Pada hari Ahad, 20 Maret 2016 Biro Al Quran dan Kurikulum yang berada di
bawah Bidang Kaderisasi DPD PKS Sukoharjo mengadakan Training Tutor
Tahsin yang bertempat di desa Jombor pada jam 08.00 - 16.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan DPC se kabupaten Sukoharjo, tiap DPC mengirimkan delegasi 2 ikhwan dan 2 akhwat.
Dalam sambutannya mewakili DPD, Bapak Budiharjo, M.Pd. menyampaikan bahwa training
yang diikuti saat ini bernilai ibadah, walaupun orang memandang PKS
sebagai partai politik namun PKS adalah parpol yang menerapkan Islam di
setiap sendi kehidupannya.
jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu
Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..
Senin, 11 April 2016
Saatnya Mulai Bangkit Tinggalkan Kemalasan
Oleh: Ustadz Dr Saeful Bahri MA.
Surat al-Mudatsir diturunkan Allah di Makkah, setelah surat al-Muzammil sebagaimana urutannya dalam al-mushaf al-utsmâny [1].
Surat ini secara umum memiliki isi yang serupa dengan surat
sebelumnya. Yaitu tentang perintah langsung Allah kepada Nabi Muhammad
saw untuk menyerukan dakwahnya. Menyampaikan dakwah kepada kaum beliau.
Selain itu, juga membicarakan tentang kondisi neraka dan orang-orang
musyrik yang mengingkari dakwah Rasulullah saw [2].
Jika
dalam surat al-Muzammil Allah lebih menitikberatkan pada persiapan
mental dan bekal seorang dai atau nabi yang akan mengemban risalah
dakwah-Nya, maka dalam surat ini Allah memberitahukan langkah praktis
yang mesti diambil seorang pengemban risalah.
“Hai orang yang berselimut. Bangunlah, lalu berilah peringatan!”(QS.74: 1-2)
Kiprah Prestatif Sosok Perempuan PKS Ledia Hanifa
Jakarta
(7/4) – “Bismillah, semoga Allah mudahkan urusan”. Kalimat itulah yang
pertama kali keluar dari untaian kata Perempuan PKS Ledia Hanifa saat
ditanya seorang wartawan, menggantikan posisi Fahri Hamzah dari kursi
Wakil Ketua DPR RI.
Pimpinan DPR perempuan pertama pasca
reformasi ini, mewarisi darah politik yang berasal dari sang kakek, Rd.
H. Hasan Natapermana, yang pernah menjabat sebagai anggota Parlemen
Pasundan sekaligus Tokoh Koperasi Jawa Barat.
Sedari kecil, Ledia memilih terjun
bersama masyarakat: memimpin, mengelola perbedaan, hingga meraih
prestasi di dalamnya. Wajar, saat di SD Taman Sari, Rawasari, Jakarta
Pusat, Ledia menyabet dua penghargaan berturut-turut, yaitu Penghargaan
Penggalang Garuda Gerakan Pramuka Jakarta Pusat (1984) dan Penghargaan
Peserta Terbaik Latihan Pengembangan Kepemimpinan Penegak dan Pandega
se-Kwartir Cabang Jakarta Pusat (1986).
Tunjuk Ledia Sebagai Pimpinan DPR, PKS Beri Tempat Bagi Perempuan Berprestasi
Jakarta (7/4) -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman memberikan alasan bahwa penunjukan Ledia Hanifa Amaliah menjadi Wakil Ketua DPR menggantikan Fahri Hamzah, karena memberikan kesempatan besar kepada perempuan PKS.
“Ini sebuah terobosan pertama kali pimpinan DPR adalah perempuan. Kita berharap dengan tampilan Ledia di situ, tentu ingin memberikan satu gambaran bahwa PKS memberikan tempat yang baik buat perempuan yang memang berprestasi,” katanya di Gedung DPP PKS, Jakarta, Kamis (7/4).
Kang Iman, demikian ia akrab disapa, menilai bahwa penunjukan Ledia juga karena punya kapabilitas yang bagus. “Ledia dipilih karena beliau politisi senior dan seorang anggota legislatif yang sangat produktif dan artikulatif,” ucapnya.
