jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label Yoyoh Yusroh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yoyoh Yusroh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Juli 2011

Jejak Teladan Alm Yoyoh Yusroh, Politisi Perempuan PKS

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Tidak banyak perempuan Indonesia yang paham dan sadar bahwa dunia politik adalah dunia yang setara milik kaum laki-laki dan perempuan. Seringkali, dunia politik justru dianggap sebagai dunia keras milik laki-laki, karena politik selama ini identik dengan perebutan kekuasaan.

Padahal, perempuan juga memiliki kepentingan-kepentingan tertentu yang belum tentu dapat diwakili oleh laki-laki. Persepsi negatif itulah yang ditepis almarhumah Yoyoh Yusroh, seorang politisi perempuan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang wafat karena kecelakaan pada 27 April 2011 lalu.

Kiprah wanita yang akrab disapa Ustadzah itu di parlemen menunjukkan kepada publik bahwa perempuan juga mampu menjalankan amanah politik dengan baik. Menurut dia, memisahkan perempuan dari politik sama dengan memisahkan masyarakat dari lingkungannya.

Kiprah Ustadzah Yoyoh, sebagai poltisi perempuan, di wilayah publik juga diapresiasi banyak pihak, baik rekan maupun lawan politik. Dalam pembahasan RUU Pornografi misalnya, Ustadzah Yoyoh adalah salah seorang legislator yang gigih untuk terus memperjuangkannya, semata-mata untuk kebaikan masyarakat Indonesia.

Rabu, 25 Mei 2011

(rekaman utuh) Kesaksian Ust Hilmi pada Takziyah (alm) Yoyoh Yusroh

(Translate dari rekaman audio oleh Abu Rasyidah)

...

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un tsumma Innalillahi wa inna ilaihi raji’un tsumma Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.


Alhamdulillah wash sholatu was salamu ‘ala rasulillah wa ‘ala alihi wasohbihi wa ma walah.
Wa qolallahu azza wa jalla fi kitabihil aziz, a’udzubillahi minasy syaitanir rajim,
wa likulli ummatin ajal, faidza ja-a ajaluhum la yasta’khiruna saah – wa la yastaqdimun.
wa qola: kullu nafsin dza-iqatul maut, wainnama tuwaffauna ujurakum yaumal qiyamah, fa man zuhziha ‘anin naari wa udkhilal jannata fa qad faza. Wa mal hayatud dunya illa mata’ul ghurur.
wa qola: minal mukminina rijalun shodaqu ma ‘ahadullaha alaihi, fa minhum man qadla nahbahu wa minhum man yantazhir, wa maa baddalu tabdilaa.
Shodaqollahu azhim


Hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah swt,

Saya diminta untuk mewakili keluarga besar almarhumah ustadzah Yoyoh Yusroh dan keluarga besar ayahanda beliau, ayahanda almarhumah, KH Abdushshomad (alm) dan Hj. Siti Aminah ibunda Yoyoh, begitu juga tiga belas anak-anaknya.

Pertama-tama untuk menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada hadirin-hadirat yang telah meluangkan waktu untuk bertakziyah dan mendoakan almarhumah. Mudah-mudahan doanya insya Allah diterima oleh Allah swt.

Jika sebagai manusia ada kekhilafan, ada kesalahan, ada kelalaian mohon dimaafkan. Begitu juga jika ada hutang-piutang yang tidak diketahui keluarga mohon disampaikan kepada pihak keluarga untuk diselesaikan dan atau kemudian jika tidak sempat menghubungi keluarga mudah-mudahan bisa meridhokan, bisa meridhokan sehingga tidak menjadi beban bagi almarhumah.

Senin, 23 Mei 2011

KEMATIAN sebuah MISTERI (Catatan Terakhir Ustadzah Yoyoh Yusroh)

Siapapun manusia didunia ini, baik ulama, cendikiawan, dokter, psycholog, para normal atau apapun statusnya tidak akan tahu kapan hari, jam, dan tanggal kematiannya. Karena kematian seseorang merupakan hak prerogative Allah SWT yang tidak pernah diumumkan kepada manusia.

