jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label Dugaan Kasus Suap Daging Impor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dugaan Kasus Suap Daging Impor. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Maret 2013

"Hak Subjektif KPK untuk LHI" by @Fahrihamzah

1) Katanya bos @anasurbaningrum bikin KLB di bali juga?"

2) Kalau gini ngapain sih KPK tetapkan status @anasurbaningrum tersangka? Kayak untuk kepentingan KLB aja dong..."

3) Toh ybs nggak diperiksa kok sampai sekarang...KLB-in aja tu KPK sekalian...ganti #ABRAHAM..."

4) Kuasa menyidik dan menuntut kok jadi bahan maenan ya? KPK-KPK apa yg kau cari?

5) Yang lucu kasus LHI, awalnya dibilang "tangkap tangan" ternyata ybs ada di tempat lain...artinya "tangkap tangan orang lain"

Kamis, 21 Februari 2013

Pengamat: PKS Habis! ini buktinya...

"Dengan kasus LHI kemungkinan PKS memang akan semakin terjun bebas dan habis," kata seorang pengamat di Jakarta, Selasa (19/2).

Hmm... benarkah? mari kita lihat bukti realita lapangan di daerah-daerah dan bandingkan dengan teori-teori para pengamat, kira-kira benar yang mana?

Ini salah satu realita lapangan, dan mungkin teman-teman yang tahu kondi di daerahnya masing-masing bisa ikutan sharing di kolom komentar.

***

"Dalam Dua Bulan 3000 anggota baru PKS di wilayah Kabupaten Bengkalis"

Terbuat dari bahan apakah para kader PKS?


"Gaya PKS Merubah Srudukan Menjadi Lompatan"

Fajar MH | Kompasiana

Jagat politik Indonesia saat ini sedang mengalami keguncangan hebat. Demokrat sang juara pada 2009 mengalami guncangan yang menimbulkan luka bagi Sys dan Pong serta beberapa fungsionaris. Belum lagi tsunami Nazaruddin yang menimbulkan kubu Anas dan kubu penentangnya. Golkar sudah langganan keluar masuknya para pemimpinnya. Bahkan sampai Hanura sang partai mungil pun tidak luput dari keluarnya AF dari jajaran elit. Nasdem si partai yang baru lahir juga tidak lolos dari huru-hara, HT sang tokoh hengkang diikuti oleh banyak pengurus. Yang agak aneh adalah PKS, dilanda prahara yang dahsyat. Presiden Partai sebagai symbol kehormatan ditangkap KPK! Bayangkan, bagaimana kekacauan yang timbul akibat organisasi tanpa pemimpin. Pasti terbelah dan kocar-kacir.

"Semakin Terkuaknya Kasus LHI - AF & Keterlibatan Intelijen Israel"

 by @DangTuangku

@chirpstory @M4ngU5il. Ini info terbaru (20 februari 2013) kasus LHI. Fakta yg terungkap makin menjelaskan peta kasus:

@chirpstory @M4ngU5il 1. LHI memang pernah kenal Ahmad Fathanah. Sebelum ayah AF mati, ayahnya titipkan AF ke LHI.

@chirpstory @M4ngU5il 2. AF manfaatkan kedekatannya dgn LHI menghubungi importir daging bahwa ia bisa bantu.

Senin, 18 Februari 2013

Kader PKS Soloraya Rapatkan Barisan

SOLO-- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Soloraya mulai merapatkan barisan terkait kasus skandal suap impor daging sapi yang menimpa jajaran petinggi partai berlambang bulan sabit itu.  Ribuan kader mengikuti tablik akbar di Monumen ’45 Banjarsari, Solo, Minggu (17/2/2013).

Ketua FPKS DPR, Hidayat Nur Wahid, meminta seluruh kader untuk tetap berjuang. Peristiwa yang menimpa partai belakangan ini harus dijadikan momentum untuk introspeksi diri. Bahkan kekuatan bagi PKS dalam memenangkan Pemilu mendatang.

“Kegiatan ini bagian merasakan sekaligus menghayati tentang perjalanan hakikat perjuangan,” ujarnya dihadapan kader PKS dalam tablik akbar dan konsolidasi PKS se-daerah pemilihan (Dapil) V wilayah Solo, Sukoharjo, Klaten, Boyolali.
 

PKS Yakin Suswono Tak Terlibat Kongkalikong Impor Daging Sapi

Liputan6.com, Jakarta : Nama Menteri Pertanian Suswono yang juga merupakan Kader Partai Keadilan Sosial (PKS) kerap disebut-sebut diduga terlibat dalam kasus suap impor sapi yang melibatkan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq yang telah ditetapkan menjadi tersangka.

