jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label info pilpres. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info pilpres. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Januari 2011

PKS Akan Usung Capres Sendiri di Pilpres 2014

Detik.Com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kemungkinan besar tidak akan mendukung bakal capres PD, Ani Yudhoyono, di pilpres 2014. Sebab, PKS memilih mengajukan capres sendiri di pilpres 2014 ketimbang mempersiapkan kandidat cawapres untuk isteri Presiden SBY tersebut.

"Orang mengusung capres sih wajar saja disosialisasikan lebih awal. PKS sendiri kemungkinan memunculkan capres sendiri untuk meramaikan bursa pemimpin nasional, supaya kita tidak mengalami kekurangan stok pemimpin," ujar Sekjen PKS, Anis Matta, kepada detikcom, Sabtu (8/1/2011).

Anis menuturkan, pemilu 2014 seharusnya diisi oleh banyak capres. Dengan demikian maka rakyat akan jeli memilih mana calon presiden yang dianggap layak memimpin Indonesia.

"Kita harap partai lain juga memunculkan calon masing-masing, makin banyak capres makin ramai pilpres 2014 dengan pemimpin berpengalaman," imbau Anis.

Minggu, 29 Agustus 2010

PKS: Hatta Capres, Patahkan Mitos

VIVAnews. Masuknya nama Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa dalam bursa calon Presiden dinilai Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta sebagai terobosan. Menurut Anis, pernyataan pendiri PAN Amien Rais untuk mengajukan Hatta di 2014 mematahkan mitos.

"Menurut saya itu gejala yang sehat," kata Anis. "Ya, kita dukung itu, insya Allah. Kenapa? Karena, itu berarti kita mematahkan mitos bahwa tidak ada lagi pemimpin selain yang ada. Saya rasa Amien Rais sudah menyampaikan terobosan penting," ujarnya di gedung DPR, Jakarta, Kamis 26 Agustus 2010.

Menurut anis apa yang dilakukan PAN itu menepis anggapan Indonesia krisis calon pemimpin. Anis juga menantikan partai lain melakukan langkah serupa. "Nanti kita tinggal tunggu dengar lagi calon dari PDIP, calon dari Golkar. Itu hal yang bagus artinya stok pemimpin kita banyak," kata Anis yang juga Wakil Ketua DPR itu.

Senin, 06 Juli 2009

Petinggi Partai Hadiri Kampanye Terakhir SBY-Boediono


PK-Sejahtera Online. Presiden PKS, Tifatul Sembiring, dan Ketua Majelis Syura PKS, KH. Hilmi Aminuddin, beserta para petinggi PKS lainnya hadiri kampanye terakhir pasangan capres dan cawapres, SBY-Boediono di stadion Gelora Bung Karno Jakarta Sabtu sore (4/7). Kampanye terakhir ini menjadi kampanye pilpres terbesar yang diikuti puluhan ribu kader partai koalisi pendukung hingga memenuhi isi stadion.









Nikmatnya Kampanye di Tengah Kemacetan


PK-Sejahtera Online. Siang menjelang sore Sabtu itu, lalu lintas menuju ke arah Senayan macet total. Ratusan bis antar kota, metro mini, kopaja, mobil pribadi dan ketinggalan angkot yang mengangkut ribuan masa PKS tertahan di jalan. Hanya kendaraan roda dua yang bisa bergerak, itu pun jalannya tertatih, karena baru beberapa meter berjalan kemacatan sudah kembali menghadang.

Massa PKS yang sebagian besar kaum perempuan itu terpaksa harus lebih bersabar menunggu untuk sampai ke tempat tujuan-Gelora Bung Karno, tempat perhelatan akbar kampanye putaran terakhir pasangan SBY-Boediono di gelar.

Untuk mengusir rasa jenuh, sambil berharap bus yang mereka tumpangi bergerak, para kader dan simpatisan PKS tersebut mengarahkan kepala ke luar jendela, seraya melambaikan tangan dan mengibarkan bendera PKS. Keceriaan tampak menghiasi wajah mereka, meski tak jarang gumpalan asap hitam milik bus-bus itu mengepul ke udara.

Sambil menikmati kemacetan, mata mereka tertuju ke arah spanduk-spanduk PKS yang dibentangkan di badan bis. “PKS Siap Menangkan SBY-Boediono”, “Dukung Kemenangan SBY-Boediono Satu Putaran”, “SBY for Presiden”, dan banyak lagi spanduk-spnaduk yang berisi dukungan kepada calon nomor dua tersebut.

