Dalam perjalananya, risalah dakwah yang diemban oleh para Da'i tidak selamanya berjalan dengan penuh kemulusan dan kelancaran. Ada kalanya menghadang berbagai bentuk rintangan dan ujian yang di hadapi seorang Da'i, diantaranya adalah:
Rongrongan keluarga
Anak, isteri, suami, ayah atau ibu bisa menjadi aspirasi atau penambah semangat berdakwah. Tetapi di saat yang sama mereka juga dapat menjadi batu sandungan bagi seorang da’i. Mereka berpotensi memalingkan garis dakwah, mengurangi intensitas interaksi seseorang dengan dakwah atau bahkan menghentikan sama sekali gerak dakwah seorang da’i.
Bisikan, tuntutan, atau ambisi-ambisi keluarga boleh jadi menyebabkan seseorang berat kaki untuk melangkah kaki untuk melaksanakan program-program dakwah. Begitu juga keadaan keluarga baik dalam sisi ekonomi, kesehatan, dan sebagainya dapat juga menjadi faktor penghambat keterlibatan seseorang dalam aktifitas dakwah.
jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu
Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..
Jumat, 06 Mei 2011
PKS Punya Sejarah Dengan NII?
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disebut-sebut memiliki kedekatan biologis dan ideologis dengan NII. Termasuk kaitannya dengan masuknya Ikhwanul Muslimin ke Indonesia. Menteri Peningkatan Produksi di Kabinet NII KW9, Imam Supriyanto mengatakan Hilmi Amiduddin (Ketua Majlis Syuro PKS)punya sejarahnya sendiri di NII.
Hilmi putra Danu Muhammad Hasan, yaitu Panglima Militer DII/TII bentukan Kartosuwiryo. Waktu itu, Danu bertugas di daerah operasi di Pantura seperti Cirebon dan Indramayu. Tak mengherankan jika masyarakat di sekitar pondok pesantren Al Zaytun sangat mengenal dengan Danu. Karena Indramayu menjadi salah satu daerah operasional DI/TII.
Saat terjadi kasus Komando Jihad Danu ditangkap. Namun, agar anaknya, yakni Hilmi tak terlibat, ia pun dikirim tugas belajar ke Mesir di Universitas Al Azhar.
Selama jadi mahasiswa, ia bersentuhan dengan Ikhwanul Muslimin. Yang saya dengar, selesai kuliah, gerakan itu dibawa ke Indonesia.
Dakwah adalah perbuatan
Teriring salam dari kami bagi jiwa yg tetap istiqomah di jalan Dakwah…!
Segala puji bagi Allah SWT atas nikmatnya yg tiada terhitung, Islam Iman dan Sehat serta ke istiqomahan kita yang pada hari ini masih berada dijalan-NYA.
Sholawat serta salam teriring kepada baginda Rasulullah SAW yang telah menyampaikan kebenaran dan cahaya Allah kepada umat manusia dan semesta alam. Juga kepada keluarganya sahabatnya dan kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah.
Segala puji bagi Allah SWT atas nikmatnya yg tiada terhitung, Islam Iman dan Sehat serta ke istiqomahan kita yang pada hari ini masih berada dijalan-NYA.
Sholawat serta salam teriring kepada baginda Rasulullah SAW yang telah menyampaikan kebenaran dan cahaya Allah kepada umat manusia dan semesta alam. Juga kepada keluarganya sahabatnya dan kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah.
“Mengapa kalian mengajak orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kalian melupakan diri (akan kewajib-an)mu sendiri, padahal kalian membaca Al kitab? Maka tidaklah kalian berfikir?” (Al-Baqarah: 44).
“Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan apa yang kalian tidak perbuat? Amat besar kebencian disisi Allah bahwa kalian mengatakan apa-apa yang kalian tidak kerjakan.” (Ash-Shaff: 2-3).
Sembunyikanlah Aib Saudaramu, Wahai Ikhwah! ren
Sesungguhnya seseorang itu dituntut untuk selalu menutupi aib orang yang bermaksiat dan tidak membukanya di depan khalayak, namun justru berusaha membantunya agar dia dapat menjauhi maksiat tersebut. Di antaranya dengan jalan menunjukkan dan memberitahukan bahwa pintu tobat itu tetap luas dan terbuka kepadanya.