Kementerian Pertanian merupakan pihak yang merekomendasikan pembagian kuota impor daging untuk perusahaan-perusahaan importir seperti PT Indoguna Utama yang Direktur Utamanya, Arya Abdi Effendy, juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Meski begitu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meyakini kadernya yang kini duduk di kursi Menteri Pertanian itu aman dan tidak terlibat dari kasus impor daging sapi tersebut. Bahkan Suswono juga akan membeberkan keterangan yang ia ketahui kepada lembaga anti korupsi pimpinan Abraham Samad tersebut.
"Informasi yang saya dapat jelas tidak ada masalah semua aman. Pak Sus (Suswono) dengan senang hati bisa datang ke KPK membeberkan alur segala macam. Tidak ada yang mengkhawatirkan," kata Ketua DPP PKS Indra saat ditemui di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Senin (18/2/2013).
 

Jumat, 15 Februari 2013

Daging Sapi Langka? Ini Penyebabnya

Islamedia - Kementerian Pertanian menemukan indikasi praktek kecurangan di rumah potong hewan sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang menyebabkan kelangkaan pasokan di kawasan ini. Kementerian mencurigai separuh rumah potong hewan menolak memotong sapi lokal dan hanya mau memotong sapi asal Australia.

"Ada yang mengeluh, rumah potong hewan yang telah diaudit oleh tim audit Independen Australia malah tidak mau memotong sapi lokal," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Syukur Irwantoro, di sela Rapat Koordinasi Teknis Nasional 1 Tahun 2013 Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan di Yogyakarta, Kamis, 14 Februari 2013.

Beberapa temuan mereka, menurut Syukur, menunjukkan adanya kesengajaan diskriminasi rumah potong terhadap sapi lokal Indonesia. Setidaknya 50 persen dari 92 rumah potong hewan di Jakarta dan sekitarnya sudah tidak mau memotong hewan lokal. Kondisi tersebut terjadi sejak ada audit tim independen Australia di rumah potong hewan secara berkala.

Senin, 04 Februari 2013

BANG TOHA, DARI PENJARA KE TAUBAT NASUHA

Oleh: Fuad Aris

Namanya Dedi Toha, profesinya sekarang tukang ojek. Ada yang unik dari bang Toha (kami biasa memanggil demikian) yang kalau lagi ngojek pakai jaket PKS atau Jaket Palestina, sampai ibu-ibu sekitar rumah saya menyebutnya "Ojek PKS"

Bang toha ini tidak mau disebut simpatisan, dia bangga kalau bilang sama teman-temannya, bahwa dia kader PKS, karena memang kontribusinya di DPRa PKS Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, bisa dikatakan besar.

Suatu hari, saya iseng tanya sama bang Toha, kenapa sih bisa tertarik sama PKS? Dia mengatakan, "Yang saya suka dengan orang-orang PKS itu ramah, udah gitu saya bisa belajar jadi baek."

Subhanallah, Warga dan Tokoh Masyarakat Justru Berbondong-Bondong Masuk PKS

Luthfi Hasan Ishaaq yang pada waktu itu merupakan Presiden PKS ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena dituduh terlibat dalam suap impor daging sapi. Dan tidak kurang dari 12 jam, Luthfi digelandang ke KPK. Hal ini tentu saja merupakan hantaman tersendiri kepada tubuh PKS.
Masyarakat dibuat bingung dengannya. Karena banyak yang menaruh harapan kepada PKS sebagai “benteng terakhir” pemberantasan korupsi di Indonesia, khususnya pada perpolitikan Indonesia. Ditambah lagi beberapa pengamat  mengatakan di berbagai media bahwa kejadian ini akan berdampak kepada turunnya suara PKS menjelang pemilu 2014.
Namun pada kenyataannya justru terbalik. Sebelum ini telah diberitakan bahwa ada seorang ibu di Bandung langsung menelepon DPW PKS Jabar untuk mendaftar menjadi anggota PKS. Dia mengatakan bahwa dia tahu PKS walau sedang ada gonjang ganjing ini. Seorang mahasiswi di UNPAD menyatakan ingin bergabung dengan PKS melalui twitter dengan memention anak seorang kader PKS.

Diduga Ada Konspirasi di Balik Penangkapan Luthfi

dakwatuna.com - Jakarta :: Anggota Komisi III DPR dari FPP, Ahmad Yani menduga ada konspirasi di balik penangkapan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka kasus suap impor daging sapi.

“Ini saling sandera, uji-menguji. KPK jangan dijadikan instrumen politik. Kalau ini betul konspirasi betapa tidak bermoralnya bangsa ini,” katanya di Kompleks MPR/ DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (31/1).

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangkap Presiden PKS Lutfi Hasan Ishag sebagai tersangka kasus suap impor daging sapi.
 

