Pada hari Ahad, 20 Maret 2016 Biro Al Quran dan Kurikulum yang berada di
bawah Bidang Kaderisasi DPD PKS Sukoharjo mengadakan Training Tutor
Tahsin yang bertempat di desa Jombor pada jam 08.00 - 16.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan DPC se kabupaten Sukoharjo, tiap DPC mengirimkan delegasi 2 ikhwan dan 2 akhwat.
Dalam sambutannya mewakili DPD, Bapak Budiharjo, M.Pd. menyampaikan bahwa training
yang diikuti saat ini bernilai ibadah, walaupun orang memandang PKS
sebagai partai politik namun PKS adalah parpol yang menerapkan Islam di
setiap sendi kehidupannya.
jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu
Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..
Tampilkan postingan dengan label Info DPD PKS Sukoharjo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info DPD PKS Sukoharjo. Tampilkan semua postingan
Senin, 11 April 2016
PKS Sukoharjo Tawarkan 4 Solusi Berkhidmat untuk Rakyat
Hari Ahad 21 Februari 2016, PKS
Sukoharjo menggelar Rakorda (Rapat Koordinasi Daerah) di Hotel Istana
Hapsari Sukoharjo. Rakorda ini sebagai sarana untuk menyatukan gerak dan
langkah PKS Sukoharjo dalam berkhidmat untuk rakyat Sukoharjo. Selain
itu Rakorda ini juga sebagai sarana untuk melantik struktur partai dan
menumbuhkan kader-kader baru yg jujur, amanah dan militan (jamil).
Di
awal sambutannya Ketua DPD PKS Sukoharjo, Ari Sarwanto Amd mengucapkan
selamat atas dilantiknya Wardoyo Wijaya - Purwadi sebagai Bupati dan
Wakil Bupati Sukoharjo periode 2016-2021. Ari Sarwanto juga menyatakan
bahwa PKS Sukoharjo siap membersamai pemkab Sukoharjo dalam berkhidmat
untuk rakyat sukoharjo dengan harapan bisa terwujud Sukoharjo Makmur,
Adil dan Sejahtera (MAS).
2019, PKS Bidik 5 Kursi DPRD Sukoharjo
Solopos.com, Sukoharjo - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sukoharjo membidik lima kursi legislatif pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Para pengurus dan kader partai akan melakukan konsolidasi internal guna mewujudkan terget tersebut.
Hal ini diungkapkan Ketua DPD PKS Sukoharjo periode 2015-2020, Ari Sarwanto, seusai acara musyawarah daerah (Musda) ke-4 PKS Sukoharjo di kantor partai politik (parpol) setempat, Minggu (1/11/2015).
Menurut dia, PKS menargetkan ada satu anggota legislatif di lima daerah pemilihan (dapil) di Sukoharjo.
“Target kami jumlah kursi legislatif pada Pileg 2019 tak jauh berbeda dengan Pileg 2004 yakni lima kursi. Perlu ekstra kerja keras untuk mencapai target itu,” kata dia, saat ditemui wartawan, Minggu.
Hal ini diungkapkan Ketua DPD PKS Sukoharjo periode 2015-2020, Ari Sarwanto, seusai acara musyawarah daerah (Musda) ke-4 PKS Sukoharjo di kantor partai politik (parpol) setempat, Minggu (1/11/2015).
Menurut dia, PKS menargetkan ada satu anggota legislatif di lima daerah pemilihan (dapil) di Sukoharjo.
“Target kami jumlah kursi legislatif pada Pileg 2019 tak jauh berbeda dengan Pileg 2004 yakni lima kursi. Perlu ekstra kerja keras untuk mencapai target itu,” kata dia, saat ditemui wartawan, Minggu.
Minggu, 24 Februari 2013
Kekeringan Terus Meluas, PKS Bantu Air Bersih
SUKOHARJO - INDEPNews ; Kesulitan
mendapatkan air bersih bergitu dirasakan warga Kecamatan Weru dan Bulu
Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Untuk mendapatkan air satu jerigen
harus berjalan cukup jauh ke kampung tetangga.
Guna meringankan beban masyarakat, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sukoharjo memberikan bantuan 27 tanki air. Bantuan dikirim ke warga langsung di Weru dan Bulu. Seperti yang dilakukan pengurus DPD PKS mengedrop air di Desa Alasombo dan Karangmojo, Weru, Kamis (20/9) lalu.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh pimpinan DPD PKS Sukoharjo Hasman Budiadi yang juga Anggota DPRD Sukoharjo kepada warga di Desa Alas Ombo, Kecamatan Weru.
