jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Maret 2013

Dakwah Itu…

Dakwah itu, membina, bukan menghina…
Dakwah itu, mendidik, bukan 'mendelik'…
Dakwah itu, mengobati, bukan melukai...
Dakwah itu, mengukuhkan, bukan meruntuhkan…
Dakwah itu, menguatkan, bukan melemahkan…
Dakwah itu, mengajak, bukan mengejek…

Kamis, 07 Maret 2013

MENYIKAPI KEMENANGAN

Oleh: Ustadz Abdullah Haidir

Ketika simpati demi simpati kau terima, tundukkan kepalamu, juga hatimu… hati-hati dengan kesombongan…

Ketika kemenangan demi kemenangan kau raih, tundukkan kepalamu, juga hatimu…. hati-hati dengan kelalaian…

Ketika harapan demi harapan dibebankan ke pundakmu, tundukkan kepalamu, juga hatimu…. hati-hati dengan kelengahan…

Ketika apresiasi demi apresiasi dialamatkan kepadamu, tundukkan kepalamu, juga hatimu… hati-hati dengan ketergelinciran…

HIDUP JANGAN LAH SEPERTI TRUCK SAMPAH ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Suatu hari ada sebuah taxi yang menuju ke Bandara. Taxi itu melaju pada jalur yg benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan taxi itu.

Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya & memaki ke arah taxi tersebut.

Senin, 18 Februari 2013

MEMPERTANYAKAN MILITANSI SANG PENGEMBAN DAKWAH

Oleh: Fahmi Akmal Hasani

Islamedia - “Mas, kemana ajah kok ga pernah keliatan?”

“Mbak, gimana kabarnya? Ga pernah kedengeran nih”

Mungkin pertanyaan itu pernah kita dapatkan di tengah-tengah keluarga dakwah ini. Pertanyaan ini tentunya kembali mengingatkan arti penting dari sebuah militansi. Tentunya militansi dalam perjalanan dakwah yang panjang ini.

Begitu banyak problematika yang dialami kita sebagai para aktivis dakwah. Mulai dari problematika individu, problematika akademis hingga problematika keluarga.

Tak sedikit orang yang mundur satu persatu dari jalan dakwah yang panjang ini. Jalan yang sudah tentu ujungnya yaitu keridhaan Allah, namun kita tidak tahu seberapa panjang jalan dakwah ini. Teringat pesan dari guru ngaji ketika SMA, “Dakwah ini bagaikan kereta, kereta akan jalan terus dan kita aktivis dakwah tersebut bagaikan penumpangnya. Mereka akan turun satu persatu namun kereta ini tak akan pernah berhenti. Akan ada orang lain yang akan naik di perjalanan yang lain.”

Ustadz Dedy Wirastyo, Murobbi dan Qiyadah Teladan PKS Kota Semarang ini telah berpulang...

Mendung nampak menyelimuti langit Kota Semarang, Senin (18/02) siang, saat segenap kader PKS Kota Semarang mengiringi kepergian salah satu ustadznya ke peristirahatan terkahir di Pemakaman Umum Sambiroto Semarang. Bersamaan dengan itu rasa kesedihan yang mendalam begitu dirasakan oleh para kader dakwah se-Kota Semarang. Hari ini dakwah kehilangan salah satu ustadz yang menjadi tokoh, murobbi, dan  sekaligus inspirasi bagi para kader dakwah di Semarang.
Ustadz Dedy Wirastyo, Ustadz yang sehari-harinya mengemban amanah sebagai Ketua Cabang Dakwah (KCD) IV Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Semarang  tersebut menghembuskan nafasnya yang terakhir sekitar pukul 03.00 WIB senin dini hari, menjelang sahur. Dengan kepergian salah satu kader dakwah yang selama ini menjadi tulang punggung dakwah di Kota Semarang tersebut, tentu banyak yang merasa kehilangan, dari keluarga, kerabat, sampai dengan para aktivis dakwah yang sehari hari menjadi saksi betapa pria ramah ini sangat gigih berjuang bersama PKS.