Tak sedikit dari mereka yang juga memperhatikan asal rombongan bus. Ada yang dari Tanah Abang, Jatinegara, Cawang, Kebayoran Lama, Jagakarsa, dan bis-bis lain dari seluruh penjuru ibu kota.

Selain itu, ada juga massa yang berhamburan ke luar, umumnya mereka tidak tahan berlama-lama di dalam kendaraan. Dengan sangat terpaksa mereka berjalan beriringan menuju Gelora Bung Karno.

Bagi massa yang tak kuasa tertahan di dalam kendaran, dan juga tak hendak berjalan, mereka mendarat di sebuah taman atau ruas jalan. Seakan tak kuat menahan rasa lapar, mereka mengeluarkan konsumsi yang telah disediakan oleh pihak panitia. Satu dus berisi nasi, ayam bakar, lalapan dan sambel, membuat selera makan yang semula tertahan terbangkitkan. Tanpa menunggu waktu lebih lama, mereka pun segera menyantap nasi beserta lauk-pauknya hingga titik penghabisan.

Lain halnya dengan sepeda motor, perlahan tapi pasti kendaraan roda dua ini melaju ke lokasi. Dalam waktu sekejab suasana berubah menjadi riang, karena baru saja terbebas dari kemacetan.

Mereka segera memantapkan langkah menuju Gelora Bung Karno. Lantunan tembang milik tim nasyid dan band-band ternama ibukota terdengar kencang, seolah menyambut mereka untuk segera turun ke lapangan.

Kampanye Putaran Terakhir SBY-Boediono


Massa Tumpah Ruah

PK-Sejahtera Online. Sabtu, 04/07/09, Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, dipadati oleh massa pendukung capres dan cawapres SBY-Boediono yang akan mengikuti kampanye putaran terakhir pasangan nomor urut dua tersebut. Selain dipadati oleh massa dan pengurus 23 parpol pendukungnya, kawasan Senayan juga dipadati oleh massa Koalisi Kerakyatan dari kalangan buruh, petani, pelayan, pedagang kaki lima, tukang parkir, keluarga TKI, dan tokoh agama.

Acara yang dimulai pada pukul.14.00 WIB ini, dipandu oleh pelawak Eko Patrio dan Cagur, dan dimeriahkan oleh band-band papan atas seperti GIGI, Ungu, Coklat, Andra and The Backbone, juga grup nasyid Justice Voice dan Izzatul Islam.
Puncak acara berlangsung pada pukul 16.30 dengan dinyanyikannya lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh penyanyi Rio Febrian, dan dimeriahkan dengan pagelaran Tari Nusantara oleh lebih dari 200 penari serta atraksi bendera merah putih.

Dalam orasinya, cawapres Boediono menyatakan harapannya agar Pilpres 8 Juli mendatang bisa berjalan dengan baik, jujur dan adil. Dan apapun hasilnya nanti, lebih lanjut Boeduono mengatakan agar pihak yang kalah maupun yang menang sama-sama berbesar hati. Yang menang tidak mengintimidasi yang kalah, dan yang kalah tetap menghormati yang menang.

Sedangkan SBY mengatakan dalam orasinya bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik, adil dan sejahtera. SBY juga memaparkan hasil pemerintahannya selama 5 tahun antara lain telah mampu mengatasi krisis multidimensi yang sudah berlangsung sejak 11 tahun yang lalu. Ditekankan oleh SBY bahwa 5 tahun yang akan datang sangat menentukan sejarah baru bagi Indonesia. Kuncinya adalah diperlukan pemerintahan yang bersih, cakap, dan memiliki pengabdian yang tinggi dan siap bekerja keras untuk rakyat.

SBY juga memaparkan program-program nasionalnya jika terpilih kembali menjadi presiden. Ada 5 agenda besar yang akan dijalankan dalam 5 tahun yang akan datang, yaitu peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, pembangunan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, terjaminnya demokrasi dan hak asasi manusia, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, serta pembangunan yang makin adil dan merata.

Untuk mencapai itu, ada 15 program unggulan. Antara lain, pertumbuhan ekonomi di atas tujuh persen, pengurangan kemiskinan hingga di bawah sepuluh persen, pengurangan pengangguran hingga enam persen, peningkatan pendidikan dan kesehatan, kekuatan pangan, serta pembangunan infrasturktur.