Untuk para hamba yang memiliki pemahaman seperti ini, ia akan selalu siaga untuk menghadapi hari kematiannya dengan berbagai amal yang diridhoi Allah SWT. Siaga menghadapi kematian melebihi kesiagaan dalam hal lain. Misalnya saat ini banyak orang melakukan siaga bencana, siaga perang, siaga banjir dan siaga-siaga lainya tapi luput programnya dari siaga kematian. Padahal kematian adalah sebuah misteri, ia akan merenggut siapa saja didunia ini dengan tidak mengenal usia. Bukan hanya orang tua, tetapi anak muda, remaja bahkan bayi sekalipun dapat meninggal tanpa diprediksi. Kematian juga tidak mengenal apakah orang itu sakit atau sehat, karena terbukti orang yang sehat, segar dan bugar juga bisa mengalami mati mendadak.

Kematian juga tidak selalu dialami seseorang secara sendirian, karena bila Allah SWT menghendaki kematian bisa dialami oleh sebuah komunitas, atau suatu bangsa di suatu daerah , atau suatu wilayah atau suatu negara dalam jumlah yang sangat menakjubkan. Contoh peristiwa gempa bumi di Padang Sumatera Barat atau Tsunami di Aceh dan yang terakhir di Jepang.

Yoyoh Yusroh, Politisi PKS yang Menenteramkan Hati Siapapun

Keimanan seseorang harus memenuhi tiga unsur. Diyakini dalam hati, diucapkan melalui perkataan, dan dimanifestasikan dalam perilaku sehari-hari.

Itulah yang tercermin dari perilaku Yoyoh Yusroh, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang meninggal dalam kecelakaan di Tol Palikanci, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu dinihari (21/5). Yoyoh membuktikan, keimanan bukan sekedar ritual dan tampilan. Iman harus direaliasasikan dalam kehidupan politik dan diperjuangkan di ruang publik.

"Bu Yoyoh mengajarkan pada kita, keimanan harus berwujud pada kerja melawan pemiskinan dan pembodohan, oleh siapapun," kata politisi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu, 22/5).

Minggu, 22 Mei 2011

Hidupmu Menginspirasi Kami - In Memorian Ustadzah Yoyoh Yusroh

“Jazakallah ustadz sudah membimbing anak kami”, kata itu masih terngiang ditelingaku saat hampir satu tahun lalu engkau mengambil raport untuk putri ketujuhmu Salma Salimah. Waktu itu aku yang menjadi wali kelas di sekolah anakmu, sangat salut padamu karena betapa orang sekelas dan sesibukmu mampu menyempatkan diri datang kesekolah untuk mengambil raport anaknya, sementara tidak sedikit orangtua murid yang sebenarnya tidak terlalu sibuk tapi tidak sempat datang kesekolah untuk sekedar mengambil raport anak-anaknya. Dan kemarin aku mendengar engkau baru saja menghadiri dan menyaksikan acara wisuda salah seorang putramu sesaat sebelum Allah memanggilmu. Ustadzah Yoyoh, sungguh perhatianmu pada keluarga sangat menginspirasi kami.

Ustadzah Yoyoh Yusroh, begitu biasanya kami memanggilmu, sangat sederhana. Tetapi jalan hidupnya ternyata tidak sesederhana namanya. Ibu dari 13 orang anak ini merupakan anggota DPR RI dari FPKS selama tiga periode. Track Record mu dalam kancah dakwah di masyarakat dan legislatif sudah tidak diragukan lagi. Kiprah mu di Komisi I DPR RI meninggalkan begitu banyak jejak kebaikan, menghidupkan kembali fungsi negara Indonesia yang berperan aktif dalam perdamaian di beberapa negara Konflik. Ketika keadaan di Palestina dan negara-negara arab sedang memanas, engkau yang aktif menjadi ustazah beberapa majlis ta’lim ini tanpa rasa takut dan ragu mengunjungi negara-negara tersebut, mewakili Indonesia untuk melihat kontribusi apa yang bisa di berikan. Sampai di penghujung umurmu tak pernah henti mencoba merealisasikan da’wah Nabimu. Memperbaiki diri sendiri, memperbaiki keluarga, memperbaiki masyarakat, memperbaiki negara, dan memperbaiki dunia.

Mursyid Am Ikhwanul Muslimin Berbela Sungkawa Atas Wafatnya Yoyoh Yusroh

Prof. Dr. Muhammadi Badie, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam kepada Presiden Partai Keadilan Sejahtera di Indonesia atas wafatnya ustadzah Yoyoh Yusroh, anggota Parlemen Indonesia dan Anggota Komite Keluarga dan Wanita Islam Internasional, yang wafat karena disebabkan kecelakaan.