Jumat, 15 Februari 2013

Konsolidasi Personal | Kolom Cahyadi Takariawan

Dalam dinamika dakwah, ada kegiatan yang harus selalu dilaksanakan, yaitu konsolidasi. Di seluruh tahapan dan mihwar, di seluruh fase perjalanan dakwah, konsolidasi sangat diperlukan untuk menjaga gerakan tetap solid dan tidak melemah apalagi terpecah belah. Konsolidasi akan menjamin tetap utuhnya semua potensi dalam dakwah. (Cahyadi Takariawan)

Ada sangat banyak jenis konsolidasi, di antaranya adalah konsolidasi personal, konsolidasi struktural, dan konsolidasi amal. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas satu bagian saja, yaitu konsolidasdi personal yang merupakan aset terbesar, aset terpenting, dan aset termahal dalam gerakan dakwah.
Dalam konteks kekinian, konsolidasi personal sangat diperlukan agar seluruh potenbsi bisa efektif bekerja mencapai tujuan dakwah. Konsolidasi personal meliputi konsolidasi spiritual,  konsolidasi konsepsional, dan konsolidasi moral.

Senin, 04 Februari 2013

Ayyuhal Ikhwah.. Min Huna Nabda' | Seruan untuk Kader dan yang 'Desertir'


Ridlwan 
@ridlwanjogja
jurnalis


Malam ini (4/2) kita teruskan. Ini spesial untuk teman2 PKS di TL saya. Hastagnya #rindu saja ya biar gak kepanjangan

Bagi PKS haters, kalau anda tahan sih, bisa tahu model komunikasi ala PKS. Jika tidak ya mute /unfol / bully dll . Monggo sy ikhlas :)

"Bertani Demokrasi"

 
"Bertani Demokrasi"
Oleh Nandang Burhanudin


Perhatikan 4 perilaku petani berikut:

Petani A: Ia kurang gaul dan kurang wawasan. Bercocok tanam hanya di musim hujan. Saat kemarau, ia pergi merantau menjadi kuli bangunan. Ia rela berpisah meninggalkan sanak famili, demi dapur tetap berfungsi. Ia biarkan sepetak tanah warisan kering kerontang. Baginya, yang penting bisa makan. Gak punya cita-cita apapun.

Petani B: Ia petani yang sudah sering ikut kelompencapir dan beberapa kali mengikuti BLK di Dinas Pertanian Kecamatan. Ia paham bercocok tanam tak kenal musim. Saat hujan, ia tanam padi. Saat kemarau, ia tanam palawija. Namun, ia tak memiliki cita-cita masa depan. Yang penting cukup untuk kebutuhan hari-hari.

Seni Ketidakmungkinan | Anis Matta

Oleh : Anis Matta


Sejarah kepahlawanan tidaklah ditulis dengan mulus. Para pahlawan Mukmin sejati tidak selalu menghadapi situasi dan peristiwa yang mereka inginkan. Kita mungkin akan lebih kuat apabila situasi dan peristiwa yang tidak kita inginkan itu sudah kita duga sebelumnya, sehingga ada waktu yang memadai untuk melakukan antisipasi.

Akan tetapi, apa yang akan dilakukan para pahlawan mukmin sejati apabila mereka menghadapi situasi dan peristiwa yang tidak mereka inginkan dan tanpa mereka duga sebelumnya? Ini jelas berbeda dengan situasi sebelumnya. Di sana kita mempunyai waktu yang memadai untuk melakukan antisipasi,tetapi di sini kita tidak mempunyai waktu itu. Di sana secara psikologis kita akan lebih siap, tetapi di sini kita tidak terlalu siap. Namun, saat-saat seperti ini akan selalu terulang dalam kehidupan para pahlawan mukimin sejati. Saat-saat seperti ini merupakan saat yang paling rumit dalam hidup mereka. Dan inilah salah satu momentum kepahlawan dalam hidup mereka.

Minggu, 03 Februari 2013

Sikap Para Da’i terhadap Fitnah

Segala macam fitnah harus disikapi dengan bijak oleh para da’i sesuai dengan bentuk dan kadar fitnahnya. Ketika para da’i berhasil mengatasi fitnah yang terjadi di dunia, maka dia akan sukses dan mendapatkan ganjaran yang besar dari sisi Allah.