Konspirasi itu Nyata Ada | Kultwit @ridlwanjogja

Ridlwan 
@ridlwanjogja
Wartawan Jawa Pos


ngetwit soal intel lagi ya, mumpung lagi ramai konspirasi . Hehe . hastagnya apa enaknya ? #cow aja ?

Pandangan Prematur Direktur Pemberitaan Metro TV

dakwatuna.com - Saya sangat menghormati sebuah media besar nasional seperti Metro, tapi dengan terbitnya tulisan “Pukulan Telak Bagi PKS” yang ditulis oleh Bapak Suryopratomo pada hari Kamis, 31 Januari 2013 WIB ini saya merasa terpanggil untuk meresponnya, tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada beliau.

Mengapa tulisan seorang Direktur Pemberitaan Metro TV, tidak memenuhi standarisasi kualitas analisis dan jurnalistik? Saya tidak ingin masuk ke detail persoalan LHI dan KPK tapi sebagai seorang akademisi, saya hanya ingin mengkritisi tulisan tersebut.

Pertama, pandangannya berdasarkan informasi-informasi yang belum final, “Ditahannya Presiden PKS karena kasus korupsi seharusnya menunjukkan bahwa kita tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum”, mengapa bisa Bapak Suryopratomo ini jump to conclude dalam menganalisis persoalan dengan jugde korupsi? Padahal proses sedang berlangsung, dan belum tentu hasil akhir seperti yang disebut beliau ‘korupsi’.
 

FPKS: Ahmad Fathanah Bukan Kader

Jakarta - Seorang tersangka yang diciduk KPK dan berperan sebagai kurir dalam kasus suap impor daging bernama Ahmad Fathanah. Dia diamankan di Hotel Le Meridien kala bersama seorang mahasiswi. Fathanah disebut sebagai kurir bagi Luthfi Hasan Ishaaq. Apa kata FPKS soal sosok Fathanah ini?

"Menurut Ketua Bidang Kaderisasi DPP PKS, yang bersangkutan tidak dikenal dan tidak pernah tercatat sebagai kader PKS," kata Sekretaris Fraksi PKS Abdul Hakim saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (31/1/2013).

Abdul Hakim mengaku tidak kenal dengan Fathanah. Senada dengan Fathanah, Kepala Humas PKS Mardani juga menyampaikan bahwa sosok Fathanah tidak dikenal di PKS.

Minggu, 03 Februari 2013

Analisa hukum penangkapan LHI - sumber Republika

Analisa Hukum - Tersangka adalah seorang yang karena perbuatannya atau  keadaannya, berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana (Pasal  1 butir 14 UU No 8 Tahun 1981 tentang KUHAP). Penyelidikan adalah serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidik menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini (Pasal  1 butir 5 UU No 8 Tahun 1981 tentang KUHAP). Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya (Pasal  1 butir 2 UU No 8 Tahun 1981 tentang KUHAP)

Penetapan tersangka yang dilakukan kurang dari satu hari alias 1x24 jam oleh KPK, jelas cacat hukum dan tidak beralasan. Karena sebelum ditetapkan seseorang sebagai tersangka seharusnya dilakukan  penyelidikan terlebih dahulu yakni  mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana baru kemudian bisa meningkat ke penyidikan baru ke penetapan tersangka setelahnya.

Demikian juga dengan ditetapkannya Ahmad Fathana bersama dengan Maharani sebagai bentuk gratifikasi seks, serta ditetapkannnya dua Direktur PT Indoguna, Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi sebagai tersangka pemberian suap. Ini sebagai salah satu alat bukti untuk menetapkan LHI sebagai tersangka.
 

Kulwit Tifatul Sembiring terkait Status Tersangka LHI

Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengomentari penangkapan Luthfi Hasan Ishaq (LHI) melalui sejumlah twit, Kamis (31/1). Dalam kulwit tersebut, Tifatul juga memberikan pesan kepada kader-kader PKS. Berikut ini kulwit Tifatul:

1. Sehubungan dg ditetapkannya Pak Luthfi, Presiden PKS sbg tersangka oleh KPK. Kami menghormati proses hukum yg tengah dilakukan oleh KPK.

2. Kami harap proses tsb berjalan secara jujur, adil, berdasarkan hukum yg berlaku dan tdk terpengaruh dg tekanan politik dari siapapun.

3. PKS akan menyiapkan bantuan hukum, pengacara bagi Pak Luthfi menghadapi kasus ini. Sebelum diputus hakim, ttp azas praduga tak bersalah.

Usai Pidato Anis Matta, Tokoh Masyarakat Ini Masuk PKS Tinggalkan PNS

"Musibah" yang menimpa Partai Keadilan Sejahtera (PKS), ternyata mendatangkan simpati berbagai pihak. Seorang tokoh masyarakat Majene yang berprofesi sebagai dosen dan pengusaha, menyatakan siap meninggalkan PNS untuk bergabung dengan PKS.

