jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu
Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 09 Maret 2013
Kamis, 07 Maret 2013
MENYIKAPI KEMENANGAN
Oleh: Ustadz Abdullah Haidir
Ketika simpati demi simpati kau terima, tundukkan kepalamu, juga hatimu… hati-hati dengan kesombongan…
Ketika kemenangan demi kemenangan kau raih, tundukkan kepalamu, juga hatimu…. hati-hati dengan kelalaian…
Ketika harapan demi harapan dibebankan ke pundakmu, tundukkan kepalamu, juga hatimu…. hati-hati dengan kelengahan…
Ketika apresiasi demi apresiasi dialamatkan kepadamu, tundukkan kepalamu, juga hatimu… hati-hati dengan ketergelinciran…
Ketika simpati demi simpati kau terima, tundukkan kepalamu, juga hatimu… hati-hati dengan kesombongan…
Ketika kemenangan demi kemenangan kau raih, tundukkan kepalamu, juga hatimu…. hati-hati dengan kelalaian…
Ketika harapan demi harapan dibebankan ke pundakmu, tundukkan kepalamu, juga hatimu…. hati-hati dengan kelengahan…
Ketika apresiasi demi apresiasi dialamatkan kepadamu, tundukkan kepalamu, juga hatimu… hati-hati dengan ketergelinciran…
HIDUP JANGAN LAH SEPERTI TRUCK SAMPAH ...
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Suatu hari ada sebuah taxi yang menuju
ke Bandara. Taxi itu melaju pada jalur yg benar ketika tiba-tiba sebuah
mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan taxi itu.
Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.
Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya & memaki ke arah taxi tersebut.
Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.
Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya & memaki ke arah taxi tersebut.
Senin, 18 Februari 2013
MEMPERTANYAKAN MILITANSI SANG PENGEMBAN DAKWAH
Oleh: Fahmi Akmal Hasani
Islamedia - “Mas, kemana ajah kok ga pernah keliatan?”
“Mbak, gimana kabarnya? Ga pernah kedengeran nih”
Mungkin pertanyaan itu pernah kita dapatkan di tengah-tengah keluarga dakwah ini. Pertanyaan ini tentunya kembali mengingatkan arti penting dari sebuah militansi. Tentunya militansi dalam perjalanan dakwah yang panjang ini.
Begitu banyak problematika yang dialami kita sebagai para aktivis dakwah. Mulai dari problematika individu, problematika akademis hingga problematika keluarga.
Tak sedikit orang yang mundur satu persatu dari jalan dakwah yang panjang ini. Jalan yang sudah tentu ujungnya yaitu keridhaan Allah, namun kita tidak tahu seberapa panjang jalan dakwah ini. Teringat pesan dari guru ngaji ketika SMA, “Dakwah ini bagaikan kereta, kereta akan jalan terus dan kita aktivis dakwah tersebut bagaikan penumpangnya. Mereka akan turun satu persatu namun kereta ini tak akan pernah berhenti. Akan ada orang lain yang akan naik di perjalanan yang lain.”
Islamedia - “Mas, kemana ajah kok ga pernah keliatan?”
“Mbak, gimana kabarnya? Ga pernah kedengeran nih”
Mungkin pertanyaan itu pernah kita dapatkan di tengah-tengah keluarga dakwah ini. Pertanyaan ini tentunya kembali mengingatkan arti penting dari sebuah militansi. Tentunya militansi dalam perjalanan dakwah yang panjang ini.
Begitu banyak problematika yang dialami kita sebagai para aktivis dakwah. Mulai dari problematika individu, problematika akademis hingga problematika keluarga.
Tak sedikit orang yang mundur satu persatu dari jalan dakwah yang panjang ini. Jalan yang sudah tentu ujungnya yaitu keridhaan Allah, namun kita tidak tahu seberapa panjang jalan dakwah ini. Teringat pesan dari guru ngaji ketika SMA, “Dakwah ini bagaikan kereta, kereta akan jalan terus dan kita aktivis dakwah tersebut bagaikan penumpangnya. Mereka akan turun satu persatu namun kereta ini tak akan pernah berhenti. Akan ada orang lain yang akan naik di perjalanan yang lain.”
Ustadz Dedy Wirastyo, Murobbi dan Qiyadah Teladan PKS Kota Semarang ini telah berpulang...
