REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA
-- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengatakan,
pertarungan demokrasi apa pun seperti pemilihan kepala daerah, pemilu
atau pemilihan presiden tidak sepantasnya menggunakan unsur rasisme.
Sohibul menjelaskan, sentimen primodialisme harus ditinggalkan.
Menurut dia, persaingan dalam pemilu harus melalui kinerja bukan
rasisme. Hal tersebut diungkapkan Sohibul saat dimintai tanggapannya
mengenai kicauan Duta Besar RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra yang
menulis kicauan bernada rasisme lewat Twitter.
"Saya tidak spesifik dengan tulisannya, tapi rasisme itu tidak baik,"
katanya usai menjamu pertemuan Koalisi Merah Putih di kantor DPP PKS,
Jakarta, Kamis (31/3).
jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu
Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..
Tampilkan postingan dengan label Info Pemilu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Pemilu. Tampilkan semua postingan
Selasa, 12 April 2016
Rabu, 26 Desember 2012
Aleg-Aleg Harapan Rakyat
Malam itu, Sabtu 22/12, warga siriawan, Kec. Batu Aji, Sekupang, Batam
menjadi saksi kepedulian dan keberpihakan serta konsistensi aleg aleg
PKS memperjuangkan kepentingan rakyat. Beragam permasalahan yang melilit
, keluhan, aspirasi dan harapan masyarakat diselesaikan dan didengarkan
oleh Aleg-aleg PKS dari daerah pemilihan kota Batam, Provinsi Riau.
Tiga aleg PKS dari tiga tingkat perwakilan rakyat, Ir. Riky Indrakari
dari DPRD Kota, Ibu Suryani, SE dari DPRD Provinsi dan Hj. Herlini
Amran, MA dari DPR RI, bersinergi melaporkan program-program yang telah
diselesaikan dan menjadi aspirasi warga, mereka tidak banyak banyak
bicara, mereka lebih banyak mendengar dan bekerja, menyerap dan
mengadvokasi.
Dalam acara rangkaian Reses malam itu, mereka hanya berbicara sekitar
lima menit, dan selebihnya dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi warga,
sebelumnya dimulai dengan pemberian bantuan kompang majlis ta’lim, bahan
seragam ibu-ibu majlis ta’lim, bantuan uang pembinaan majlis ta’lim,
bantuan alat-alat olah raga, bantuan pembangunan masjid, bantuan untuk
kominitas perkumpulan ojek.
Rabu, 15 Juni 2011
PKS Minta Pro-Kontra Ambang Batas Parlemen Diselesaikan
TEMPO Interaktif, Jakarta - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid mendesak perbedaan pendapat dalam pembahasan angka parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen dalam rancangan Undang-Undang Pemilu segera diakhiri. "Saya khawatir ini yang menghabiskan waktu rekan-rekan DPR," ujar Hidayat usai saresehan budaya di Gedung DPR, Rabu 15 Juni 2011.
PKS sendiri lebih cenderung memilih angka ambang batas yang bisa dipilih antara 3 sampai 4 persen. "Yang penting ada progresnya dari pemilu sebelumnya." katanya. "Tarik menarik PT soal biasa di politik karena ada koor yang rendah dan ada koor yang tinggi. Ini harus segera selesai biar bisa membahas pasal yang lain,"
Eks Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini juga mendesak dalam undang-undang pemilu nantinya ada pasal yang membahas soal politik uang, yaitu ada pasal yang mengharamkan atau mengkriminalkan pelaku politik uang. "Partai politik dan kandidat yang melakukan politik uang dalam batas tertentu bisa didiskualifikasi jadi peserta pemilu," katanya. "Ini yang ingin PKS dorong. Kalau PT masih belum ada keputusan, pasal ini bisa jadi tidak bisa masuk,"
Kamis, 28 April 2011
PKS Jawa Tengah Targetkan 13 Kursi DPR RI
Meski pemilihan umum baru akan berlangsung tahun 2014 mendatang namun Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) sudah mulai melakukan verifikasi factual dalam rangka mempersiapkan Pemilu 2014 guna meraih sejumlah kursi baik di DPR RI, DPRD I dan DPRD II.
Hal ini terungkap saat Partai ini menyelenggarakan puncak peringatan Milad (Ulang Tahun) yang ke 13, Minggu, 24 April 2011 di Lapangan Kecamatan Tegal Timur Jl. Wisanggeni Slerok Tegal.
Kegiatan hari itu diikuti lebih dari 7.000 orang baik dari kader- kader PKS yang ada di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) IX dan X se-eks Karesidenan Pekalongan.
Kegiatan yang diselenggarakan antara lain jalan sehat, senam bersama, hiburan rakyat berupa balo-balo dan terakhir akan diisi orasi politik dengan menghadirkan Ketua Dewan Syari’ah Wilayah Jawa Tengah Kamal Fauzi.
Selasa, 28 September 2010
Suara Terbanyak Terancam Tergusur
Politisi Rancang Konsep Campuran
Hampir seluruh partai koalisi pemerintahan mendukung gagasan untuk menggunakan sistem campuran itu. Sistem tersebut merupakan kombinasi dari sistem suara terbanyak dengan sistem proporsional tertutup. Dalam sistem terbuka, suara terbanyak adalah yang lolos tanpa melihat nomor urut. Untuk sistem tertutup, lolos tidaknya ditentukan nomor sehingga yang berkuasa adalah parpol yang mengatur nomor urut.
Sementara itu, dalam sistem campuran, calon yang meraih suara batas kursi langsung lolos. Bila tak ada yang mencapai suara senilai kursi, hal itu otomatis ditentukan nomor urut. Dalam praktiknya, seperti Pemilu 2004, hanya satu atau dua orang yang meraih suara dan langsung lolos. Sisanya berdasar nomor urut. Setidaknya empat fraksi menunjukkan respons positif dengan sistem campuran, yakni Partai Golkar, PKS, PAN, dan PPP. Sementara itu, PDIP lewat Arif Wibowo justru ingin secara tertutup. Wakil Ketua Kebijakan Publik DPP PKS Agus Purnomo setuju diberlakukannya kembali sistem proporsional tertutup dengan tetap mengakomodasi sistem suara terbanyak. “Saya setuju mix member proportion,” kata Agus kemarin (27/9).
