jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Kamis, 07 Maret 2013

PKS : Kemenangan di Jabar dan Sumut adalah Skenario Allah SWT


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski didera isu tak sedap soal korupsi daging sapi impor, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap unggul dalam pemilukada. Di Jawa Barat (Jabar), PKS mampu mengantar Ahmad Heryawan (Aher)-Deddy Mizwar ke posisi teratas.

Begitu juga di Sumatera Utara (Sumut). Pasangan Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi yang diusung PKS juga berhasil unggul di perhitungan cepat (quick count).

Politisi PKS, Indra menilai, kemenangan  Aher di Jabar dan Gatot di Sumut sebagai skenario dan kehendak Allah SWT. "Kami hanya berusaha seoptimal mungkin," katanya di Jakarta, Kamis (7/3).

Presiden PKS: Kemenangan GanTeng di Tengah Badai PKS

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden PKS, Anis Matta menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sungguh-sungguh berjuang memenangkan Pilgub Sumatera Utara (Sumut).

Selain itu Anis juga menyampaikan terima kasihnya kepada partai-partai pendukung yaitu Hanura dan PBR.

"Kami juga berterima kasih kepada warga Sumut yang telah berpartisipasi dalam pilgub secara aktif dan damai," ungkap Anis Mata kepada Tribunnews.com, Kamis (7/3/2013).

PKS usung Hadi Prabowo-Don Murdono di Pilgub Jateng

SEMARANG - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah secara resmi mengusung Hadi Prabowo sebagai Calon Gubernur Jawa Tengah. Hadi Prabowo yang merupakan Sekretaris Daerah Jawa Tengah ini berpasangan dengan Don Murdono sebagai calon Wakil Gubernur. Pasangan Hadi-Don mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah pada Selasa Malam (6/3) pukul 22.00 WIB, atau sebagai pendaftar terakhir Cagub Jateng.

Menurut Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jateng, A Fikri Faqih, PKS pada akhirnya memilih Hadi--Don karena dinilai pasangan ini yang paling layak dan memiliki kapasitas untuk memimpin Jawa Tengah.

“Mereka berdua adalah tokoh birokrat yang memiliki pengalaman memimpin di daerah masing – masing. Hadi Prabowo memiliki pengalaman menjabat sebagai sekda, sedangkan Don memiliki pengalaman memimpin Kabupaten Sumedang,” terang Fikri kepada PKS Jateng Online, sesaat setelah mengantarkan Pasangan Hadi-Don mendaftar, Selasa (6/3).

Lagi, PKS Menangi Pilkada Sumut


Medan - Hasil sementara penghitungan cepat (quick count) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatra Utara (Sumut) menunjukkan pasangan Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) memperoleh suara terbanyak.

Menurut Wakil Sekjen PKS, Mahfudz Siddiq, hampir pasti pasangan "Ganteng" dengan nomor urut 5, memenangi pilkada Sumut.
 

Hasil penghitungan quick count tersebut, hampir sama dengan hasil Pilkada Jawa Barat, di mana calon yang diusung PKS unggul diikuti pasangan calon dari PDIP.

PKS WOW! Setelah Jabar, Sumut juga Menang | Quick Count: 'Ganteng' Menang Satu Putaran 33%


MEDAN - Pilgub Sumatera Utara telah berlangsung hari ini, Kamis (7/3/2013). Dari hasil Quick Count oleh beberapa lembaga survei menempatkan pasangan 'Ganteng' Gatot Pujo Nugroho-Tengku Errry Nuradi unggul teratas dengan perolehan 33 %. Dengan perolehan diatas 30%+1 maka pasangan Ganteng ini berhasil menang Pilgub satu putaran.

Berikut perolehan hasil quick count :

LSI (TV One) Suara Masuk 100 %

1) Gus Irawan Pasaribu-Soekirman 19,52 %

2) Effendy Simbolon-Djumiran Abdi 26,71 %

3) Chairuman Harahap-Fadly Nurzal 9,22 %

4) Amri Tambunan-RE Nainggolan 12,41 %

5) Gatot Pujo Nugroho-Tengku Errry Nuradi 32, 14 %

Subhanallah, Gatot Puasa Sunah Kamis di Hari Pencoblosan

MEDAN - Gatot Pujo Nugroho, salah satu calon gubernur Sumatera Utara berpuasa hari ini (Kamis, 7/3) di hari H pencoblosan pilgub Sumatera Utara.

Gatot beserta istri, Sutias Handayani mencoblos di TPS 50 Kompleks Citra Seroja Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, sekitar pukul 08.00 WIB pada hari ini (7/3).