Mendung nampak menyelimuti langit Kota Semarang, Senin (18/02) siang,
saat segenap kader PKS Kota Semarang mengiringi kepergian salah satu
ustadznya ke peristirahatan terkahir di Pemakaman Umum Sambiroto
Semarang. Bersamaan dengan itu rasa kesedihan yang mendalam begitu
dirasakan oleh para kader dakwah se-Kota Semarang. Hari ini dakwah
kehilangan salah satu ustadz yang menjadi tokoh, murobbi, dan sekaligus
inspirasi bagi para kader dakwah di Semarang.
Ustadz Dedy Wirastyo, Ustadz yang sehari-harinya mengemban amanah
sebagai Ketua Cabang Dakwah (KCD) IV Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS
Kota Semarang tersebut menghembuskan nafasnya yang terakhir sekitar
pukul 03.00 WIB senin dini hari, menjelang sahur. Dengan kepergian salah
satu kader dakwah yang selama ini menjadi tulang punggung dakwah di
Kota Semarang tersebut, tentu banyak yang merasa kehilangan, dari
keluarga, kerabat, sampai dengan para aktivis dakwah yang sehari hari
menjadi saksi betapa pria ramah ini sangat gigih berjuang bersama PKS.
Jumat, 15 Februari 2013
Konsolidasi Personal | Kolom Cahyadi Takariawan
Dalam dinamika dakwah, ada kegiatan yang harus selalu dilaksanakan, yaitu konsolidasi. Di seluruh tahapan dan mihwar, di seluruh fase perjalanan dakwah, konsolidasi sangat diperlukan untuk menjaga gerakan tetap solid dan tidak melemah apalagi terpecah belah. Konsolidasi akan menjamin tetap utuhnya semua potensi dalam dakwah. (Cahyadi Takariawan)
Ada sangat banyak jenis konsolidasi, di antaranya adalah konsolidasi
personal, konsolidasi struktural, dan konsolidasi amal. Pada kesempatan
kali ini, saya akan membahas satu bagian saja, yaitu konsolidasdi
personal yang merupakan aset terbesar, aset terpenting, dan aset
termahal dalam gerakan dakwah.
Dalam konteks kekinian, konsolidasi personal sangat diperlukan agar
seluruh potenbsi bisa efektif bekerja mencapai tujuan dakwah.
Konsolidasi personal meliputi konsolidasi spiritual, konsolidasi
konsepsional, dan konsolidasi moral.
Senin, 04 Februari 2013
Ayyuhal Ikhwah.. Min Huna Nabda' | Seruan untuk Kader dan yang 'Desertir'
Ridlwan
@ridlwanjogja
jurnalis
Malam ini (4/2) kita teruskan. Ini spesial untuk teman2 PKS di TL saya. Hastagnya #rindu saja ya biar gak kepanjangan
Bagi PKS haters, kalau anda tahan sih, bisa tahu model komunikasi ala PKS. Jika tidak ya mute /unfol / bully dll . Monggo sy ikhlas :)
"Bertani Demokrasi"
"Bertani Demokrasi"
Oleh Nandang Burhanudin
Perhatikan 4 perilaku petani berikut:
Petani A: Ia kurang gaul dan kurang wawasan. Bercocok tanam hanya di musim hujan. Saat kemarau, ia pergi merantau menjadi kuli bangunan. Ia rela berpisah meninggalkan sanak famili, demi dapur tetap berfungsi. Ia biarkan sepetak tanah warisan kering kerontang. Baginya, yang penting bisa makan. Gak punya cita-cita apapun.
Petani B: Ia petani yang sudah sering ikut kelompencapir dan beberapa kali mengikuti BLK di Dinas Pertanian Kecamatan. Ia paham bercocok tanam tak kenal musim. Saat hujan, ia tanam padi. Saat kemarau, ia tanam palawija. Namun, ia tak memiliki cita-cita masa depan. Yang penting cukup untuk kebutuhan hari-hari.
Seni Ketidakmungkinan | Anis Matta
Oleh : Anis Matta
Sejarah kepahlawanan tidaklah ditulis dengan mulus. Para pahlawan Mukmin
sejati tidak selalu menghadapi situasi dan peristiwa yang mereka
inginkan. Kita mungkin akan lebih kuat apabila situasi dan peristiwa
yang tidak kita inginkan itu sudah kita duga sebelumnya, sehingga ada
waktu yang memadai untuk melakukan antisipasi.
