan dana 1 juta Euro dikhususkan untuk membayar denda bagi muslimah bercadar. Seolah dengan tindakannya itu dia mengatakan kepada wanita muslimah Perancis yang hendak bercadar: “Pakai cadarlah sesuka kalian, jika terkena denda sayalah yang akan membayarnya”.

PKS Kesruduk Sapi

Oleh : Kurniawati Sazali*


Sebenarnya banyak pilihan judul. Pilihanku pada judul ini untuk menarik perhatian karena ada PKS nya. Sebenarnya ini hanya tulisan untuk berbagi. Menyemangati diri dan teman-temanku, sesama anggota Majis Taklim Tanpa Nama. Betul-betul tanpa nama. Bukan karena tidak bisa memilih nama tetapi memang kami merasa nama itu tidak terlalu penting. Apalah artinya 10-20 orang di sebuah perumahan di pelosok Jawa Timur, yang letaknya puluhan kilometer dari Surabaya. Dibandingkan Majlisnya para habib, ustaz besar dan tokoh besar, kami tidak terhitung sebagai Majlis Taklim. Namun kami tetap merasa sangat penting bukan karena ada tokoh atau ustaz terkenal. Kami merasa keberadaan Majlis Taklim disebabkan kami bisa merenda hari-hari kami dengan bertambahnya ilmu dan amalan Islam. Kami merasa Majlis kami adalah majlis yang paling berharga bagi kami walaupun kami tidak bisa mengundang tokoh,  tapi selalu ada yang mau datang untuk memberi kesejukan. Mengajarkan Islam dan keindahannya. Sampai datang satu peristiwa: PKS kesruduk sapi !
“Bu Nia, taklim kita bagaimana? apakah akan bubar?” kata seorang ibu.

Sayapun sempat terfikir begitu, ketika banyak pengamat di koran dan TV yang mengatakan: PKS akan hancur. PKS akan bubar. PKS tinggal sejarah. Pertanyaan itu sangat wajar. Kerisauan kamipun beralasan. Majlis Taklim kami memang banyak ditopang kader-kader PKS. Hampir semua yang mengisi taklim kami adalah kader-kader PKS. Kalau PKS bubar, ustazahnya tidak mau datang lagi apa Majlis Taklim tidak bubar? Memang hari gini masih ada ustazah yang masih mau sabar ngasih taklim kepada kami-kami?

Ustadz Dedy Wirastyo, Murobbi dan Qiyadah Teladan PKS Kota Semarang ini telah berpulang...

Mendung nampak menyelimuti langit Kota Semarang, Senin (18/02) siang, saat segenap kader PKS Kota Semarang mengiringi kepergian salah satu ustadznya ke peristirahatan terkahir di Pemakaman Umum Sambiroto Semarang. Bersamaan dengan itu rasa kesedihan yang mendalam begitu dirasakan oleh para kader dakwah se-Kota Semarang. Hari ini dakwah kehilangan salah satu ustadz yang menjadi tokoh, murobbi, dan  sekaligus inspirasi bagi para kader dakwah di Semarang.
Ustadz Dedy Wirastyo, Ustadz yang sehari-harinya mengemban amanah sebagai Ketua Cabang Dakwah (KCD) IV Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Semarang  tersebut menghembuskan nafasnya yang terakhir sekitar pukul 03.00 WIB senin dini hari, menjelang sahur. Dengan kepergian salah satu kader dakwah yang selama ini menjadi tulang punggung dakwah di Kota Semarang tersebut, tentu banyak yang merasa kehilangan, dari keluarga, kerabat, sampai dengan para aktivis dakwah yang sehari hari menjadi saksi betapa pria ramah ini sangat gigih berjuang bersama PKS.

