jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Minggu, 22 Agustus 2010

Menkominfo: Nilai Ramadan Harus Mampu Menjiwai Pribadi Rakyat Indonesia

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring menyatakan nilai-nilai yang ada dalam bulan suci Ramadan harus mampu menjiwai setiap pribadi rakyat Indonesia.

Masyarakat yang memahami arti bulan suci Ramadan tidak akan pernah melakukan korupsi selain merugikan negara juga bukan menjadi haknya, kata Tifatul Sembiring dalam tausiayahnya pada acara silaturahim dengan unsur muspida dan tokoh agama se-Sumatera Utara di Aula Martabe kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Sabtu (21/8).

"Ramadan mengajarkan seseorang untuk menjauhi korupsi,". Selain itu, Ramadan juga mengajarkan bangsa Indonesia untuk memiliki empati terhadap kaum miskin dan kurang mampu karena pernah merasakan lapar pada siang hari, kata Menkominfo.

Dikatakannya, seseorang yang memahami Ramadan secara komprehensif akan memiliki semangat untuk saling membantu yang dapat meningkatkan rasa persaudaraan. "Ramadan mengajarkan seseorang untuk memberi, bukan menerima," ungkapnya.

Cara Optimal Menundukkan Buaian Nafsu

Oleh: KH Didin Hafidhuddin
Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadis dari Rasulullah SAW. "Bukanlah shaum itu semata-mata menahan lapar dan dahaga (pada siang hari), tetapi shaum itu sesungguhnya menahan diri dari ucapan dan perbuatan kotor dan merusak. Jika seseorang tiba-tiba mencelamu atau memarahimu (padahal engkau sedang berpuasa), katakanlah kepadanya, 'Saya sedang berpuasa.'"

Sungguh luar biasa taujih (arahan) Rasul SAW tersebut. Nasihat di atas mengingatkan kita untuk memaknai hakikat ibadah shaum (puasa) selama ini. Shaum adalah imsak atau pengendalian diri yang sesungguhnya. Pengendalian diri untuk tidak makan, tidak minum, serta tidak mengumbar hawa nafsu melalui ucapan, pendengaran dan penglihatan, apalagi melalui pikiran.

Shaum adalah upaya pengendalian diri yang optimal. Jika seseorang mampu melaksanakannya, pasti ia termasuk orang-orang yang akan meraih kesuksesan dan keselamatan. Betapa tidak, secara empiris kita melihat orang yang berhasil dalam hidupnya, mereka adalah orang-orang yang mampu mengendalikan diri dalam menyikapi dan merespons segala sesuatu dengan baik. Orang yang mampu mengendalikan diri pasti tidak akan menggunakan dan menghalalkan segala cara untuk meraih sesuatu yang diinginkannya, seperti jabatan dan harta.

MUI: Program Ramadhan TV Banyak yang Tidak Mendidik

Dakwatuna.com – Jakarta. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan banyak tayangan televisi di Bulan Ramadhan tidak bersifat mendidik. Acara yang terlalu banyak menampilkan lelucon hanya berdampak menurunkan kadar keimanan masyarakat Indonesia.

“MUI mengimbau kepada pemilik perusahaan pertelevisan untuk dapat membedakan mana tayangan yang harus ditampilkan pada bulan-bulan biasa dan mana yang khusus di Bulan Ramadan,” kata Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Anwar Abbas di Jakarta, Minggu (22/8).

Menurutnya, Ramadhan merupakan bulan yang suci dan sarat makna, dimana umat Islam saling berlomba-lomba untuk meningkatkan ibadahnya. Namun, di satu sisi ada tayangan-tayangan yang bersifat hiburan dan penuh tawa (lelucon). Apalagi ada sebagian TV yang menampilkan adegan-adegan vulgar yang pada bulan-bulan biasa dianggap wajar.

Ia menilai tayangan-tayangan tersebut tidak mempunyai muatan edukasi berarti. Kecenderungan yang ditampilkan hanya mengedepankan hiburan lelucon yang disajikan dengan kata-kata kasar dan makian. Hampir semua program terkesan jauh dari semangat Ramadhan.

KPU Depok Meloloskan Empat Pasang Calon

Metrotvnews.com, Depok. Komisi Pemilihan Umum Kota Depok meloloskan empat pasang bakal calon yang sebelumnya telah mendaftarkan secara resmi ke penyelenggara Pilkada tersebut. "Kami menilai empat pasangan tersebut telah memenuhi syarat untuk ikut Pilkada," kata anggota KPU Kota Depok, Raden Salamun, di Depok, Ahad (22/8).

