Di
awal sambutannya Ketua DPD PKS Sukoharjo, Ari Sarwanto Amd mengucapkan
selamat atas dilantiknya Wardoyo Wijaya - Purwadi sebagai Bupati dan
Wakil Bupati Sukoharjo periode 2016-2021. Ari Sarwanto juga menyatakan
bahwa PKS Sukoharjo siap membersamai pemkab Sukoharjo dalam berkhidmat
untuk rakyat sukoharjo dengan harapan bisa terwujud Sukoharjo Makmur,
Adil dan Sejahtera (MAS).
jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu
Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..
Tampilkan postingan dengan label Info Seputar Sukoharjo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Seputar Sukoharjo. Tampilkan semua postingan
Senin, 11 April 2016
PKS Sukoharjo Tawarkan 4 Solusi Berkhidmat untuk Rakyat
Hari Ahad 21 Februari 2016, PKS
Sukoharjo menggelar Rakorda (Rapat Koordinasi Daerah) di Hotel Istana
Hapsari Sukoharjo. Rakorda ini sebagai sarana untuk menyatukan gerak dan
langkah PKS Sukoharjo dalam berkhidmat untuk rakyat Sukoharjo. Selain
itu Rakorda ini juga sebagai sarana untuk melantik struktur partai dan
menumbuhkan kader-kader baru yg jujur, amanah dan militan (jamil).
Kamis, 19 Mei 2011
DPRD pertanyakan pendataan sertifikasi guru
DPRD Sukoharjo mempertanyakan pendataan sertifikasi guru 2011 di Kabupaten Sukoharjo menyusul banyaknya keluhan dari beberapa guru yang batal masuk kuota.
Ketua Fraksi PKS, Hasman Budiadi mengungkapkan sejak Mei lalu, dirinya mendapatkan laporan dari guru-guru yang batal masuk kuota. Padahal, guru-guru tersebut sudah memenuhi segala persyaratan untuk diusulkan masuk data sertifikasi guru 2011.“Dalam laporan salah satu guru dari Mojolaban, dia berada pada nomor urut 6 di data sertifikasi. Golongannya IV A dan sudah mengajar selama 24 tahun. Tapi, dia digeser dengan nomor urut 12 yang baru memiliki masa kerja 11 tahun dan golongannya III D,” ungkap Hasman, Kamis (19/5).
1.319 Warga Suspect Tuberkulosis
Sebanyak 1.319 warga dinyatakan suspect Tuberkulosis (TB). Dari jumlah tersebut 133 di antaranya dipastikan positif.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Tutik Karyaningsih mengatakan jumlah penderita TB jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya masih rendah. Akan tetapi melihat kondisi cuaca seperti ini tetap dilakukan kewaspadaan. “Data 1.319 suspect TB tersebut baru sampai bulan April dan jika tidak dilakukan antisipasi sejak dini ditakutkan akan terus mengalami peningkatan,” ujar Tutik, Rabu (18/5).
Dikatakan Tutik, salah satu upaya untuk mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut adalah dengan melakukan pengawasan serta membentuk jejaring di tingkat desa. Dengan langkah itu diharapkan muncul kewaspadaan di tingkat desa sehingga penyebarannya bisa diminimalisasi.
Selasa, 10 Mei 2011
Pengajian Umum Bersama Bupati Sukoharjo dan Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina
Ratusan orang yang terdiri dari warga MTA dari beberapa cabang, masyarakat sekitar, dan tamu undangan menghadiri Pengajian Umum bersama Bupati Sukoharjo dan Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina di MTA Cabang Sukoharjo III (Bendungan), Senin (9/5). Kegiatan ini aslinya merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap 3 bulan sekali sebagai ajang silaturrahim beberapa cabang di Sukoharjo. Namun tidak seperti biasanya, pada kesempatan ini dapat menghadirkan beberapa tamu undangan, diantaranya Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo, SH,MH, Wakil Bupati Sukoharjo, Drs. Haryanto, MM, Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina, jajaran Muspika dan Muspida, Kapolres (atau yang mewakili), dan beberapa ormas Islam di daerah Sukoharjo dan sekitarnya.
Acara dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan pemutaran profil MTA Cabang Sukoharjo III, dilanjutkan laporan Ketua MTA Cabang Sukoharjo III. Acara dilanjutkan dengan penyerahan surat Ijin Mendirikan Bangunan dari Bupati kepada pengurus MTA Cabang Sukoharjo III. Setelah penyerahan IMB, Bupati memberi sambutan. Dalam sambutannya, Bupati mengucapkan terimakasih kepada MTA dengan berbagai kegiatannya yang bermanfaat bagi masyarakat. Bupati juga menyampaikan beberapa program keagamaan di lingkungan pemerintahannya, seperti penyelenggaraan pengajian, penyelenggaraan pendidikan Islam, dan sebagainya.
Senin, 18 April 2011
Kasus Kekerasan Berbasis Gender di Sukoharjo Meningkat
Kasus kekerasan berbasis gender di Sukoharjo mengalami peningkatan. Pada tahun 2009 ada 40 kasus, sedangkan tahun 2010 mencapai 44 kasus. Faktor penyebab peningkatan tersebut dikarenakan adanya kemajuan teknologi.
Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Susi Purnama Diah mengatakan kasus kekerasan setiap tahunya terus meningkat. Banyaknya peningkatan kasus ini dipengaruhi banyak faktor di antaranya faktor ekonomi, pendapatan per kapita, sosial, perubahan pola perilaku masyarakat dan kemajuan teknologi.
Menurut dia, kekerasan berbasis gender masih di dominasi oleh anak-anak dengan jumlah total mencapai 24 kasus. Kemudian, dari rincian kasus di tahun 2010 Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sebanyak 18 kasus, seksual 22, penelantaran dua dan mengalami psikis tidak ada. “Kekerasan seksual mendominasi sebanyak 22 kasus. Hal tersebut disebabkan karena kemajuan teknologi seperti adanya televisi, internet dan ponsel,” Diah saat ditemui di kompleks DPRD, Senin (18/4).
Selasa, 21 September 2010
Anggaran rekrutmen CPNS capai Rp 800 juta
Sukoharjo (Espos). Pemkab Sukoharjo mengajukan anggaran senilai Rp 800 juta untuk biaya rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi 2010 dalam APBD Perubahan 2010.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sukoharjo, Sardiyono mengatakan anggaran tersebut diperkirakan mampu mengkaver seluruh kebutuhan pada rekrutmen CPNS formasi 2010 yang rencana akan dilaksanakan Oktober mendatang. “Untuk formasi yang dibuka kali ini kan hanya sedikit, yakni 189 formasi,” jelas Sardiyono kepada wartawan, Selasa (21/9).
Menurut estimasi BKD Sukoharjo, imbuhnya, jika pelamar CPNS kali ini sekitar 18.000 orang maka dana sebanyak Rp 800 juta itu akan mampu menutup seluruh kebutuhan untuk keperluan rekrutmen CPNS. Perkiraan jumlah pelamar yang disesuaikan dengan jumlah formasi itu telah didasarkan jumlah pelamar pada rekruitmen sebelumnya.
Langganan:
Postingan (Atom)