JAKARTA. Nada-nadanya, pemilu akan mengalami setback. Sistem pemilihan dengan suara terbanyak seperti Pemilu 2009 bakal tergusur. Politisi di Senayan kini merancang sistem penentuan calon terpilih dengan sistem mix member proportion atau campuran dari proporsional terbuka dan tertutup. Artinya kembali ke sistem Pemilu 2004.
Hampir seluruh partai koalisi pemerintahan mendukung gagasan untuk menggunakan sistem campuran itu. Sistem tersebut merupakan kombinasi dari sistem suara terbanyak dengan sistem proporsional tertutup. Dalam sistem terbuka, suara terbanyak adalah yang lolos tanpa melihat nomor urut. Untuk sistem tertutup, lolos tidaknya ditentukan nomor sehingga yang berkuasa adalah parpol yang mengatur nomor urut.
Sementara itu, dalam sistem campuran, calon yang meraih suara batas kursi langsung lolos. Bila tak ada yang mencapai suara senilai kursi, hal itu otomatis ditentukan nomor urut. Dalam praktiknya, seperti Pemilu 2004, hanya satu atau dua orang yang meraih suara dan langsung lolos. Sisanya berdasar nomor urut. Setidaknya empat fraksi menunjukkan respons positif dengan sistem campuran, yakni Partai Golkar, PKS, PAN, dan PPP. Sementara itu, PDIP lewat Arif Wibowo justru ingin secara tertutup. Wakil Ketua Kebijakan Publik DPP PKS Agus Purnomo setuju diberlakukannya kembali sistem proporsional tertutup dengan tetap mengakomodasi sistem suara terbanyak. “Saya setuju mix member proportion,” kata Agus kemarin (27/9).
Senin, 08 Juni 2009
Kasus Pemukulan Saksi PKS di Sidangkan
Abu Bakar mengakui benar telah memukul Amin saksi dari PKS. Hal ini karena Amin dinilainya terlalu kritis pada saat pelaksanaan perhitungan suara.
Abu Bakar ketua KPPS 19 kelurahan Tj.Rhu kecamatan Limapuluh harus menjadi pesakitan di kursi terdakwa karena memukul saksi PKS pada saat Pemilu Legislatif pada tanggal 9 April yang lalu. Dengan mengenakan pakaian seragam PNS berlogo Pemko Kota Pekanbaru, Abu Bakar hadir sebagai terdakwa dalam sidang yang di gelar Pengadilan TInggi Pekanbaru jalan Teratai (03/07).
Dalam sidang yang berjalan lebih kurang dua jam tersebut, Abu Bakar mengakui benar telah memukul Amin saksi dari PKS. Hal ini karena Amin dinilainya terlalu kritis pada saat pelaksanaan perhitungan suara. Abu Bakar yang sehari-hari berkantor di Kesbang ini, merasa kekritisan Amin dalam perhitungan suara membuat lambatnya aktivitas perhitungan suara.
Ketika Amin di tanya oleh pimpinan sidang apa yang diprotes pada saat perhitungan suara, Amin mengatakan dirinya protes karena Ketua KPPS menghitung dua suara pada contrengan tanda partai dan Caleg, pada hal harusnya di hitung satu suara, dan suaranya berikan kepada Caleg yang dipilih.
"
Karena seringnya saya memprotes itulah yang membuat Pak Abu Bakar memukul bagian perut saya dan menendang bagian pangkal paha saya," ungkap mahasiswa UIN semester VI ini.
Ketua Tim Advokasi DPD PKS Pekanbaru, Hadid Suyatno yang menyaksikan persidangan tersebut merasa bersyukur karena akhirnya persoalan tersebut bisa sampai ke pengadilan.
"Secara kemanusiaan kami sudah memaafkan beliau, tetapi untuk menjadi pelajaran bagi anggota KPPS yang lain, proses hukum harus terus tetap berjalan agar kedepan pelaksanaan Pemilu atau Pilkada dapat berjalan lebih baik dan berkualitas," ungkap Hadid yang sehari-hari sebagai staf ahli Fraksi Keadilan Sejatera Pekanbaru.
Sidang tersebut akan di lanjutkan pada tanggal 10 Juni 2009 dengan agenda sidang pembacaan tuntutan dari jaksa. (pks pekan baru)
Sumber: pk-sejahtera.org
Abu Bakar ketua KPPS 19 kelurahan Tj.Rhu kecamatan Limapuluh harus menjadi pesakitan di kursi terdakwa karena memukul saksi PKS pada saat Pemilu Legislatif pada tanggal 9 April yang lalu. Dengan mengenakan pakaian seragam PNS berlogo Pemko Kota Pekanbaru, Abu Bakar hadir sebagai terdakwa dalam sidang yang di gelar Pengadilan TInggi Pekanbaru jalan Teratai (03/07).
Dalam sidang yang berjalan lebih kurang dua jam tersebut, Abu Bakar mengakui benar telah memukul Amin saksi dari PKS. Hal ini karena Amin dinilainya terlalu kritis pada saat pelaksanaan perhitungan suara. Abu Bakar yang sehari-hari berkantor di Kesbang ini, merasa kekritisan Amin dalam perhitungan suara membuat lambatnya aktivitas perhitungan suara.
Ketika Amin di tanya oleh pimpinan sidang apa yang diprotes pada saat perhitungan suara, Amin mengatakan dirinya protes karena Ketua KPPS menghitung dua suara pada contrengan tanda partai dan Caleg, pada hal harusnya di hitung satu suara, dan suaranya berikan kepada Caleg yang dipilih.
