jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Selasa, 09 Agustus 2011

Tilawah dan Ramadhan

Pasti kita semua sudah tahu sabda Rasulullah SAW ini: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” Karena itu Rasulullah SAW memperbolehkan kita untuk iri kepada mereka. “Tidak boleh iri kecuali kepada dua orang, yaitu orang yang dianugerahi Al-Qur’an oleh Allah, lalu ia membacanya ketika menunaikan shalat di waktu malam dan siang hari; dan orang yang diberi harta lalu ia menyedekahkannya di waktu malam dan siang hari.”

Tentu saja rasa iri yang dimaksud Rasulullah SAW bukan dalam bentuk ekspresi negatif, tapi meniru apa yang dilakukan oleh manusia-manusia terbaik itu: belajar dan mengajarkan Al-Qur’an. Bahkan Rasulullah SAW sangat menghargai orang yang berusaha mengikuti jejak orang-orang terbaik itu meski belum sempurna dalam membaca Al-Qur’an. Kata Rasulullah SAW, “Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia pandai membacanya, beserta para malaikat pembawa catatan amal, yang suci dan berbakti. Dan orang yang membaca Al-Qur’an dengan gagap dan ia kesulitan dalam membacanya, maka ia mendapatkan dua pahala.”

Rasulullah SAW juga menimbang seseorang dari kedekatannya dengan Al-Qur’an. Beliau membuat perumpamaan, “Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah atrujah, baunya harum dan rasanya enak. Dan perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti buah kurma, ia tidak beraroma tapi rasanya manis. Sedangkan perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah seperti bunga wangi-wangian, baunya wangi tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti buah hanzalah, ia tidak beraroma dan rasanya pahit.”

Senin, 25 Juli 2011

Dukung Kota layak Anak, PKS Jateng Luncurkan RKI

SEMARANG: Riset lembaga kesejahteraan anak dunia UNICEF tahun 2007 menyebutkan sebanyak 43,24 persen anak Indonesia tinggal di perkotaan. Dengan pertumbuhannya yang mencapai 4,4 persen per tahun maka akan semakin banyak anak Indonesia yang tinggal di kota dengan segala problematikanya. Sehingga perlu ada kebijakan khusus agar anak bisa tumbuh sehat dan terpenuhi kebutuhannya dalam lingkungan kota semakin kompleks.
“Tahun 2002 UNICEF telah mendeklarasikan World fit for Children untuk memastikan terjaminnya kebutuhan anak-anak seluruh dunia termasuk Indonesia. Deklarasi ini yang kemudian menjadi awal berkembangnya model kota layak anak atau KLA,” tandas dr Marijati, Ketua Bidang Perempuan DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng yang didampingi Ketua Deputi Peningkatan Kapasitas Kader Perempuan Diah Woro Haswini dalam keterangannya di Semarang, Jum’at (15/7).

Pada KLA, lanjut Marijati, ada komitmen yang kuat dari pemerintah, masyarakat dan dunia usaha untuk mengintegrasikan sumberdaya untuk pembangunan yang terencana, menyeluruh dan berkelanjutan dalam program dan kegiatan pemenuhan hak anak.

PKS Garap Buruh-Petani-Nelayan

ANTARA - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Jawa Tengah siap menggarap potensi pemilih berasal dari unsur buruh, petani, dan nelayan, yang jumlahnya relatif besar di provinsi itu.

"Kalau 10 persennya saja berhasil dioptimalkan, tentu akan memberi potensi suara yang signifikan," kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Jawa Tengah, Abdul Fikri Faqih, ketika membuka rapat koordinasi bidang buruh, petani, dan nelayan partai itu, di Semarang, Sabtu.

Ia mengemukakan, potensi tiga unsur tersebut khususnya petani dan nelayan di Jawa Tengah cukup besar.

