jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label HNW. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HNW. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 April 2013

Aleg PKS Tolak Ikut Kunker Komisi III ke Eropa, Ini Alasannya

Jakarta - Komisi III DPR berencana melakukan kunjungan kerja ke 4 negara Eropa untuk pendalaman Rancangan Undang-undang (RUU) KUHP dan KUHAP. Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid, memastikan anggotanya tak akan ikut serta dalam kunker tersebut.

"Kami sudah putuskan sejak akhir 2012 lalu bahwa PKS tidak ikut kunker atau studi banding ke luar negeri sampai selesai masa jabatan (tahun 2014)," kata Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/4/2013).

Senin, 18 Februari 2013

Kader PKS Soloraya Rapatkan Barisan

SOLO-- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Soloraya mulai merapatkan barisan terkait kasus skandal suap impor daging sapi yang menimpa jajaran petinggi partai berlambang bulan sabit itu.  Ribuan kader mengikuti tablik akbar di Monumen ’45 Banjarsari, Solo, Minggu (17/2/2013).

Ketua FPKS DPR, Hidayat Nur Wahid, meminta seluruh kader untuk tetap berjuang. Peristiwa yang menimpa partai belakangan ini harus dijadikan momentum untuk introspeksi diri. Bahkan kekuatan bagi PKS dalam memenangkan Pemilu mendatang.

“Kegiatan ini bagian merasakan sekaligus menghayati tentang perjalanan hakikat perjuangan,” ujarnya dihadapan kader PKS dalam tablik akbar dan konsolidasi PKS se-daerah pemilihan (Dapil) V wilayah Solo, Sukoharjo, Klaten, Boyolali.
 

Jumat, 15 Februari 2013

MUI: PKS jadi tumpuan harapan kami

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap pemerintah tidak mengambil alih proses sertifikasi halal. Pemerintah sebaiknya berperan dalam melakukan sosialisasi hingga regulasi dan pengawasan.
Demikian diungkapkan Ketua MUI KH. Amidhan saat bersilaturahim dengan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI, Rabu (13/2) di Gedung DPR. Amidhan didampingi Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim dan jajarannya, diterima Ketua Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua DPR dari PKS, Sohibul Iman dan anggota Panja RUU Jaminan Produk Halal (JPH), Nasir Djamil.
Amidhan mengungkapkan, kedatangannya dalam rangka meminta dukungan Fraksi PKS untuk mengawal RUU JPH dengan menjadikan MUI sebagai pihak yang diberikan kewenangan untuk melakukan proses sertifikasi halal.

Senin, 04 Februari 2013

"Jika Kami Salah, Kami akan Memperbaikinya..."

JAKARTA -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyebut terus memperbaiki diri. Apalagi pascapenetapan mantan Presidennya, Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka oleh KPK.
"Kami akan melakukan sesuai keragaman hal, seperti pertobatan nasional," tutur Ketua FPKS di DPR, Hidayat Nur Wahid, Sabtu (2/2).
Hidayat menegaskan PKS tetap berproses dan berjuang menjadi partai yang bersih. "Ada yang kotor memang. Kami menyesalkan yang kotor, dan kami ingin membersihkan yang kotor itu," sebut dia.

Kamis, 12 Juli 2012

Pak Adang: Pilgub kali ini jauh lebih baik dibanding 2007


Jakarta - Penghitungan cepat lembaga survei menunjukkan kekalahan pasangan Hidayat Nurwahid-Didik Rachbini. Padahal pasangan ini disokong Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dikenal memiliki mesin politik handal.

Lalu apa kata Adang soal kekalahan Hidayat? Menurutnya, warga Jakarta kini rasional dalam memilih pemimpinnya.

Hidayat isyaratkan dukung Jokowi

Jakarta (ANTARA News) - Calon Gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nur Wahid mengirimkan sinyal mendukung pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama pada putaran kedua nanti.

"Sangat terbuka terjadi koalisi pada putaran kedua. Siapapun yang masuk pada putaran kedua, akan saling dukung dan berikan suara," kata Hidayat kepada ANTARA News, Jakarta, Rabu.

Hidayat menyampaikan, selain ingin menghadirkan pemimpin yang melayani rakyat, koalisi yang ingin dibangun antara dia dan Jokowi adalah karena kedekatan emosional yang terjadi saat Jokowi menjadi Walikota Solo, Jawa Tengah.

Selasa, 10 Juli 2012

Woi.. Keluar dari PKS yuk!!

