jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Senin, 09 Februari 2009

PKS Bantu Korban Aksi Pembakaran


INILAH.COM, Depok. Dewan Pimpinan Daerah PKS Kota Depok memberikan bantuan kepada para korban yang rumahnya menjadi sasaran pembakaran orang tak dikenal. Bantuan ini diberikan sebagai wujud solidaritas dan keprihatinan pengurus PKS atas nasib korban.

"Kami memberikan bantuan uang tunai kepada para korban," kata Ketua DPD PKS Kota Depok Mujtahid Rahman Yadi, di Depok, Rabu (17/12) petang.

Pengurus PKS Depok langsung memberikan bantuan uang tunai kepada keenam korban pembakaran, khususnya terhadap mantan ketua DPR atau ranting PKS kelurahan Kemiri Muka, Agus Purwanto, yang rumahnya paling parah mengalami kerusakan.

Menurut Yadi bantuan tersebut merupakan wujud simpatik dan keprihatinan yang dialami para simpatisan dan kader atas kasus pembakaran oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ia mengatakan, untuk meringankan beban penderitaan para simpatisan dan kader, para kader PKS Depok akan melakukan aksi gotong royong pada Minggu (21/12). "Para kader akan memperbaiki kerusakan yang dialami seperti mengecat kembali tembok dan memperbaiki kerusakan listrik," katanya.

Kantor DPD PKS Kota Depok di Jalan Beringin, Margonda Raya dan enam rumah anggota dan simpatisan PKS, di Jalan Ciliwung, Margonda Raya, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat dibakar oleh orang yang tidak dikenal.

Seperti diberitakan, Kantor DPD PKS Kota Depok dibakar pada Sabtu (13/12) sekitar pukul 10.00 WIB. Akibat terbakarnya kantor tersebut sebanyak 150 buah atribut parpol berupa bendera musnah, dan kusen ruangan, dinding ruang rapat PKS, serta alat pendingin ruangan rusak terbakar.

Aksi pembakaran tersebut terjadi kembali pada Senin (15/12) pukul 04.00 WIB, di Jalan Ciliwung. Tempat pertama adalah dua warung kelontong milik simpatisan PKS, milik Arjun Nasution dan Didi.

Selanjutnya adalah rumah mantan Ketua Dewan Pimpinan Ranting (DPRA) Kemiri Muka, PKS Kota Depok, Agus Purwanto dan rumah mantan anggota DPR-RI tahun 1999-2004, Abdul Rokib juga tidak lepas dari aksi tersebut.

Rumah lainnya yang dibakar adalah rumah milik dua kader PKS yang tidak jauh dari rumah Ketua DPD PKS Kota Depok tersebut. Aksi pembakaran tersebut dilakukan secara bersamaan pada subuh.

Lebih lanjut Yadi mengatakan setelah kejadian tersebut banyak kader dan pengurus partai yang menanyakan kronologis kejadian. "Saya memberikan penjelasan secara rinci kepada para kader PKS dari daerah lain," katanya.

Dikatakannya para pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Jawa Barat dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS juga banyak menanyakan kejadian tersebut. "Saya sudah kirimkan laporan kronologis kepada DPW dan DPP PKS, termasuk analisa-analisa kejadian," ungkapnya.

Yadi juga mengimbau para kader dan simpatisan untuk bersikap sabar dan tetap tenang menghadapi kasus tersebut. "Jangan sampai kita terpancing dengan adanya kasus tersebut, sehingga bisa memperkeruh suasana," katanya.

Untuk mengungkap kasus tersebut pihaknya masih memperdalam saksi-saksi yang melihat secara langsung kejadian tersebut, namun informasi yang diperoleh masih terlalu minim.

"Perlu mendapat informasi tambahan yang lebih lengkap agar kasus tersebut bisa terungkap," harapnya.

Aparat kepolisian Kota Depok mengamankan seorang wanita yang diduga melakukan pembakaran, dan memeriksanya secara intensif. namun wanita tersebut diduga tidak waras karena ketika ditanya jawabannya selalu tidak logis.

