jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label Terorisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terorisme. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 April 2016

Ini Daftar Anggota DPR yang Jadi Pansus Revisi UU Terorisme

Jakarta – Pembahasan revisi UU Terorisme di DPR berlanjut. DPR mengesahkan nama-nama anggota Pansus dari semua fraksi.

Pengesahan dilakukan saat rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (12/4/2016). Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan memimpin paripurna.

Taufik menampilkan nama-nama anggota Pansus. Dia lalu menanyakan apakah Pansus Revisi UU Terorisme itu bisa disahkan.

“Setuju!” jawab anggota DPR peserta paripurna.

Selasa, 14 Juni 2011

Tragedi Lucu Penggerebekan Pengajian PKS

Suaranews – Mencuatnya kasus isu NII (Negara Islam Indonesia) dan pengusung Ideologi Khilafah, membuat masyarakat phobia dengan berbagai pengajian Islam. Hal inilah yang menjadikan beberapa masyarakat semakin waspadah terhadap orang-orang yang melakukan pengajian Islam.

Namun terdapat peristiwa yang menggelikan terjadi di Mojokerto beberapa waktu lalu. Sebagaimana biasanya, PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang mewajibkan kadernya untuk membuat pengajian pekanan bergantian dirumah setiap kader, dengan membahas keimanan, dunia islam dan rencana program kerja kegiatan PKS dimasing-masing daerah, kecamatan hingga desa. Hingga harus dicurigai sebagai pengajian NII.

Ketika pengajian sedang masuk tilawah Al Quran (pembacaan Al Quran) beberapa warga langsung berdatangan dengan membawa TNI, Polri dan SatPol PP. Beberapa orang terlihat sedikit emosi ketika berdialog dengan salah satu ustad PKS yang tengah mencoba menenangkan massa dengan sabar. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, beberapa Polisi dan TNI mencoba untuk meredahkan ketegangan tersebut.

Disinilah peristiwa yang sedikit membuat kita tersnyum.

Agama dan Survei Prematur

Oleh: Prof.Dr. Nasaruddin Umar

Pada 1990-an sebuah hasil riset di AS tidak boleh dipublikasikan. Penelitian itu menyimpulkan kecerdasan seseorang berbanding lurus dengan ras. Ras paling cerdas berdasarkan urutan adalah (1) Ras kuning, seperti orang Cina, Jepang, dan Korea. (2) Ras putih, seperti orang kulit putih Amerika dan Eropa. (3) Ras cokelat, seperti orang Arab, India, dan Pakistan. (4) Ras sawo matang, seperti orang Melayu, Thailand, Vietnam, dan Filipina. (5) Ras negroid, yaitu kulit hitam.

Pelarangan publikasi itu disebabkan oleh kesimpulan yang bisa memicu ketegangan etnis di AS. Itu artinya, orang kulit hitam yang hampir separuh di AS tidak pantas menjadi presiden karena berasal dari ras paling tidak cerdas. Kalau saja riset ini dipublikasikan, mungkin Obama tidak akan menjadi presiden AS.

Di Indonesia, sedang marak lembaga-lembaga survei dan yang disurvei pun bermacam-macam, termasuk kualitas akidah dan tingkat keyakinan seseorang terhadap agamanya. Tidak terbayang, apakah objek yang maharumit ini bisa diukur dengan survei dangkalan. Ironisnya, survei yang luar biasa susahnya ini dipublikasikan sebebas-bebasnya di dalam masyarakat sehingga kadang hasil survei ini membuat orang lain jadi shock, stres, memicu terjadinya kecemburuan, konflik, dan intoleransi.

Senin, 02 Mei 2011

PKS Anggap Kematian Osama tidak Berpengaruh bagi Indonesia

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum sepenuhnya yakin bahwa Osama Bin Laden telah tewas, meski Presiden AS Barack Obama telah resmi mengumumkan pemberitaan tersebut. Menurutnya, berita tewasnya Obama baru dari satu sumber dan perlu diklarifikasi dengan sumber lain.
"Kita akan cari tahu dulu. Untuk memercayai kan tidak hanya satu sumber. Ya, fifty-fifty-lah," ungkap Presiden PKS Luthfi Ishaaq di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Senin (2/5).

Lebih lanjut Luthfi mengatakan, jika benar yang tewas adalah Osama, hal itu tidak akan ada pengaruhnya bagi Indonesia. "Saya kira Osama tidak ada kaitannya dengan Indonesia, dia juga tidak ada investasi di Indonesia," tandasnya.