Haji Andi SM dan istrinya menonton pidato politik Presiden PKS Anis Matta, Jum'at (1/1) lalu. "Bagaimana kalo ayah masuk PKS saja dan tinggalkan PNS?" tanya sang istri. Sebelum genap 48 jam, Haji Andi langsung menemui pengurus DPD PKS Majene. Selain menyatakan keinginannya masuk PKS, ia juga menyatakan kesiapannya untuk menginfakkan delapan unit motor dan sebuah mobil kepada Partai Islam itu. Ia juga mempersilakan pengurus DPD untuk memakai rumahnya sebagai kantor DPD.

Simpati Non Muslim untuk PKS yang Terdzolimi

 
Kasus PKS : Bukti Kita Suka Menari Di Atas Duka Orang


Oleh: Stella | Kompasiana *

Pertama saya mau sampaikan, bahwa saya bukan konstituen apalagi kader PKS. Saya juga bukan orang Islam. Saya buat tulisan ini karena saya melihat komentar-komentar yang diarahkan ke PKS sudah mulai tidak proporsional.

Terbongkarnya kasus suap kuota daging impor, yang menyeret Presiden PKS, Lutfi Hassan menjadi tersangka, seperti menyulut sorak sorai cemooh orang-orang di berbagai penjuru negeri. Sejauh  mata saya menyimak, di twitter, facebook, kolom-kolom komentar media online, semua memojokkan PKS, bahkan banyak yang menyrempet agama Islam. Kalimat seperti “dasar tukang kawin, ternyata korupsi juga”, atau “Kader PKS menebar air mata buaya”, dll.  Bahkan nama PKS juga diplesetkan jadi Partai Karapan Sapi, Partai Korupsi Sapi, dll. Berita di media juga berkembang makin memojokkan. Rumah Lutfi Hassan pun dikutik-kutik , seolah-olah rumah ini pasti hasil korupsi : http://news.detik.com/read/2013/02/01/201317/2159186/10/luthfi-hasan-juga-punya-rumah-di-batu-ampar-jaktim?991104topnews

KPK, Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum dan LHI

Islamedia - Andi Malarangeng ditetapkan menjadi tersangka sebelum 3 Desember 2012. Pada 3 Desember tersebut, KPK mengirimkan surat permintaan pencekalan Andi Malarangeng ke Dirjen Imigrasi.

Pada 6 Desember informasi ini tercium media. Namun, pimpinan KPK menutup-nutupi informasi penetepan tersangka ini. Wartawan yang melakukan konfirmasi ke Bambang Widjajanto dan Busro Muqodas, tidak mendapatkan jawaban pasti. Banyak saksi yang menyebut Andi menerima suap proyek Hambalang berbulan-bulan sebelumnya, tapi kenapa baru awal Desember dia jadi tersangka?


Setelah media tahu Andi Malarangeng jadi tersangka, barulah KPK mengakui telah menetapkan sekretaris dewan pembina Partai Demokrat ini menjadi tersangka. Namun, KPK tidak mengirimkan penyidiknya untuk menjemput paksa Andi Malarangeng ke KPK untuk diperiksa. Dia tidak diperiksa tengah malam dan menginap di KPK.

Mereka pun Kembali ke Pangkuan Tarbiyah...



محمد ريزالدي لطيف
@JaLdeee




  1. Sy dpt Testimoni dari ikhwah #FKP Lampung.. FKP ini Forum Kader Peduli.. Isinya yg cabs dr Tarbiyah.. Jd pengkritisi gitu lah.. :D

  2. Sebuah pengakuan ttg seorang ikhwah yg akan kembali kepangkuan tarbiyah: "KEMBALINYA SEORANG FKP LAMPUNG" temen sy nulisnya gitu. :D

  3. Doi sms gini : "Assalamualaikum, akh ini yudha lampung, jujur mendengar ust anis matta pidato , hati ini menangis, mata ini basah.."

Magnet Sosok Anis Matta Presiden PKS, 50 Pemuda Aceh Mendaftar Jadi Kader PKS

Blangpidie - Antusiasme warga Aceh Barat Daya khususnya kalangan muda untuk bergabung dengan PKS pasca digantikannya Presiden PKS dengan M. Anis Matta luar biasa. Terbukti ada 50 anak-anak muda warga Aceh Barat Daya yang menyatakan bergabung dengan PKS. Mereka tak sedikitpun terpengaruh dengan pemberitaan bombastis media yang memandang miring PKS. Bahkan mereka memandang aneh kasus yang menimpa Presiden PKS yang sebelumnya yaitu Ust Luthfi Hasan Ishaq.