Yadi pun menyangsikan kasus pembakaran tersebut dilakukan orang yang tidak waras, karena tidak mungkin wanita tidak waras melakukan pembakaran di enam titik secara bersamaan.


http://smsplus.blogspot.com/2008/12/pks-bantu-korban-aksi-pembakaran.html

PKS Dinilai Progresif dalam Melangkah


JAKARTA. Pergerakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari partai yang paling kanan ke kiri dinilai sebagai langkah yang progresif untuk mencuri suara di Pemilu 2009.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Saiful Mujani menilai, pergerakan PKS ini berbarengan dengan pergeseran masyarakat Indonesia dari kiri ke kanan.

"Kalau PKS jadi partai yang moderat, ini sangat kompatibel, akan terjadi akselerasi. Karena secara umum masyarakat juga bergerak dari kiri ke kanan. Normalnya, PKS akan jadi semakin besar dan kuat di 2009 jika teori ini benar," ujar Saiful dalam diskusi bertema Partai Islam dan Demokrasi: PKS di Indonesia 1998-2006 di Kantor Maarif Institute, Jalan Muria No 7, Guntur, Setiabudi, Jakarta, Rabu (17/12/2008).

Saiful juga melihat, saat ini basis ideologi semua partai politik (parpol) peserta Pemilu 2009 adalah sama. Puluhan parpol itu pada dasarnya menganut paham sosialisme. Hal ini terlihat dari sikap politik masing-masing partai yang tidak menunjukkan ciri tersendiri.

"Tidak ada satu pun parpol yang menolak Pasal 33 (UUD 1945), tidak ada yang menolak subsidi, jadi cenderung sosialis semua," tandasnya.

Namun, lanjut dia, paham sosialisme ini hanya tertuang dalam tataran konsep. Sedangkan dalam implementasi program kerja partai, mereka lebih cenderung liberal. "Semua platformnya liberal," pungkasnya. (lsi)


http://smsplus.blogspot.com/2008/12/pks-dinilai-progresif-dalam-melangkah.html

FPKS Kecewa Manajemen Haji


Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI menyatakan kecewa dengan manajemen penyelenggaraan ibadah haji tahun 1429 H/2008 M, karena pelaksanaannya tak sesuai kesepakatan dengan DPR.

Demikian disampaikan Anggota Fraksi PKS DPR Umung Anwar Sanusi dan Al Yusni di Gedung DPR/MPR Jakarta, Rabu, terkait pelaksanaan haji.

PKS mengindentifikasi dua masalah penting yang mengganggu kekhusukan jemaah haji Indonesia melaksanakan ibadahnya, yaitu kelayakan pemondokan haji yang sebagian besar di bawah standar dan lokasi yang jauh dari Masjidil Haram.

Di pemondokan, jemaah haji mengeluhkan air yang tidak mengalir, aliran listrik yang padam, lift yang sering macet hingga pemadatan jumlah orang di kamar penginapan.

"Bayangkan, kamar berkapasitas enam orang, diisi sembilan bahkan 11 orang. Ada pemondokan yang hanya satu kamar mandi untuk 36 orang," kata Umung Anwar Sanusi.

Lokasi pemondokan juga jauh dari Masjidil Haram. Bahnyak pemondokan yang lokasinya sembilan hingga 13 kilometer dari Masjidil Haram. Lokasi yang jauh dari Masjidil Haram tidak didukung transportasi memadai.

Pengemudi yang disiapkan tidak disiapkan untuk bertugas 24 jam karena untuk satu bus disediakan satu pengemudi. Para pengemudi tidak mampu bertugas 24 jam karena kelelahan.

Akibatnya, kata Al Yusni, banyak jemaah yang tidak bisa melaksanakan shalat wajib di Masjidil Haram, bahkan tak sedikit jemaah yang hanya bisa sekali-dua kali ke Masjidil Haram. Mereka hanya menyemarakan masjid dan mushola di sekitar pemondokan.

Buruknya pelayanan transportasi mengakibatkan dampak negatif lainnya. Mereka yang tetap memilih beribadah di Masjidil Haram harus mengeluarkan biaya lebih untuk transport. Namun kendaraan umum juga tidak mudah dijumpai karena lokasi peomdokan yang jauh.