Akan tetapi, apa yang akan dilakukan para pahlawan mukmin sejati apabila mereka menghadapi situasi dan peristiwa yang tidak mereka inginkan dan tanpa mereka duga sebelumnya? Ini jelas berbeda dengan situasi sebelumnya. Di sana kita mempunyai waktu yang memadai untuk melakukan antisipasi,tetapi di sini kita tidak mempunyai waktu itu. Di sana secara psikologis kita akan lebih siap, tetapi di sini kita tidak terlalu siap. Namun, saat-saat seperti ini akan selalu terulang dalam kehidupan para pahlawan mukimin sejati. Saat-saat seperti ini merupakan saat yang paling rumit dalam hidup mereka. Dan inilah salah satu momentum kepahlawan dalam hidup mereka.
Akan tetapi, apa yang akan dilakukan para pahlawan mukmin sejati apabila mereka menghadapi situasi dan peristiwa yang tidak mereka inginkan dan tanpa mereka duga sebelumnya? Ini jelas berbeda dengan situasi sebelumnya. Di sana kita mempunyai waktu yang memadai untuk melakukan antisipasi,tetapi di sini kita tidak mempunyai waktu itu. Di sana secara psikologis kita akan lebih siap, tetapi di sini kita tidak terlalu siap. Namun, saat-saat seperti ini akan selalu terulang dalam kehidupan para pahlawan mukimin sejati. Saat-saat seperti ini merupakan saat yang paling rumit dalam hidup mereka. Dan inilah salah satu momentum kepahlawan dalam hidup mereka.
Minggu, 03 Februari 2013
Sikap Para Da’i terhadap Fitnah
Segala macam fitnah harus disikapi
dengan bijak oleh para da’i sesuai dengan bentuk dan kadar fitnahnya.
Ketika para da’i berhasil mengatasi fitnah yang terjadi di dunia, maka
dia akan sukses dan mendapatkan ganjaran yang besar dari sisi Allah.
Sikap pertama yang harus dilakukan oleh para da’i untuk menghadapi fitnah adalah hati hati dan waspada (hadzr). Setiap da’i apapun yang terjadi, baik dan buruknya, senantiasa dalam kondisi diuji.
Kemudian untuk menyikapi segala macam fitnah keburukan para da’i harus bersabar, bersabar tidak terlibat dalam keburukan dan bersabar atas segala musibah yang buruk. Dan menyikapi segala bentuk kemudahan para da’i harus bersyukur.
Sikap pertama yang harus dilakukan oleh para da’i untuk menghadapi fitnah adalah hati hati dan waspada (hadzr). Setiap da’i apapun yang terjadi, baik dan buruknya, senantiasa dalam kondisi diuji.
Kemudian untuk menyikapi segala macam fitnah keburukan para da’i harus bersabar, bersabar tidak terlibat dalam keburukan dan bersabar atas segala musibah yang buruk. Dan menyikapi segala bentuk kemudahan para da’i harus bersyukur.
Rahasia Keuangan PKS
Banyak orang bertanya-tanya, darimana
PKS mendapatkan dana sehingga partai Islam itu bisa terus beraktifitas
sepanjang tahun. Setiap ada bencana, PKS hampir selalu terlihat membantu
dengan beragam layanan, termasuk bantuan logistik. Pun dengan berbagai
aktifitas layanan sosial yang digelarnya, seakan tanpa peduli apakah
pemilu sudah dekat atau masih jauh.
Tidak hanya membantu korban banjir, longsor, gempa; kader-kader PKS juga kerap terlihat di hampir seluruh kota dengan agenda bakti sosial. Ada pengobatan gratis, sembako murah, advokasi, hingga konsultasi. Jika dikalkulasi, program-program yang berjalan sepanjang tahun itu membutuhkan dana yang sangat besar. Dari mana PKS mendapatkan semua dana itu?
Tidak hanya membantu korban banjir, longsor, gempa; kader-kader PKS juga kerap terlihat di hampir seluruh kota dengan agenda bakti sosial. Ada pengobatan gratis, sembako murah, advokasi, hingga konsultasi. Jika dikalkulasi, program-program yang berjalan sepanjang tahun itu membutuhkan dana yang sangat besar. Dari mana PKS mendapatkan semua dana itu?