Ternyata semua Partai Politik (Parpol) di bumi pertiwi ini sama saja, mereka semua sama di isi oleh manusia, jamaah manusia bukan malaikat. Tidak ada yang berbeda dengan itu. Yang membedakan hanya kualitas, kiprah dan kekuatan iman manusia didalamnya. Dunia politik selalu saja menjanjikan banyak hal yang menggiurkan. Dunia yang satu ini seperti tidak pernah sepi dari pemberitaan. Satu demi satu tabirnya terus terkuak. Skandal video porno, tidur saat sidang atau korupsi merupakan sajian menu utamanya, tidak hanya dilegislatif tetapi juga dieksekutif. Terkadang letih melihat caruk-maruk negeri ini, seperti tak ada ujungnya.

Beberapa saat lalu di negeri para nabi, berhembus sosok yang memberikan angin segar dan berjuta harapan buat rakyatnya. Sosok itu adalah Presiden Mursi, Presiden  pertama mesir yang menang secara demokratis. Contoh presiden yang setiap gerak-geriknya membuat kita terperangah, kagum dan tentunya merindukan sosok pemimpin seperti itu. Bayangkan saja, Presiden Mursi tidak mau mengambil gajinya. Ia menyumbangkan gajinya untuk pembangunan negaranya, sementara Presiden kita malah sibuk meminta naik gaji. Ketika iring-iringan Presiden Mursi melewati jalan umum, tidak menimbulkan kemacetan dijalanan. Berbeda sekali dengan indonesia, jangankan seorang Presiden, pembantu presiden sekalipun acap kali membuat pengguna jalan gerah. Baru ingat kalau ada 3 (tiga) orang pembantu presiden itu ada yang berasal dari PKS, ditambah lagi, kalau tidak salah ada juga beberapa Gubernur, Walikota atau Bupati dari partai dakwah ini yang sudah dikuasai. Tapi… Sedih dan mulai berembun rasanya hati ini. Kenapa kesederhanaannya tidak tampak atau diberitakan? Apakah Harapan itu memang benar masih ada?

Selasa, 09 Agustus 2011

Ustadz Dr. Hidayat Nurwahid buka puasa bersama Bp. Wardoyo, Bupati Sukoharjo serta Kader PKS

PKS Sukoharjo, Pada hari Jumat 5 Agustus 2011 pegurus DPC PKS Tawangsari mendapat undangan dari DPD PKS Sukoharjo untuk menghadiri buka dan tarawih bersama Ust Hidayat Nur Wahid di Pendopo Kabupaten Sukoharjo. Acara diawali dengan buka puasa bersama dilanjutkan sholat maghrib berjamaah dengan imam Ust Hidayat Nur Wahid, kemudian selesai sholat dilanjutkan makan sampai waktu isya tiba.

Sholat isya dilanjutkan tarawih diimami oleh Ust Imam Syuhodo. Selesai sholat posisi duduk jamaah dibuat melingkar untuk mendengarkan ceramah. Seremonial acara diawali dengan Tilawah oleh Bapak Arifin dilanjutkan sambutan oleh Ketua DPD PKS Sukoharjo Bapak Bimawan. Selanjutnya adalah sambutan oleh Bupati Sukoharjo Bapak Wardoyo Widjaya. Bupati yang berasal dari PDIP yang terkenal dengan nada bicara yang lantang dan ceplas-ceplos ini mengatakan bahwa sekarang antara PDIP dan PKS sudah mirip, yaitu sama-sama ada tausiyah, karena PDIP sekarang denga Baitul Muslimin-nya menggerakkan kader mereka yang beragama Islam untuk lebih taat beribadah. Namun demikian bupati juga menyampaikan dalam 9 bulan belakangan ini banyak sms yang masuk mengkritik dirinya, salah satunya kebiasaan bupati yang sering menggelar pengajian banyak mendapat kritikn masyarakat bahkan ada yang mengatakan bupati telah mempolitisir agama. Namun bupati mengatakan hal itu tidak menjadi masalah, selama niatnya ikhlas dan untuk kebaikan Sukoharjo.

Senin, 20 Juni 2011

Hidayat Nur Wahid: TKI Dipancung Menusuk Rasa Kemanusiaan

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW) menyesalkan keputusan pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang memancung TKI asal Bekasi, Jawa Barat, Ruyati, di Mekkah, Sabtu (18/6) kemarin. Menurut Hidayat, pemancungan itu sangat menusuk rasa kemanusiaan.