PKS juga mengungkapkan, lokasi pemondoklan yang jauh juga mengakibatkan kesulitan memenuhi kebutuhan makanan. Padahal keterlambatan ke pemondokan mengakibatkan makanan yang tersedia sudah dingin. Upaya mencari makanan pengganti juga sulit.

"Meksipun panitia mengembalikan sejumlah Riyal kepada jemaah yang jumlahnya 170 hingga 250 Riyal sesuai loaksi pemondokan, tetapi hal ini tidak mampu membayar kekecewaan jemaah. Tidak setara dengan penderitaan yang diterima," katanya.

Masalah-masalah itu, kata Al Yusni, menunjukkan pengelolaan haji yang tidak profesional. Padahal, jemaah sudah membayar penuh, tetapi haknya dipangkas.

"Pemerintah telah gagal memberi pelayanan yang layak bagi jemaah haji Indonesia dan mengabaikan hak mereka untuk beribadah di Tanah Suci," katanya.


http://smsplus.blogspot.com/2008/12/fpks-kecewa-manajemen-haji.html?widgetType=BlogArchive&widgetId=BlogArchive1&action=toggle&dir=open&toggle=YEARLY-1199145600000&toggleopen=MONTHLY-1233446400000

Telur PKS - Hemat, Bikin Sehat


Mungkin bagi sebagian orang, pemandangan di atas tidaklah sesuatu yang asing. Meskipun bukan sesuatu yang normal, satu telur dengan dua buah kuning telur tidaklah langka dilihat orang. Namun demikian, berkesempatan membelah telur matang dengan dua buah kuning telur yang secara fotogenic membentuk tampilan angka delapan tentu cukup menarik perhatian. Paling tidak bagi sang pemotret yang serta merta mengabadikan sang telur istimewa yang sebenarnya merupakan jatah sarapan paginya.

Bagi PKS Berlin, keistimewaan telur tersebut tentu saja tidak hanya ke-fotogenic-annya. Tak bisa dipungkiri, telur yang ini memang pas dengan tema kampanye PKS untuk Pemilu 2009. Sebagai partai bernomor urut 8 untuk pemilu legislatif, PKS Berlin melihat bahwa sang telur amatlah tepat untuk mengkampanyekan diri. Selain bentukan angka delapan, warna telur rebus ini juga sesuai dengan warna PKS, putih dan kuning.

Terlepas dari keistimewaan tampilan "Telur PKS" di atas, telur ayam secara umum, baik yang berkuning telur dua atau yang normal satu, hendaklah tidak dipandang sebelah mata. Di balik bentuknya yang mungil dan sederhana, ia menyimpan potensi dan manfaat yang luar biasa. Bagi mereka yang hobi memasak, telur ayam sudah dikenal sebagai bahan utama maupun pembantu dengan menjadi pengental, pengikat, penguat, pengembang, atau sekedar pencoklat dan pemanis tampilan. Bagi mereka yang tidak hobi memasakpun, ia sangat dikenal sebagai makanan atau lauk andalan karena mudah mengolahnya. Tinggal direbus, diceplok, didadar dan ditambah sedikit garam, jadilah ia lauk yang nikmat, tersaji dalam sesaat. Sungguh praktis!

Dari sisi kesehatan, ternyata telur juga sangatlah istimewa. Menurut situs World's Healthiest Foods yang mengutip berbagai hasil penelitian ilmiah mutakhir, ia merupakan sumber murah atas protein berkualitas tinggi. Satu telur ayam, rata-rata mengandung 5,5 gram protein atau setara dengan 11% kebutuhan harian. Kandungan vitamin dan mineralnya juga boleh dibilang amat lengkap. Sebagai tambahan, telur juga mengandung berbagai nutrisi vital seperti folat, kholin, lutein maupun kolesterol. Folat dan kholin amat penting dalam perkembangan otak dan fungsi sel-sel syaraf. Terutama bagi anak-anak, hal ini akan sangat menunjang kecerdasan mereka. Selain itu kholin juga berperan penting dalam mencegah kerusakan pembuluh darah. Telur juga mengandung protein yang mencegah pembekuan dan penggumpalan darah, sehingga mengurangi resiko serangan jantung. Sementara itu, lutein adalah sejenis karotenoid yang menjadi salah satu unsur utama kesehatan retina mata. Ia mencegah penurunan fungsi penglihatan dan katarak.