Karena sesungguhnya ampunan Allah itu lebih besar dan taufik dan hidayah-Nya lebih dekat daripada urat lehernya sendiri, dengan catatan jika dia mau dan berkeinginan kuat untuk bertobat dengan penuh berserah dan ikhlas kepada-Nya.
Sebagian orang dengan sangat gigih membuang-buang umurnya hanya untuk mencari-cari kesalahan saudaranya sendiri dan menyebarkannya di depan khalayak ramai.
BR dan TBR bergabung ke Gerindra
Mantan Bupati Sukoharjo, Bambang Riyanto (BR) dan istrinya Titik Bambang Riyanto (TBR) kembali aktif ke arena politik. Keduanya, kini bergabung di Partai Gerindra.
Aktifnya kembali TBR ke kancah politik, terlihat ketika acara Rembug Partai Politik (Parpol) dan Sosialisasi UU No 2/2011 digelar di Wisma Boga, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Kamis (5/5/2011).
Pada acara itu, TBR hadir mewakili Partai Gerindra bersama sejumlah pengurus DPC Gerindra Sukoharjo.
Wakil Ketua I DPC Partai Gerindra Sukoharjo, Prapto Yuwono, membenarkan TBR telah bergabung dengan partai tersebut. Bahkan, kedudukan TBR di struktural partai sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Sukoharjo.
Kamis, 05 Mei 2011
Jangan Melihat dari Sudut Pandang Sempit
Penulis: Ust. Musyaffa Abdurrahim, Lc., Bidang Pembinaan Kader DPP-PKS
Sang suami melangkah menuju rumah lebih jauh..
Ternyata .. kotak-kotak bekas bungkus makanan tersebar di mana-mana
Kertas-kertas bungkus dan plastic bertebaran tidak karuan
Dan … pintu rumah bagian depan dalam keadaan terbuka.
Begitu ia melewati pintu dan memasuki rumah …
masyaAllah … kacau … berantakan …
ada lampu yang pecah
ada sajjadah yang tertempel dengan permen karet di dinding
televisi dalam keadaan on dan dengan volume maksimal
boneka bertebaran di mana-mana
pakaian acak-acakan tidak karuan menyebar ke seluruh penjuru ruangan,
Suatu hari seorang suami pulang kerja
Dan mendapati tiga orang anaknya sedang berada di depan rumah
Semuanya bermain lumpur, dan masih memakai pakaian tidur
Berarti semenjak bangun tidur, mereka belum mandi dan belum berganti pakaian.
Sang suami melangkah menuju rumah lebih jauh..
Ternyata .. kotak-kotak bekas bungkus makanan tersebar di mana-mana
Kertas-kertas bungkus dan plastic bertebaran tidak karuan
Dan … pintu rumah bagian depan dalam keadaan terbuka.
Begitu ia melewati pintu dan memasuki rumah …
masyaAllah … kacau … berantakan …
ada lampu yang pecah
ada sajjadah yang tertempel dengan permen karet di dinding
televisi dalam keadaan on dan dengan volume maksimal
boneka bertebaran di mana-mana
pakaian acak-acakan tidak karuan menyebar ke seluruh penjuru ruangan,
Sesegar Telaga Kautsar
Oleh: Muhammad Arifin Ilham
Ibarat seorang musafir yang menempuh perjalanan ke suatu tempat. Dia akan merasa senang ketika akan memulai perjalanan, juga ketika masih dalam perjalanan. Puncak perasaan senang itu datang saat ia telah sampai ke tempat yang ditujunya.
Diumpamakan juga seperti anak kecil yang diajak berekreasi oleh orang tuanya. Dia akan merasa gembira ketika orang tuanya menjanjikan hal itu. Dia akan lebih gembira lagi ketika ia dan orang tuanya mulai bersiap-siap untuk berangkat ke tempat itu. Puncak kegembiraannya adalah pada saat ia sampai ke tempat tujuan.
Diibaratkan juga seperti seorang yang akan menikah.Dia merasa senang pada saat-saat menjelang pernikahan-nya. Terlebih lagi setelah pernikahan itu dilaksanakan.
Kebahagiaan hidup di dunia ini bermula dari merasakan halaawatul iimaan (manisnya iman) dan, halaawatul iimaan adalah buah dari al-Mujaahadah fii thaa'atillah (usaha sungguh-sungguh untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah swt). Allah memberi karunia halaawatul iimaan kepada hamba-Nya, karena hamba itu terus-menerus "merayu" ridha-Nya dengan kemurnian akidah, kenikmatan beribadah, dan kemuliaan akhlak. Seseorang akan merasakan nikmatnya beribadah ketika ia konsisten melaksanakan ketaatan kepada-Nya.