Sikap pertama yang harus dilakukan oleh para da’i untuk menghadapi fitnah adalah hati hati dan waspada (hadzr). Setiap da’i apapun yang terjadi, baik dan buruknya, senantiasa dalam kondisi diuji.

Kemudian untuk menyikapi segala macam fitnah keburukan para da’i harus bersabar, bersabar tidak terlibat dalam keburukan dan bersabar atas segala musibah yang buruk. Dan menyikapi segala bentuk kemudahan para da’i harus bersyukur.

Rahasia Keuangan PKS

Banyak orang bertanya-tanya, darimana PKS mendapatkan dana sehingga partai Islam itu bisa terus beraktifitas sepanjang tahun. Setiap ada bencana, PKS hampir selalu terlihat membantu dengan beragam layanan, termasuk bantuan logistik. Pun dengan berbagai aktifitas layanan sosial yang digelarnya, seakan tanpa peduli apakah pemilu sudah dekat atau masih jauh.

Tidak hanya membantu korban banjir, longsor, gempa; kader-kader PKS juga kerap terlihat di hampir seluruh kota dengan agenda bakti sosial. Ada pengobatan gratis, sembako murah, advokasi, hingga konsultasi. Jika dikalkulasi, program-program yang berjalan sepanjang tahun itu membutuhkan dana yang sangat besar. Dari mana PKS mendapatkan semua dana itu?

Rabu, 26 Desember 2012

Kesabaran Tanpa Batas

Sabar, sabar, sabar… Beginilah jalan dakwah telah kita lalui. Berkomunitas bersama orang-orang salih bukannya tanpa masalah, maka Allah memerintahkan agar kita selalu bersabar bersama mereka :
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”.
Bisa jadi ada salah paham di antara para aktivis. Bisa jadi ada ketidaknyamanan perasaan di antara para pelaku dakwah. Bisa jadi ada data yang kurang valid, namun digunakan untuk pengambilan keputusan. Bisa jadi ada stigma yang menganga, dan tidak pernah ada pengadilan yang memberikan klarifikasi. Bisa jadi ada persepsi yang keliru. Bisa jadi ada ketidaktepatan dalam menerapkan teori.

Dakwah Bukan Sekedar Melarang Tapi Memberi Alternatif Solusi

Dalam kehidupan keseharian, kita sering menyaksikan berbagai hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai keimanan. Banyak kerusakan, penyimpangan, kejahatan yang terjadi setiap hari di depan mata kita. Sebagai aktivis dakwah, kita sangat ingin mengubah seluruh kondisi yang tidak baik dan menyimpang tersebut, dan mengarahkan kepada nilai-nilai keimanan dan kesalihan.

Namun persoalan dakwah bukan semata-mata bagaimana menghilangkan kemaksiatan atau bagaimana  menghapuskan kemunkaran. Lebih dari itu, yang harus diusahakan dalam proses dakwah adalah menghadirkan alternatif yang lebih baik dan lebih layak bagi kehidupan masyarakat. Dengan demikian, kemanfaatan dan kontribusi dari dakwah bisa dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Aktivis dakwah tidak hanya bisa melarang dan mencegah, namun juga bisa memberikan alternatif solusi.

Banyak orang berkubang dalam kehidupan yang buruk karena keterpaksaan keadaan. Mereka memerlukan solusi nyata untuk keluar dari keburukan tersebut, bukan semata-mata dilarang dan –apalagi—dimarahi dan dilecehkan, namun tanpa ada solusi yang berarti. Masyarakat memerlukan solusi agar mereka bisa memiliki kehidupan yang lebih sesuai nilai-nilai keimanan.