Layang Kanggo Sedulurku Poro Kasepuhan Dakwah

"Dadi Wong Tuwo Iku Ora Gampang"

Dening : Ki Cahyadi Takariawan

Sedulurku kabeh, para kasepuhan dakwah, poro pinisepuh lan sesepuh, utowo sing dianggep sepuh, utowo sing wis koyo wong sepuh…. Aku nulis layang iki kanggo ngajak panjenengan kabeh supoyo ndarbeni watak kang berbudi bowo leksono. Dadi wong tuwo jebul ora gampang, amargo opo wae sing diomongne utowo dilakoni, kabeh tansah digatekne poro kadang mudho. Ojo maneh kok ngomong, lah wong menenge wong tuwo wae wis iso dadi gawe. Mulo ayo podho lerem ing pikiran lan padhang ing ati.

Durung suwe iki aku krungu omongane poro kadang “kemampo”, sakjane durung tuwo nanging dipekso dadi tuwo, lan pancen dianggep tuwo. Ora sengojo ketemu poro kemampo iki ing pirang-pirang papan, lan podho curhat nasibe dhewe-dhewe. Ealah, jebule critone kok podho wae eneng ngendi-endi. Aku mbayangke, durung suwe awake dhewe iki dadi wong enom, saiki jebul wis dadi wong tuwo utowo dianggep tuwo. Jebule awake dhewe iki lagi sinau piye carane dadi wong tuwo kang migunani. Dudu wong tuwo sing dadi ampas, nanging dadiyo wong tuwo kang iso maringi tulodho tumrap kadang wredho lan kadang mudho.

Ayo podho sinau dadi wong tuwo kang utomo. Naliko wong tuwo diundang rapat bareng karo poro kadang mudho, kudu iso wicaksono. Yen wong tuwo akeh pendhapate, iso dikiro kakehan ngatur. Yen eneng nggon rapat mung meneng wae, jare ora ono gunane ngundang wong tuwo. Naliko ngrembug keputusan ing sajroning rapat, yen wong tuwo ngomong ora setuju, mengko dikiro njegal program. Nanging yeng ngomong setuju, mengko dikiro wong tuwo kok ora duwe prinsip, ming waton muni setuju. Dadi anggone mrenahke awake dhewe iki kudu ngati-ati banget. Angel to kahanane?

Menteri, Selebriti, dan diplomat Menghadiri Peresmian Partai IM

Selama 30 tahun, mantan rezim melarang dan menangkap anggota Ikhwanul Muslimin (IM) dan menghubungkan mereka dengan sejumlah tuduhan palsu. Sekarang setelah rezim Mubarak hilang, Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) telah didirikan jama'ah IM dan disambut oleh semua anggota masyarakat, termasuk masyarakat umum, diplomat, pengusaha, selebriti, dan politisi yang berkumpul di Hotel Grand Hyatt (Sabtu, 23/7/11) dalam acara Peresmian FJP. Mereka berharap FJP mendapat keberhasilan dalam perjalanan politiknya.

Paling ironisnya, Kementerian Dalam Negeri, yang sampai beberapa bulan yang lalu dan selama beberapa dekade memimpin pasukan keamanan besar-besaran untuk menangkapi aktivis politik dan anggota Ikhwanul Muslimin, mereka hadir diwakili oleh pimpinan puncaknya, Jenderal Mansour el Essawy, yang hadir sebagai sinyal jelas bahwa Mesir sudah memasuki era baru dalam sejarah.

Duta Besar Ibrahim Yousry bersama dengan tamu-tamu terhormat lainnya mengucapkan selamat kepada pihak para pendiri partai, dan berharap FJP akan membantu mengarahkan Mesir menuju demokrasi dan kemajuan.

Selasa, 19 Juli 2011

Tifatul, Politisi Indonesia Terpopuler di Dunia

KOMPAS.com — Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring bolehlah disebut sebagai menteri yang paling "gaul" di jagad maya. Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini sangat eksis di jejaring media sosial.

Tak berlebihan jika dikatakan ia satu-satunya menteri di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang paling membuka diri terhadap kritik pedas publik di dunia maya. Tak jarang wacana yang dilontarkan Tifatul menjadi kontroversi dan diskusi panas.