Bang Halim Hasibuan, Aleg PKS Batak yang berhasil 'membuka' pedalaman

Mengukur "keanehan" segenap insan di tubuh Partai Keadilan Sejahtera ini seolah tak ada habisnya. Ada saja tindakan, ataupun keputusan-keputusan dalam hidup yang acap dianggap tak lazim bagi sebagian orang. Tak terkecuali dengan Anggota Dewan dari Fraksi PKS di DPRD Kabupaten Bengkalis yang satu ini.
Bang Halim, demikian lelaki bernama lengkap Abdul Halim Hasibuan ini akrab disapa, memilih untuk tetap tinggal di KM. 33 Desa Tasik Serai, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Sebuah daerah pedalaman yang hingga hari ini belum teraliri listrik PLN. Pun dengan akses jalannya apabila musim penghujan tiba, genangan air penuh lumpur sudah menjadi tantangan sehari-hari. Berpuluh kilometer. Membentang. Menyajikan kesulitan bagi siapa saja yang akan pergi keluar dari daerah tersebut menuju kota. Entah untuk berbelanja, berobat, atau apapun keperluannya demi terpenuhinya hajat hidup warga disana.

Kamis, 19 Juli 2012

Jelang Ramadan, Masjid di Tennessee Diresmikan

Liputan6.com, Tennessee: Menjelang Ramadan, sebuah masjid di Tennessee, Amerika Serikat, diresmikan agar umat Islam di daerah tersebut bisa beribadah. Media CNN mewartakan, Kamis (19/8), masjdi tersebut akhirnya diresmikan setelah sebelumnya sempat terganjal masalah izin pembangunan di wilayah Rutherford County. 
"Jika semua persyaratan dan perizinan telah dipenuhi, masjid tersebut bisa disahkan," ungkap Todd J. Campbell, hakim distrik tersebut.

Masjid itu diprotes pembangunannya oleh sentimen anti-Islam di daerah tersebut. Akibatnya, selama dua tahun masjid tersebut belum bisa digunakan meski telah selelsai dibangun.

Minggu, 01 Juli 2012

Mensos Duduk di Pintu Darurat, Mengunjungi Langsung Lokasi Rehabilitasi

jalanpanjang.web.id - Bagi seorang Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, meski dalam kapasitas sebagai pejabat negara, naik ojek merupakan hal biasa,apalagi harus duduk di kursi kelas ekonomi dalam sebuah penerbangan.

"Untuk pejabat negara biasanya disiapkan kelas bisnis, tapi Mensos tidak keberatan duduk di kelas ekonomi," kata Tenaga Ahli Menteri Sosial bidang Tata Kelola Pemerintahan dan Kehumasan Sapto Waluyo di Jakarta, Selasa (19/6).

Mensos dengan senang hati duduk di kursi ekonomi saat perjalanan pulang dari Ambon ke Jakarta, dan bahkan dapat kursi nomor 15-A, persis di pintu darurat pesawat.

"Penerbangan Garuda hari itu penuh sekali karena harus mengangkut peserta MTQ Nasional yang baru selesai berlomba. Duduk di kelas manapun sama saja, yang penting aman dan lancar sampai di tujuan," ujar Mensos.

“PKS Mendingan Bubar Aja Deh…”

dakwatuna.com - Bismillahirrahmanirrahim…

Kita berbicara tentang sebuah partai politik di Indonesia kali ini, bukan Partai Demokrat sang pemenang pemilu 2009 atau pun Golkar pemenang pemilu 2004 atau PDIP pemenang pemilu tahun 1999, partai ini belum pernah menjadi pemenang pemilu, prestasi terbaiknya “hanya” menduduki peringkat ke-4 di Pemilu 2009 dan belum berhasil mencapai target suara yang telah dicanangkan, yaitu 20 juta suara di Pemilu 2009.

Partai itu adalah Partai Keadilan Sejahtera atau PKS. Partai  yang didirikan di Jakarta pada hari Sabtu, tanggal 9 Jumadil ‘Ula 1423 bertepatan dengan 20 April 2002. PKS adalah kelanjutan dari Partai Keadilan yang didirikan pada hari Senin, tanggal 26 Rabi’ul Awwal 1419 bertepatan dengan 20 Juli 1998.

PKS: Jawa Timur Paling Banyak Perselingkuhan

TEMPO.CO, Surabaya - Pada peringatan Hari Keluarga Nasional 2012, ratusan ibu-ibu dari bidang perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur serukan stop perselingkuhan. Mengambil tema "Saya Setia, Saya Tidak Selingkuh", aksi simpatik ini digelar oleh para ibu-ibu PKS di depan Kebun Binatang Surabaya, Kamis, 28 Juni 2012.