Empat pasangan yang ditetapkan sebagai calon adalah Yuyun Wira Saputra-Pradi Supriatna (Yudistira) yang diusung oleh 14 partai nonparlemen di antaranya PMB, PKPB, PBR, dan lainnya, serta satu Partai yang mempunyai wakil di parlemen yaitu Partai Gerindra (3 kursi).

Pasangan kedua adalah Badrul Kamal-Supriayanto (BK-Pri) yang didukung oleh Partai Demokrat, Golkar, PDIP, PPP, PKB, dan PDS. Pasangan ketiga adalah yaitu Nur Mahmudi Ismail-Idris Abdul Shomad (Nur Berkhidmad) yang diusung PKS, dan satu pasangan dari jalur perseorangan yaitu Gagah Sunu Sumantri dan Derry Drajat.

Renungan Ramadhan (6): Dunia yang Nisbi

“Perasaan senang, bahagia, tenteram, puas dan lapang dada ternyata tak timbul sebab keserasian suatu raihan manusia dengan keinginannya. Begitu sebaliknya, rasa sedih, masygul dan gundah gulana tak lahir karena kontradiksi harapan dengan kenyataan. Segala rasa itu adalah kesan maknawi yang dialirkan Sang Ilah ke hati hamba yang Ia kehendaki.”

“Tak jarang, seseorang yang hidup dalam kemiskinan, cacat fisik dan kepelikan lain yang menyusahkan, nyatanya bisa menghirup perasaan legawa, sejahtera, serta bahagia. Rasa hati yang positif itu bisa menjalar ke kawan-kawan dekatnya, bahkan kepada orang yang memandang wajahnya atau menyebut dirinya.”

“Banyak pula orang yang hidup dalam kemewahan materi, keperkasaan raga, jaminan masa depan, dan kenyamanan, tapi, dengan segenap fasilitas itu, ia tak merasakan damai. Hatinya sempit, keruh, susah, sumpek dan penuh gelisah. Siapa saja yang membicarakan orang semacam ini bakal merasakan suntuk, apalagi memandangnya atau berkumpul bersamanya.”

Menjalani Ramadhan Di Masa Penuh Fitnah

Oleh: Ust. Ihsan Tanjung

Belum pernah dalam sejarah Islam di Akhir Zaman kita merasakan keterasingan dari ajaran Islam sebagaimana yang kita alami dewasa ini. Kepemimpinan dunia dewasa ini diarahkan dari Barat yang notabene merupakan Judeo-Christian Civilization (Peradaban Yahudi-Nasrani). Segenap negeri kaum muslimin mengekor ke Barat. Keadaan ini telah di-Nubuwwah-kan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sejak dulu:

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ
شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِي جُحْرِ ضَبٍّ
لَاتَّبَعْتُمُوهُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh, kalian benar-benar akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga sekiranya mereka masuk ke dalam lubang biawak pun kalian pasti akan mengikuti mereka.” Kami bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab: “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (MUSLIM – 4822) Dalam hal budaya misalnya, berbagai pesta hari ulang tahun dirayakan dengan menghamburkan uang dan memuaskan nafsu syahwat. Seolah kita lupa akan pesan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang berbunyi:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ

Dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Perbanyaklah mengingat saat diputusnya hubungan dengan kelezatan (yakni kematian).” (AHMAD – 7584)

Kamis, 19 Agustus 2010

Renungan Ramadhan (5): Istighfar Pembuka Pintu-pintu Langit

Kita teramat dimanja oleh Allah SWT. Sadarkah kita? Curahan kasihnya kepada kita tak tepermanai. Ia menggadang-gadang kehadiran kita di firdaus-Nya. Ya, ia merindukan kita.

Kala kita melesat jauh dari dekapannya, Ia sigap. Ayat-ayatnya segera berseru memanggil kita, sabda-sabda RasulNya akan lantang mengajak kita kembali.

Dan, kala kita terasuki dosa, ia memberikan penawar. Penawar yang sangat mujarab membersihkan ruhani kita dari gumpalan-gumpalan dosa. Penawar itu teracik dan terkemas cantik dalam kalimat-kalimat sakti “istighfar”.

Habib Umar bin Segaf as-Segaf, dalam karyanya, Tafrihul Qulub wa Tafrijul Kurub, mendedah keagungan istighfar dengan mengalirkan seuntai kalimat ringkas sebagai mukaddimah, “Istighfar adalah instrumen pemantik rizki”. Sudah barang tentu, kalimat ini multi tafsir. Dalam pandangan salaf sekaliber Habib Umar, kata “rizki” memuat berjuta makna, ada rizki ruhani, ada rizki ragawi. Wallahu a’lam.