"
Karena seringnya saya memprotes itulah yang membuat Pak Abu Bakar memukul bagian perut saya dan menendang bagian pangkal paha saya," ungkap mahasiswa UIN semester VI ini.
Ketua Tim Advokasi DPD PKS Pekanbaru, Hadid Suyatno yang menyaksikan persidangan tersebut merasa bersyukur karena akhirnya persoalan tersebut bisa sampai ke pengadilan.
"Secara kemanusiaan kami sudah memaafkan beliau, tetapi untuk menjadi pelajaran bagi anggota KPPS yang lain, proses hukum harus terus tetap berjalan agar kedepan pelaksanaan Pemilu atau Pilkada dapat berjalan lebih baik dan berkualitas," ungkap Hadid yang sehari-hari sebagai staf ahli Fraksi Keadilan Sejatera Pekanbaru.
Sidang tersebut akan di lanjutkan pada tanggal 10 Juni 2009 dengan agenda sidang pembacaan tuntutan dari jaksa. (pks pekan baru)
Sumber: pk-sejahtera.org
Minggu, 31 Mei 2009
Bahas PKS, MK Pecahkan Rekor Sidang 17 Jam

VIVAnews. Mahkamah Konstitusi (MK) tidak hanya menggeber untuk menuntaskan kasus sengketa Pemilu Legislatif. Dengan tidak hanya mengenal lelah, sidang MK yang membahas pengajuan gugatan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, telah memecahkan rekor dengan sidang terlama. Bisa jadi terlama di dunia.
Sidang PKS sudah dimulai sejak Kamis (28/5) sekitar pukul 14.00 WIB di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Menjelang Maghrib, sidang direhat sejenak untuk melaksanakan salat bagi yang menjalankan.
Mendekati pukul 21.00 WIB, sidang yang dipimpin Wakil Ketua MK Abdul Mukhtie Fadjar itu tidak menunjukkan akan selesai. Begitu juga saat memasuki tengah malam. Dua anggota pimpinan sidang, Marida Farida Indrati dan Muhammad Alim masih duduk di kursi majelis hakim.
Tengah malam sudah dilewati, menjelang shubuh. Luar biasa. Pengacara PKS, Zaenuddin Paru, merupakan salah satu perwakilan dari kubu penggugat. Sidang pun diistirahatkan ketika adzan shubuh bergema.
Akhirnya, sekitar pukul 07.00 WIB, sidang terlama di Indonesia ini selesai. Salah satu agenda utama yang dibahas PKS yakni, soal perolehan kursi DPR RI di Daerah Pemilihan Jakarta II, Jakarta Selatan, dan luar negeri. Di daerah pemilihan ini, PKS memperjuangkan kursi yang diperoleh politisi Rama Pratama.
Perjuangan PKS untuk Rama Pratama ini mengancam kursi yang sudah diperoleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Agung Laksono. Agenda kedua, yakni PKS mempermasalahkan perolehan perhitungan suara di provinsi Papua. Tepatnya di Kabupaten Yahukimo.
PKS menilai ada kecurangan di Daerah Yahukimo. PKS menganggap tidak ada pencontrengan di dua dari tiga daerah pemilihan di Yahukimo. Pada sidang di Panel II ini, PKS juga mempermasalahkan kursi-kursi di DPRD kabupaten dan Kota. PKS ini bersidang di panel II.
"Ini adalah sidang terlama selama MK berdiri. Bahkan, hakim bersidang hampir 24 jam. Istirahat hanya digunakan pada waktu salat dan makan saja. Sebelumnya, di panel II juga menangani sengketa Gerindra sejak jam delapan pagi hingga menjelang sidang PKS dimulai. Ini rekor," kata Sekretaris Jenderal MK, Janedri M Gaffar, saat berbincang dengan VIVAnews, Jumat, 29 Mei 2009.
Minggu, 10 Mei 2009
Inilah Jumlah Suara PKS Pemilu 2009

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya menetapkan hasil perolehan suara nasional pemilu legislatif 9 April lalu. Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary langsung membacakan perolehan suara nasional 44 partai peserta pemilu, menetapkan dan mengesahkannya.
"Hasil penghitungan suara pemilu DPR yang dilaksanakan sejak 26 April hinggal 9 Mei 2009 ditetapkan dan dinyatakan sah," demikian Hafiz menetapkan hasil pemilu.
Hasil akhir, jumlah suara total 104.099.785. dari jumlah tersebut Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memperoleh suara secara Nasional sebanyak 8.206.955 suara atau setara dengan 7,88% dari total keseluruhan suara.
Berikut adalah hasil keseluruhan perolehan suara 44 partai politik berdasarkan nomor urut, nama partai, perolehan suara dan persentase suara :
1. Partai Hanura 3.922.870 (3,77)
2. PKPB 1.461.182 (1,40)
3. PPPI 745.625 (0,72)
4. PPRN 1.260.794 (1,21)
5. Gerindra 4.646.406 (4,46)
6. Barnas 761.086 (0,73)
7. PKPI 934.892 (0,90)
8. PKS 8.206.955 (7,88)
9. PAN 6.254.580 (6,01)
10. PPIB (0,19)
11. Partai Kedaulatan 437.121 (0,42)
12. PPD 550.581 (0,53)
13. PKB 5.146.122 (4,94)
14. PPI 414.043 (0,40)
15. PNI Marhaenisme 316.752 (0,30)
16. PDP 896.660 (0,86)
17. Pakar Pangan 351.440 (0,34)
18. PMB 414.750 (0,40)
19. PPDI 139.554 (0,13)
20. PDK 669.417 (0,64)
21. Republika-N 630.780 (0,64)
22. Partai Pelopor 341.914 (0,33)
23. Golkar 15.037.757 (14,45)
24. PPP 5.533.214 (5,32)
25. PDS 1.541.592 (1,48)
26: PNBK 468.696 (0,45)
27. PBB 1.864.752 (1,79)
28. PDI-P 14.600.091 (14,03)
29. PBR 1.264.333 (1,21)
30. Partai Patriot 547.351 (0,53)
31. Partai Demokrat 21.703.137 (20,85)
32. PDKI 252.293 (0,31)
33. PIS 320.665 (0,31)
34. PKNU 1.327.593 (1,43)
41. Partai Merdeka 111.623 (0,11)
42. PPNUI 146.779 (0,14)
43. PSI 140.551 (0,14)
44. Partai Buruh 266.203 (0,25)
Sumber: smsplus.blogspot.com
Jumat, 08 Mei 2009
PKS Ajukan gugatan

Penghitungan suara luar negeri mendadak dibacakan td malam di KPU. Ada penggelembungan suara PPP shg kursi dapil 2 habis terbagi. Jd sisa kursi tinggal 2 di Jaktim utk Golkar & Demokrat. PKS menolak tanda tangani hasil penghitungan suara luar negeri karena ketidakberesan tsb.