Senin, 04 Oktober 2010

Arogansi dan Kearifan Lokal

Sejumlah media lokal menurunkan berita kisah tentang prosesi pemakanan terduga teroris Yuki Wantoro (20), yang ditembak anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri di Medan. Ada ketegangan di sekitar kompleks pemakaman di Wonosari, Polokarto, Sukoharjo, tempat Yuki dimakamkan. Ketegangan terjadi antara warga setempat dan simpatisan Yuki yang jumlahnya ratusan.

Rabu (29/9) pagi lalu, dua kelompok itu sama–sama sedang menunggu kedatangan jenazah Yuki dengan rencana berbeda dan tanpa berbincang. Warga berkepentingan untuk menolak pemakaman Yuki di daerah mereka dengan alasan karena buronan polisi, sedang simpatisan berkepentingan mengawal penguburan hingga usai.

Ketegangan dan persiapan warga dengan menggalang tanda tangan penolakan akhirnya berakhir dengan munculnya arogansi simpatisan Yuki yang bersenjatakan kayu penjalin dan mengawal ketat pemakaman Yuki. Ratusan simpatisan ini juga terasa tidak “menyambut” wartawan dengan sewajarnya untuk keperluan peliputan.

Aksi Kekerasan atas Nama Jihad

Kejadian demi kejadian kerusuhan maupun kekerasan, datang silih berganti di negeri ini. Mulai dari amuk massa di Tarakan, Kalimantan Timur sejak Minggu (26/9) lalu, disusul kerusuhan mejelang sidang kasus Blowfish di Jalan Ampera Jakarta, hingga ledakan bom sepeda di Kalimalang yang diduga akan ditujukan kepada polisi. Untuk peristiwa yang terakhir ini, masyarakat dan aparat keamanan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi aksi terorisme yang mungkin mengancam.

Menteri Agama, Suryadharma Ali:

Kalau kita lihat beberapa kejadian dalam bulan-bulan ini memang sangat mengkhawatirkan. Terorisme menunjukkan kekuatan yang lebih tinggi dibanding sebelumnya. Oleh karena itu, saya minta semua pihak meningkatkan kewaspadaan, aparat maupun masyarakat meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi kekerasan dan tidak memakan korban.


Aksi-aksi terorisme yang muncul, tindak kekerasan atas nama apa pun termasuk atas nama agama tidak bisa dibenarkan. Aksi semacam itu harus dikutuk. Kekerasan bukanlah jihad, karena jihad harus memiliki dasar yang jelas. Jika para pelaku aksi terorisme beranggapan ada pihak-pihak yang memusuhi Islam di Indonesia, hal itu bukan pemikiran yang benar.

Kamis, 19 Agustus 2010

PKS Curigai Penanganan Terorisme oleh Polri

JAKARTA-MI. Sikap misterius Mabes Polri dalam melakukan penangkapan teroris mulai menuai protes. Sikap ini justru mengganggu rasa aman masyarakat.

Wakil Sekjen DPP PKS Mahfudz Siddiq menyatakan Polri harus menjelaskan kepada masyarakat atas penangkapan terhadap Abu Bakar Ba'asyir. Pasalnya, polisi tidak pernah memberikan penjelasan konkrit penyelesaian kasus terorisme.

"Pihak Polri harus segera menjelaskan ke publik soal penangkapan Abu Bakar Ba'asyir, berupa delik dan alat buktinya,"
tegasnya ketika dihubungi di Jakarta, Senin (9/8).

Selasa, 10 Agustus 2010

Anis Matta : Ba'asyir Harus Diperlakukan dengan Santun

Metrotvnews.com, Jakarta. Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta berharap polisi memperlakukan pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Solo, Jawa Tengah, Abu Bakar Ba'asyir dengan santun. Sebab, umur Ba'asyir kini tak muda lagi.
"Diproses secara biasa, ada perlakuan santun kepada beliau sebagai orang tua," kata Anis di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (10/8).

Wakil Ketua DPR ini mengemukakan, alasan Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap Ba'asyir karena Amir Jamaah Anshorut Tauhid tersebut pernah berceramah dengan menyatakan demokrasi itu kurang ajar tidak tepat. Ceramah dan menyatakan pendapat itu adalah hak setiap warga negara.

HNW Minta Baasyir Diperlakukan Manusiawi

INILAH.COM, Jakarta. Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid meminta kepada Polri agar memperlakukan pemimpin pondok pesantren Al Mukmin Abu Bakar Baasyir secara manusiawi.
"Jelang Ramdhan ini, Polisi juga ada yang puasa, pak Abu juga puasa dan saya kira tokoh sesepuh beliau diperlakukan dengan manusiawi," imbuh Hidayat di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/8).