Di akhir orasinya, SBY mengajak rakyat Indonesia agar tetap waspada akan adanya kampanye hitam yang mungkin terjadi di masa tenang ini. “Kita doakan bersama agar pihak-pihak yang menyebarkan fitnah mendapatkan hidayah dari Allah SWT,” ujar SBY.

Hari Pemungutan Suara Adalah Hari Libur Nasional

Jakarta, kpu.go.id. Pemerintah tanggal 4 Juli telah mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17 Tahun 2009 tentang penetapan hari pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 8 Juli 2009 sebagai hari libur nasional.



Keppres No. 17 Tahun 2009

Didukung PKS, SBY-Boediono Kuat di Mesir


VIVAnews. Pasangan SBY-Boediono mendapat dukungan suara kuat di Mesir pada pemilihan presiden (Pilpres) yang akan digelar besok, Rabu 8 Juli 2009. Alasannya, mayoritas mahasiswa Indonesia yang kuliah di Mesir merupakan kader dan simpatisan Partai Keadilah Sejahtera (PKS), salah satu partai pendukung SBY-Boediono.

"Sebenarnya di Mesir itu SBY dan JK kuat. Tapi dari dua kandidat itu tampaknya lebih kuat SBY. Karena PKS-kan dukung SBY. Di sini banyak kader dan simpatisan PKS," ujar Ketua Kelompok Study Mahasiswa Riau (KSMR) Mesir, Khairudin Ahmad Jais ketika dihubungi VIVAnews, Selasa, 7 Juli 2008.

Disebutkannya, kekuatan PKS saja di Mesir mencapai 56 persen. Ditambah lagi Partai Demokrat yang menjadi pemenang nomor dua di Mesir pada Pemilu Legislatif lalu. "Jadi SBY masih kuat di Mesir," kata dia.

Secara kelembagaan, organisasi pelajar di Mesir tidak mendukung salah satu kandidat. Karena semua organisasi mahasiswa dan pelajar itu independen.

Khairudin menambahkan, mengenai Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Mesir tidak ada masalah. Menurut informasi yang ia peroleh, semua mahasiswa terdaftar sebagai pemilih pada Pilpres yang akan digelar besok.

"Alhamdulillah semuanya terdaftar dan tidak ada masalah," tambah Khairudin.

Selasa, 23 Juni 2009

Tifatul Ajak Boediono Umroh


INILAH.COM, Jakarta. Cawapres Boediono pernah disindir karena belum menunaikan ibadah haji. Presiden PKS Tifatul Sembiring mengajak Boediono untuk umroh.

"Oh ya saya memang mau ajak Boediono umroh," kata Tifatul usai acara debat capres di Gedung Trans TV, Jakarta, Kamis (18/6).

Tifatul mengaku siap membantu mantan gubernur BI tersebut terkait persiapan umroh. Di samping itu, dirinya menolak ajakan tersebut untuk politisasi agama.

"Nggak ini murni ibadah, inikan (5 Juli) masa tenang pemilu. Udahlah saja Boediono, umroh tinggal pesenin tiket nanti persoalan selesai," pungkasnya.

Survei SBY Turun, PKS Semangat


INILAH.COM, Jakarta. Hasil survei terbaru dari Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menunjukkan turunnya elektabilitas SBY-Boediono sebesar 5% dalam waktu sebulan. Tapi, penurunan elektabilitas SBY itu ternyata malah membuat PKS semangat.

"Informasi hasil survei yang menggambarkan pasangan SBY-Boediono turun itu akan memicu semangat kader PKS untuk dapat bekerja lebih maksimal lagi memenangkan SBY pada pilpres ini," ujar Wakil Ketua PKS bidang politik Zulkieflimansyah kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (22/6).

Menurut Zul, hasil survei merupakan alat bagi PKS untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja masin partai selama ini. Bila hasilnya turun maka masin partai harus lebih panas lagi, namun bila hasilnya naik PKS tidak akan terlena.

"Karena kita tidak percaya 100% pada hasil survei. Survei itu hanya jadi masukan saja untuk mencari solusi bagi kita," katanya.

Survei pertama Puskaptis dilakukan pada 11-17 Mei, menunjukkan Mega-Prabowo 24,29%, SBY-Boediono 57,39%, dan JK-Wiranto 12,27%. Sementara, di survei kedua pada 4-11 Juni, ternyata Mega-Prabowo mengalamai penurunan menjadi 22,17%, SBY-Boediono juga mengalami penurunan menjadi 52,15%. Sedangkan untuk pasangan JK-Wiranto, mengalami kenaikan sekitar 5% menjadi 17,20%.