PKS akan membawa sengketa ini ke MK. Kursi yg terpengaruh adlh kursi Golkar utk dapil Jaktim yg diperoleh Agung Laksono. Kalo MK mengabulkan gugatan, maka yg memperoleh kursi adalah Rama Pratama dr PKS. Tim advokasi hukum dr DPP PKS sdh disiapkan.
Sumber: Tim Advokasi Pemilu DPP PKS
Minggu, 08 Februari 2009
2014 Tak Ada Lagi Politik Satria Piningit

Jakarta, myRMnews. Pemilu 2009 bisa diyakini bakal menjadi hajatan terakhir bagi tokoh-tokoh gaek.
Menurut Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring, pemilu, khususnya Pemilu Presiden (Pilpres) 2009 akan menjadi kesempatan terakhir bagi tokoh-tokoh nasional yang sudah berusia 60 tahun ke atas.
Karena itu, dia begitu optimistis bahwa Pemilu 2014 mendatang akan menjadi era baru yang diwarnai dengan munculnya wajah-wajah fresh tokoh-tokoh muda.
”Tidak ada lagi politik dinasti atau politik ala satria piningit. Kita harus membuat bangsa ini lebih optimistis,” kata Tifatul seperti dilansir JPNN.
2014 diyakini bakal menjadi ajang munculnya tokoh-tokoh muda yang punya kepiawaian bahkan mewarisi sifat negarawan sebagai bagian regenerasi kepemimpinan bangsa ini.
“Kalau masih ada tokoh senior yang ngotot tampil, harusnya lebih tahu diri dan merasa malu. Bangsa ini ke depan harus mempercayakan anak-anak mudanya untuk memimpin,” tandasnya.
Seperti diketahui, kemarin (Selasa, 16/12) terpilih 15 tokoh muda yang berpengaruh versi Majalah Biografi Politik yang dinakhodai intelektual muda Yudi Latief.
15 tokoh muda berpengaruh itu antara lain, Pramono Anung (Sekjen PDI Perjuangan), Riri Riza (sineas muda), Adhyaksa Dault (Menengpora), Irman Gusman (wakil ketua DPD) hingga Khofifah Indah Parawansa.
PKS: Poros Tengah No, Poros Umat Yes!

INILAH.COM, Jakarta. PKS tak menyatakan berminat pada gagasan pembentukan aliansi Poros Tengah II yang dilontarkan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Meski begitu, Presiden PKS Tifatul Sembiring mengaku lebih suka membentuk aliansi 'Poros Umat'.
"Saya nggak ngerti poros tengah. Tidak ada poros tengah, adanya poros umat," kata Tifatul di sela acara Jakarta Political Club di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (16/12).
Menurut Tifatul, usulan Din tersebut sebagai upaya untuk menyatukan partai-partai Islam. Karena total suara seluruh partai Islam dalam Pemilu mencapai 36 persen, dan sisanya dikuasai partai nasionalis.
Saat ini, lanjut Tifatul, partai-partai Islam lebih moderat dan sudah bergeser ke tengah, artinya lebih nasionalis. "Ya harus berkoalisi. PKS pasti akan berkoalisi," pungkasnya.
Rabu, 04 Februari 2009
PKS Korea Kejar Target

Dalam Pemilu legislatif 2004 lalu PKS di Korea ada di urutan ke-4 dengan perolehan suara 10.64% dari total pemilih yang memberikan hak suara. Di Pemilu legislatif yang akan digelar pada April 2009, PKS Korea mentargetkan 30% perolehan suara.
Guna mencapai target 30% tersebut, pada Minggu 14 Desember 2008 PIPPKS Korea menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang dihadiri para Koordinator Cabang, yang merupakan perwakilan seluruh provinsi di Korea Selatan.
Lonjakan tiga kali lipat ini insya Allah bukan sesuatu yang tidak mungkin mengingat kader PKS di Korea senantiasa berupaya untuk menebar manfaat bagi masyarakat, bukan hanya di saat menjelang Pemilu namun juga di jauh-jauh waktu sebelumnya.
Dakwah bukanlah sesuatu yang sifatnya instan dan sekali pakai, namun sifat dakwah adalah berkesinambungan. Oleh karena itu, program-program yang dijalankan oleh PIPPKS Korea harus bertumpu pada pemahaman tersebut.
Rakor dimulai dengan penyegaran pada peserta tentang urgensi peran politik dalam membangun bangsa dan Negara Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan target dan program-program pemenangan Pemilu, serta pembekalan direct selling bagi para kader dan simpatisan PKS di Korea.