Rabu, 26 Desember 2012
Kesabaran Tanpa Batas
Sabar, sabar, sabar… Beginilah jalan dakwah telah kita lalui.
Berkomunitas bersama orang-orang salih bukannya tanpa masalah, maka
Allah memerintahkan agar kita selalu bersabar bersama mereka :
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru
Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan
janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan
perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya
telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya
dan adalah keadaannya itu melewati batas”.
Bisa jadi ada salah paham di antara para aktivis. Bisa jadi ada
ketidaknyamanan perasaan di antara para pelaku dakwah. Bisa jadi ada
data yang kurang valid, namun digunakan untuk pengambilan keputusan.
Bisa jadi ada stigma yang menganga, dan tidak pernah ada pengadilan yang
memberikan klarifikasi. Bisa jadi ada persepsi yang keliru. Bisa jadi
ada ketidaktepatan dalam menerapkan teori.
Dakwah Bukan Sekedar Melarang Tapi Memberi Alternatif Solusi
Dalam
kehidupan keseharian, kita sering menyaksikan berbagai hal yang tidak
sesuai dengan nilai-nilai keimanan. Banyak kerusakan, penyimpangan,
kejahatan yang terjadi setiap hari di depan mata kita. Sebagai aktivis
dakwah, kita sangat ingin mengubah seluruh kondisi yang tidak baik dan
menyimpang tersebut, dan mengarahkan kepada nilai-nilai keimanan dan
kesalihan.
Namun persoalan dakwah bukan
semata-mata bagaimana menghilangkan kemaksiatan atau bagaimana
menghapuskan kemunkaran. Lebih dari itu, yang harus diusahakan dalam
proses dakwah adalah menghadirkan alternatif yang lebih baik dan lebih
layak bagi kehidupan masyarakat. Dengan demikian, kemanfaatan dan
kontribusi dari dakwah bisa dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
Aktivis dakwah tidak hanya bisa melarang dan mencegah, namun juga bisa
memberikan alternatif solusi.
Banyak orang berkubang dalam
kehidupan yang buruk karena keterpaksaan keadaan. Mereka memerlukan
solusi nyata untuk keluar dari keburukan tersebut, bukan semata-mata
dilarang dan –apalagi—dimarahi dan dilecehkan, namun tanpa ada solusi
yang berarti. Masyarakat memerlukan solusi agar mereka bisa memiliki
kehidupan yang lebih sesuai nilai-nilai keimanan.
Minggu, 01 Juli 2012
“PKS Mendingan Bubar Aja Deh…”
dakwatuna.com - Bismillahirrahmanirrahim…
Kita berbicara tentang sebuah partai politik di Indonesia kali ini, bukan Partai Demokrat sang pemenang pemilu 2009 atau pun Golkar pemenang pemilu 2004 atau PDIP pemenang pemilu tahun 1999, partai ini belum pernah menjadi pemenang pemilu, prestasi terbaiknya “hanya” menduduki peringkat ke-4 di Pemilu 2009 dan belum berhasil mencapai target suara yang telah dicanangkan, yaitu 20 juta suara di Pemilu 2009.
Partai itu adalah Partai Keadilan Sejahtera atau PKS. Partai yang didirikan di Jakarta pada hari Sabtu, tanggal 9 Jumadil ‘Ula 1423 bertepatan dengan 20 April 2002. PKS adalah kelanjutan dari Partai Keadilan yang didirikan pada hari Senin, tanggal 26 Rabi’ul Awwal 1419 bertepatan dengan 20 Juli 1998.
Kita berbicara tentang sebuah partai politik di Indonesia kali ini, bukan Partai Demokrat sang pemenang pemilu 2009 atau pun Golkar pemenang pemilu 2004 atau PDIP pemenang pemilu tahun 1999, partai ini belum pernah menjadi pemenang pemilu, prestasi terbaiknya “hanya” menduduki peringkat ke-4 di Pemilu 2009 dan belum berhasil mencapai target suara yang telah dicanangkan, yaitu 20 juta suara di Pemilu 2009.
Partai itu adalah Partai Keadilan Sejahtera atau PKS. Partai yang didirikan di Jakarta pada hari Sabtu, tanggal 9 Jumadil ‘Ula 1423 bertepatan dengan 20 April 2002. PKS adalah kelanjutan dari Partai Keadilan yang didirikan pada hari Senin, tanggal 26 Rabi’ul Awwal 1419 bertepatan dengan 20 Juli 1998.