Sesehat itukah telur? Bagaimana dengan kolesterol...? Bukankah ia adalah sumber penyakit jantung? Bukankah kuning telur sangat kaya akan zat ini? Bukankah ahli kesehatan menganjurkan mengurangi asupan kolesterol?

Benar, kuning telur mengandung banyak kolesterol dan jenis tertentu kolesterol (perbandingan jenis LDL:HDL tinggi) memicu penyempitan pembuluh darah yang dapat berlanjut pada serangan jantung. Karena itulah ahli kesehatan di masa lampau menganjurkan menjauhi telur agar jantung sehat. Namun penelitian terkini dan kajian ulang atas berbagai penelitian dalam seperempat abad terakhir tentang makanan dan kandungan lemak darah membantah anjuran ini. Bahan makanan dengan kandungan asam lemak tak jenuh tinggilah penyebab utama tingginya kadar kolesterol LDL di dalam darah, bukan bahan makanan berkolesterol seperti telur. Dalam berbagai penelitian, kelompok orang yang makan telur setiap hari dengan mereka yang tanpa telur tidak menunjukkan perbedaan berarti dalam hal kandungan kolesterol darahnya atau angka resiko serangan jantungnya. Singkatnya, mengkonsumsi telur secara teratur bagi orang sehat tidak meningkatkan resiko serangan jantung.

Dari sisi nutrisi, dapat dikatakan bahwa telur bukanlah sekedar lauk tetapi sebuah paket makanan yang sempurna. Hal ini sebenarnya adalah sesuatu yang wajar karena memang ia dipersiapkan oleh Allah untuk menjadi rumah sekaligus pasokan sari pati makanan bagi tumbuh kembang sang calon anak ayam. Jadi, telur adalah pilihan tepat, pilihan sehat, penuh manfaat.

Semoga PKS dan para kadernya dapat pula menjadi telur-telur pilihan yang memberikan manfaat besar dibalik kesederhanaannya.


Catatan Pinggir:

Meskipun telur relatif murah, masyarakat indonesia lebih banyak mengeluarkan uangnya untuk rokok konsumsi telur per kapita indonesia adalah sekitar 88 butir per tahun, hanya lebih tinggi dari Vietnam di antara negara-negara ASEAN dan sangat jauh dibandingkan dengan Jepang (650 butir) atau Inggris (330) 5.678 siswa di Solo memecahkan rekor MURI untuk makan telur bersama dalam rangka kampanye "Sebutir Telur Per-Hari Mencerdaskan Bangsa"


Oleh: Si Nomor Delapan
http://pksberlin.blogspot.com/2008/12/telur-pks-hemat-bikin-sehat.html

Minggu, 08 Februari 2009

Megawati Lebih Antusias Bicara Soal "Shopping"


Megawati Soekarnoputri adalah Presiden Indonesia kelima. Bisa disebut ia adalah Presiden Indonesia paling pendiam. Putri Bung Karno ini sepertinya seorang pengikut fanatik pepatah kuno “Silence is Gold”. Tapi, diamnya Megawati seringkali kelewatan. Ia tetap tak bersuara bahkan ketika negeri ini membutuhkan kejelasan sikapnya. Sampai-sampai (Alm) Roeslam Abdulgani, tokoh pejuang 45, berseru, “Megawati bicaralah sebagai Presiden!”

Kenapa Megawati lebih banyak diam?

