Mohon maaf tanpa sedikitpun mengurangi rasa cinta dan ta'dzim, saya
ingin sedikit menyampaikan apa yang saya rasakan tentang apa yang
menimpa Bang FH.
Pertama tentu saya sedih dan berempati atas berita pemecatan Bang FH,
saya tak menyangka akan sejauh ini. Koq ya akhirnya "kriwikan dadi
grojogan".
Peristiwa ini membuka memori lama saya pada skala yang mungkin jauh
lebih kecil yaitu insiden pelengseran kami dulu dari PP KAMMI. Kala itu
juga lumayan gempar meskipun tak seheboh sekarang. Dan sedikit yang saya
ingat pasca itu Bang FH, beberapa senior dan para guru menyarankan kami
untuk lebih baik diam dan tak melawan. Sangat berat untuk mengendalikan
diri dan mengikuti saran itu karena kami merasa tidak bersalah.
Berkecamuk membara keinginan dalam dada untuk memberontak dan melawan.
Tapi ternyata perlahan kami akhirnya bisa mengikuti saran itu dan
memilih untuk diam, meskipun butuh waktu. Selama kurang lebih empat
tahun kami diam dan akhirnya waktu jualah yang menjawab dan membela
kebenaran yang dulu pernah kami yakini, setidaknya nama baik kami
di-recovery.
jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu
Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..
Tampilkan postingan dengan label Pemberhentian Fahri Hamzah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemberhentian Fahri Hamzah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 13 April 2016
Senin, 11 April 2016
Kiprah Prestatif Sosok Perempuan PKS Ledia Hanifa
Jakarta
(7/4) – “Bismillah, semoga Allah mudahkan urusan”. Kalimat itulah yang
pertama kali keluar dari untaian kata Perempuan PKS Ledia Hanifa saat
ditanya seorang wartawan, menggantikan posisi Fahri Hamzah dari kursi
Wakil Ketua DPR RI.
Pimpinan DPR perempuan pertama pasca
reformasi ini, mewarisi darah politik yang berasal dari sang kakek, Rd.
H. Hasan Natapermana, yang pernah menjabat sebagai anggota Parlemen
Pasundan sekaligus Tokoh Koperasi Jawa Barat.
Sedari kecil, Ledia memilih terjun
bersama masyarakat: memimpin, mengelola perbedaan, hingga meraih
prestasi di dalamnya. Wajar, saat di SD Taman Sari, Rawasari, Jakarta
Pusat, Ledia menyabet dua penghargaan berturut-turut, yaitu Penghargaan
Penggalang Garuda Gerakan Pramuka Jakarta Pusat (1984) dan Penghargaan
Peserta Terbaik Latihan Pengembangan Kepemimpinan Penegak dan Pandega
se-Kwartir Cabang Jakarta Pusat (1986).
Tunjuk Ledia Sebagai Pimpinan DPR, PKS Beri Tempat Bagi Perempuan Berprestasi
Jakarta (7/4) -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman memberikan alasan bahwa penunjukan Ledia Hanifa Amaliah menjadi Wakil Ketua DPR menggantikan Fahri Hamzah, karena memberikan kesempatan besar kepada perempuan PKS.
“Ini sebuah terobosan pertama kali pimpinan DPR adalah perempuan. Kita berharap dengan tampilan Ledia di situ, tentu ingin memberikan satu gambaran bahwa PKS memberikan tempat yang baik buat perempuan yang memang berprestasi,” katanya di Gedung DPP PKS, Jakarta, Kamis (7/4).
Kang Iman, demikian ia akrab disapa, menilai bahwa penunjukan Ledia juga karena punya kapabilitas yang bagus. “Ledia dipilih karena beliau politisi senior dan seorang anggota legislatif yang sangat produktif dan artikulatif,” ucapnya.
PKS Ajukan Ledia Hanifa Jadi Wakil Ketua DPR RI
Jakarta
(6/4) -- Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) Partai Keadilan Sejahtera
mengajukan Ledia Hanifa untuk menggantikan posisi Fahri Hamzah sebagai
Wakil Ketua DPR RI. Surat pergantian itu diajukan F-PKS, Rabu
(6/4/2016).
Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman
mengatakan Ledia Hanifa ditunjuk untuk menggantikan posisi Fahri Hamzah
sebagai wakil ketua DPR. “Ledia Hanifa yang akan menggantikan Fahri
Hamzah,” kata Sohibul Iman, di Jakarta, Rabu (6/4/2016).
Pengajuan nama Ledia Hanifa sebagai
pengganti Fahri diputuskan dalam rapat Dewan Pimpinan Tingkat Pusat PKS.
Perempuan kelahiran Bandung, 47 tahun lalu ini dianggap memiliki
kemampuan untuk duduk di kursi pimpinan DPR.
Penjelasan PKS Tentang Pelanggaran Disiplin Partai yang Dilakukan Saudara Fahri Hamzah
PENJELASAN DPP PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
TENTANG
PELANGGARAN DISIPLIN PARTAI
YANG DILAKUKAN OLEH SAUDARA FAHRI HAMZAH
TENTANG
PELANGGARAN DISIPLIN PARTAI
YANG DILAKUKAN OLEH SAUDARA FAHRI HAMZAH
Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Untuk menghindari kesimpangsiuran informasi dan meluruskan duduk persoalan yang terkait dengan Saudara Fahri Hamzah yang telah beredar di publik, DPP PKS memandang perlu diterbitkannya Penjelasan Kronologis Permasalahan tersebut.
Penjelasan ini diharapkan memberikan gambaran dan pemahaman yang lebih utuh dan proporsional baik secara substansi permasalahan maupun proses penanganannya. Semoga Allah Swt memberikan keteguhan dan kemantapan hati kita untuk saling menasehati dalam kesabaran dan kebenaran serta mengokohkan tali ukhuwah di antara kita.
Berikut ini adalah penjelasan kronologis permasalahan Saudara Fahri Hamzah:
Langganan:
Postingan (Atom)