PKS Bantah Turunkan Survei SBY


PKS Bantah Turunkan Survei SBY
INILAH.COM, Jakarta. Elektabilitas SBY-Boediono mengalami penurunan sekitar 5% dalam waktu sebulan. Berdasarkan Survei Puskaptis, dukungan sebesar 5% itu ternyata beralih ke pasangan JK-Wiranto. PKS membantah, bila peralihan dukungan ke JK itu berasal dari kadernya.

"Tidak benar itu kalau kader PKS beralih mendukung JK-Wiranto. Kader PKS itu solid mendukung SBY-Boediono menang Pilpres 8 Juli nanti," ujar Wakil Ketua PKS bidang politik Zulkieflimansyah kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (22/6).

Menurut Zul, meski tim kampanye nasional JK Win menggunakan simbol-simbol keagamaan Islam yang mampu mempengaruhi pilihan masyarakat muslim, namun tidak akan cukup mampu menggoyang soliditas PKS terhadap SBY-Boediono.

"Kader PKS itu tidak ada yang terpengaruh oleh kampanye dari JK Win. Semua kader sudah sadar kalau kampanyenya itu sama saja politisasi agama," katanya.

Survei pertama Puskaptis dilakukan pada 11-17 Mei, menunjukkan Mega-Prabowo 24,29%, SBY-Boediono 57,39%, dan JK-Wiranto 12,27%. Sementara, di survei kedua pada 4-11 Juni, ternyata Mega-Prabowo mengalamai penurunan menjadi 22,17%, SBY-Boediono juga mengalami penurunan menjadi 52,15%. Sedangkan untuk pasangan JK-Wiranto, mengalami kenaikan sekitar 5% menjadi 17,20%.

PKS: Istri Boediono Pernah Ngaji Kok!


INILAH.COM, Padang. PKS membantah kabar yang menyebutkan Herawati, istri calon Wakil Presiden Boediono adalah seorang non-Muslim. Karena itu, Presiden PKS Tifatul Sembiring berusaha meyakinkan agar perkara keagamaan Boediono dan keluarganya tidak perlu dipermasalahkanlagi.

"Ibu Herawati pernah belajar membaca Al-Quran kepada seorang kader PKS di Jalan Rasamala di dekat kawasan Bidakara, Jakarta," kata Tifatul kepada pers usai menghadiri kampanye Susilo Bambang Yudhoyono, di Padang, Minggu (21/6), malam.

Saat acara pernikahan Boediono dengan Herawati, kata dia, mertuanya ikut hadir. Bahkan, Tifatul mengatakan, Boediono merupakan orang Muhammadiyah. Sebab, bersekolah di SD dan SMP yang dikelola salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.

"Dulu Pak Boediono yang pernah dipertanyakan agamanya, kemudian istrinya. Nanti, jangan-jangan yang dipertanyakan agamanya adalah para tetangganya," ucap Tifatul.

Ia juga menegaskan, seluruh jajaran PKS hanya akan memberi dukungan kepada satu pasangan di Pilpres 2004. "PKS solid mendukung SBY dan Boediono," janjinya.

Tak Ada Keraguan Memilih SBY-Boediono


PK-Sejahtera Online. Ketua Tim Kampanye Daerah (Kamda) DKI Jakarta Komisaris Jenderal Polisi Drs. Adang Daradjatun, meminta masyarakat Jakarta tidak ragu lagi untuk memilih pasangan SBY-Boediono sebagai Presiden Republik Indonesia pada pemilu 8 Juli mendatang. Hal tersebut ia ungkapkan pada kampanye tertutup pasangan SBY-Boediono Kota administratif Jakarta Selatan, (22/6) di Gelanggang Olah Raga Bulungan.

“SBY adalah pilihan kita, karena selama ini beliau telah mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa. Beliau memiliki konsep Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera,” tegas mantan Wakapolri tersebut.

Dihadapan lebih dari 2000 pendukung SBY yang didominasi oleh massa PKS tersebut, Adang memaparkan keberhasilan SBY dalam memimpin bangsa Indonesia. SBY menurutnya telah mampu memberantas ribuan kasus korupsi, sehingga lebih dari Rp. 9 triliyun dana negara bisa diselamatkan.

Dibidang pendidikan, SBY mengalokasikan 20 persen dari anggaran negara yaitu sebesar Rp.207 triliyun untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. SBY juga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penyiapan obat-obat generik, sehingga masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan dapat menikmati pelayanan kesehatan.