Ternyata, Tifatul juga satu dari sedikit politisi dunia yang eksis di dunia maya. Nama Tifatul tercatat di jajaran 100 politisi dunia dengan pengikut terbanyak di media sosial. Ia menjadi satu-satunya politisi Indonesia yang masuk dalam jajaran 100 besar. Situs pencatat statistik sosial media, www.famecount.com, mencatat, ia berada di urutan ke-24.

Nasehat Syeikh Jum'ah Amin untuk Kader Dakwah

Nasehat Syeikh Jum'ah Amin untuk kader dakwah:

-Jangan terlalu fokus dengan sebab-sebab materi untuk mencapai kemenangan, tapi kurang fokus pada رَبُّ الْاَسْبَاب "Rabbul asbaab" (Allah yang menjadi Tuhan/Pemilik dari sebab-sebab).

-Jangan terlalu fokus dgn manajemen, idariyah, takhtith (perencanaan), tapi kurang fokus dalam hak-hak Allah. Takhtith dan manajemen baru efektif kalau dilakukan oleh tangan yg berwudhu, kening yg banyak sujud, jiwa yg khusyu', hati yg tenang dan tunduk pd Allah. Tanpa itu, sehebat-hebatnya manajemen dan takhtith yg dilakukan takkan memberi kemenangan.

Umat Islam Harus Miliki Target dan Himmah

Ulama kharismatik Suriah dan Murabbi (sufi) besar, Syeikh Dr. Rajab Dieb mengajak umat Islam memadukan antara pendidikan akal dan pendidikan qalbu. Perpaduan, kesimbangan dan keharmonisan antara keduanya akan saling melengkapi dalam mengarah kepada kesempurnaan. Perpaduan keduanya guna mencegah kebodohan dan terhindar dari penyakit qalbu (rohani) yang lebih berbahaya dari penyakit jasad, qalbu sehat, hati bersih adalah dasar pembentukan nilai-nilai akhlak mulia.

Nasehat ini disampaikannya dua hari menjelang keberangkatan ke Indonesia dalam rangka turut partisipasi dalam Multaqa al-Shufi al-Alami (Forum Sufi Internasional) yang diselenggarakan PBNU di Jakarta dari tanggal 15-18 Juli 2011.

Syeikh Rajab menyampaikan itu kepada Dubes RI di Damaskus, Wahib Abdul Jawad.

Masuk 100 Politikus Terpopuler Dunia, Tifatul Kalahkan SBY

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA - Kontroversi yang kerap muncul terkait Menteri Kominfo Tifatul Sembiring ternyata berhasil menaikkan namanya di jajaran teratas 100 politisi terpopuler di dunia dengan pengikut terbanyak di social network (media sosial).

Eksisnya, Tifatul di media sosial membuat dirinya sebagai politisi terpopuler di dunia dengan memiliki pengikut terbanyak di media sosial, menurut situs pencatat statistik sosial media, http://www.famecount.com/

Situs pencatat statistis sosial media, Famecount.com,dalam kategori top Social Network Stars, Worldwide, Politics / all, politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berada di urutan 24.

Famecount.com mencatat dialah satu-satunya orang Indonesia yang bertengger di 100 besar politisi yang eksis di media sosial.

Nur Mahmudi Tak Berniat Maju Pilkada Jakarta

Depok (ANTARA) - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Depok, Suparyono menegaskan bahwa Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail tidak punya niat maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta yang akan digelar pada 2012.
"Pak Nur kan baru terpilih untuk keduakalinya menjadi wali kota Depok masa mau mencalonkan jadi gubernur. Itu sama saja melukai warga Depok," kata Suparyono ketika mengunjungi Balai Wartawan Depok, Senin.

Sampai saat ini Dewan Pimpinan Pusat (DPP) atau Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi DKI belum ada yang menghubungi mengenai rencana tersebut. Bahkan, menurut dia, Nur Mahmudi Ismail pun tidak pernah mengatakan niat maju sebagai Gubernur DKI.

"Ketika saya bertemu Pak Nur, Beliau tanya siapa yang menghembuskan isu tersebut,"
katanya.