Guna meringankan beban masyarakat, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sukoharjo memberikan bantuan 27 tanki air. Bantuan dikirim ke warga langsung di Weru dan Bulu. Seperti yang dilakukan pengurus DPD PKS mengedrop air di Desa Alasombo dan Karangmojo, Weru, Kamis (20/9) lalu.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh pimpinan DPD PKS Sukoharjo Hasman Budiadi yang juga Anggota DPRD Sukoharjo kepada warga di Desa Alas Ombo, Kecamatan Weru.
Selasa, 19 Februari 2013
Pasar Nguter Akan Menjadi Pasar Jamu Terbesar di Indonesia
Menyusul rencana Pembangunan Pasar
Nguter, Komisi II DPRD Sukoharjo melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di
Pasar Nguter, Senin (11/2). Mereka ingin mengetahui kesiapan pedagang
maupun pengelola pasar menjelang pembangunan Pasar Nguter.
Ketua Komisi II DPRD Sukoharjo, Hasman
Budiadi mengatakan, sesuai rencana Pemkab Sukoharjo, pada 2013 Pasar
Nguter akan dibangun sebagai pasar jamu terbesar di Indonesia. Dana yang
dialokasikan dari APBN sebesar Rp 10 milliar diharapkan memperlihatkan
spesifikasi jamu. Komisi II ingin melihat langsung kesiapan di lapangan,
terkait rencana Pemkab Sukoharjo tersebut.
“Kita lihat situasi dan kesiapan para
pedagang serta pengelola pasar. Diharapkan nantinya tidak menemui
masalah saat proses pembangunan pasar berlangsung. Mulai dari zona
pedagang, karena ada 491 pedagang yang 143 di antaranya merupakan
pedagang jamu. Bagaimana cara pembagiannya nanti agar spesifikasi jamu
tetap terlihat, dan tidak berebut lokasi,” ujar Hasman Budiadi
didampingi anggota Komisi II Sarjono dan Bambang.
Komisi II berharap rencana pembangunan
pasar darurat juga harus sesuai dengan keinginan pedagang, demi
kenyamanan para pedagang berjualan saat proses pembangunan pasar
berlangsung.
“Kita belajar dari pengalaman
pembangunan pasar Sukoharjo dan Bekonang. Kita inginkan pasar darurat di
buat sesuai keinginan pedagang demi kenyamanan. Terlebih jika terjadi
hal-hal yang di luar kendali, seperti molornya pembangunan pasar.
Diharapkan tidak mempengaruhi hasil penjualan pedagang saat berada di
pasar darurat,” kata Hasman.
Sementara itu, Lurah Pasar Nguter,
Widadi Nugroho mengatakan, pihaknya sudah menggelar sosialisasi dan
pendataan ulang bagi pedagang. Proses pendataan ulang pedagang tersebut
optimis Ia selesaikan pada akhir Februari 2013.
“Memang pedagang di sini bukan hanya
jamu. Ada juga pedagang pakaian, sembako, sayuran, buah, perhiasan
maupun warung. Kita sudah mulai melakukan sosialisasi sekaligus
pengelompokan zona. Saat ini tercatat ada 491 pedagang termasuk pedagang
oprokan. Untuk pasar darurat, lokasi yang disiapkan berjarak sekitar
200 meter dari jalan raya. Lokasinya seluas 4000 meter, milik salah satu
pedagang juga,” ujar Widadi.
Sumber: Sukoharjokab.go.id
Rekanan Pasar Ir Soekarno Belum Terima Surat Blaclikst
SUKOHARJO (KRjogja.com)
- Komisi II DPRD Sukoharjo melakukan inspeksi mendadak (sidak)
pembangunan pasar Ir Soekarno, Senin (18/02/2013). Dalam sidak tersebut
diketahui hasil mengagetkan setelah pihak rekanan yakni PT Ampuh
Sejahtera ternyata belum menerima surat blaclikst dari Pemkab Sukoharjo.
Selain itu juga ada temuan bahwa pihak rekanan belum menerima surat
Perintah Kerja (SPK) perpajangan 50 hari dari eksekutif.
Ketua Komisi II DPRD Sukoharjo Hasman Budiadi kepada wartawan mengatakan bahwa pengakuan itu disampaikan kontraktor kepada Komisi II dan Pimpinan DPRD Sukoharjo saat melakukan sidak. Kontan saja, hal itu menimbulkan pertanyaaan besar di kalangan legislatif.
“Ini kan aneh kabarnya pengerjaan pembangunan sudah berhenti dan pihak rekanan atau kontraktor sudah tidak melakukan aktifitas lagi di Pasar Ir Soekarno, tapi nyatakan masih ada,” ujar Hasman Budiadi.
Ketua Komisi II DPRD Sukoharjo Hasman Budiadi kepada wartawan mengatakan bahwa pengakuan itu disampaikan kontraktor kepada Komisi II dan Pimpinan DPRD Sukoharjo saat melakukan sidak. Kontan saja, hal itu menimbulkan pertanyaaan besar di kalangan legislatif.