Dibidang sosial SBY dinilainya peduli terhadap kondisi masyarkat miskin, dengan program bantuan langsung tunai dan berupaya memperdayakan masyarakat melalui program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM).

Adang juga menilai SBY telah mampu menciptakan iklim demokrasi yang positif melalui pemilihan kepala daerah yang dipilih secara langsung oleh masyarakat. SBY juga dinilainya telah mampu memberikan pemerataan pembangunan dengan tidak membeda-bedakan pembangunan di pulau Jawa dan diluar pulau Jawa.

Sebagai bentuk dukungan kepada SBY-Boediono, Adang mengundang seluruh warga Jakarta untuk hadir pada kampanye akbar di Gelora Bung Karno 4 Juli mendatang.

“Mohon hadir di Gelora Bung Karno. Ajak enyak, babe, encang, encing, saudare-saudare,” ajaknya dengan logat Betawi.

Adang juga mengajak para pendukung SBY untuk membantu mengamankan suara pada saat pencontrengan. “Mohon tidak meninggalkan TPS setelah pencontrengan, tetap menunggu sampai penghitungan suara. Kita kawal suara SBY agat tidak ada yang dicurangi,” pintanya.

Senin, 22 Juni 2009

Dukungan PKS SBY-Boediono

Hidayat Nur Wahid Hadiri Deklarasi di Lampung

PK-Sejahtera Online. PKS Lampung mendeklarasikan dukungan kepada pasangan SBY-Boediono di Wisma Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Sabtu(20/6). Hadir pada deklarasi itu mantan Presiden PKS yang juga anggota Majelis Syuro Hidayat Nur Wahid.

Pendeklarasian dilakukan dengan pengucapan ikrar oleh Sekretaris umum DPW PKS Lampung yang diikuti kader dan simpatisan PKS. Turut hadir Al Muzammil Yusuf, Anggota DPR RI FPKS, Ketua Tim Sukses SBY Lampung H Zulkifli Anwar, Ketua PKS Wilda Sumbagsel Syahfan Badri, Serta Sekum PKS Lampung Hantoni Hasan.









Tifatul: istri Boediono Belajar Mengaji kepada Kader PKS


Padang (ANTARA News). Presiden Partai Keadilan Sejahtera(PKS) Tifatul Sembiring menegaskan bahwa Ibu Herawati yang merupakan istri calon wakil presiden Boediono adalah benar-benar merupakan seorang muslimah karena dia pernah belajar mengaji pada seorang kader PKS di Jakarta.

"Ibu Herawati pernah belajar membaca Al Qur,an pada seorang kader PKS di Jalan Rasamala di dekat kawasan Bidakara Jakarta," kata Tifatul kepada pers di Padang, Minggu malam usai menghadiri kampanye politik calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono di ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut. Tifatul mengatakan pula ketika acara pernikahan Boediono dengan Herawati, mertuanya hadir pada acara yang sangat penting itu.

Bahkan , kata Tifatul yang berdarah Sumbar itu, Boediono merupakan orang Muhammadiyah karena bersekolah di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang dikelola organisasi Islam yang besar itu. Klarifikasi ini disampaikan Tifatul karena sampai saat ini masih banyak orang yang bertanya-tanya tentang agama yang dianut Boediono dan istrinya.

"Dulu Pak Boediono yang pernah dipertanyakan agamanya ?Kemudian istrinya. Nanti, jangan-jangan yang dipertanyakan agamanya adalah para tetangganya ," kata Tifatul sambil menyindir orang-orang yang menentang calon wakil presiden Boediono yang telah mengundurkan diri sebagai gubernur Bank Indonesia serta juga merupakan mantan Menko Perkekonomian.

Sementara itu, ia mengatakan pula bahwa seluruh jajaran PKS kompak mendukung pencalonan Yudhoyono sebagai presiden serta cawapres Boediono. "PKS solid ((kompak, red) mendukung SBY dan Boediono," katanya. Penegasan yang serupa juga dikemukakan Sekjen Partai Amanat Nasional(PAN) Zulkifli Hassan yang juga hadir pada acara kampanye politik SBY dengan menyebutkan bahwa PAN hyga kompak . "Kami (PAN, red) juga solid," kata Zulkifli.(*)


Sumber: ANTARA News

Satu Putaran Sesuai dengan Slogan Semua Capres


PK-Sejahtera Online. Bengkulu-PKS adalah komunitas yang solid, satu kata satu hati dalam melaksanakan keputusan partai, termasuk keputusan untuk memenangkan pasangan capres-cawapres SBY-Boediono. Bahkan PKS bertekad untuk memenangkan kandidat yang diusungnya dalam satu putaran.

