by @salimafillah
Pernahkah ada yang menghitung; kiranya ada berapa perbedaan fiqih yang
terjadi di Masjidil Haram ini? Tentang melafal niat, tentang sedekap,
tentang iftitah, tentang letak tangan saat i'tidal, tentang telapak atau
lutut dulu yang turun sujud, tentang letak kaki saat duduk, hingga
tentang berapa kali salam yang termasuk rukun?
Dan dapatkah kita pulang ke tanah air dengan tetap selapang dada ketika di sini?
Bukankah sesuatu yang ikhtilaf, apalagi jika bertolak belakang,
meniscayakan yang satu benar sedangkan yang lain keliru? Dalam soal
pokok-pokok agama dan dasar-dasar ‘aqidah yang disepakati oleh Ahlus
Sunnah wal Jama’ah, demikianlah adanya. Tetapi dalam perkara furu’iyah
fiqhiyah, para ‘ulama memiliki penjelasan. Berikut ini sebuah contoh
yang sering dikutip.
Berikut ini adalah beberapa cara Allah dalam memberikan rezeki kepada semua mahkluknya menurut al Qur’an:
1. Tingkat rezeki pertama yang dijamin oleh Allah
“Tidak suatu binatangpun (termasuk manusia) yg bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya.”(QS. Hud: 6).Artinya Allah akan memberikan kesehatan, makan, minum untuk seluruh makhluk hidup di dunia ini. Hal tersebut adalah rezeki dasar yang terendah.












