jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label Info Pemilukada Depok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Pemilukada Depok. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Oktober 2010

Rumah Kader PKS Dibakar

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK. Rumah salah satu kader PKS di Jalan Pemuda, Kampung Pulo, Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, dibakar pada Selasa (19/10) pukul 03.00 WIB. Kebakaran berasal dari dua buah motor yang diparkir di halaman rumah dan menghanguskan sebagian rumah.
Amir Mumtazudin, 24 tahun, mengatakan, sejak tahun lalu, rumahnya kerap diteror oleh orang tak dikenal. Teror tersebut dalam bentuk pembuangan sampah plastik dan botol kaca ke halaman rumahnya.

"Tapi kami menganggapnya hanya dari orang iseng, tapi kejadian itu (sampah berserakan di halaman rumahnya), kerap terjadi," ungkap Mumtazudin, salah satu anak pemilik rumah, kepada Republika, Selasa (19/10) pagi.

Namun, ia tidak menduga kejadian pembakaran ini akan terjadi. Ia menilai, peristiwa ini menjadi puncak teror terhadap keluarganya.

Minggu, 17 Oktober 2010

Nur Mahmudi Unggul Karena Massa PKS Patuh Mencoblos

Jakarta. Lewat hasil quick count Puskaptis, pasangan Nur Mahmudi Ismail dan Idris Abdul Shomad unggul dengan suara 38,38 persen. Kemenangan ini dinilai sebagai wujud kepatuhan massa PKS dalam melakukan pencoblosan dalam pemilihan walikota Depok.

"Saya pikir PKS lebih solid, jauh lebih fanatik, dan jauh lebih patuh dengan partai lain untuk mencoblos," kata pengamat politik UI, Maswadi Rauf, saat berbincang dengan detikcom, Minggu (17/10/2010).

Menurut Maswadi, ada sekitar 50 persen pemilih di Depok yang tidak menggunakan hak suaranya. Hal ini menunjukkan adanya potensi suara bagi partai lain, namun tidak berhasil dimanfaatkan.

Sementara bagi PKS, secara hubungan personal kadernya lebih dekat. Sehingga, tidak sulit untuk mendapatkan suara dari partai Islam tersebut.

Nur Mahmudi Menang Telak di Depok

Nur Mahmudi Ismail (Koran SI) DEPOK. Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Depok menyebutkan, hasil akhir perolehan suara calon wali kota Depok nomor urut tiga Nur Mahmudi Ismail-Idris Abdul Somad berada di posisi pertama mengungguli tiga calon lainnya.

Dalam metode hitung cepat (quick count) PKS, Nur Mahmudi berhasil meraih 39 persen suara. Sedangkan dari hasil perhitungan nyata (real count) Nur Mahmudi berhasil memperoleh 40,99 persen suara.

Ketua DPP PKS Mujtahid Rahman Yadi mengatakan, PKS optimis memenangkan Nur Mahmudi-Idris hanya satu putaran Pemilukada. Bahkan, kata Yadi, calon incumbent tersebut berhasil unggul di sembilan kecamatan. "Mudah-mudahan hasil kami sama dengan hasil dari KPU, dan kami optimis menang satu putaran," katanya kepada okezone, Minggu (17/10/10).

Selasa, 07 September 2010

Empat Tahun Jadi Walikota, Kekayaan Nur Mahmudi tidak Bertambah

Dakwatuna.Com – Depok. Pengumuman harta kekayaan calon Walikota Pemilukada Depok, Jabar, pada media membuat beragam tanggapan. Salah satunya adalah kekayaan Walikota Depok, Nur Mahmudi, yang hanya mencapai Rp 3 miliar. Selama empat tahun menjabat, harta Nur tak bertambah.

Kekayaan calon yang maju dalam Pemilukada diumumkan melalui sirat KPK RI Nomor B-2187/12/08/2010 tertanggal 30 Agustus 2010 prihal Pengumuman Harta Kekayaan Calon Kepala Daerah.

Kekayaan terbesar dimiliki oleh pasangan Badrul Kamal, yakni Agus Suprianto dengan total Rp 7 miliar lebih. Sementara yang paling sedikit, dimiliki oleh pasangan Nur Mahmudi, yakni Idris Abdul Somad dengan Rp 693 juta.

Minggu, 22 Agustus 2010

KPU Depok Meloloskan Empat Pasang Calon

Metrotvnews.com, Depok. Komisi Pemilihan Umum Kota Depok meloloskan empat pasang bakal calon yang sebelumnya telah mendaftarkan secara resmi ke penyelenggara Pilkada tersebut. "Kami menilai empat pasangan tersebut telah memenuhi syarat untuk ikut Pilkada," kata anggota KPU Kota Depok, Raden Salamun, di Depok, Ahad (22/8).