Anggota Majelis Syuro PKS Hidayat Nurwahid menyampaikan hal itu dalam acara Deklarasi Kebulatan Tekad Menangkan SBY-Boediono yang diselenggarakan DPW PKS Bengkulu di GOR Sawah Lebar, Bengkulu, Minggu (21/6).

Hidayat mengemukakan, keputusan PKS mendukung pasangan SBY-Boediono basisnya bukan ikut-ikutan, tetapi atas dasar kesamaan platform. Di antaranya dalam hal penguatan ekonomi rakyat, pemberantasan korupsi, dan membantu perjuangan rakyat Palestina untuk mendapatkan kemerdekaannya. "Dan ini disepakati oleh Pak SBY. Jadi kita tidak mendukung secara membabi buta. Babi tidak buta saja sudah haram, apalagi yang buta," katanya berseloroh.

Terkait dengan isu neoliberalisme yang diarahkan kepada cawapres Boediono, Hidayat mengatakan, Boediono merupakan orang yang mendukung pengembangan ekonomi syariah. Pada zamannya, lahir UU Perbankan Syariah. "Kalau neolib tentu tidak mendukung ekonomi syariah," jelasnya.

Terkait dengan keinginan PKS untuk memenagkan SBY-Boediono sangat pas dengan slogan yang diusung oleh tiga kandidat capres. Dengan satu putaran maka akan "Lebih Cepat dan Lebih Baik". Dengan satu putaran makan pemerintah bisa menghemat Rp 2,8 triliun. "'Kalau uang itu dikembalikan ke rakyat itu kan Pro Rakyat," jelasnya. "Dan satu putaran berarti kebijakan-kebijakan yang baik bisa di-Lanjutkan," imbuhnya lagi.

Deklarasi Kebulatan tekad untuk memenangkan SBY-Boediono, selain dihadiri oleh seluruh ketua DPD PKS se Bengkulu, juga dihadiri oleh Gubernur Bengkulu Agusrin, Wagub Syamlan, pimpinan parpol peserta koalisi, kader dan simpatisan PKS se Bengkulu.

Sebelumnya, Penasehat Tim Kampanye Daerah Bengkulu Agusrin menyatakan kehadiran Hidayat Nurwahid semakin menambah kepercayaannya bahwa Bengkulu bisa memenangkan SBY-Boediono dalam satu putaran.

PKS DKI Yakini Pilpres 1 Putaran


INILAH.COM, Jakarta. Ajakan Denny JA untuk menggolkan Pilpres satu putaran demi memenangkan pasangan SBY-Boediono diamini PKS DKI. Parpol koalisi Demokrat itu menargetkan pemenangan 70% untuk pasangan capres-cawapresnya itu.

Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Triwisaksana mengatakan, untuk mencapai target tersebut pihaknya melakukan upaya konsolidasi internal partai melalui rapat konsolidasi yang melibatkan pengurus mulai pimpinan wilayah hingga pengurus ranting.

"Menang dengan 70 persen peroleha suara dan satu kali putaran sudah menjadi target utama PKS DKI Jakarta bersama 23 Partai Politik pendukung Capres SBY-Boediono," kata Triwisaksana dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/6).

Selain strategi taktis, konsolidasi ini juga menekankan akan pentingnya kesiapan mental kader dalam menghadapi Pilpres. Sebagaimana capaian dalam pemilihan umum legislatif yang lalu walaupun hasil adalah buah dari kerja keras serta kekuatan mental para kader.

Ia menambahkan, ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk proses pemilihan umum selanjutnya. Dalam rangka memberikan penguatan mental ini pula, Triwisaksana juga memberikan pembekalan rohani kepada para PKS.

"Dengah selalu mengharap ridho Allah SWT, kami akan lanjutkan pemerintahan yang bersih ini melalui pemenangan SBY-Boediono dalam Pilpres 8 Juli nanti," harapnya.