Tjipta Lesmana dalam bukunya “Dari Soekarno Sampai SBY: Intrik dan Lobi Politik Para Penguasa” mengisahkan, pada suatu hari, saat masih menjabat sebagai Presiden, Megawati Soekarnoputri tampak tengah berbincang lama sekali dengan seorang menterinya di kediaman resminya, di Jl Teuku Umar, Jakarta. Sementara perbincangan berlangsung, seorang pembantu dekatnya yang lain menunggu dengan gelisah. Pasalnya, ia sudah menunggu lama lewat dari waktu yang dijanjikan untuk bertemu.

Usai pembicaraan Megawati dengan menterinya, pembantu ini bertanya kepada si Menteri. “Lama amat sih kamu ngobrolnya. Apa saja sih yang dibahas?”

”Enggak ada, Mas. Kita ngobrol hal-hal lain yang enggak ada kaitannya dengan negara!” jawab Sang Menteri sambil tertawa lebar (hal. 272).

Itulah Megawati. Berdasarkan penuturan Laksamana Sukardi, mantan menteri negara Badan Usaha Milik Negara, jika berdiskusi dengan pembantunya, lebih sering soal-soal ringan seperti masakan, tanaman, dan shopping. Pembicaraan dengan topik itu bisa membuat diskusi dengan Megawati berlangsung lama. Tapi, jika sudah menyentuh soal pekerjaan atau negara, daya fokusnya sangat terbatas. Konsentrasinya kurang cukup untuk terus menerus fokus ke permasalahan. Hal ini menimbulkan kesan Megawati orang yang tidak mau repot dalam mengurus negara.

Mantan pentiggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang kini hengkang dan mendirikan Partai Demokrasi Pembaruan, Roy BB Janis, menuturkan dalam buku itu, dalam sidang kabinet Megawati biasanya lebih banyak diam. Kalaupun angkat suara fungsinya hanya sebagai pengatur lalu lintas. Kalau ada dua menteri saling berdebat di sidang kabinet, Megawati hanya menonton, jarang memberikan pendapatnya sendiri atau menengahi keduanya, meski perdebatan sudah berada pada tingkat ‘panas’.

Ada cukilan kisah menarik tentang diamnya Megawati. Menjelang tutup tahun 2002 aksi-aksi unjuk rasa anti pemerintah, terutama dilancarkan mahasiswa, menunjukkan eskalasi yang tinggi. Aksi ini menyusul kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM dan tarif dasar listrik. Di tengah ingar bingar unjuk rasa itu, beredarlah rumor yang menyebutkan ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengompori rangkaian unjuk rasa itu.

Sebagai orang yang ikut bertanggung jawab atas stabilitas pemerintah, Hendropriyono (Kepala Badan Intelijen Negara), Susilo Bambang Yudhoyono (Menteri Koordinator Politik dan Kemanan), dan Da’i Bachtiar (Kapolri), rupanya terus memeras otak untuk mencari tahu siapa dalang aksi-aksi ini. Lantas, dalam rapat kabinet tanggal 20 Januari 2003, muncul empat nama yang disebut-sebut sebagai pihak yang berada di belakang aksi unjuk rasa. Mereka adalah Jenderal Wiranto, Fuad Bawazier, Adi Sasono, dan Eros Djarot.

Tentang Fuad Bawazier, memang diketahui lama adalah mitra bisnis Rini Suwandi yang kala itu menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan dalam kabinet Megawati. Kemitraan mereka terjadi jauh sebelum Rini menjadi menteri.

Suatu hari bertemulah Hendropriyono dan Rini Suwandi di kediaman Megawati di Jl Teuku Umar. Hendro menegur keras Rini soal sepak terjang Fuad. Kata-kata Hendro meluncur tanpa tedeng aling-aling. Teguran itu begitu menyakitkan Rini hingga ia menangis sambil memeluk Megawati. Apa reaksi Presiden? Megawati hanya tersenyum menyaksikan adegan perang mulut antara dua pembantu dekatnya (hal. 276).

Pendendam

Semua orang mafhum, hingga detik ini Megawati emoh bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden berkuasa yang notabene adalah mantan pembantunya di kabinet. Dalam upacara kenegaraan memperingati ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke-63, 17 Agustus, tahun ini, Megawati tidak hadir. Ketidakhadirannya diyakini karena faktor Yudhoyono sebagai Presiden.