Empat pasangan yang ditetapkan sebagai calon adalah Yuyun Wira Saputra-Pradi Supriatna (Yudistira) yang diusung oleh 14 partai nonparlemen di antaranya PMB, PKPB, PBR, dan lainnya, serta satu Partai yang mempunyai wakil di parlemen yaitu Partai Gerindra (3 kursi).

Pasangan kedua adalah Badrul Kamal-Supriayanto (BK-Pri) yang didukung oleh Partai Demokrat, Golkar, PDIP, PPP, PKB, dan PDS. Pasangan ketiga adalah yaitu Nur Mahmudi Ismail-Idris Abdul Shomad (Nur Berkhidmad) yang diusung PKS, dan satu pasangan dari jalur perseorangan yaitu Gagah Sunu Sumantri dan Derry Drajat.

Kamis, 19 Agustus 2010

Nurmahmudi Minta Tambahan KRL Untuk Cegah Penumpang di Atas Gerbong

Jakarta. Walikota Depok Nurmahmudi Ismail menyayangkan banyaknya warga yang naik Kereta Rangkaian Listrik (KRL) di atas gerbong. Nurmahmudi Meminta agar PT KAI menambah rangkaian KRL Jabodetabek.

"Bukannya warga senang naik di atas gerbong, tapi karena kurang tempat duduknya. Mohon agar ditambah rangkaiannya," ujar Nurmahmudi.

Hal ini ia sampaikan di hadapan Menteri Perhubungan Fredy Numberi, Menteri Pemberdayaan Perempuan Linda Gumelar dan jajaran Dirjen Perkeretaapian saat acara peluncuran KRL Khusus wanita di Depo KRL Jabodetabek, Depok, Kamis (19/8/2010).

Saat ini PT KAI Commuter Jabodetabek telah membeli KRL dari Jepang. Namun kereta-kereta tersebut tidak bisa segera dioperasikan karena kurangnya pasokan listrik.

Senin, 28 Juni 2010

PPP Kemungkinan Kuat Usung Nur Mahmudi

DEPOK. Dewan Pengurus Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) menyambangi kantor Balai Kota Depok menyampaikan kemungkinan dukungan terhadap Nur Mahmudi Ismail untuk kembali maju dalam Pemilukada Depok, 16 Oktober 2010.

Kemungkinan tersebut disusul dengan koalisi yang akan segera dilakukan antara PPP dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Wakil Sekretaris DPC PPP Rudi Faulana mengatakan, secara resmi usungan bagi Nur Mahmudi akan diumumkan setelah pihaknya menggelar Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) pada Rabu 30 Juni mendatang. Kata Rudi, pihaknya akan mengumumkan usungan untuk pasangan paket pasangan wali kota dan wakil wali kota Depok.

“Kami juga datangi ke hampir semua calon, tapi kami ingin berkoalisi dengan PKS, harus jelas koalisinya dengan yang lain karena DPC PPP tidak memungkinkan mengusungkan sendiri nama pasangan calon. Selain itu, kami mendukung yang sudah memiliki kendaraan pasti,” kata Rudi kepada wartawan di ruang kerja Nur Mahmudi, Senin (28/06/10).

Minggu, 27 Juni 2010

Dukungan Untuk Nur Mahmudi Terus Berdatangan

JELANG PILKADA DEPOK
Depok, RMOL. Kandidat bakal calon (balon) Walikota Depok yang dikabarkan bakal maju dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nur Mahmudi Ismail nampaknya terus mendapat dukungan jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Depok, 16 Oktober 2010.

Kali ini dukungan tersebut datang dari beberapa Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Organisasi Kepemudaan (OKP), Paguyuban Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka (Pacinkum) bahkan dari Komuninitas pedagang koran di Kota Depok.

Kepada Rakyat Merdeka Online, Ketua Koalisi Kerakyatan, Gita Kurniawan membenarkan informasi tersebut.

Minggu, 30 Mei 2010

Sedikit Bocoran, PKS Akan Dukung Calon Incumbent

Pilkada Depok
Depok, RMOL. Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nur Mahmudi Ismail nampaknya bakal kembali diusung diajang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Depok, Oktober 2010 mendatang.

Hal ini dipertegas anggota Ketua Komisi A - DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, Qurtifa Wijaya saat dikonfirmasi Rakyat Merdeka Online melalui telepon selulernya.

Menurut Qurtifa, sampai saat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS belum memberikan keputusan dan rekomendasi untuk bakal calon (balon) walikota yang akan diusung.

Adapun nama-nama balon dari PKS itu, antara lain Nur Mahmudi Ismail (Mantan Presiden PKS yang saat ini masih aktif sebagai Walikota Depok), Prihandoko (Wakil Ketua DPRD Kota Depok) dan Mahfuz Abdurrahman (Anggota DPR RI daerah pemilihan Depok).