8 Tips Sambut Ramadhan
dakwatuna.com – Ramadhan yang penuh kelimpahan
kebaikan dan keutamaan, akan dapat dirasakan dan diraih ketika ilmu
tentang Ramadhan dipahami dengan baik.
Bayangkan,
para generasi awal Islam sangat merindukan bertemu dengan bulan suci
ini. Mereka berdo’a selama enam bulan sebelum kedatangannya agar mereka
dipanjangkan umurnya sehingga bertemu dengan Ramadhan. Saat Ramadhan
tiba, mereka sungguh-sungguh meraih kebaikan dan keuataman Ramadhan. Dan
ketika mereka berpisah dengan Ramadhan, mereka berdo’a selama enam
bulan setelahnya, agar kesungguhannya diterima Allah swt. Kerinduan itu
ada pada diri mereka, karena mereka sadar dan paham betul keutamaan dan
keistimewaan Ramadhan.
Bagaimana menyambut bulan Ramadhan? Berikut kami hadirkan “8 Tips Sambut Ramadhan” :
Sabtu, 30 Juni 2012
PENELITIAN ILMIAH PENGARUH BACAAN AL QURAN PADA SYARAF, OTAK DAN ORGAN TUBUH LAINNYA, .. MENAKJUBKAN! ...
“Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur’an...”.Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.
Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan.
Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.
Ustadz, kok ngomong politik mulu? Kapan Da'wahnya?
Oleh Abdullah Haidir, Lc
PIP PKS Arab Saudi
twitter: @abdullahhaidir1 fb: http://www.facebook.com/abdullah.haidir.9
Ust. Ko' akhir2 ini statusnya politik dan kampanye mlulu….?
Apa ga sebaiknya statusnya diisi dengan nilai2 dakwah saja….
Begini…..
likulli maqaamin maqaalun… Setiap tempat dan situasi ada ungkapannya (yang cocok untuk disampaikan).
Kalau yang antum maksud dengan
pertanyaan tersebut adalah mengapa status saya tidak berisi nilai-nilai
dakwah saja, maka hendaknya masalahnya dipahami dengan cermat. Memilih
atau mendukung terpilihnya pemimpin yang kita percaya dapat membawa
nilai dan misi lebih baik daripada yang lainnya, menurut saya juga
memiliki nilai dakwah yang tidak kalah pentingnya. Jadi, ini juga
sebenarnya 'status dakwah', hanya 'kemasannya'
yang sedikit beda. Kesannya memang 'mengejar kekuasaan', atau 'mengejar
dunia'. Tapi saya meyakini, selagi ada orientasi dakwah di dalamnya
serta tidak ada perkara prinsip yang dilanggar, maka, apa yang dikatakan
sebagai 'mengejar kekuasaan' atau 'mengejar dunia' sesungguhnya dibalik
itu terdapat medan dakwah dan medan pahala yang sangat besar.
Sabtu, 23 Juni 2012
Wanita nashrani itu menangis mendengar baca’an qur’an Sayyid Quthb
Sayyid Quthb melihat sang misionaris tidak ubahnya pendeta-pendeta pada umumnya yang menawarkan ajaran agama Kristen yang sangat kacau. Sontak saja, hal ini membangkitkan rasa dan semangat keimanannya untuk menjaga akidah saudara semuslimnya. Tidak butuh menunggu waktu lama, ia segera menghubungi kapten kapal untuk meminta izin mendirikan Sholat Jum’at di atas kapal. Semua orang Islam, berikut awak kapal pun kemudian mendatangi panggilan Shalat Jum’at yang diinisiasikan Sayyid Quthb. Ia kemudian bertindak sebagai khotib dan usut siapa sangka Sayyid Quthb ternyata tengah melakukan perubahan besar dalam kapal tersebut.
Rupanya, shalat Jum’at yang ia pimpin adalah shalat Jum’at pertama yang didirikan di kapal tersebut. Mengenai hal ini, Sayyid Quthb sempat menulisnya dalam Tafsir Fii Dzihilalil Qur’an saat membahas Surat Yunus.
