jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label Kebangkitan Pemuda Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebangkitan Pemuda Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 April 2013

Demba Ba: ‘Jelang Pertandingan, Saya Mendengarkan Al-Quran Lewat Earphone’


Demba+Ba+holds+the+Chelsea+FC+Shirt+at+the+Cobham+Training+Ground
NAMA Demba Ba sedang dibicarakan di mana-mana pekan ini. Sebabnya adalah ia mengantarkan klub sepak bolanya Chelsea, menyingkirkan Manchester United dalam Piala FA Inggris.

Satu golnya membuat pasukan asuhan Rafael Benitez ini berpeluang menggondol satu dari dua kans juara musim ini. Selain itu, Ba merayakan golnya dengan sujud syukur—yang masih ditayangkan oleh kamera televisi.

Jumat, 15 Juni 2012

Perang Mu’tah : Heroik, 3.000 VS 200.000

PERTEMPURAN paling heroik dan dahsyat yang dialami umat Islam di era awal perkembangan Islam adalah saat mereka yang hanya berkekuatan 3000 orang melawan pasukan terkuat di muka bumi saat itu, Pasukan Romawi dengan kaisarnya Heraclius yang membawa pasukan sebanyak 200.000. Pasukan super besar tersebut merupakan pasukan aliansi antara kaum Nashara Romawi dan Nashara Arab sekitar dataran Syam, jajahan Romawi. Perang terjadi di daerah Mu’tah –sehingga sejarawan menyebutnya perang Mu’tah- (sekitar yordania sekarang), pada tanggal 5 Jumadil Awal tahun 8 H atau tahun 629 M.

Latar Belakang
Penyebab perang Mu’tah ini bermula ketika Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam mengirim utusan bernama al-Harits bin Umair al-‘Azdi yang akan dikirim ke penguasa Bashra. Di tengah perjalanan, utusan itu ditangkap Syurahbil bin ‘Amr al-Ghassani dari bani Gasshaniyah (daerah jajahan romawi) dan dibawa ke hadapan kaisar Romawi Heraclius. Setelah itu kepalanya dipenggal. Pelecehan dan pembunuhan utusan negara termasuk menyalahi aturan politik dunia. Membunuh utusan sama saja ajakan untuk berperang. Hal inilah yang membuat beliau marah.

Rabu, 01 Februari 2012

Pendidikan Ekonomi Islam Marak | Perbankan Syari'ah membutuhkan ribuan tenaga profesional

Penerapan ekonomi Islam, khususnya dalam bentuk perbankan dan keuangan syariah, memicu banyak lembaga pendidikan membuka program studi dalam bidang ini. Tren masyarakat yang mendalami ilmu tersebut pun mengalami peningkatan. Ketua I Ikatan Ahli Ekonomi Islam, Agustianto Mingka, menyatakan hingga sekarang keinginan itu kian marak.

Perguruan tinggi swasta dan perguruan tinggi agama, dengan sendiri tergerak untuk mewadahi minat masyarakat itu. Ia menyebut, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan perguruan tinggi yang dikelola oleh Muhammadiyah. Lebih lanjut ia mengatakan, ada lima Universitas Islam Negeri (UIN) yang menggelar program studi ekonomi Islam. Selain itu, terdapat 14 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dan 32 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN).

Ia mengatakan mahasiswa yang belajar di berbagai perguruan tinggi itu juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di industri perbankan dan keuangan syariah. “Masih dibutuhkan banyak tenaga profesional,“ kata Agustianto di Jakarta, Ahad (29/1).

Kamis, 19 Mei 2011

Memaknai 103 Tahun Kebangkitan Nasional

Sejarah Kebangkitan Nasional Indonesia, 20 Mei 1908, tidak bisa dilepaskan dari kiprah perempuan Indonesia. Jauh sebelum organisasi Budi Utomo lahir, telah ada pejuang-pejuang perempuan yang berkiprah luar biasa. Ada Sultanah Seri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Johan, yang memerintah Aceh dari tahun 1644–1675.

Selama masa itu, Sultanah bukan saja menampik usaha Belanda untuk memperoleh monopoli tetapi juga mengembangkan ilmu pengetahuan dan kesusastraan, serta memajukan pendidikan bagi kaum laki-laki dan perempuan.

Selain Sultanah, ada Siti Aisyah We Tenriolle dari Sulawesi Selatan yang ahli pemerintahan, mahir kesusastraan, dan mendirikan tempat pendidikan modern anak-anak pertama pada 1908 (Harsja W. Bachtiar 1990). Sayangnya, kedua pejuang perempuan tersebut tak banyak dikenal masyarakat Indonesia.

Minggu, 08 Mei 2011

Pengaruh Pemuda dalam Kenbangkitan Bangsa

Hari kebangkitan nasional adalah masa dimana bangkitnya rasa persatuan, kesatuan dan rasa nasionalisme masyarakat Indonesia yang ingin tetap mempertahankan kemerdekaannya. Demi tegak dan kokohnya negara ini, tentu sangat membutuhkan tenaga dan semangat para pemuda. Dikarenakan seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan pemuda memiliki semangat yang membara dan kemampuan yang lebih daripada orang yang lebih tua.

Coba kita kaji secara cermat tentang sejarah para pemimpin dunia masa lalu, hampir dapat dipastikan kejayaan, kemajuan dan kemenangan mereka senantiasa tidak lepas dari peran dan dukungan para pemuda. Dalam sejarah kebangkitan bangsa-bangsa, pemuda selalu meliki peranan yang besar, strategis, dan pengaruh yang sangat dahsyat. Karena itu, untuk menuju kebangkitan bangsa, maka kita sangatlah membutuhkan pola pikir yang maju, keyakinan yang kuat, ketulusan, semangat kejujuran, kesungguhan dalam bekerja dan yang penting adalah pengorbanan pemuda dalam menegakkan negara itu.