MESKI acara sudah lewat, kehadiran grup boyband asal korea Super Junior
ke Indonesia baru-baru ini, merupakan hari-hari yang menyedihkan.
Bagaimana tidak, demi mendapatkan tiket yang harganya selangit itu, ada
banyak merengek kepada orangtua mereka hingga ada yang rela tidak diberi
uang saku selama tujuh bulan demi mendapatkan uang untuk membeli tiket
konser. Bahkan ada yang rela menjual barang pribadinya untuk
mengumpulkan uang agar bisa mendapatkan tiket konser boyband asal Korea
itu. Parahnya lagi, sebagian besar remaja putri yang histeris, menangis
bahkan pingsan saat berebutann tiket konser Suju (Super Junior),
beragama Islam. Hal itu dapat dilihat pada cuplikan berita-berita (baik
di online atau media elektronik).
jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu
Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..
Tampilkan postingan dengan label K-Lovers. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label K-Lovers. Tampilkan semua postingan
Langganan:
Postingan (Atom)

