jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label Partai Demokrat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Partai Demokrat. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Februari 2013

Bantah lupakan negara, SBY siap blusukan lagi

MERDEKA.COM. Minggu 17 Februari lalu adalah puncak dari upaya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai ketua Majelis Tinggi dan ketua Dewan Pembina mengurusi Partai Demokrat. Sejak pulang dari lawatannya ke luar negeri, SBY langsung disibukkan mengurusi partainya yang terus dilanda kemelut.

SBY tiba di Indonesia dari kunjungan kerja ke Liberia, Nigeria, Arab Saudi dan Mesir pada Kamis (7/2) lalu. Saat SBY sedang di luar negeri, lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting mengeluarkan hasil siginya. Hasilnya, elektabilitas Partai Demokrat terus merosot menjadi tinggal 8,3 persen.

Hal inilah yang membuat risau kader Demokrat. Para elite partai pun mulai berteriak-teriak meminta pertolongan bosnya. SBY diminta segera turun tangan membenahi partai. Hasilnya, SBY mengeluarkan delapan solusi yang salah satu poin utamanya mengambil alih komando dari Ketua Umum Partai Demokrat. SBY kemudian mengundang para ketua DPD se-Indonesia untuk menandatangani pakta integritas. Dan puncaknya adalah menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat yang dilaksanakan di Hotel Sahid, Jakarta.

Senin, 25 Oktober 2010

2013 : Golkar atau Demokrat ?

Sekalipun Pemilihan Umum anggota legislatif masih beberapa tahun ke depan, namun para pengamat politik dan lembaga survey, rupa nya sudah tidak tahan untuk melakukan pendugaan-pendugaan terhadap raihan suara partai politik pada Pemilu 2013. Salah satu nya adalah "ramalan" yang menyatakan bahwa posisi partai demokrat yang dalam Pemilu Legislatif tahun 2008 menempati posisi teratas, bakal digantikan oleh partai golkar pada Pemilu Legislatif 2013 nanti. Banyak faktor yang ditengarai menyebabkan turun nya raihan suara partai demokrat.

Kharisma politik Sby sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, sekarang pun sudah mulai memudar. Dalam memperingati satu tahun kepemimpinan Sby-Boediono misal nya, ternyata banyak demonstran yang berunjuk rasa dan melakukan pembakaran foto Sby. Bahkan ada juga yang menginjak-injak nya. Sebagai partai yang telah mendapat mandat penuh dari rakyat pada Pemilu Legislatif 2008 dan selanjut nya dikuatkan oleh terpilih nya Sby-Boediono dengan dukungan rakyat yang cukupsignifikan, tentunya Partai Demokrat memikul beban yang sangat berat dalam mengejawantahkan segudang aspirasi para pendukung nya.

Selain itu, tidak dapat disangkal bahwa kemenangan Partai Demokrat dalam Pemilihan Umum Legislatif 2008, lebih banyak ditentukan oleh ketokohan seorang Sby, ketimbang berjalan nya mesin partai. Sby inilah yang menjadi penentu, mengapa Partai Demokrat di berbagai daerah memperoleh simpati rakyat. Boleh jadi, saat itu figur Sby benar-benar merupakan sosok dambaan rakyat, yang diharapkan bakal mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Akibat nya, wajar jika dalam baligo, poster atau spanduk para calon anggota legislatif yang diusung oleh partai demokrat, dibelakang foto sang calon, akan terasa kurang afdol jika tidak dibarengi dengan foto nya Sby.

Rabu, 09 Juni 2010

Menerawang Masa Depan Demokrat di Tangan Anas

Jakarta. Kemenangan Anas Urbaningrum (AU) menjadi ketua umum Partai Demokrat (PD), mengejutkan banyak pihak. Hal ini disebabkan karena berdasar klaim data dan iklan, seolah-olah hanya Andi Mallarangeng (AM) yang paling kuat dan berpeluang menjadi ketua umum. Yang lain seolah tidak layak dan diperkirakan kalah.

Bahkan saking percaya dirinya, dengan bangga AM dan tim menawarkan sistem aklamasi dalam penentuan Ketum PD di Kongres II PD di Bandung. Namun akhirnya, AM dan timnya baru tahu kalau kekuatan mereka hanya semu. Faktanya, AM bahkan tidak mampu lolos ke babak II pemilihan Ketum PD. Suaranya jauh di bawah Anas dan Marzuki Alie yang sepertinya kurang diunggulkan.

Tapi apalah daya, AM hanya besar di media dan poster serta spanduk. Bahkan arena kongres di Kota Baru Bumi Parahyangan, Bandung bertaburan gambar AM. Sementara lawannya, Anas lebih memilih membesarkan dirinya di hati para pengurus DPC dan DPD yang pada akhirnya membawakan dirinya menjadi ketua umum PD periode 2010-2014.