“Kejadian itu sangat menusuk rasa kemanusiaan. Pemerintah harus bisa memastikan untuk bisa melindungi TKI yang disebut pemerintah sebagai pahlawan devisa,” kata Anggota Komisi I DPR RI, Hidayat Nur Wahid, di Jakarta, Senin (20/6).

Hidayat juga menyesalkan perwakilan pemerintah di Arab Saudi yang tidak mengetahui akan ada eksekusi pancung terhadap Ruyati, pada hari itu. “Sangat aneh Konjen ikuti proses hukumnya, tapi tidak tahu ada rencana eksekusi. Memang pihak Saudi harus memberi tahu, tapi harusnya Konjen juga mengikuti dan mencari informasi juga,” ungkap Mantan Ketua MPR tersebut.

Rabu, 15 Juni 2011

PKS Minta Pro-Kontra Ambang Batas Parlemen Diselesaikan

TEMPO Interaktif, Jakarta - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid mendesak perbedaan pendapat dalam pembahasan angka parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen dalam rancangan Undang-Undang Pemilu segera diakhiri. "Saya khawatir ini yang menghabiskan waktu rekan-rekan DPR," ujar Hidayat usai saresehan budaya di Gedung DPR, Rabu 15 Juni 2011.

PKS sendiri lebih cenderung memilih angka ambang batas yang bisa dipilih antara 3 sampai 4 persen. "Yang penting ada progresnya dari pemilu sebelumnya." katanya. "Tarik menarik PT soal biasa di politik karena ada koor yang rendah dan ada koor yang tinggi. Ini harus segera selesai biar bisa membahas pasal yang lain,"

Eks Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini juga mendesak dalam undang-undang pemilu nantinya ada pasal yang membahas soal politik uang, yaitu ada pasal yang mengharamkan atau mengkriminalkan pelaku politik uang. "Partai politik dan kandidat yang melakukan politik uang dalam batas tertentu bisa didiskualifikasi jadi peserta pemilu," katanya. "Ini yang ingin PKS dorong. Kalau PT masih belum ada keputusan, pasal ini bisa jadi tidak bisa masuk,"

Minggu, 01 Mei 2011

Hidayat Nur Wahid: Jangan kaitkan NII dengan mahasiswa

Hidayat Nur Wahid menganggap isu mengenai kelompok-kelompok pada NII tak perlu dikait-kaitkan dengan mahasiswa. Dia mengkhawatirkan hal itu berdampak ketakutan warga kepada istitusi pendidikan.


“Isu NII tak perlu dikaitkan dengan mahasiswa karena akan berdampak ketakutan warga kepada lembaga kampus, warga takut menyekolahkan anak-anaknya,” katanya saat memberi paparan dalam acara Milad PKS ke 13 di gedung Budi Sasono, Sukoharjo, Minggu (1/5/2011).

Selain itu dia menganggap lembaga kerohanian Islam di sekolah-sekolah atau akrab disebut Rohis tidak perlu mendapat porsi kecurigaan dari warga. Dia menganggap organisasi itu justru sebagai pendukung siswa untuk meningkatkan kualitas pendidikan. “Rohis merupakan sebuah pendekatan spiritual untuk mendorong peningkatan kualitas dengan pendidikan,” tambahnya.

Sumber: Solopos

Selasa, 05 April 2011

Nur Wahid: Fitnah Justru Membesarkan PKS

Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menilai rangkaian serangan bertubi-tubi yang memojokkan PKS belakangan ini justru kian membesarkan eksistensi partai berlogo padi kapas dan perisai emas itu.

"Nyatanya kader-kader PKS tetap solid. Bahkan, kemarin bisa menggelar demonstrasi besar-besaran menolak serangan koalisi ke Libya," tegas Hidayat kepadaINILAH.COMdi Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (5/4/2011).

Menurut anggota Majelis Syuro PKS ituy, manuver politik yang menjelek-jelekkan partainya sudah lumrah terjadi dalam persaingan politik. "Dalam konteks politik, dalam konteks pemilihan, biasa terjadi difitnah," ujarnya.