PKS Ajukan Ledia Hanifa Jadi Wakil Ketua DPR RI
Jakarta
(6/4) -- Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) Partai Keadilan Sejahtera
mengajukan Ledia Hanifa untuk menggantikan posisi Fahri Hamzah sebagai
Wakil Ketua DPR RI. Surat pergantian itu diajukan F-PKS, Rabu
(6/4/2016).
Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman
mengatakan Ledia Hanifa ditunjuk untuk menggantikan posisi Fahri Hamzah
sebagai wakil ketua DPR. “Ledia Hanifa yang akan menggantikan Fahri
Hamzah,” kata Sohibul Iman, di Jakarta, Rabu (6/4/2016).
Pengajuan nama Ledia Hanifa sebagai
pengganti Fahri diputuskan dalam rapat Dewan Pimpinan Tingkat Pusat PKS.
Perempuan kelahiran Bandung, 47 tahun lalu ini dianggap memiliki
kemampuan untuk duduk di kursi pimpinan DPR.
Penjelasan PKS Tentang Pelanggaran Disiplin Partai yang Dilakukan Saudara Fahri Hamzah
PENJELASAN DPP PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
TENTANG
PELANGGARAN DISIPLIN PARTAI
YANG DILAKUKAN OLEH SAUDARA FAHRI HAMZAH
TENTANG
PELANGGARAN DISIPLIN PARTAI
YANG DILAKUKAN OLEH SAUDARA FAHRI HAMZAH
Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Untuk menghindari kesimpangsiuran informasi dan meluruskan duduk persoalan yang terkait dengan Saudara Fahri Hamzah yang telah beredar di publik, DPP PKS memandang perlu diterbitkannya Penjelasan Kronologis Permasalahan tersebut.
Penjelasan ini diharapkan memberikan gambaran dan pemahaman yang lebih utuh dan proporsional baik secara substansi permasalahan maupun proses penanganannya. Semoga Allah Swt memberikan keteguhan dan kemantapan hati kita untuk saling menasehati dalam kesabaran dan kebenaran serta mengokohkan tali ukhuwah di antara kita.
Berikut ini adalah penjelasan kronologis permasalahan Saudara Fahri Hamzah:
PKS Sukoharjo Tawarkan 4 Solusi Berkhidmat untuk Rakyat
Hari Ahad 21 Februari 2016, PKS
Sukoharjo menggelar Rakorda (Rapat Koordinasi Daerah) di Hotel Istana
Hapsari Sukoharjo. Rakorda ini sebagai sarana untuk menyatukan gerak dan
langkah PKS Sukoharjo dalam berkhidmat untuk rakyat Sukoharjo. Selain
itu Rakorda ini juga sebagai sarana untuk melantik struktur partai dan
menumbuhkan kader-kader baru yg jujur, amanah dan militan (jamil).
Di
awal sambutannya Ketua DPD PKS Sukoharjo, Ari Sarwanto Amd mengucapkan
selamat atas dilantiknya Wardoyo Wijaya - Purwadi sebagai Bupati dan
Wakil Bupati Sukoharjo periode 2016-2021. Ari Sarwanto juga menyatakan
bahwa PKS Sukoharjo siap membersamai pemkab Sukoharjo dalam berkhidmat
untuk rakyat sukoharjo dengan harapan bisa terwujud Sukoharjo Makmur,
Adil dan Sejahtera (MAS).
Zulkifli Hasan: PKS Semakin Hari Semakin Bagus
Jakarta (6/4) – Ketua Umum Partai
Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan memberikan ucapan selamat ulang
tahun (milad) kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
“Saya mengucapkan selamat yang ke-18 bagi PKS yang dari awal bersama-sama dengan PAN,” kata Zulkifli beberapa waktu yang lalu.