Oleh:
Agus Pamitran, Ketua PIPPKS Korea
adminpks@pks-korea.org
Kamis, 29 Januari 2009
Pemilu via Ponsel Siap Dilaksanakan

Estonia - Pemilihan umum identik dengan melubernya warga masyarakat datang ke bilik TPS untuk mencoblos. Namun di era Teknologi Informasi saat ini, berbagai metode baru diterapkan untuk mempermudah jalannya pemilu.
Di Estonia misalnya selaku negara pionir dalam pemilu online via internet, kini melakukan gebrakan baru. Mereka berniat menjadi negara pertama di dunia yang mengizinkan para pemilih menentukan kandidat cukup dengan memakai ponsel saja.
Parlemen setempat telah meloloskan peraturan yang memungkinkan pemilu via ponsel ini dilakukan mulai tahun 2011.
"Sistem yang memungkinkan masyarakat ambil bagian dalam pemilu via ponsel ini sangatlah aman," klaim Liia Hanni, Programme Director di Estonian e-Governance Academy Foundation yang dilansir AFP dan dikutip detikINET, Jumat (12/12/2008).
Dalam sistem pemilu via ponsel ini, para pemilih nantinya hanya diizinkan memakai ponsel dengan SIM card khusus yang bisa melacak identitas pemilih. Identitas ini akan diverifikasi sebelum mereka bisa mengakses sistem voting.
Estonia, negeri berpenduduk 1,3 juta jiwa ini adalah salah satu negara yang paling tinggi adopsi internetnya. Estonia pula yang jadi negara pertama di muka bumi yang menyelenggarakan pemilu via internet di tahun 2005.
Untuk mencegah kecurangan, setiap pemilih dalam pemilu online tersebut diharuskan mempunyai kartu identitas khusus yang hanya bisa digunakan pada komputer yang telah ditentukan.
http://smsplus.blogspot.com/2008/12/pemilu-via-ponsel-siap-dilaksanakan.html
Rabu, 28 Januari 2009
Cara Cerdas Berkampanye

KAMPANYE Pemilu 2009 secara resmi sudah dimulai 8 Juli 2008. Inilah pemilu dengan rentang waktu kampanye terpanjang dalam sejarah pemilu di Indonesia yang digelar sejak 1955, yaitu selama sembilan bulan.
Akan tetapi, hampir semua partai politik peserta pemilu masih gagap memanfaatkan masa kampanye yang panjang tersebut. Waktu kampanye sudah lima bulan lebih terlewatkan begitu saja tanpa ada kegiatan partai yang berarti.
Sesungguhnya, partai telah gagal menggunakan separuh masa kampanye untuk mensosialisasikan visi dan misinya. Penyebab utamanya adalah partai tidak mampu memilih model kampanye yang dibolehkan undang-undang.
Merujuk pada Pasal 81 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu, terdapat beberapa cara berkampanye. Yaitu, melakukan pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, kampanye media cetak dan media elektronik, penyebaran bahan kampanye kepada publik, pemasangan alat peraga di tempat umum, dan rapat umum.
Di luar rapat umum, model kampanye yang diatur UU Pemilu itu dilakukan tiga hari setelah penetapan peserta pemilu dan berakhir sampai dimulainya masa tenang menjelang pemilu dilaksanakan. Pelaksanaan kampanye dengan metode rapat umum dilaksanakan selama 21 hari dan berakhir sampai dengan dimulainya masa tenang. Masa tenang sendiri berlangsung selama tiga hari sebelum tanggal pemungutan suara yang digelar 9 April 2009.
Model kampanye rapat umum seperti pada pemilu-pemilu sebelumnya harus ditinggalkan. Partai politik yang cerdas pasti telah meninggalkan metode kampanye pengerahan massa itu. Pengalaman mengajarkan bahwa massa berkumpul pada saat rapat umum hanya untuk menikmati hiburan dangdut, bukan untuk menyimak sosialisasi visi dan misi partai.
Selain itu, agaknya partai tidak bisa lagi mengandalkan mesin partai sekalipun sang mesin bertebaran hingga tingkat desa dan kelurahan. Zaman telah berubah. Mesin partai itu hanya bermanfaat untuk kelengkapan administrasi partai agar lolos verifikasi sebagai peserta pemilu. Tidak lebih dari itu.
Bukan hanya pengerahan massa yang harus ditinggalkan. Berkampanye door to door pun bukanlah pilihan cerdas. Tidak cerdas, dan kuno.
Boleh percaya boleh tidak, berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia, mesin partai kalah bersaing dengan media massa.
Maka, suka atau tidak suka, jika ingin memenangi persaingan dalam Pemilu 2009, partai politik harus bersosialisasi lewat media massa. Partai Demokrat dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sejauh ini sudah memetik buah sosialisasi lewat media massa. Setidaknya, menurut hasil survei Lembaga Survei Indonesia, Partai Demokrat sudah bisa bercokol di partai papan atas dan Gerindra menjadi ancaman bagi partai-partai papan tengah.
Separuh waktu telah terbuang percuma. Akan tetapi, belumlah terlambat bagi partai peserta pemilu untuk melaksanakan kampanye yang cerdas dan efektif. Terbentang cara yang mahal, tetapi partai mestinya juga tertantang untuk 'menemukan' cara-cara berkampanye yang kreatif, yang hemat biaya.
Kecerdasan dan kreativitas memilih model kampanye adalah awal meraih keberhasilan maksimal dalam Pemilu 2009. Hanya partai yang cerdas dan kreatif itulah yang bakal dilirik pemilih dalam pemilu yang tinggal 70 hari lagi.
Rabu, 17 Desember 2008
Kader PKS Pasang 10 ribu Banner

PK-Sejahtera Online. PKS sepertinya tidak main-main untuk mendongkrak perolehan suaranya di Pemilu Legislatif 2009. Bertempat di gedung Taman Budaya30 Nopember lalu, ribuan kader PKS di kumpulkan untuk memasang 10 ribu banner di seluruh simpang-simpang jalan yang ada di kota Pekanbaru. Sebelum pemasangan banner di lakukan, seluruh kader mendapatkan taujih dari Ust. Sofyan Siraj, Lc.