Dengan menggelar orasi bergantian, para ibu dari DPW PKS Jawa Timur ini juga membawa aneka poster dan spanduk, di antaranya bertuliskan "Setia oke, selingkuh no way," "Mari setia pada pasangan," "Nikah yes, selingkuh no".

Dari catatan PKS, dengan mengutip data dari Peradilan Agama dan Mahkamah Agung, menyatakan angka perceraian di Indonesia saat ini telah mencapai 10 persen dari total dua juta angka pernikahan. Perceraian sendiri saat ini telah mencapai 285.184 perkara, di mana sebanyak 10.029 perkara disebabkan perselingkuhan. Sedangkan sisanya, sebanyak 91.841, karena ketidakharmonisan rumah tangga, 78.407 karena suami yang tidak bertanggung jawab, dan sisanya 67.891 karena faktor ekonomi.

Sabtu, 30 Juni 2012

PENELITIAN ILMIAH PENGARUH BACAAN AL QURAN PADA SYARAF, OTAK DAN ORGAN TUBUH LAINNYA, .. MENAKJUBKAN! ...

“Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur’an...”.
Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.

Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan.

Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.

Sabtu, 23 Juni 2012

MasyaAllaah, pesepak bola Inggris masuk Islam...

Philipe Sanderos, pria kelahiran Swiss yang bermain sebagai punggawa klub Fulham Liga Premier Inggris, telah masuk Islam.

Ia mendeklarasikan keyakinannya di sebuah Islamic Center di kota Manchester.

Senderos sebelumnya bermain untuk raksasa sepakbola Inggris, Arsenal, dan sekarang bermain untuk tim nasional negaranya, Swiss.

Misi "Terselubung" Dibalik Fenomena K-Lovers?

MESKI acara sudah lewat, kehadiran grup boyband asal korea Super Junior ke Indonesia baru-baru ini, merupakan hari-hari yang menyedihkan.

Bagaimana tidak, demi mendapatkan tiket yang harganya selangit itu, ada banyak merengek kepada orangtua mereka hingga ada yang rela tidak diberi uang saku selama tujuh bulan demi mendapatkan uang untuk membeli tiket konser. Bahkan ada yang rela menjual barang pribadinya untuk mengumpulkan uang agar bisa mendapatkan tiket konser boyband asal Korea itu. Parahnya lagi, sebagian besar remaja putri yang histeris, menangis bahkan pingsan saat berebutann tiket konser Suju (Super Junior), beragama Islam. Hal itu dapat dilihat pada cuplikan berita-berita (baik di online atau media elektronik).

Kamis, 20 Oktober 2011

Nasihat untuk Sang Putra

Oleh: Ust. Musyafa Ahmad Rahim, MA., Ketua Kaderisasi DPP PKS

نَصِيْحَةُ عَرَبِيٍّ لاِبْنِـــهِ

Nasihat Seorang Arab Kepada Putranya



Wahai puteraku …
Agar engkau menjadi seorang raja yang berwibawa di hadapan manusia ..
Janganlah berbicara dalam berbagai urusan ..
Kecuali setelah mengecek kebenaran sumbernya ..
Dan jika seseorang datang membawa berita, cari bukti kebenarannya sebelum dengan berani engkau berbicara ..
Hati-hati dengan isu .. jangan percayai setiap yang dikatakan, jangan pula percaya sesuatu yang setengah engkau lihat ..

Dan jika engkau mendapatkan cobaan berupa seorang musuh .. hadapi dengan berbuat baik kepadanya .. tolak dengan cara yang lebih baik, niscaya permusuhan itu berubah menjadi cinta kasih.

Jika engkau hendak mengungkap kejujuran orang, ajaklah ia pergi bersama .. dalam bepergian itu jati diri manusia terungkap .. penampilan lahiriahnya akan luntur dan jatidirinya akan tersingkap! Dan “bepergian itu disebut safar karena berfungsi mengungkap yang tertutup, mengungkap akhlaq dan tabiat”.