Almarhumah merupakan akhwat yang energik dan luar biasa dalam mendukung aktifitas dan kegiatan yang terkait dengan masalah keluarga dan anak. Beliau memiliki peran yang sangat besar dalam kegiatan keakhwatan yang terkait dengan pendidikan anak.

يتقدم فضيلة الأستاذ الدكتور محمد بديع المرشد العام للإخوان المسلمين بخالص العزاء لرئيس حزب العدالة والرفاهية بإندونيسيا في وفاة الأستاذة يويو يسره عضو البرلمان الإندونيسي وعضو مجلس إدارة المنتدى الإسلامي العالمي للأسرة والمرأة، والتي وافتها المنية في حادث سيارة أليم.

والفقيدة من أبرز الأخوات الناشطات في مجالات دعم الأسرة، وكان لها إسهامات كبيرة فيما يتعلق بتربية النشء.

Kerja Ikhlas, Keras, Cerdas, Tuntas dan Mawas (Nasihat Almarhumah Ustadzah Yoyoh Yusroh) oleh Afifah Afra Satu pada 21 Mei 2011

Bergetar jemari ini ketika mengetik di atas laptop. Ini tulisan obituary ketiga yang saya angkat dalam bentuk catatan. Setelah almarhum ayahanda, Mbak Nurul F Huda, dan kini, seorang guru, da'iyah, ibunda, sosok yang sangat menginspirasi hidup saya, kembali Dipanggil menghadap-Nya. Sabtu ini, dini hari tadi karena kecelakaan di Cirebon. Allah, Engkau Maha Tahu atas segalanya...

Masih terngiang di telinga saya, tausiah yang meluncur dari wajah yang selalu bersinar, dengan bibir yang selalu tersenyum itu. Tausiah yang diberikan para aktivis LKIP (Lembaga Kajian dan Informasi Pemilu) yang beliau dirikan bersama beberapa tokoh ummahat, antara lain Ibu Sri Rahayu Tifatul Sembiring. Beberapa muslimah dari berbagai daerah, Banda Aceh, Padang, Solo, Ambon, Jakarta, Tangerang, Bekasi dan sebagainya berkumpul di rumah beliau, di sebuah waktu di awal tahun 2004.

"Bekerja itu dengan prinsip lima as," kata beliau. Suaranya jernih. "Pertama, ikhlas. Jadikan semua itu bermuara kepada Allah. Lalu kerja keras. Kita optimalkan seluruh kemampuan fisik kita. Mujahadah. Lalu, cerdas. Kerja harus menggunakan siasat, perencanaan, kemampuan otak. Jangan lupa, kerja harus tuntas. Dan akhirnya, tutup dengan evaluasi, atau mawas."

Yoyoh Politisi yang tak Kenal Tawar Menawar

“Ibu sangat yakin pondok pesantren ini akan berdiri,” ujar Sutrisno mandor yang membangun pondok pesantren milik Yoyoh Yusroh.

Yoyoh Yusroh adalah politikus dari fraksi PKS anggota Komisi I DPR RI yang meninggal akibat kecelakan di tol Kanci Cirebon pada dini hari ini.

Sutrisno mengatakan dirinya sudah satu setengah tahun bekerja pada almarhumah. “Dulu saya pertama kali dipanggil almarhumah mengatakan memiliki uang Rp 29 juta dan ingin mendirikan pondok pesantren. Alhamdulillah rencana tersebut sampai kini bisa terus berjalan”

Mari Belajar Kokoh dari Ustadzah Yoyoh Yusroh

Sabtu 21 Mei 2011 bertepatan dengan 18 Jumadits Tsani, kita kehilangan seorang mujahidah dakwah, ustadzah, muballighoh, bunda yang penuh kesabaran : Yoyoh Yusroh. Masyarakat banyak mengenalnya sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PKS yang sangat gigih memperjuangkan RUU pornografi. Usulan cerdas beliau tentang kemungkinan tentara TNI wanita berjilbab juga menarik banyak pihak untuk mencermati langkah beliau. Keterlibatannya di kerja dewan sejak tahun 1999 tidak menyurutkan langkahnya dalam dakwah dan tarbiyah di tengah masyarakat. Taujihat dan ceramahnya senantiasa dinanti setiap kader dakwah khususnya akhwat muslimat. Panggilan Bunda yang dialamatkan kepada beliau menunjukan penghargaan dan arti khusus diri beliau di hati setiap akhwat kader dakwah. Beliau kini telah meninggal, namun catatan kebaikan telah banyak ditorehkan, saatnya bagi kita untuk meneladani dan melanjutkan perjuangannya.