Siang harinya, saat quick count hasil pilgub sudah mulai dilakukan, pasangan 'Ganteng' Gatot Pujo Nugroho-Tengku Errry Nuradi unggul teratas dengan perolehan 33 %. Dengan perolehan diatas 30%+1 maka pasangan Ganteng ini berhasil menang Pilgub satu putaran.

WOW (Menjelang Pemilihan) #GantengSatuPutaran Jadi Trending Topic Teratas di Indonesia

Dukungan terhadap pasangan calon gubernur-wakil gubernur Sumatera Utara Gatot-Tengku Erry mengalir deras dari dunia maya.

Di situs micro bloging twitter mulai Rabu malam (6/3) tagar #GantengSatuPutaran berhasil menembus daftar trending topic Indonesia, bertahan berjam-jam dan pagi ini habis shubuh sekitar pukul 5 pagi (Kamis, 7/3) bertepatan dengan hari H pemilihan gubernur (pilgub) tagar #GantengSatuPutaran berhasil kokoh di puncak teratas trending topic Indonesia.

Fenomena ini mirip dengan saat pilgub Jawa Barat, dimana dukungan dari social media begitu deras untuk pasangan yang diusung PKS Aher-Demiz dan ternyata menjadi nyata kemenangan itu bukan saja di dunia maya tapi juga di dunia nyata.

Niat Baik PKS VS Rakusnya Politik Daging Amerika...

Saat ini begitu maraknya masyarakat berbicara ttg tertanggkapnya petinggi PKS terkait suap importir beberapa hari lalu

cuma sayangnya, banyak sekali komentar yang tendendius disampaikan tanpa melihat akar masalah yang rumit dibalik itu semua

untuk itu, kami mencoba menguraikan satu sudut pandang lain yang kiranya dapat jadi suatu masukan bagi masyarakat untuk dapat memahami masalah besar di baliknya

karena jgn sampai kita salah arah dalam menyikapinya! soal masalah suap LHI kita serahkan pada proses hukum yg ada, tapi jgn sampai justru kita membuka tangan2 negara kapitalis, khusunya USA kembali mengoyak2 kedaulatan ekonomi/menjajah kita dibalik isu pembukaan kran impor bagi produk2 mereka

MENYIKAPI KEMENANGAN

Oleh: Ustadz Abdullah Haidir

Ketika simpati demi simpati kau terima, tundukkan kepalamu, juga hatimu… hati-hati dengan kesombongan…

Ketika kemenangan demi kemenangan kau raih, tundukkan kepalamu, juga hatimu…. hati-hati dengan kelalaian…

Ketika harapan demi harapan dibebankan ke pundakmu, tundukkan kepalamu, juga hatimu…. hati-hati dengan kelengahan…

Ketika apresiasi demi apresiasi dialamatkan kepadamu, tundukkan kepalamu, juga hatimu… hati-hati dengan ketergelinciran…

PKS KEMBALI MENGANCAM

Ancaman ini mungkin diluar prediksi banyak orang atau pengamat, yang menganggap bahwa PKS tidak punya BIG BOSS, atau plutocrat behind d scene, seperti ARB, JK, dll di Golkar, SP & HT di NasDem, Konglomerat dibalik PDIP, Demokrat, dst. Dengan demikian, implikasi anggapan ini adalah PKS miskin, minim dana, bangkrut, gak mungkin iklan macam2, dsb. Hal tersebut tidaklah mengherankan, sebab dari mula kejadiannya (1998), orang kebanyakan terus saja mempertanyakan, siapa BOS PKS. Kita mungkin masih ingat bagaimana PKS dikait-kaitkan dengan Keluarga Cendana, bahkan lebih seramnya, PKS disebut sebagai partai bentukan cendana yang disusupkan dalam gelombang reformasi. Tuduhan ini menurut saya sebenarnya hanyalah pemenuhan syahwat keingin-tahuan banyak orang akan supplier dana kegiatan2 PKS dalam berpartai. Bukankah telah menjadi jamak di negeri kita bahwa orang ber-uang akan membuat atau menguasai partai guna mendapatkan tahta, pengaruh, otoritas, hingga pundi2 anyar?? Utilitarian.

Lantas, darimana PKS mendapatkan dana operasional?? Sampai kapan partai ini akan bertahan hidup?? Mengapa SOKONGAN PENDANAAN untuk PKS menjadi ancaman bagi partai atau gerombolan lain??

Disinilah anehnya PKS. Coba amati premis-premis berikut.