Selasa, 19 Juni 2012
Islamis Versus Status Quo
Sabtu dan Ahad kemarin (16-17 Juni)
merupakan hari yang sangat menentukan bagi masa depan Mesir. Dalam dua
hari tersebut masyarakat Negeri Seribu Menara itu pergi ke bilik-bilik
pemilihan untuk menentukan presiden yang akan datang pascakejatuhan
rezim Husni Mubarak.
Pemilu presiden yang dianggap paling demokratis dalam sejarah Mesir ini merupakan putaran kedua. Mempertandingkan dua calon presiden, Muhammad Mursi dan Ahmed Shafiq. Hasil pemilu secara resmi akan diumumkan pada 21 Juni mendatang. Proses yang menyertai pemilu Mesir kali ini bisa dikatakan sangat dramatis.
Dua hari sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) menjatuhkan keputusan untuk membubarkan parlemen (DPR/Majlis Sya'b) dan MPR (Majlis Syuro), mencabut larangan para pejabat tinggi era Mubarak ikut pemilu presiden, dan membatalkan se mua undang-undang produk parlemen. Padahal, pemilu parlemen baru diselenggarakan akhir tahun lalu dan merupakan pemilihan yang demokratis pertama pascarezim Mubarak.
Pemilu presiden yang dianggap paling demokratis dalam sejarah Mesir ini merupakan putaran kedua. Mempertandingkan dua calon presiden, Muhammad Mursi dan Ahmed Shafiq. Hasil pemilu secara resmi akan diumumkan pada 21 Juni mendatang. Proses yang menyertai pemilu Mesir kali ini bisa dikatakan sangat dramatis.
Dua hari sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) menjatuhkan keputusan untuk membubarkan parlemen (DPR/Majlis Sya'b) dan MPR (Majlis Syuro), mencabut larangan para pejabat tinggi era Mubarak ikut pemilu presiden, dan membatalkan se mua undang-undang produk parlemen. Padahal, pemilu parlemen baru diselenggarakan akhir tahun lalu dan merupakan pemilihan yang demokratis pertama pascarezim Mubarak.
Label:
Dakwah wa Tarbiyah,
info dunia islam,
info global,
Materi Tarbiyah,
Pemilu Mesir,
Renungan,
Revolusi Mesir,
Tarbiyah Islamiyah,
Taujih Ruhiyah,
Tokoh Bersuara
Senin, 18 Juni 2012
Bersatu di Tengah Badai | by @anismatta
Masih mungkin! Masih mungkin kita menyatukan bangsa yang terdiri dari 300 suku dan bahasa. Bahkan juga bangsa-bangsa dunia Islam. Dengan cinta. Cinta misi. Dan hanya itu.
Satu
persen prajurit itu gugur. Mereka berempat. Semua syahid. Tapi semua
hidup. Sebab memang semua syuhada tidak mati dimata Allah. Mereka ada
disana, disisi Allah menikmati limpahan karunia-Nya. Sebab mereka Syahid
justru karena mereka ingin memberi kesempatan kepada saudaranya untuk
hidup.
Itu cerita tentang empat sahabat Rasulullah saw yang sama-sama kehausan dalam suatu pertempuran. Tapi air yang tersedia tidak cukup untuk mereka berempat. Maka masing-masing mereka mendahulukan saudaranya. Sampai gelas itu berkeliling tanpa satu pun yang minum. Begitu ia sampai pada prajurit pertama, ternyata ia sudah syahid. Begitu juga yang kedua, ketiga dan keempat. Itu “itsar” dalam bahasa agama kita. Semua gugur jadi syuhada. Semua tegak jadi saksi cinta.
Itu cerita tentang empat sahabat Rasulullah saw yang sama-sama kehausan dalam suatu pertempuran. Tapi air yang tersedia tidak cukup untuk mereka berempat. Maka masing-masing mereka mendahulukan saudaranya. Sampai gelas itu berkeliling tanpa satu pun yang minum. Begitu ia sampai pada prajurit pertama, ternyata ia sudah syahid. Begitu juga yang kedua, ketiga dan keempat. Itu “itsar” dalam bahasa agama kita. Semua gugur jadi syuhada. Semua tegak jadi saksi cinta.
Label:
Anis Matta,
Belajar Berpolitik dari PKS,
Dakwah wa Tarbiyah,
kolom opini,
Materi Tarbiyah,
Renungan,
Tarbiyah Islamiyah,
Taujih Ruhiyah,
Tokoh Bersuara
Langganan:
Postingan (Atom)