Ketua Operasi Politik DPD PKS Pekanbaru Yusriadi menyatakan, sebagai partai politik yang menjadi salah satu konstentan dalam Pemilu legislatif di 2009, maka seluruh kader berkewajiban mengenalkan lambang dan nomor urut partai kepada masyarakat.
"Walaupun sebahagian masyarakat Pekanbaru sudah mengenal tanda gambar partai PKS, namun untuk nomor urut kan belum semua dapat menghapalkannya. Jadi banner ini di maksudkan untuk membuat masyarakat ingat kembali terhadap partai yang akan dipilihnya," terangnya.
Yusriadi menambahkan, ada 4 jenis tulisan yang dituangkan ke dalam banner tersebut, pertama : ini zamannya PKS bang, kedua : Harapan Itu masih ada, ketiga : PKS boleh…bolehlah, dan keempat : Bersih, Peduli dan Profesional. Ke -empat jenis tulisan tersebut di harapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para calon pemilih nantinya.
Ketika di tanya mengapa banner tersebut di dominasi oleh warna kuning, Caleg Pekanbaru dari Dapil I ini menyebutkan, tidak ada maksud untuk mengambil brandingnya Golkar.
"Kami hanya menonjolkan satu warna dari branding kami, yakni warna kuning. PKS punya tiga warna branding, pertama kuning, kedua, hitam dan ketiga putih," jelasnya. (pks pekanbaru)
Mengapa Parpol 'Takut' NPWP?

INILAH.COM, Jakarta. Kewajiban setor NPWP oleh KPU menimbulkan reaktif kalangan parpol. Mayoritas menentang aturan tersebut. Mengapa?
"Kalau ini gunakan NPWP, berarti parpol menelanjangi dirinya sendiri dari mana sumber dana diperoleh. Maka itu mereka berkelit," kata Akuntan Publik Soemardjijo dalam diskusi bertajuk 'NPWP dan Donatur Parpol', Jakarta, Sabtu (6/12).
Menurut Soemardjijo, terjadi over-lapping pada landasan hukum yang dipakai KPU untuk mewajibkan donatur parpol sertakan NPWP. Yaitu UU Pemilu No 22/2007 pasal 117, UU Parpol No 2/2008, UU perpajakan No 16/2007 serta UU PPh No 17/2000.
Berdasarkan ketentuan UU perpajakan, mengharuskan parpol Wajib Pajak, setiap tahun melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT). UU PPh juga menyebutkan, parpol suatu nirlaba yang tidak punya penghasilan karena tidak punya mesin pencetak uang.
Mengacu pada UU Parpol, parpol wajib menyusun pertanggung jawaban penerimaan dan pengeluaran keuangan setelah tahun anggaran berakhir. Sedangkan UU Pemilu memerintahkan KPU membuat aturan dan peraturan.
Soemardjijo berpendapat, KPU tidak salah dalam membuat aturan NPWP. Sebab sesuai dengan perintah UU Pemilu. Akar masalah NPWP ini menurutnya adalah anggota DPR yang membuat UU, tapi malah mereka sendiri yang tidak mengetahui jelas apa isi UU yang dibuatnya.
"Setelah saya tarik terjadi over lapping, jadi si pembuat UU (DPR) tidak membaca UU yang dibuatnya sendiri. Akibatnya terjadi bola liar, dimana tidak ada kesamaan persepsi bagaimana cara menangani sumbangan dari donatur ini," ungkapnya.
Untuk mengantisipasi kian meruncingnya perdebatan transparansi sumber dana parpol tersebut, Soemardjijo menyarankan agar setiap parpol memiliki konsep pembukuan akutansi yang jelas. Sehingga, saat dilakukan pengauditan laporan pertanggungjawaban, sumber dana parpol dapat disertai data yang valid.
"Jadi menurut saya, parpol yang nanti akan berkuasa, harusnya dari awal, jadi partai harus transparan profesional dan bersih. Sehingaa saat dia memimpin, akan ada konsep good corporate government," paparnya. (Reni Herawati)
http://smsplus.blogspot.com/2008/12/mengapa-parpol-takut-npwp.html
Selasa, 16 Desember 2008
Dana Capres Seret, PKS Tiru Obama

INILAH.COM, Jakarta. Tirulah presiden terpilih Barack Obama dalam mencari dana kampanye. Pesan itulah yang ingin disampaikan PKS dalam menyiasati seretnya dana kampanye capres. Seretnya dana kampanye, membuat masing-masing anggota PKS menyisihkan sebagian dananya.
"Pendanann kampanye disokong oleh PKS dengan menggalang dana setiap pertemuan kader sebesar Rp 5.000 per orang." kata Shohibul Iman kepada INILAH.COM Sabtu (6/12).
Gerakan tersebut, menurut Shohibul diinspirasi oleh presiden terpilih Barack Obama. Obama telah memperlihatkan bahwa soal dana kampanye meski tidak banyak bisa diperoleh berdasarkan partisipasi pendukungnya.
"Bahkan kalau di jepang, tidak ada kampanye yang jor-joran seperti di kita. Mereka hanya berkampanye seadanya, menempelkan poster pada tempat yang sudah tersedia. Jadi tidak ada seperti spanduk-spanduk yang memakan biaya yang mahal," ujar Shohibul yang juga salah satu dari 8 capres atau cawapres PKS.
Dijelaskan Shohibul, mobilisasi dana memang perlu bagi setiap parpol. Namun PKS tidak terlalu menjadikan dana itu sebagai prioritas. Karena yang ditakutkan, ketika capres disokong pengusaha tertentu nanti akan ada balas jasa setelah capres itu terpilih.
