WASHINGTON. Dulu ia menjadi suara kaum moderat di kalangan Muslim AS. Kini imam muda, itu berbalik mengutuk AS sebagai "Bangsa Setan". Bersembunyi di Yaman dan mendapat stempel 'mati' dari CIA, ia terus berupaya menginspirasi umat Muslim lain untuk terjun dalam jihad. Salah satu yang dipengaruhi adalah Faisal Shahzad, pria pakistan pelaku percobaan pengeboman di Time Square, New York.
Seminggu setelah serangan 11 September, imam muda berusia 30 tahun, Anwar AL Awlaki, pemimpin masjid di luar kota Washington itu berubah menjadi 'jurubicara' Muslim. Ia mulai kerap berbiacar kepada para wartawan yang berburu berita dan menjelaskan bagaimana Islam sesungguhnya.
Ia mengutuk pembunuhan massal, mengundang kru televisi untuk berkeliling bersamanya dan bahkan dengan sabar menjelaskan makna ibadah dalam Islam. "Kami datang kemari untuk membangun, bukan untuk menghancurkan," ujar Anwar dalam sebuah kotbah. "Kami adalah jembatan antara Amerika dan 1 milyar lebih Muslim di penjuru dunia."