“Ini kan aneh kabarnya pengerjaan pembangunan sudah berhenti dan pihak rekanan atau kontraktor sudah tidak melakukan aktifitas lagi di Pasar Ir Soekarno, tapi nyatakan masih ada,” ujar Hasman Budiadi.
PEMBANGUNAN PASAR NGUTER: Pedagang Keluhkan Jauhnya Pasar Darurat
SUKOHARJO – Pedagang Pasar Nguter, Sukoharjo meminta
lokasi pasar darurat ditinjau ulang dan dicarikan lokasi yang dekat
dengan jalan raya. Pasalnya, lokasi yang kini dilirik dinilai terlalu
jauh sekitar 200 meter dari jalan raya dan rawan.
Pedagang Pasar Nguter sebenarnya setuju dengan rencana pembangunan pasar, tetapi prospek berdagang di pasar darurat diharapkan menjadi salah satu pertimbangan Pemkab. Selain itu, pedagang berharap pembangunan pasar dilakukan seusai Lebaran tahun ini. Hal ini diungkapkan pedagang Pasar Nguter saat tiga anggota Komisi II DPRD Sukoharjo, seperti Hasman Budiadi, Bambang Santoso dan H Sardjono inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tersebut. “Pedagang minta lokasi pasar darurat dekat dengan jalan raya. Lokasi yang direncanakan terlalu jauh sehingga pedagang khawatir tidak laku. Di sini saja [Pasar Nguter] sepi pembeli,” ujar Yatmini.
Dijelaskannya, lokasi pasar darurat yang direncanakan saat ini. “Pedagang khawatir jika tidak aman akan memperberat pedagang karena harus menanggung beaya keamanan. Pasar darurat bisa ditempatkan di jalan kampung dekat pasar. Warga sudah setuju jika jalan kampung digunakan,” jelasnya.
Pedagang Pasar Nguter sebenarnya setuju dengan rencana pembangunan pasar, tetapi prospek berdagang di pasar darurat diharapkan menjadi salah satu pertimbangan Pemkab. Selain itu, pedagang berharap pembangunan pasar dilakukan seusai Lebaran tahun ini. Hal ini diungkapkan pedagang Pasar Nguter saat tiga anggota Komisi II DPRD Sukoharjo, seperti Hasman Budiadi, Bambang Santoso dan H Sardjono inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tersebut. “Pedagang minta lokasi pasar darurat dekat dengan jalan raya. Lokasi yang direncanakan terlalu jauh sehingga pedagang khawatir tidak laku. Di sini saja [Pasar Nguter] sepi pembeli,” ujar Yatmini.
Dijelaskannya, lokasi pasar darurat yang direncanakan saat ini. “Pedagang khawatir jika tidak aman akan memperberat pedagang karena harus menanggung beaya keamanan. Pasar darurat bisa ditempatkan di jalan kampung dekat pasar. Warga sudah setuju jika jalan kampung digunakan,” jelasnya.
Pembangunan Pasar Ir Sukarno Sukoharjo Amburadul
SUKOHARJO-Anggota DPRD Sukoharjo mengaku prihatin dan kecewa dengan
pelaksanaan pembangunan Pasar Ir Soekarno, Sukoharjo. Wakil rakyat Kota
Makmur menilai perencanaan pembangunan amburadul dan pesimistis
penempatan pedagang sesuai rencana.
Bahkan pemborong mengaku tak pernah menerima surat pemberitahuan soal deadline pengerjaan maupun surat blacklist. Pemborong tak mau disalahkan dan di-blacklist. Pasalnya eksekutif tak pernah menerima surat tersebut. Kondisi itu terungkap saat anggota Komisi II DPRD Sukoharjo yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Sukoharjo, Ardi Parastyo dan ketuanya, Hasman Budiadi sidak ke Pasar Ir Soekarno, Senin (18/2/2013).
“Kami merasa dibodohi karena item-item yang dikerjakan tidak ada dalam dokumen kontrak. Akibatnya, pemahaman nilai kontrak senilai Rp24,8 miliar antara pemborong dengan Dewan berbeda. Kami prihatin melihat proses pembangunan Pasar Ir Soekarno, perencanaan terkesan amburadul,” ujar Ardi.
Bahkan pemborong mengaku tak pernah menerima surat pemberitahuan soal deadline pengerjaan maupun surat blacklist. Pemborong tak mau disalahkan dan di-blacklist. Pasalnya eksekutif tak pernah menerima surat tersebut. Kondisi itu terungkap saat anggota Komisi II DPRD Sukoharjo yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Sukoharjo, Ardi Parastyo dan ketuanya, Hasman Budiadi sidak ke Pasar Ir Soekarno, Senin (18/2/2013).