"Kalau kita (PKS) lebih percaya pada mesin partai dan kader sebagai penyokong dana. Kita tidak cari dari perusahaan-perusahaan besar," ujarnya.
Shohibul melanjutkan, dalam sistem politik seretnya dana kampanye hendaknya tidak menghambat seseorang untuk maju menjadi Capres di Pilpres 2009. Karena, substansinya adalah bukan soal seberapa uang yang dia (capres) punya untuk membiayai kampanye.
"Yang penting dia punya integritas dan kemampuan yang bagus, soal tidak punya uang tidak jadi masalah," pungkas Shohibul.[ikl/jib]
http://smsplus.blogspot.com/2008/12/dana-capres-seret-pks-tiru-obama.html
Kamis, 04 Desember 2008
PKS Lahirkan Wartawan Muda

PK-Sejahtera Online. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lahirkan 35 wartawan muda dari 23 kabupaten / kota di aceh dalam pelatihan dan pendampingan penyusunan komunikasi dan informasi partai politik di Aceh bertempat di Hotel Lido Graha dan Vina Vira Lhokseumawe (1-3 /12) yang difasilitasi oleh kemitraan.
Untuk melatih wartawan muda yang terdiri dari para fungsionaris Humas dan Calon Anggota Legislatif (caleg) PKS ini, kemitraan mendatangkan pakar media terkemuka yang juga mantan Pemimpin Redaksi Surabaya Pos Ronny H. Mustamu. Dalam kesempatan ini wartawan muda PKS dibekali dengan beragam ilmu terkait dasar – dasar jurnalistik. Dibekali pengalaman mantan wartawan terkemuka ini, wartawan muda PKS melakukan praktek lapangan reportase, interview dan riset sebagaimana wartawan senior, kemampuan mengelola media dan mengembangkan media online.
Program ini dilaksanakan untuk mematangkan kemampuan PKS dalam mengelola Media internal berupa website dan tabloid yang telah diterbitkan oleh PKS untuk diakses oleh masyarakat serta memaksimalkan komunikasi kepada media ekternal dalam rangka memenangkan pemilu 2009.
“Humas sebagai ujung tombak penyampai informasi partai dapat diandalkan sebagai pesawat udara yang bertugas melakukan bom bardir sebelum penyerangan dimulai” ungkap Nasrul Wahdi, Wakil Sekretaris Umum yang membidangi Humas PKS Aceh pada di sela acara tersebut.
Ia menambahkan keberadaan humas layaknya wartawan dapat mengembangkan media internal yang selama ini telah dikelola PKS Aceh, baik news letter, maupun website secara reguler dan professional sehingga dapat diakses oleh masyarakat setiap saat, karena PKS sadar sepenuhnya bahwa media massa memiliki kemampuan untuk melipatgandakan pesan dan bisa mengaitkan satu komunikasi dengan saluran lainnya. Oleh karena itu, peran media massa sangat strategis dalam memberikan pendidikan politik pada masyarakat, pungkasnya.
http://www.pk-sejahtera.org/v2/index.php?op=isi&id=6396
Rabu, 03 Desember 2008
Lembaga Survei, Preman intelektual?

Presiden SBY menyorot tajam kinerja lembaga Survei. Menurut presiden banyak lembaga survei yang tidak kredibel dan bekerja sesuai pesanan. Artinya hasil survei sudah ditentukan sebelumnya sesuai dengan kebutuhan kliennya. Hasil survei ini kemudian dilansir kepada publik melalui media. Tujuannya adalah pencitraan dan mempengaruhi opini publik.
Belakangan ini masyarakat memang sering dibingungkan oleh hasil sebuah survei dan juga quick count alias penghitungan cepat oleh sejumlah lembaga. Tradisi baru dalam politik yang tadinya bertujuan untuk mencerdaskan bangsa dalam berdemokrasi tersebut, ternyata dijadikan ajang petualangan para surveyor gadungan, maupun para akademisi yang bersedia melacurkan diri.
Kita tentu saja masih ingat dengan hasil penghitungan cepat Pilkada Sumatera Selatan. Saat itu dua lembaga survei, yakni LSI Sjaiful Mujani dan LSI Denny JA menyatakan Alex Nurdin memenangkan pilkada mengalahkan Sjahrial Oesman. Sementara Puskaptis pimpinan Husin Yazid menyatakan sebaliknya.
Dua pihak kemudian saling mengklaim kemenangan dan memasang iklan besar-besaran pada koran setempat. Kantor KPUD Sumsel dikepung. Hampir saja terjadi perang antar pendukung. Hasilnya dari rekapitulasi KPUD ternyata Alex Nurdin yang dinyatakan menang.
Di Jawa Timur, baik LSI Sjaiful Mujani maupun LSI Denny JA, Puskaptis Husin Yazid dan Pusdeham Unair menyatakan pasangan Kaji yang menang. Namun rekapitulasi KPUD menyatakan sebaliknya bahwa pasangan Karsa yang memenangkan Pilkada.
Untung saja para calon yang bersaing dan masyarakat Jawa Timur cukup dewasa. Mereka kemudian menyerahkan sengketa melalui jalur hukum yakni ke Mahkamah Konstitusi. Bayangkan kalau masyarakat Jatim terprovokasi. Situasinya pasti jauh lebih kacau dibandingkan dengan apa yang terjadi di Maluku Utara.
Jauh sebelumnya ketika berlangsung Pilkada Jawa Barat, Puskaptis dalam penghitungan cepat juga menyatakan pasangan Dani Setiawan-Iwan Sulanjana yang menang. Namun ternyata hasil penghitungan KPUD pasangan HADE yang memenangkan pilkada.
Soal survei parpol, yang paling mengejutkan adalah hasil survei yang dilansir oleh LSI Sjaiful Mujani belum lama berselang, yang menyatakan Partai Demokrat sebagai partai yang paling banyak dipilih. Partai yang semata-mata hanya mengandalkan perolehan suaranya pada kinerja Presiden SBY ini mengalahkan suara PDIP, Golkar dan PKS.