PKS Rapatkan Barisan Untuk Kemenangan SBY-Boediono


PK-Sejahtera Online. PKS terus merapatkan barisan untuk memenangkan pasangan SBY-Boediono. Untuk itu digelar Konsolidasi struktur PKS dari tingkat wilayah hingga tingkat ranting di seluruh DKI Jakarta, Ahad (21/6), di Hall Basket Senayan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Presiden PKS Ir. Tifatul Sembiring. Caleg PKS yang melenggang ke Senayan melalui daerah pemilihan Sumatera Utara ini, memaparkan arti penting kemenangan duet SBY-Boediono untuk kemaslahatan umat dan keberlangsungan dakwah.

Selain Tifatul, tampil menggelorakan semangat kader, Ketua DPW PKS DKI Jakarta Ir. Triwisaksana, M.Sc. Dihadapan ribuan kader, aleg yang kembali terpilih sebagai anggota DPRD DKI Jakarta ini, memaparkan empat program pemenangan SBY-Boediono.

Pertama, Silaturahim Tokoh. Kader PKS akan mengintensifkan pendekatan kepada tokoh masyarakat melalui tradisi silaturahim yang sudah dilakukan sejak tahun 1999.

Kedua, Operasi Teritolrial.Kader PKS akan turun ke jalan-jalan untuk memasang berbagai atribut SBY-Boediono.

Ketiga, Penyiapan Saksi. PKS akan kembali menerjunkan saksi-saksi andalan yang telah terbukti kredibilitasnya dalam pemilu legislatif April 2009 Lalu.

Keempat, Kampanye Akbar. PKS akan menggerakan seluruh kader dan simpatisan untuk memadati Geloran Bung Karno pada kampanye putaran terakhir duet SBY Boediono yang akan digelar 4 Juli mendatang.

Tifatul & Perempuan PKS Perkuat SBY-Boediono


VIVAnews. Perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merapatkan barisan mendukung duet SBY-Boediono. Perempuan PKS memantabkan kesolidan dan berkomitmen untuk memenangkan pasangan capres-cawapres SBY-Boediono.

"Perempuan PKS akan dilakukan deklarasi komitmen bersama dari partai koalisi pendukung SBY-Boediono untuk memenangkan pasangan itu dalam Pilpres 8 Juli mendatang," kata Ketua Bidang Kewanitaan Dewan Pimpinan Pusat PKS, Lediah Anifa.

Pernyataan itu disampaikan Lediah Anifa dalam keterangan tertulis di sela-sela acara Rapat Koordinasi (Rakornas) Perempuan PKS di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat, 19 Juni 2009. Rakornas Perempuan PKS ini mengambil tema 'Peran Penting Perempuan dalam Menjawab Peluang Serta Tantangan Pasca-Pemilu 2009.'

Menurut Leidah, politisi perempuan PKS menyadari bahwa peran politik perempuan PKS bukan saja dilakukan kader perempuan, yang mendapatkan amanat sebagai anggota legislatif atau fungsionaris partai. "Tapi juga oleh kader perempuan yang saat ini menjadi istri pejabat publik," ujar dia.

Leidah melanjutkan, perempuan PKS yang menduduki tiga posisi itu merupakan keragaman peran tersendiri. Masing-masing peran itu, lanjut dia, jika didayagunakan dengan optimal akan membuat perubahan agenda yang tidak kecil.

Saat ini Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Meutia Hatta, sedang memberikan sambutan. Partai yang dipimpin Meutia Hatta merupakan salah satu mitra koalisi Demokrat pendukung SBY-Boediono. Tampak hadir dalam acara ini Presiden PKS, Tifatul Sembiring.

PKS Gelar Rakornas Politisi Perempuan


PK-Sejahtera Online. Permasalahan yang perlu diselesaikan terkait dengan perempuan Indonesia adalah permasalahan Kemiskinan, Low Skill, low education, terbatasnya akses baik itu sosial, politik maupun budaya. Semua ini perlu diselesaikan dengan ide-ide yang orisinil. Asli, yang diharapkan bisa dihasilkan dari Rakornas ini. Demikian Tifatul Sembiring, Presidan PKS dalam sambutannya di acara pembukaan Rakornas Perempuan Politisi PKS Jumat (19/6) pagi tadi di Jakarta.

Tifatul juga menyatakan ungkapan terimakasih atas peran besar para akhwat dalam pemilu legislatif 2009. "Jazakumullah khairon Jaza" Ujarnya dihadapan duaratus peserta dan undangan Rakornas.