“Kami merasa dibodohi karena item-item yang dikerjakan tidak ada dalam dokumen kontrak. Akibatnya, pemahaman nilai kontrak senilai Rp24,8 miliar antara pemborong dengan Dewan berbeda. Kami prihatin melihat proses pembangunan Pasar Ir Soekarno, perencanaan terkesan amburadul,” ujar Ardi.
Selasa, 09 Agustus 2011
Sukoharjo Targetkan PAD Naik
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menargetkan kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai hingga 70 persen. Target tersebut optimis dapat direalisasikan mengingat masih banyak potensi PAD yang belum digarap dengan baik.
Anggota Komisi II DPRD Sukoharjo, Hasman Budiadi mengatakan jika dilihat potensi di Sukoharjo banyak yang dapat dijadikan andalan untuk mendongkrak PAD. Namun, karena belum bisa digarap dengan baik banyak yang terbuang sia-sia dan akibatnya PAD tiap tahunya mendapatkan sorotan oleh Gubernur Jateng.
Menurut politisi PKS tersebut, dengan PAD yang kecil, Kabupaten Sukoharjo masih tergantung terhadap kucuran dana perimbangan dari pusat, baik Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK). Yang jadi masalah, dana dari pusat banyak tersedot untuk membayar gaji pegawai. Selama ini, untuk membayar gaji pegawai berkisar 70 persen dari dana pusat.
Ustadz Dr. Hidayat Nurwahid buka puasa bersama Bp. Wardoyo, Bupati Sukoharjo serta Kader PKS
PKS Sukoharjo, Pada hari Jumat 5 Agustus 2011 pegurus DPC PKS Tawangsari mendapat undangan dari DPD PKS Sukoharjo untuk menghadiri buka dan tarawih bersama Ust Hidayat Nur Wahid di Pendopo Kabupaten Sukoharjo. Acara diawali dengan buka puasa bersama dilanjutkan sholat maghrib berjamaah dengan imam Ust Hidayat Nur Wahid, kemudian selesai sholat dilanjutkan makan sampai waktu isya tiba.
Sholat isya dilanjutkan tarawih diimami oleh Ust Imam Syuhodo. Selesai sholat posisi duduk jamaah dibuat melingkar untuk mendengarkan ceramah. Seremonial acara diawali dengan Tilawah oleh Bapak Arifin dilanjutkan sambutan oleh Ketua DPD PKS Sukoharjo Bapak Bimawan. Selanjutnya adalah sambutan oleh Bupati Sukoharjo Bapak Wardoyo Widjaya. Bupati yang berasal dari PDIP yang terkenal dengan nada bicara yang lantang dan ceplas-ceplos ini mengatakan bahwa sekarang antara PDIP dan PKS sudah mirip, yaitu sama-sama ada tausiyah, karena PDIP sekarang denga Baitul Muslimin-nya menggerakkan kader mereka yang beragama Islam untuk lebih taat beribadah. Namun demikian bupati juga menyampaikan dalam 9 bulan belakangan ini banyak sms yang masuk mengkritik dirinya, salah satunya kebiasaan bupati yang sering menggelar pengajian banyak mendapat kritikn masyarakat bahkan ada yang mengatakan bupati telah mempolitisir agama. Namun bupati mengatakan hal itu tidak menjadi masalah, selama niatnya ikhlas dan untuk kebaikan Sukoharjo.
Jumat, 01 Juli 2011
Liburan, DPD PKS Sukoharjo Gelar Outbond Anak Kader
Mengisi musim liburan ini, DPD Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Sukoharjo mengadakan "Outbond Anak Kader 2011" yang berlokasi di Argoyoso Karanganyar pada ahad 26 Juni 2011. Mengambil tema "Menjalin Ukhuwah Anak Kader PKS", acara ini diharapkan menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan dan mendekatkan ukhuwah diantara anak-anak kader. "Ayah-ayah kalian serta ibu-ibu kalian semua bersahabat, maka kami berharap kalian semua bersahabat seperti orang tua kalian saling bersahabat" itulah pesan dari Ketua DPD PKS Sukoharjo yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPD PKS Sukoharjo Ust. Muhammad Choirudin, S.H. yang hadir dan memberikan sambutan dalam acara ini.
Mengambil lokasi di Argoyoso Kabupaten Karanganyar yang terletak kawasan lereng gunung lawu, sejuknya udara pegunungan menambah semangat 140 anak yang mengikuti outbond ini. Terlihat canggung saat kali pertama bertemu, tapi tidak butuh waktu lama mereka sudah bercanda gembira.
Acara diawali dengan membuat kelompok-kelompok kecil, dengan memilah usia SD, SMP dan SMA. kelompok ini harus memilih ketua dan membuat yel-yel. Dilanjutkan berjalan menuruni sungai utk mengisi kontong plastik dengan air, dan menuju Pos-1 diatas bukit.
Langganan:
Postingan (Atom)