Hasil ini sungguh sangat mengagetkan. Sebab selama ini sejumlah survei yang digelar oleh berbagai lembaga selalu menempatkan PDIP dan Golkar di tempat teratas. Baru setelah itu suara Demokrat bersaing dengan PKS dan terkadang bertukar tempat.
Dalam sejumlah survei, popularitas Presiden SBY juga tidak bagus-bagus amat. Sebelumnya selalu dikalahkan oleh Megawati. Baru saja belakangan ini SBY bisa kembali menyalip Megawati. Namun diperkirakan popularitas SBY akan kembali menurun seiiring krisis ekonomi.
Citra SBY belakangan juga mendapat pukulan telak ketika mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Syafi’i Maarif menyatakan bahwa The Real President adalah Wapres Jusuf Kalla. Sebab menurut Maarif sesungguhnya yang banyak bekerja mengatasi masalah adalah Jusuf Kalla.
Banyak yang mencurigai bahwa survei ini tidak lagi independen. Kecurigaan itu tidak berlebihan. Sebab Sjaiful Mujani berada dalam satu lembaga Freedom Institute bersama Rizal Malarangeng.Seperti diketahui Malarangeng bersaudara adalah pemilik FOX lembaga konsultan politik yang disewa oleh Partai Demokrat.
FOX menggarap iklan ulang tahun Partai Demokrat ke-7 secara besar-besaran di media cetak dan TV. Jadi kalau kemudian muncul kecurigaan wajar-wajar saja. Apalagi hasil surveinya juga rada-rada ajaib.
LSI Sjaiful Mujani selama ini sesungguhnya disewa oleh Golkar untuk menangani sejumlah survei dan membantu pilkada.Tetapi prediksinya politiknya sering salah dan mengecewakan para petinggi Golkar. Karena itu tidak aneh bila ia kemudian ia dicurigai menyeberang ke Demokrat.
Akan halnya Denny JA sudah lama ia dijauhi oleh media, karena perannya sebagai konsultan politik, sering menggunakan survei untuk mempengaruhi opini publik. Dalam beberapa pilkada, ia tak segan memasang iklan besar-besaran di media dan menyatakan pasangan calon yang didukungnya akan memenangkan pilkada.
Iklan yang dipasang beberapa hari menjelang pilkada ini sesungguhnya tidak etis. Sebab dengan berlindung di balik data akademis, LSI Denny JA mempengaruhi publik untuk kepentingan kliennya.
Jadi dengan gambaran semacam itu, memang sudah waktunya keberadaan lembaga survei diatur. Dengan begitu lembaga survei abal-abalan tidak mudah bermunculan dan mempermainkan opini publik. Selain itu sudah seharusnya lembaga survei juga dipisahkan dari kegiatan konsultan politik yang menjadi tim sukses.
Billy Duta Adhyasta, billyadhyasta@gmail.com
http://smsplus.blogspot.com/2008/12/lembaga-survei-preman-intelektual.html
PPP Janganlah Terima Cewek Berpakaian Mini

Suara Partai Islam Diprediksi Melorot
Jakarta, RM. Peluang partai Islam pada Pemilu 2009 suram, jika mereka hanya "jualan" simbol-simbol Islam saja, tanpa memikirkan kebutuhan rill konstituen. Sikap cuek, asyik hanya mengurus wacana-wacana yang tidak membumi, akan menurunkan tingkat akseptabilitas atau penerimaan masyarakat terhadap partai tersebut.
"Sebaiknya partai Islam itu menonjolkan nilai-nilai Islamnya, bukan hanya hal-hal simbolik, karena pemilih lebih simpatik terhadap hal-hal yang berkaitan dengan sesuatu yang bisa dirasakan langsung masyarakat," ujar pengamat Centre for Strategic of International Studies (CSIS) J. Kristiadi di Jakarta, kemarin.
Selain itu, lanjut J Kristiadi, anggota partai berbasis massa kaum muslim ini, harus tampil dengan perilaku yang lebih mencerminkan nilai luhur Islam. Karena jika ada anggota partai Islam yang terlibat korupsi, maka dipastikan hukuman dari masyarakat akan lebih keras.
"Bahkan perilaku (korupsi, red) yang dilakukan partai Islam itu bisa merendahkan nilai-nilai Islam itu sendiri. Apalagi, kalau sampau terjadi perang ayat antar mereka yang akhirnya timbul klaim kebenaran terhadap partainya," katanya.
Menangapi hal itu, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali mengatakan, PPP akan berupaya mengubah diri menjadi partai terbuka, tidak hanya menonjolkan hal-hal simbolik Islam.
"Saya pernah tanya sama kiai PPP, kalau seandainya ada laki-laki yang pakai anting, celananya sobek-sobek. Atau kalau ada wanita yang nggak pakai jilbab atau yang hobi memakai pakaian mini, boleh nggak masuk PPP? Dia jawab boleh. Jadi PPP itu saat ini sudah terbuka," katanya.
Berbeda dengan PPP, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Keadilan Sejahtera, Muhammad Razikun mengatakan PKS memilih berbenah diri, untuk menyesuaikan program-program dengan kebutuhan masyarakat.
Razikun membantah kalau partainya ngotot memperjuangkan syariat Islam di negara ini.
"Misalnya dengan tidak korupsi, membagikan harta kepada fakir miskin dan menolong orang yang kesusahan. Itu semua kan salah satu nilai-nilai syariat Islam. Karena saat ini masalah utama bangsa kita adalah ekonomi," ujarnya.
Rakyat Merdeka | Rabu, 03 Desember 2008, 04:56:33
http://smsplus.blogspot.com/2008/12/ppp-janganlah-terima-cewek-berpakaian.html
Langganan:
Postingan (Atom)