Muslim Kanada Sebar Alquran untuk Menjawab Hari Membakar Alquran

REPUBLIKA.CO.ID,JEDDAH. Seorang Muslim di Kanada, Suhail Kapoor, akan membagi-bagikan Alquran secara gratis untuk menyebarkan pesan kedamaian Islam kepada masyarakat di Kanada dan Amerika Serikat. Puluhan ribu Alquran itu akan dibagi-bagikan berkat dukungan dermawan Muslim di sana.

Kapoor yang merupakan anggota dari Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA) melakukan itu untuk menjawab 'Gerakan Hari Membakar Alquran' yang dicetuskan sebuah geraja di Gainesville, Florida, Amerika Serikat. ''Kita membuat langkah proaktif dan kami berharap ini akan memiliki respon positif. Banyak orang memusuhi Islam karena ketidaktahuan mereka tentang agama ini. Jika mereka mendapatkan kesempatan untuk membaca Alquran, yang merupakan keajaiban dari Allah SWT, pasti ini akan mengubah pikiran mereka,'' kata Kapoor seperti dikutip Arab News.

Kapoor merupakan seorang mualaf. Sejak menjadi Muslim pada 1990 ketika bekerja di Arab Saudi, dia kini menjadi pendakwah yang menyebarkan Islam. Menurutnya, sebagai firman Allah, Alquran mempunyai kekuatan hipnotis besar yang mampu menenangkan hati manusia. ''Kau tahu, Alquran yang mengubah pikiran Umar bin Khattab yang sebelum menganut Islam, telah berjanji untuk membunuh Nabi Muhammad. Aku tahu bahwa ribuan orang menerima Islam setelah membaca buku yang suci ini,'' jelasnya.

Wahyu Soeparno Putro: Adzan Subuh Pengganggu Tidurnya

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA. Wajahnya kerap muncul di televisi di Indonesia. Dia terbilang sukses membawakan sebuah acara bertemakan religi. Selama ini dia lebih dikenal dengan nama 'Indonesia'-nya, Wahyu Soeparno Putro.

Tak banyak yang mengetahui siapa nama asli, pria kelahiran Skotlandia pada 28 Juli 1963 ini. Meski terlahir di tanah Skotlandia, dia mengaku sejak kecil telah menjadi penganut Budha. Orangtuanya memberi nama, Dale Andrew Collins-Smith. Menghabiskan kulian di tanah Australia, Dale mengawali kisah hidupnya di Indonesia ketika bekerja di sebuah perusahaan kerajinan di Yogyakarta pada 1999.

Sebagai seorang yang terbiasa mandiri karena pada usia 20 tahun telah menjadi yatim-piatu, Dale harus menghadapi kehidupan dengan tradisi yang jauh berbeda dengan asal-usulnya. Seperti ketika dia harus mendengarkan suara adzan yang berkumandang setiap hari dari masjid yang letaknya berdekatan dengan tempat tinggalnya di kota gudeg itu.

Awalnya, dia begitu terganggu dengan suara adzan, khususnya Adzan Subuh. Seakan tak mau terganggu, adzan itu begitu mengusik kenyamanan tidurnya. Adzan itu seperti menggedor-gedor gendang telinganya. Selama tinggal di Skotlandia dan Australia, dia tak pernah mendapatkan situasi seperti itu.

Zakat Potensial Atasi Kemiskinan Indonesia, Dunia

Dakwatuna.Com – Jakarta. Sekretaris Jenderal Dewan Zakat MABIMS, Tulus mengatakan, zakat memiliki potensi untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia maupun di dunia.
“Dengan memperhatikan data jumlah orang miskin pada tahun 2007 yang mencapai 830 juta jiwa, maka potensi zakat dunia akan mampu mengatasi kemiskinan sampai 24,1 persen,” jelas Tulus dalam acara jumpa wartawan yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, memasuki tahun 2010 kegiatan pembayaran zakat oleh muzakki (wajib zakat) di seluruh dunia semakin meningkat menjadi lebih dari 80 persen.

Selain itu, jelasnya, berdasarkan penelitian Habib Ahmed dari IRTI – Islamic Development Bank (IDB) tahun 2010 dengan menggunakan perkiraan proporso zakat atas Produk Domestik Bruto setiap negara, maka diperkirakan potensi zakat dunia dalam setahun adalah USD 600 Milyar.