Ia mengapresiasi kerja-kerja PKS dan
menaruh harapan kepada Partai yang dipimpin oleh Mohamad Sohibul Iman
ini agar ke depannya semakin baik. “Insya Allah semakin hari semakin
bagus, bertambah bulan bertambah tahun bertambah pula memberikan
kebaikan bagi umat, bangsa dan negara,” ucapnya.
2019, PKS Bidik 5 Kursi DPRD Sukoharjo
Solopos.com, Sukoharjo - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sukoharjo membidik lima kursi legislatif pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Para pengurus dan kader partai akan melakukan konsolidasi internal guna mewujudkan terget tersebut.
Hal ini diungkapkan Ketua DPD PKS Sukoharjo periode 2015-2020, Ari Sarwanto, seusai acara musyawarah daerah (Musda) ke-4 PKS Sukoharjo di kantor partai politik (parpol) setempat, Minggu (1/11/2015).
Menurut dia, PKS menargetkan ada satu anggota legislatif di lima daerah pemilihan (dapil) di Sukoharjo.
“Target kami jumlah kursi legislatif pada Pileg 2019 tak jauh berbeda dengan Pileg 2004 yakni lima kursi. Perlu ekstra kerja keras untuk mencapai target itu,” kata dia, saat ditemui wartawan, Minggu.
Hal ini diungkapkan Ketua DPD PKS Sukoharjo periode 2015-2020, Ari Sarwanto, seusai acara musyawarah daerah (Musda) ke-4 PKS Sukoharjo di kantor partai politik (parpol) setempat, Minggu (1/11/2015).
Menurut dia, PKS menargetkan ada satu anggota legislatif di lima daerah pemilihan (dapil) di Sukoharjo.
“Target kami jumlah kursi legislatif pada Pileg 2019 tak jauh berbeda dengan Pileg 2004 yakni lima kursi. Perlu ekstra kerja keras untuk mencapai target itu,” kata dia, saat ditemui wartawan, Minggu.
Presiden PKS Optimis Sragen Lebih Baik
Presiden PKS Shohibul Iman, sangat optimis sragen akan lebih baik
dibawah kepemimpinan Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Dedy Endriyatno.
“Menginat dari sekian pilkada yang diikuti oleh PKS di jawa tengah,
hanya sragen yang menang” ungkap Shohibul Iman saat melantik 254
pengurus DPC dari 20 kecamatan dikabupaten sragen, minggu (28/2).
Acara yang dilaksanakan di gedung kartini dihadiri sedikitnya 2000 orang. Turut hadir dalam acara ini; Bupati & Wakil Bupati terpilih Yuni Dedy, Pengurus partai Gerindra, Relawan Yuni Dedy, Pengurus DPW PKS, wakil walikota Salatiga Muh Haris, dan beberapa tokoh masyarakat dikabupaten sragen.
Dalam arahannya, Shohibul Iman meminta kepada kader PKS terkhusus struktur untuk terus berperan dalam 3 hal, yakni Pelayanan masyarakat, Pemberdayaan potensi masyarakat dan advokasi kebijakan. ”Pesan saya kepada kader PKS, kita harus terus berperan dan berkhidmat kepada masyarakat dalam 3 hal: Dimensi Pelayanan, Dimensi Pemberdayaan, dan Advokasi Kebijakan”.
Acara yang dilaksanakan di gedung kartini dihadiri sedikitnya 2000 orang. Turut hadir dalam acara ini; Bupati & Wakil Bupati terpilih Yuni Dedy, Pengurus partai Gerindra, Relawan Yuni Dedy, Pengurus DPW PKS, wakil walikota Salatiga Muh Haris, dan beberapa tokoh masyarakat dikabupaten sragen.
Dalam arahannya, Shohibul Iman meminta kepada kader PKS terkhusus struktur untuk terus berperan dalam 3 hal, yakni Pelayanan masyarakat, Pemberdayaan potensi masyarakat dan advokasi kebijakan. ”Pesan saya kepada kader PKS, kita harus terus berperan dan berkhidmat kepada masyarakat dalam 3 hal: Dimensi Pelayanan, Dimensi Pemberdayaan, dan Advokasi Kebijakan”.
Langganan:
Postingan (Atom)


