jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label Partai IM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Partai IM. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Februari 2012

Syaikhul Azhar: Sikap Moderat Ikhwan Menjadikan Mesir Maju

KAIRO - Syaikhul Azhar Asy-Syarif, Dr. Ahmad Ath-Thayyib menegaskan bahwa tidak perlu ada kekhawatiran terhadap naiknya Ikhwanul Muslimin ke tampuk kekuasaan, karena partai mereka –Hizbul Hurriyah wal Adalah- sangat demokratis, mereka telah menandatangani Piagam yang dibuat Al-Azhar, dan mereka sekarang memainkan peran katalisator yang hebat di parlemen.

Beliau menambahkan bahwa: “Ikhwan sekarang dalam ujian yang sulit dan saya berharap mereka bisa melewatinya dengan berhasil dan mampu mengembalikan kejayaan dan kemajuan Mesir. Saya yakin mereka akan berhasil melewati ujian ini karena sikap moderat dan bijak mereka –wasathiyah wa i’tidal-.”

Beliau menjelaskan itu pada hari Senin, 30 Januari 2012, saat bertemu dengan Dr. Hazim Al-Bablawi, Menteri Keuangan sebelumnya dan enam anggota perlemen dari Prancis, begitu juga Dubes Prancis untuk Mesir menyertai mereka.

Senin, 25 Juli 2011

Menteri, Selebriti, dan diplomat Menghadiri Peresmian Partai IM

Selama 30 tahun, mantan rezim melarang dan menangkap anggota Ikhwanul Muslimin (IM) dan menghubungkan mereka dengan sejumlah tuduhan palsu. Sekarang setelah rezim Mubarak hilang, Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) telah didirikan jama'ah IM dan disambut oleh semua anggota masyarakat, termasuk masyarakat umum, diplomat, pengusaha, selebriti, dan politisi yang berkumpul di Hotel Grand Hyatt (Sabtu, 23/7/11) dalam acara Peresmian FJP. Mereka berharap FJP mendapat keberhasilan dalam perjalanan politiknya.

Paling ironisnya, Kementerian Dalam Negeri, yang sampai beberapa bulan yang lalu dan selama beberapa dekade memimpin pasukan keamanan besar-besaran untuk menangkapi aktivis politik dan anggota Ikhwanul Muslimin, mereka hadir diwakili oleh pimpinan puncaknya, Jenderal Mansour el Essawy, yang hadir sebagai sinyal jelas bahwa Mesir sudah memasuki era baru dalam sejarah.

Duta Besar Ibrahim Yousry bersama dengan tamu-tamu terhormat lainnya mengucapkan selamat kepada pihak para pendiri partai, dan berharap FJP akan membantu mengarahkan Mesir menuju demokrasi dan kemajuan.