Rakornas yang mengambil tema Peran Penting Politisi Perempuan PKS Dalam Menghadapi Tantangan dan Peluang Pasca Pemilu 2009 ini, dihadiri oleh Para politisi perempuan yang terdiri dari berbagai anggota legislatif 2004, calon anggota legislatif terpilih 2009, fungsionaris partai, para istri dari pejabat publik dari kader PKS yang menjabat sebagai gubernur/wakil, walikota/wakil, dan bupati/wakil serta undangan.

Ledia Hanifa S.Si, M.Psi.T, Ketua DPP PKS Bidang Kewanitaan mengatakan dalam sambutannya bahwa politisi perempuan PKS menyadari peran politik perempuan PKS bukan saja dilakukan oleh kader perempuan yang mendapatkan amanah sebagai anggota legislatif ataupun fungsionaris partai, tetapi juga oleh kader perempuan yang saat ini menjadi istri pejabat publik. Ketiganya merupakan keragaman peran yang jika didayagunakan dengan optimal dapat melakukan agenda perubahan yang tidak kecil pada persoalan perempuan dan anak.

Selain itu, tak dipungkuri untuk berjuang di ranah politik, bukan saja dituntut memiliki kualitas yang baik tetapi juga diperlukan soliditas yang kokoh dan kuat. ”Melalui pertemuan inilah, para perempuan politisi PKS yang memiliki keragaman peran tersebut mengasah ketajaman kualitas dan memupuk soliditas bersama. karena kami menyadari bahwa kualitas dan soliditas yang kokoh akan melahirkan kerja-kerja produktif di masyarakat sehingga akan melahirkan ketokohan perempuan yang mengakar kuat,” demikian jelas Ledia.

Pembukaan Rakornas ini juga dihadiri oleh Menteri Negara Urusan Peranan Wanita, Meutia Hatta, Dubes RI untuk Arab Saudi, Salim Segaf Al Jufri, dan Ketua MPP PKS, Suharna Surapranata. Acara pembukaan ini diakhiri dengan Deklarasi Komitmen Bersama Perempuan Partai Koalisi Pendukung SBY-Boediono.


Sumber: http://pk-sejahtera.org/v2/index.php?op=isi&id=7526

Minggu, 21 Juni 2009

Yang Tolak Satu Putaran, Tidak Paham Demokrasi


JAKARTA. Anggota Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono, Anas Urbaningrum, mengatakan, pihak yang tidak suka pemilu presiden satu putaran adalah tidak paham demokrasi.

"Yang justru tidak paham demokrasi adalah yang menolak 'Pilpres Satu Putaran'," katanya, di Jakarta, Senin. Anas mengatakan, pihak yang menyebut 'Pilpres Satu Putaran' sebagai kesombongan atau kepongahan, termasuk pada kelompok tidak paham demokrasi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Juru Bicara Tim Sukses JK-Wiranto, Hajriyanto Y Thohari, pernah menilai, publikasi besar-besaran tentang 'Pilpres Satu Putaran' melalui iklan-iklan dengan biaya amat mahal di berbagai media, mengekspresikan kejemawaan pelakunya, sekaligus merupakan pelecehan terhadap demokrasi maupun konstitusi.

Namun Anas Sendiri melihat, konstitusi kita sudah mengatur syarat pemenang. "Yakni, lebih dari 50 persen suara dan terdistribusi minimal 20 persen dukungan di separuh jumlah provinsi," ungkapnya.
Jadi, lanjutnya, jika rakyat menghendaki, siapa pun tidak bisa melawan.

"Melawan kehendak rakyat, jika sudah memutuskan satu putaran, adalah melawan demokrasi. Sekurang-kurangnya, jelas tidak paham terhadap demokrasi," ujarnya.

Yakin Menang

Anas Urbaningrum lalu menunjuk hasil survei terbaru dari Lembaga Puskaptis yang menunjukkan pasangan SBY-Boediono masih memiliki tingkat elektabilitas 52,15 persen, walau angka itu lebih rendah dari survei lembaga lainnya yang menyebutkan angka 70 persen.

Dengan tingkat elektabilitas seperti itu, Anas Urbaningrum berulangkali menyatakan, pihaknya pasti menang.
"Kami yakin sepenuhnya bahwa rakyat lebih mempercayai SBY-Boediono untuk menjadi pemimpin Indonesia periode berikutnya," katanya.

Karena itu, ia menandaskan, pihaknya siap menang satu putaran. "Tetapi juga siap untuk menghadapi 'Pilpres Dua Putaran'," kata Anas Urbaningrum lagi. (ant/ahi)


By: Republika Newsroom