Setiap kematian meninggalkan pesan, pesan untuk mengingat betapa dekatnya kita dengan alam barzah. Pesan untuk mengingat dan menyebut kebaikan yang meninggal agar ada langkah yang nyata dalam mengikuti kebaikan-kebaikan yang ada. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila kamu menghadiri orang yang sakit atau orang yang meninggal, maka katakanlah yang baik, maka sesungguhnya malaikat mengaminkan (membaca amin) atas apa yang kamu katakan.” (HR. Muslim)

Ijinkan saya berbagi kekaguman ttg Bunda...

Twit dari @RidlwanJogja:

Ijinkan saya berbagi kekaguman pada figur Ibunda Yoyoh Yusroh yg syahid tadi pagi.

1. Saya menemui bu Yoyoh di kampus IIQ, Ciputat untuk buat profil beliau. “Jam 7 pagi tepat ya, saya jam 8 mengajar” ujar #Bunda saat janjian.

2. Kampus masih sepi. Hanya #Bunda dan seorang staf yang sudah datang. ”Sudah sarapan belum” sapa beliau ramah.

3. Belum lagi dimulai wawancara, #Bunda sudah menebak : “ini terkait bu Diana yang mau nikah dengan ustad Dayat bukan?“ lalu tersenyum.

Fraksi Hamas Sampaikan Takziyah atas Kematian Yoyoh Yusroh

Anggota Komisi I DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga dikenal aktivis solidaritas Palestina dan pernah berkunjung langsung ke Gaza, Yoyoh Yusroh, meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan tunggal di ruas jalan tol Palikanci, Cirebon, Sabtu (21/5) sekembalinya dari Jogya untuk menghadiri wisuda anaknya. Selain itu, kecelakaan tersebut juga membuat enam penumpang yang merupakan keluarga Yoyoh mengalami luka. Duka dan takziyah serta simpatipun turut disampaikan oleh bangsa Palestina.

Yoyoh Yusroh adalah sosok yang cukup dikenal di kalangan aktivis Islam karena perjuangan-perjuangan dakwah dan kepentingan umat baik melalui parlemen atau kemasyarakatan serta kemanusiaan. Bukan dalam tataran nasional saja, namun juga di level internasional. Dia termasuk orang yang turut andil dalam perjuangan kemanusiaan Palestina. Bahkan dia sendiri pernah berkunjung dan melihat langsung penderitaan warga Gaza yang sedang diblokade sebanyak dua kali. Terakhir ia tergabung dalam konvoi kemanusiaan “Life Line 5” yang dalam kesempatan ini bertemu dengan PM Palestina Ismail Haniya dan Wakil ketua I Parlemen Palestina Ahmed Bahr.

Wanita energik ini juga termasuk anggota tetap Kaukus Anggota DPR untuk Palestina yang begitu bersemangat membawa dan memperjuangkan Palestina melalui perlemen. Terutama beliau ingin memperjuangkan hak-hak wanita Palestina yang dijajah Israel.

Perempuan Pilihan Itu Telah Pergi: Selamat Jalan, Saudariku Yoyoh Yusroh...

Oleh: Pipiet Senja

Obituari

Tokoh nasional yang memiliki buah hati 13 orang ini sungguh figur yang patut diteladani oleh kita. Meskipun supersibuk sebagai anggota legislatif, ia tetap dapat merancang kebersamaan bersama suami dan semua anak demi memelihara cinta kasih, dan keharmonisan keluarga besarnya.

....

Kemarin, 21 Mei 2011, kita tersentak mendengar kabar dukacita, beliau pergi mendahului kita. Yoyoh Yusroh meninggal dalam kecelakaan mobil bersama dengan suami dan anak-anaknya yang saat itu sedang dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Jakarta setelah menghadiri acara wisuda anaknya di UGM. Mobil Inova hitam yang ditumpanginya terguling saat melaju dengan kecepatan tinggi. Diduga karena sopir yang mengendarainya mengantuk dan slip hingga mobil hilang kendali saat melintas di tikungan jalan tol Tegal Karang, Cirebon. Yoyoh Yusroh yang juga ibu dari 13 anak tersebut sudah tidak tertolong lagi, Yoyoh Yusroh tewas dalam kecelakaan tersebut, sedangkan suami dan anak-anaknya saat ini masih sedang dalam perawatan.

