Apa yang Anda harapkan sepulang dari menghadiri halaqoh (pertemuan pekanan) Anda? Memuaskan tuntutan otak dengan mendapatkan tambahan wawasan dari materi yang didapat? Memperoleh siraman mata air hikmah untuk nurani yang terasa kering? Atau melepas rindu bertemu muka dengan saudara sekelompok Anda, saling bercerita dan bertausiyah? Coba bandingkan harapan tersebut dengan kenyataan yang Anda dapatkan!Segala puji bagi Allah, sungguh beruntung jika Anda bisa mendapatkan semua yang Anda harapkan dalam pertemuan rutin tersebut. Namun, jika Anda termasuk orang yang baru ’sekedar’ mendapatkan salah satunya atau mungkin tidak sama sekali (na’udzubillahi min dzalik), mari bersama kita renungkan hal berikut ini.
Mana yang Anda inginkan pertemuan pekanan yang terasa ’biasa-biasa saja’ dalam perjalanannya-bahkan kadang membosankan-atau pertemuan pekanan dinamis dan produktif (halaqoh al-muntijah) yang melahirkan pribadi muslim dan muslimah yang handal lagi utuh. Penulis yakin seratus persen bahwa anda akan memilih pilihan yang kedua. Seyakin itu pula kita telah tahu bahwa untuk mencapai hal tersebut tidaklah mudah.
Suatu pertemuan pekanan baru dapat tergolong produktif setidaknya jika poin-poin seperti lahirnya pribadi yang memiliki potensi keistimewaan diniyah, terjalinnya Ukhuwah Islamiyah dan amal jama’i bisa terpenuihi. Berbekal semangat tinggi untuk mencapai hal tersebut, maka dirancanglah oleh kita berbagai program yang menarik serta target-target individu yang harus dicapai, hingga akhirnya dilaksanakan pada forum yang hanya berlangsung singkat. Setelah itu, kita akan kembali pada pertanyaan di awal tulisan. Apa yang kita dapatkan?