Minggu, 01 Juli 2012

“PKS Mendingan Bubar Aja Deh…”

dakwatuna.com - Bismillahirrahmanirrahim…

Kita berbicara tentang sebuah partai politik di Indonesia kali ini, bukan Partai Demokrat sang pemenang pemilu 2009 atau pun Golkar pemenang pemilu 2004 atau PDIP pemenang pemilu tahun 1999, partai ini belum pernah menjadi pemenang pemilu, prestasi terbaiknya “hanya” menduduki peringkat ke-4 di Pemilu 2009 dan belum berhasil mencapai target suara yang telah dicanangkan, yaitu 20 juta suara di Pemilu 2009.

Partai itu adalah Partai Keadilan Sejahtera atau PKS. Partai  yang didirikan di Jakarta pada hari Sabtu, tanggal 9 Jumadil ‘Ula 1423 bertepatan dengan 20 April 2002. PKS adalah kelanjutan dari Partai Keadilan yang didirikan pada hari Senin, tanggal 26 Rabi’ul Awwal 1419 bertepatan dengan 20 Juli 1998.

8 Tips Sambut Ramadhan

dakwatuna.com – Ramadhan yang penuh kelimpahan kebaikan dan keutamaan, akan dapat dirasakan dan diraih ketika ilmu tentang Ramadhan dipahami dengan baik.

Bayangkan, para generasi awal Islam sangat merindukan bertemu dengan bulan suci ini. Mereka berdo’a selama enam bulan sebelum kedatangannya agar mereka dipanjangkan umurnya sehingga bertemu dengan Ramadhan. Saat Ramadhan tiba, mereka sungguh-sungguh meraih kebaikan dan keuataman Ramadhan. Dan ketika mereka berpisah dengan Ramadhan, mereka berdo’a selama enam bulan setelahnya, agar kesungguhannya diterima Allah swt. Kerinduan itu ada pada diri mereka, karena mereka sadar dan paham betul keutamaan dan keistimewaan Ramadhan.

Bagaimana menyambut bulan Ramadhan? Berikut kami hadirkan “8 Tips Sambut Ramadhan” :

Sabtu, 30 Juni 2012

PENELITIAN ILMIAH PENGARUH BACAAN AL QURAN PADA SYARAF, OTAK DAN ORGAN TUBUH LAINNYA, .. MENAKJUBKAN! ...

“Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur’an...”.
Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.

Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan.

Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.

Ustadz, kok ngomong politik mulu? Kapan Da'wahnya?




Oleh Abdullah Haidir, Lc
PIP PKS Arab Saudi
twitter: @abdullahhaidir1 
fb: http://www.facebook.com/abdullah.haidir.9



Ust. Ko' akhir2 ini statusnya politik dan kampanye mlulu….?
Apa ga sebaiknya statusnya diisi dengan nilai2 dakwah saja….

Begini…..

likulli maqaamin maqaalunSetiap tempat dan situasi ada ungkapannya (yang cocok untuk disampaikan).

Kalau yang antum maksud dengan pertanyaan tersebut adalah mengapa status saya tidak berisi nilai-nilai dakwah saja, maka hendaknya masalahnya dipahami dengan cermat. Memilih atau mendukung terpilihnya pemimpin yang kita percaya dapat membawa nilai dan misi lebih baik daripada yang lainnya, menurut saya juga memiliki nilai dakwah yang tidak kalah pentingnya. Jadi, ini juga sebenarnya 'status dakwah', hanya 'kemasannya' yang sedikit beda. Kesannya memang 'mengejar kekuasaan', atau 'mengejar dunia'. Tapi saya meyakini, selagi ada orientasi dakwah di dalamnya serta tidak ada perkara prinsip yang dilanggar, maka, apa yang dikatakan sebagai 'mengejar kekuasaan' atau 'mengejar dunia' sesungguhnya dibalik itu terdapat medan dakwah dan medan pahala yang sangat besar.