Jenazah Yoyoh Yusroh tiba dari rumah duka di Kompleks perumahan DPR di Kalibata, Jakarta Selatan, sekitar pukul 14.30 WIB. Jenazah tiba di RT 1/RW 1 No 54, Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

Biarkan Kami Mencemburuimu... (ode buat bunda Yoyoh)

Oleh: Cahyadi Takariawan

izinkan kami terus berjalan, bunda
jangan khawatirkan langkah kami
sebab kami telah mengerti arah jalan yang kau retaskan untuk kami
di situlah kami selalu berjalan ke depan
dan tak akan pernah berhenti menapaki

* * *

tenanglah kini engkau meniti surgaNya, bunda
karena kami yakin dengan apa yang dijanjikanNya
langkahmu itu, tegarmu itu, kokohmu itu
tak ada yang bisa mengalahkanmu
tak ada yang sanggup menghentikanmu
semua kami cemburu

Kesaksian-Kesaksian..... dari ust Hilmi hingga detik.com (in memoriam, Yoyoh Yusroh)


Usai mensholatkan jenazah (alm) Yoyoh Yusroh, Ust. Hilmi Aminuddin (Ketua Majlis Syuro DPP PKS) menceritakan kisah hidup bunda Yoyoh. Terbata-bata. Sembab. Ust Hilmi bertutur:

“Saya kenal sejak pertengahan 80-an, saat beliau masih mahasiswi IAIN Ciputat. Tak hanya mendengarkan ceramah, Yoyoh komitmen untuk ikut dalam gerakan dakwah. Dia tak hanya mendengar tapi berbuat.”

“Ketika saya dipenjara Soeharto Orba 2 tahun, dia sabar terus dakwah. Keluar penjara, saya dilapori perkembangan dakwah dari beliau.”

"Suatu saat ketika sudah siap untuk menikah Yoyoh meminta dicarikan. Yoyoh bilang "yang menjadi suami saya adalah yang dipilih oleh jama'ah dan da'wah."

Cermin Kematian..... (in memoriam, Yoyoh Yusroh)

CERMIN KEMATIAN
by Agoes 'GusPur' Poernomo
(Aleg PKS DPR RI)

***
Hampir sama
Antara kehidupan yang baik
Dengan kematian yang baik
Keduanya sama-sama baik

Hampir sama
Antara kehidupan yang buruk
Dengan kematian yang buruk
Keduanya sama-sama buruk

Cara mati kita
Hanya cermin
Cara hidup kita

(Senyum bahagia Da'iyah Syahidah alm. Yoyoh Yusroh)

Kecelakaan, Anggota DPR dari FPKS Yoyoh Yusroh Meninggal Dunia

Anggota Komisi I DPR Yoyoh Yusroh meninggal dunia. Politisi PKS tersebut menghembuskan nafas terakhir setelah mengalami kecelakaan di Cirebon, Jawa Barat. Innalillahi.

"Iya meninggal di rumah sakit Plumbon, Cirebon setelah kecelakaan," kata politisi PKS yang juga staf ahli Menkominfo, Ahmad Mabruri, kepada detikcom, Sabtu (21/5/2011).

Kabar duka ini diterima para pejabat PKS pukul 03.30 WIB dinihari. Menurut Mabruri, saat itu Yoyoh sedang dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Jakarta.

Minggu, 08 Mei 2011

Kaum Muslim Rusia Butuh Bantuan Indonesia

Indonesia bisa memberikan penguatan kapasitas bagi Dewan Mufti Rusia karena Majelis Ulama Indonesia sudah cukup banyak berperan di berbagai sektor yang mungkin di Rusia peran mereka perlu dipacu atau diakselerasi.

"Mereka ingin memperkuat kerja sama dengan MUI," kata anggota Komisi I DPR Yoyoh Yusroh, Jumat. Yoyoh baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Moskow.