Ibarat seorang musafir yang menempuh perjalanan ke suatu tempat. Dia akan merasa senang ketika akan memulai perjalanan, juga ketika masih dalam perjalanan. Puncak perasaan senang itu datang saat ia telah sampai ke tempat yang ditujunya.
Diumpamakan juga seperti anak kecil yang diajak berekreasi oleh orang tuanya. Dia akan merasa gembira ketika orang tuanya menjanjikan hal itu. Dia akan lebih gembira lagi ketika ia dan orang tuanya mulai bersiap-siap untuk berangkat ke tempat itu. Puncak kegembiraannya adalah pada saat ia sampai ke tempat tujuan.
Diibaratkan juga seperti seorang yang akan menikah.Dia merasa senang pada saat-saat menjelang pernikahan-nya. Terlebih lagi setelah pernikahan itu dilaksanakan.
Rabu, 04 Mei 2011
Maher Zain: Saya Tak Mau Merambah Musik Pop
Nama Maher Zain mendadak disebut di mana-mana. Wajahnya yang percampuran Eropa dan Lebanon kerap muncul di televisi belakangan ini. Banyak yang berseru senang ketika mendengar kabar pria pelantun lagu Palestine Will Be Free ini datang ke Indonesia. Namun banyak juga yang bertanya-tanya, "Memang siapa sih Maher Zain?"
Untuk mengenal lebih dekat penyanyi yang baru saja merilis album baru berjudul Thank You Allah ini, Yahoo! Indonesia sempat berbincang dengan Maher Zain di sela kegiatannya yang padat di Jakarta. Kebetulan wawancara digelar hanya selang beberapa menit setelah diumumkannya berita kematian Osama bin Laden.
"Baru saja saya lihat beritanya di televisi. It's sad but good. Di satu sisi, dia seorang muslim. Dia saudara kita. Tapi apa yang dia lakukan itu salah. Islam tak pernah mengajarkan kita untuk membunuh orang-orang yang tak bersalah," ujar Maher.
Anis Matta Lc: Surat Untuk Osama Bin Ladin...
osama...
kamu tidak pernah bilang padaku
kalau kamu ingin meledakkan wtc dan pentagon
bush juga tidak punya bukti sampai sekarang
jadi aku memilih percaya pada cinta
yang terancar dibalik keteduhan matamu
pada semangat pembelaan yang tersimpan dibalik
leebaaaaaaaaatnya janggutmu
osama...
kamulah yang mengajar bangsa-bangsa yang bisu
untuk bisaaaaaaaaaa bicara
maka mereka berteriak
Menjemput Kesetiaan
Oleh: Cahyadi Takariawan
Engkau aktif dalam kegiatan dakwah? Engkau telah bekerja melakukan berbagai upaya menebarkan kebaikan di daerah? Jika ya, maka mungkin engkau pernah mendengar ucapan-ucapan seperti ini, entah dari siapa.
“Lihatlah apa yang terjadi pada kalian. Setiap hari bertabur berita jelek di media. Itu menandakan aktivitas dakwah kalian sudah jauh menyimpang, karena kerakusan para pemimpin kalian. Mereka telah gila dunia dan melupakan akhirat”.
Engkau aktif dalam kegiatan dakwah? Engkau telah bekerja melakukan berbagai upaya menebarkan kebaikan di daerah? Jika ya, maka mungkin engkau pernah mendengar ucapan-ucapan seperti ini, entah dari siapa.
“Luar biasa aktivitas anda membesarkan dakwah di daerah. Sayang sekali, senior anda yang di pusat justru mengkhianati perjuangan anda. Mereka telah mengejar harta, tahta dan wanita, dan melupakan tujuan perjuangan. Lalu, untuk apa anda tetap berpayah-payah di daerah?”“Sia-sia semua yang kalian kerjakan. Hasilnya dirampas oleh sebagian kecil elit di antara kalian. Apa kalian masih akan bertahan?”
“Lihatlah apa yang terjadi pada kalian. Setiap hari bertabur berita jelek di media. Itu menandakan aktivitas dakwah kalian sudah jauh menyimpang, karena kerakusan para pemimpin kalian. Mereka telah gila dunia dan melupakan akhirat”.
Langganan:
Postingan (Atom)