Sabtu, 23 Juni 2012

Wanita nashrani itu menangis mendengar baca’an qur’an Sayyid Quthb

Pada akhir tahun 1948, Sayyid Quthb (rahimahullah) meninggalkan Iskandariah, Mesir, menuju Amerika melalui Kapal Api dengan melintasi laut tengah dan mengarungi samudera Atlantik. Diatas kapal api itu banyak persitiwa yang membekas dalam hatinya. Bahkan kenangan dalam perjalanan menuju Amerika itu banyak dituangkan saat ia menulis Tafsir Fii Dzhilalil Qur’an. Salah satu kisahnya saat beliau melihat seorang misionaris Kristen berupaya mengkristenkan umat Islam yang menumpang kapal tersebut. Kejadian itu berlangsung tepat ketika waktu bergulir menuju Shalat Jum’at.

Sayyid Quthb melihat sang misionaris tidak ubahnya pendeta-pendeta pada umumnya yang menawarkan ajaran agama Kristen yang sangat kacau. Sontak saja, hal ini membangkitkan rasa dan semangat keimanannya untuk menjaga akidah saudara semuslimnya. Tidak butuh menunggu waktu lama, ia segera menghubungi kapten kapal untuk meminta izin mendirikan Sholat Jum’at di atas kapal. Semua orang Islam, berikut awak kapal pun kemudian mendatangi panggilan Shalat Jum’at yang diinisiasikan Sayyid Quthb. Ia kemudian bertindak sebagai khotib dan usut siapa sangka Sayyid Quthb ternyata tengah melakukan perubahan besar dalam kapal tersebut.

Rupanya, shalat Jum’at yang ia pimpin adalah shalat Jum’at pertama yang didirikan di kapal tersebut. Mengenai hal ini, Sayyid Quthb sempat menulisnya dalam Tafsir Fii Dzihilalil Qur’an saat membahas Surat Yunus.

Selasa, 19 Juni 2012

Islamis Versus Status Quo

Oleh Ikhwanul Kiram Mashuri*

Sabtu dan Ahad kemarin (16-17 Juni) merupakan hari yang sangat menentukan bagi masa depan Mesir. Dalam dua hari tersebut masyarakat Negeri Seribu Menara itu pergi ke bilik-bilik pemilihan untuk menentukan presiden yang akan datang pascakejatuhan rezim Husni Mubarak.

Pemilu presiden yang dianggap paling demokratis dalam sejarah Mesir ini merupakan putaran kedua. Mempertandingkan dua calon presiden, Muhammad Mursi dan Ahmed Shafiq. Hasil pemilu secara resmi akan diumumkan pada 21 Juni mendatang. Proses yang menyertai pemilu Mesir kali ini bisa dikatakan sangat dramatis.

Dua hari sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) menjatuhkan keputusan untuk membubarkan parlemen (DPR/Majlis Sya'b) dan MPR (Majlis Syuro), mencabut larangan para pejabat tinggi era Mubarak ikut pemilu presiden, dan membatalkan se mua undang-undang produk parlemen. Padahal, pemilu parlemen baru diselenggarakan akhir tahun lalu dan merupakan pemilihan yang demokratis pertama pascarezim Mubarak.

Senin, 18 Juni 2012

Bersatu di Tengah Badai | by @anismatta

Oleh : Anis Matta

Masih mungkin! Masih mungkin kita menyatukan bangsa yang terdiri dari 300 suku dan bahasa. Bahkan juga bangsa-bangsa dunia Islam. Dengan cinta. Cinta misi. Dan hanya itu.

Satu persen prajurit itu gugur. Mereka berempat. Semua syahid. Tapi semua hidup. Sebab memang semua syuhada tidak mati dimata Allah. Mereka ada disana, disisi Allah menikmati limpahan karunia-Nya. Sebab mereka Syahid justru karena mereka ingin memberi kesempatan kepada saudaranya untuk hidup.

Itu cerita tentang empat sahabat Rasulullah saw yang sama-sama kehausan dalam suatu pertempuran. Tapi air yang tersedia tidak cukup untuk mereka berempat. Maka masing-masing mereka mendahulukan saudaranya. Sampai gelas itu berkeliling tanpa satu pun yang minum. Begitu ia sampai pada prajurit pertama, ternyata ia sudah syahid. Begitu juga yang kedua, ketiga dan keempat. Itu “itsar” dalam bahasa agama kita. Semua gugur jadi syuhada. Semua tegak jadi saksi cinta.