Seharusnya, menurut mantan Ketua MPR tersebut, ketika penangkapan yang dilakukan Densus 88 Antiteror Mabes Polri juga diperlakukan lebih manusiawi. Karena proses penangkapan Senin 9 Agustus kemarin dilakukan seperti layaknya orang dicegat.

Kamis, 15 Juli 2010

'Temanku, Teroris?', Kisah 2 Alumni Ngruki di Jalan Berbeda

Jakarta. Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki menjadi salah satu pesantren yang banyak dibicarakan oleh publik, baik dalam negeri maupun luar negeri. Stigma negatif mampir ke pesantren ini, karena banyak tersangka dan terpidana kasus terorisme yang pernah mengenyam pendidikan di pesantren ini. Tapi, Noor Huda Ismail membuka mata banyak orang dengan buku 'Temanku, Teroris?'.

Nama Noor Huda Ismail melambung di tengah-tengah maraknya isu terorisme dalam satu dasawarsa terakhir. Alumnus Pondok Ngruki yang mantan jurnalis Washington Post ini serius menelisik latar belakang, pengusutan, dan dampak-dampak yang terjadi akibat peristiwa-peristiwa pemboman di Indonesia, terutama bom Bali. Hatinya shock saat mengetahui bahwa teman sekamarnya saat berada di Ngruki, Utomo Pamungkas alias Fadlullah Hasan alias Mubarok terlibat dalam kasus pemboman yang sering disebut sebagai kasus terorisme itu.

Kini, Huda mendirikan Yayasan Prasasti Perdamaian, yayasan yang melakukan pendampingan terhadap para mantan pelaku terorisme dan para korban terorisme. Sebelumnya, setelah keluar dari Washington Post dan menamatkan S2 di International Security di St Andrews University, Skotlandia, Huda lebih dikenal sebagai pegiat perdamaian dan menjadi narasumber mengenai isu-isu terorisme.

Kamis, 01 Juli 2010

Di Balik Perang Melawan Teroris

Isu terorisme kembali menyeruak, ketika Densus 88 kembali melakukan penggerebekan pada Rabu (23/6) petang di Klaten. Dua tersangka yang diduga teroris tewas dan empat orang lainnya ditangkap.

Banyak pihak menganggap ini hanyalah sebuah rekayasa belaka, dengan berbagai macam tujuannya. Hal ini didasari karena memang sering kali banyak kejanggalan-kejanggalan aneh dan peristiwa lucu ketika terjadi peristiwa teror maupun saat penyergapan teroris.

Berkembang di masyarakat, salah satunya, isu teroris sering kali hanyalah untuk mengalihkan isu saja. Namun terlepas dari semua itu, adalah penting kiranya kita mengetahui tentang war on terrorist atau perang melawan teroris yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.

Rabu, 19 Mei 2010

PERAN KELUARGA CEGAH TERORISME

IndonesiaBicara.Com, Tangerang Selatan, (18/03/10). Peran keluarga dinilai sangat penting untuk mencegah keterlibatan anggota keluarga dalam hal negatif seperti terorisme.

Hal ini terungkap dalam seminar Ketahanan Keluarga Membentuk Keluarga Moderat dan Anti Terorisme yang diselenggarakan oleh Rumah Peradaban di Hotel Santika, Ruang Pertemuan Lengkong, Jalan Raya Pahlawan Seribu, Serpong, Kota Tangerang Selatan.
Hadir sebagai pembicara dalam seminar tersebut Anggota DPR-RI dari PKS, Dra Hj Yoyoh Yusroh dan Kepala Dinas Pendidikan Kab Tangerang Drs Achmad Suwandi.

Dalam materinya Yoyoh Yusroh menyoroti pentingnya peran keluarga dalam tumbuh kembang anak. “Tugas keluarga adalah memberikan kasih sayang sebagai bekal dan dorongan dalam mendidik, memelihara, melindungi dan memperhatikan kemaslahatan anggota keluarga sehingga hak anak sebagai anggota keluarga terpenuhi. Dalam pemeliharaan hak agama, agama anak akan mengikuti agama orang tuanya. Orang tua mempunyai pengaruh yang sangat besar.”

Jumat, 14 Mei 2010

Lokasi penggerebekan masih jadi daya tarik warga

Sukoharjo (Espos). Lokasi penggerebekan Densus 88 di kios yang terletak di Dukuh Gondang RT 3 RW VI, Desa Pandeyan, Kecamatan Baki, Sukoharjo hingga hari ini, Jumat (14/5) masih dikunjungi banyak warga.