Rabu, 01 September 2010

Sponsored By Yahoo The Pain Relief Clinic Singapore Fast relief of your neck, back & knee pain. www.painrelief.com.sg Guaranteed $10,000+/Month Forex Trading Automated Forex Trading Power Tool. One-time fee, now only $139.00. www.sfxrobot.com Aplikasi Ponsel Nokia - Eksismeter Dekatkan dirimu dengan komunitas online melalui fitur Email, IM & SMS. www.nokia.co.id/c3 > Berita Terpopuler * Korban Tewas Menjadi Delapan Orang * Kejagung Sita Belasan Miliar Dana PT SRD * Presiden SBY Diminta Bersikap Lebih Tegas * Peneliti CSIS: SBY Tidak Tegas * Palestina Alami Defisit Sampai US $ 1,2 Miliar * Pengungsi Sinabung Hibur Diri dengan Menyanyi * PBHI: Batalkan Pembangunan Gedung Baru DPR * Mahfud Sidik: Pidato Presiden SBY Hanya Pengulangan * Obama Adakan Rapat Bahas Timur Tengah * Korban Lumpur Sidoarjo Kembali Berunjuk Rasa Hidayat Nur Wahid: Siap Damai, Siap Perang

Liputan6.com, Jakarta. Sikap diplomasi pemerintah Indonesia terhadap Malaysia yang lembek membuat geram kalangan anggota DPR. Sebab, berbagai pelecehan yang dilakukan pemerintah Malaysia hanya dihadapi dengan jalur damai ketimbang ada sikap yang lebih keras. "Bila kita siap damai, berarti berani berperang," ujar anggota DPR Hidayat Nur Wahid, dalam pertanyaannya kepada jajaran Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) dan Kementerian Luar Negeri dalam rapat kerja membahas pengelolaan wilayah Perbatasan Berbasis Maritim oleh Komisi I DPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (31/8) malam.

Padahal, menurut anggota Fraksi dari Partai Keadilan Sejahtera, pemerintah Indonesia terus membangun dan mempertahankan perdamaian dan kedaulatan negara. Namun, sikap itu masih dipertanyakan anggota Komisi I tersebut kepada jajaran Kementerian Polhukam yang terdiri dari Menteri Pertahanan, Kepala Badan Intelijen Negara, dan Polri.

Ditambahkan Hidayat, masalah perbatasan dengan luasnya wilayah maritim Indonesia menjadi hal penting untuk disikapi bersama. Karena hal itu selain terkait dengan insiden Tanjung Berakit, Kepulauan Riau, dua pekan silam, sehingga memicu hubungan Indonesia dan Malaysia semakin renggang.

Selasa, 10 Agustus 2010

PKS: Ormas Tak Berhak Razia Tempat Hiburan

VIVAnews. Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menegaskan bahwa penegakan hukum selama bulan puasa, termasuk penutupan tempat-tempat hiburan malam, adalah wewenang kepolisian. Bukan wewenang organisasi kemasyarakatan (ormas) mana pun.
"Penegakan hukum adalah domain polisi. Rakyat tidak harus turun tangan sendiri," kata Hidayat Nurwahid di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa 10 Agustus 2010.

Ia menilai kalaupun kepolisian hendak menggandeng Front Pembela Islam (FPI) atau Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan penertiban, hal itu tidak dapat diartikan secara sempit.

HNW Minta Baasyir Diperlakukan Manusiawi

INILAH.COM, Jakarta. Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid meminta kepada Polri agar memperlakukan pemimpin pondok pesantren Al Mukmin Abu Bakar Baasyir secara manusiawi.
"Jelang Ramdhan ini, Polisi juga ada yang puasa, pak Abu juga puasa dan saya kira tokoh sesepuh beliau diperlakukan dengan manusiawi," imbuh Hidayat di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/8).

Seharusnya, menurut mantan Ketua MPR tersebut, ketika penangkapan yang dilakukan Densus 88 Antiteror Mabes Polri juga diperlakukan lebih manusiawi. Karena proses penangkapan Senin 9 Agustus kemarin dilakukan seperti layaknya orang dicegat.

PKS Sentil Presiden SBY

Sering Curhat

INILAH.COM, Jakarta. Presiden sebagai pemimpin negara dinilai tidak boleh hanya sekedar curhat bahwa dirinya mendapatkan ancaman teror. Tapi harus juga memberikan solusi.
"Harapan kita pemimpin tidak sekedar curhat tapi ada fakta berbasis solusi. Pemimpin tidak curhat tapi membuat kebijakan atau menghalangi sesuatu yang destruktif," kata Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/8).

Dia berharap pernyataan Presiden SBY soal teror jangan hanya dianggap sebagai curhatan. tetapi juga dimaknai sebagai warning. Karena kalau curhat Presiden seperti itu, mirip orang biasa yang tidak mempunyai kewenangan apapun. Padahal kepolisian dan BIN ada di bawah Presiden.

