Momentum demokrasi bertajuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) Boyolali tahun 2010 semakin menampakkan gregetnya. Pasalnya, Minggu, tanggal 9 Mei 2010 merupakan waktu pelaksanaan coblosan untuk memilih calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup) Boyolali. Pilkada Boyolali 2010 diikuti empat pasang calon, yakni pasangan Al Hisyam-Sugiyarto (Demokrat-PAN) yang meraih nomor urut 1, Seno Samodro-Agus Purmanto (PDIP-PKB) nomor 2, Daryono-Joko Widodo (Golkar-PKS) nomor 3 serta Djaka Srijanta-Purwasi Ahmad Nurzaenah (Hanura-Parpol kecil) di nomor urut paling buncit, yakni 4.
Jika mencermati para calon yang maju saat ini, fenomena Pilkada Boyolali 2005 sedikit kembali terulang. Setidaknya, ada tiga calon yang tahun 2005 maju, kini kembali tampil guna merebut kursi kepemimpinan Boyolali 2010. Mereka yakni Seno Samodro, Al Hisyam serta Djaka Srijanta. Anehnya, dari ketiga calon yang maju tahun 2010, mereka melalui partai yang sama sekali berbeda dengan tahun 2005.
Referensi Politik
Sebagai bahan refleksi, Pilkada 2005 telah dimenangkan pasangan Sri Moeljanto-Seno Samodro, yang waktu itu dicalonkan oleh Partai Golkar dengan memperoleh 213.530 suara atau 41,75 persen. Urutan kedua, pasangan Djaka Srijanta-Adha Nur Mujtahid yang dicalonkan PAN mendapatkan 133.305 suara (26,06 persen). Ketiga, pasangan Al Hisyam-Sururi yang diusung PDI-P dan hanya memperoleh 85.770 suara (16,77 persen).