Meski jumlah warga yang menonton lokasi tersebut tidak sebanyak kemarin, Kamis (13/5) sesaat setelah penggerebekan dilakukan. Berdasarkan pantauan Espos, masih terlihat garis polisi di lokasi tersebut.

Sementara pemilik kios, Hari Wibowo saat ditemui di rumahnya di Dukuh Ngreggah, RT 04 RW 10 Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Kamis kemarin mengatakan kios miliknya tersebut sedianya dikontrak oleh Erwin selama satu tahun. (ufi)


Sumber: Solopos Online

Penangkapan teroris membawa berkah

Sukoharjo (Espos). Penangkapan tiga orang yang diduga teroris di Desa Pandean, Baki, Sukoharjo memberikan berkah tersendiri kepada warga di sekitarnya. Penangkapan dugaan teroris oleh Densus 88 itu mengundang warga sekitar untuk berduyun-duyun ke sana.

Banyaknya warga yang ingin melihat lokasi penangkapan itu membuat kondisi jalan menjadi macet. Sepeda motor milik warga membanjiri jalan dan membuat perjalanan warga lain terhambat. Kondisi ini dimanfaatkan para pemuda Desa Pandean untuk membuka lahan parkir. Halaman luas milik warga yang berdekatan dengan lokasi penangakapan disulap menjadi area parkir.

Seketika, lahan itu telah disesaki sepeda motor warga yang penasaran dengan lokasi penggerebekan teroris tersebut. Salah satu tukang parkir,Trian, 17, mengaku sejak dibuka pukul 09.00 hingga 12.00, dirinya telah mengantongi uang sekitar Rp 50.000. “Teroris membawa berkah,” katanya sembari mengipas-ngipas uang pecahan ribuan di tangannya. Modal menjadi tukang parkir dadakan seperti Tiran tidak sulit. Selain memiliki lahan luas, modal yang harus disiapkan hanya spidol dan kertas pembungkus rokok.

Penggerebekan di Baki, alamat pemilik kios diduga fiktif

Sukoharjo (Espos). Alamat pemilik kios yang digerebek Densus 88 hari ini, Kamis (13/5) diduga fiktif. Sebelumnya diketahui pemilik kios tersebut bernama Hari Wibowo dengan alamat Dukuh Ngreggah, RT 04 RW 10 Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

Namun setelah dilakukan penelusuran alamat tersebut tidak ditemukan. Salah satu warga Sanggrahan RT 03/ RW 10, Putut Pujiono mengatakan di tempat tinggalnya hanya ada tiga RT. Ia juga tidak mengenal warga dengan nama Hari Wibowo.

“Di sini cuma sampai RT 3 tidak ada RT 4, di sini juga tidak ada yang bernama Hari Wibowo,” ujarnya. Sementara dalam Kartu Keluarga (KK) Hari Wibowo tertulis nama isterinya yakni Erawati.

Polisi diduga amankan dua orang

Sukoharjo (Espos). Polisi diduga mengamankan dua orang dalam penggerebekan di di Dukuh Gondang RT 3 RW VI, Desa Pandeyan, Kecamatan Baki, Sukoharjo.

Menurut kepala desa setempat, Pardiyo satu orang ditangkap pada Rabu (12/5) malam, sementara satu orang lainnya yakni penjaga kios ditangkap Kamis (13/5) pagi.Pardiyo sendiri tidak mengetahui nama dua orang tersebut.

Sementara berdasarkan informasi dari sejumlah media online, Kamis, polisi mengamankan tiga terduga teroris di Sukoharjo. Mereka yakni Eko Purwanto alias Handzalah alias Thoriq alias Abid alias Luqman alias pembuat bunga. Selain itu Hamid Agus Wibowo alias Abdul Hamid dan seorang penjaga kios bernama Erwin. Ketiganya telah diterbangkan ke Jakarta. Mereka akan dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. (ufi)

Densus 88 gerebek sebuah kios di Sukoharjo

Sukoharjo (Espos). Tim Densus 88 menggerebek sebuah kios yang terletak di Dukuh Gondang RT 3 RW VI, Desa Pandeyan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Kamis (13/5).

Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 08.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos, kios tersebut merupakan kios yang digunakan untuk usaha penyetruman aki.

Pada saat penggerebekan kondisi kios dalam keadaan tertutup rapat, Densus 88 akhirnya membongkar paksa rumah tersebut. (ufi)