Sejumlah mufti Rusia telah mengunjungi beberapa tempat di Pulau Jawa dan bertemu pimpinan lembaga Islam di Indonesia sesuai program KBRI Rusia beberapa waktu lalu. "Kaum Muslim di Rusia ternyata sudah cukup lama mengenal RI, bahkan pada 1956 Presiden Pertama Soekarno membuka sebuah masjid besar di Petersburg setelah 40 tahun bangunan tersebut dijadikan gudang. Ini dicatat dalam sejarah Muslim Rusia sebagai kehormatan besar," ujar Yoyoh, politisi PKS dari Dapil Banten.

Minggu, 26 September 2010

F-PKS Minta Panglima TNI Perbolehkan Wanita TNI Berjilbab

Jakarta. FPKS meminta agar calon Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mempertimbangkan agar wanita TNI boleh mengenakan jilbab saat berdinas. Atas permintaan itu, Agus akan mempertimbangkannya.

Pemakaian jilbab tersebut diyakini tidak akan mengganggu aktivitas para wanita ini. "Kalau bisa wanita bisa berpakaian sesuai aturan agama. Ini tidak akan mengganggu tugasnya," ujar anggota FPKS Yoyoh Yusroh.

Hal itu dikatakan dia dalam fit and proper test Laksamana Agus Suhartono di Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/9/2010).

Kamis, 04 Februari 2010

DPR Desak Pemerintah Antisipasi Penanggulangan Bencana

PK-Sejahtera Online. Jakarta (02/02). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) mendesak pemerintah agar segera melakukan penguatan kelembagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di Indonesia.

Masih kurangnya fungsi koordinasi lintas sektor atau departemen yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana menjadikan penanganan pemerintah terhadap korban bencana di Indonesia terkesan lambat dan kurang terkoordinir. Hal ini menggambarkan tanggung jawab pemerintah sesuai dengan amanat UU No. 24 Tahun 2007 pasal 5 dan 6 tentang Penanggulangan Bencana belum dijalankan dengan seharusnya.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Hj Yoyoh Yusroh menyampaikan hal tersebut disela-sela Rapat Paripurna di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Selasa (2/2).

“BNPB sebagai koordinator seharusnya mampu melakukan koordinasi yang baik dengan lembaga lain seperti Departemen Sosial, Departemen Pekerjaan Umum, Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan lain-lain berdasarkan data yang akurat terkait bencana yang terjadi di Indonesia. Jika data yang digunakan akurat dan mampu dikoordinasi dengan baik, maka tidak akan ada tumpang tindih bantuan. Untuk itu perlu dilakukan pendataan yang baik dan akurat mengenai upaya penanganan bencana, termasuk bantuan internasional,” jelas Yoyoh Yusroh.

Rabu, 27 Januari 2010

Tangani Kejahatan Terhadap Anak

Pemerintah Diminta Serius


PK-Sejahtera Online. Jakarta (28/01), Pemerintah diharapkan lebih serius dan bersungguh-sungguh dalam melakukan perlindungan anak Indonesia. Masih maraknya kasus penculikan, kekerasan, eksploitasi, diskriminasi dan bentuk-bentuk kejahatan dan perdagangan anak mesti ditangani dengan cepat. Pemenuhan dan penghormatan terhadap hak-hak anak Indonesia pun mesti segera direalisasikan.

Demikian ditegaskan Yoyoh Yusroh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirjen Yanrehsos Kementrian Sosial RI, Dirjen Binkesmas Kementrian Kesehatan RI, Bareskrim POLRI, Deputi Bidang Perlindungan Anak KPP dan PA, dan KPAI di Gedung DPR RI Kamis, 28 Januari 2010. Ia mengungkapkan, “Negara sampai saat ini masih menghadapi tantangan besar dalam masalah perlindungan anak, terutama terkait dengan kejahatan dan kekerasan terhadap anak. Hal ini terlihat dari maraknya pelanggaran terhadap anak, seperti kekerasan terhadap anak, anak putus sekolah, perdagangan anak serta eksploitasi anak. Ini tentunya menjadi tanggung jawab negara untuk mengatasinya. Karena dalam Undang-undang Dasar 1945 jelas ditegaskan bahwa fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara”.

“Pada tahun 2009 misalnya, KomNas Perlindunngan Anak mencatat ada sekitar 1.998 kasus kekerasan terhadap anak, yang 62,7 persennya adalah kekerasan seksual dalam bentuk sodomi, pekosaan, pencabulan serta inecst, sementara selebihnya kekerasan bersifat fisik & psikis,” jelas Yoyoh.