Kamis, 27 Mei 2010

Hidayat Nur Wahid : Semangat Ainun Habibie patut di contoh

Sukoharjo (Espos). Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid menyatakan turut berbela sungkawa atas wafatnya mantan Ibu Negara, Hasri Ainun Habibie Besari.

Hal tersebut diungkapkan Hidayat Nur Wahid sesaat seusai memberikan orasi pada kampanye terbuka calon bupati dan calon wakil bupati Wardoyo Wijaya-Haryanto (War-To) di Lapangan Nguter, Nguter, Sukoharjo, Minggu (23/5).

Lebih lanjut ia mengungkapkan Ainun Habibie adalah sosok perempuan yang memiliki semangat tinggi, baik untuk melawan penyakitnya maupun semangat dalam membangun bangsa. Hal itu menurutnya patut di contoh. “Semangat Ibu Ainun Habibie patut di contoh untuk kita semua,” ujarnya.

Selasa, 23 Maret 2010

HNW: Permasalahan Palestina sudah menjadi Masalah Internasional

PK-Sejahtera Online. Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS menjelaskan bahwa Meruntuhkan Masjid Al Aqsha bukan satu satunya Rencana zionis. Tanah tanah milik rakyat kristen Palestina pun dirampas oleh zionis israel. “Permasalahan palestina sudah menjadi masalah Internasional”. Hal tersebut disampaikan dalam orasinya pada Aksi Damai PKS mendukung rakyat Palestina, Sabtu (20/3).

Hidayat juga menjelaskan bahwa presiden Brazil dan Sekjen PBB Ban Ki Moon sudah tegas mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Sabam Sirait, politikus PDIP yang turut hadir dalam aksi ikut menegaskan, "Jerusalem Timur harus menjadi ibukota Palestina!"

Jumat, 19 Maret 2010

PKS Minta Mubarok Percaya Presiden SBY

Metrotvnews.com, Jakarta. Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid menolak pernyataan Wakil Ketua Umum Demokrat Ahmad Mubarok bahwa menteri-menteri dari partai politik tidak berguna. Ia meminta Mubarok percaya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Pak SBY bilang menteri-menterinya berguna. Masak enggak percaya sama SBY," kata Hidayat di Gedung DPD/MPR RI, Jakarta, Rabu (17/3). Hidayat mengungkapkan, SBY pada pidato program 100 hari menyatakan programnya berhasil 90 persen. Hal tersebut terjadi atas kinerja para menterinya. "Pak Mubarok jangan memperkeruh keadaan. Hadirkan kondisi kondusif, SBY yang tahu berguna atau tidak," kata Hidayat.

Sebelumnya, Ahmad Mubarok menuding menteri dari sejumlah partai politik tidak berguna. Buktinya, mereka tidak bisa mengarahkan kadernya di parlemen untuk satu suara dengan pemerintah atas kasus Bank Century.

Kamis, 18 Maret 2010

Kelihaian Hidayat Nur Wahid Dipuji

Berkat Hidayat Nur Wahid, diplomasi Indonesia di sidang Parlemen Negara Islam bagus.

VIVAnews. Peran Hidayat Nur Wahid dalam sidang Persatuan Parlemen Negara Islam (PUIC) akhir Januari lalu di Kampala, Uganda, memperoleh pujian dari para anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang tergabung dalam forum BKSAP (Badan Kerja Sama Antar-Parlemen). Kelihaian Hidayat berbahasa Arab sangat membantu diplomasi.

"Bahasa Arab Pak Hidayat sama bagus dengan Bahasa Indonesianya," ujar Wakil Ketua BKSAP, Sidarto Danusubroto. "Bagaimana negara OKI tidak takluk pada beliau? Muka Melayu, tapi Bahasa Arab oke," ujar Sidarto Danusubroto dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu 3 Februari 2010.

Pada tanggal 24-31 Januari, tim kecil BKSAP yang merupakan delegasi DPR, dipimpin oleh Ketua DPR Marzuki Alie, mengikuti Sidang Parlemen Negara-Negara OKI (PUIC) di Uganda. DPR RI adalah salah satu pendiri organisasi parlemen tersebut. PUIC sendiri menitikberatkan perjuangannya pada pencapaian perdamaian di kawasan Timur Tengah, salah satu titik sentral konflik terpanas dunia.