Tjipta menulis, “di mata Megawati, Susilo Bambang Yuhoyono (SBY) tidak lebih seorang pengkhianat, bahkan seorang Brutus yang sadis,” (hal.303). Ini semua karena sikap “diam-diam” SBY yang mencalonkan diri sebagai Presiden pada Pemilu 2004. SBY dinilai tidak jantan. Beberapa kali Megawati bertanya kepada SBY apakah akan maju dalam Pemilu 2004. Dengan diplomatis SBY menjawab, “Belum memikirkan soal itu, Bu. Saya masih konsentrasi dengan tugas selaku Menteri Koordinator Politik dan Keamanan.” (hal. 288).

Namun, Megawati dan kubunya menaruh kecurigaan besar terhadap SBY dan timnya. Perseteruan di balik selimut pun terjadi. Terungkap ke publik bahwa Megawati mengucilkan SBY dari sidang-sidang kabinet. Sikap Megawati ini menguntungkan SBY karena dengan itu SBY tampil di media sebagai korban kezaliman Megawati.

12 Maret 2004 SBY mengirimkan surat pengunduran diri dari kabinet. Dua hari kemudian ia terbang ke Banyuwangi, berkampanye untuk Partai Demokrat. Pada putaran kedua pemilu 2004 SBY menang gemilang dalam pemungutan suara. Megawati sedih dan menangis.

Semua orang tahu, saat pelantikan SBY di Gedung MPR pada 20 Oktober 2004 Megawati tidak hadir, padahal banyak orang dekat membujuknya datang. Semua orang juga tahu, pagi itu Megawati bahkan tidak duduk di depan pesawat televisinya, tapi sibuk berkebun.

Menurut penuturan Roy BB Janis, kegusaran dan kebencian Megawati diartikulasikan dalam rapat DPP PDIP. “Kalau orang lain, Amien Rais Presiden, Wiranto Presiden, siapalah, saya datang. Tapi, kalau ini (SBY) saya enggak bisa, karena dia menikam saya dari belakang,” begitu kata Megawati seperti ditirukan Roy (hal.289). Kompas.

2014 Tak Ada Lagi Politik Satria Piningit


Jakarta, myRMnews. Pemilu 2009 bisa diyakini bakal menjadi hajatan terakhir bagi tokoh-tokoh gaek.

Menurut Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring, pemilu, khususnya Pemilu Presiden (Pilpres) 2009 akan menjadi kesempatan terakhir bagi tokoh-tokoh nasional yang sudah berusia 60 tahun ke atas.

Karena itu, dia begitu optimistis bahwa Pemilu 2014 mendatang akan menjadi era baru yang diwarnai dengan munculnya wajah-wajah fresh tokoh-tokoh muda.

”Tidak ada lagi politik dinasti atau politik ala satria piningit. Kita harus membuat bangsa ini lebih optimistis,” kata Tifatul seperti dilansir JPNN.

2014 diyakini bakal menjadi ajang munculnya tokoh-tokoh muda yang punya kepiawaian bahkan mewarisi sifat negarawan sebagai bagian regenerasi kepemimpinan bangsa ini.

“Kalau masih ada tokoh senior yang ngotot tampil, harusnya lebih tahu diri dan merasa malu. Bangsa ini ke depan harus mempercayakan anak-anak mudanya untuk memimpin,” tandasnya.

Seperti diketahui, kemarin (Selasa, 16/12) terpilih 15 tokoh muda yang berpengaruh versi Majalah Biografi Politik yang dinakhodai intelektual muda Yudi Latief.

15 tokoh muda berpengaruh itu antara lain, Pramono Anung (Sekjen PDI Perjuangan), Riri Riza (sineas muda), Adhyaksa Dault (Menengpora), Irman Gusman (wakil ketua DPD) hingga Khofifah Indah Parawansa.

Pram dan Tifatul Cerah di 2014


INILAH.COM, Jakarta. Kesempatan pemimpin muda di 2009 masih sangat minim. Namun pada 2014, kesempatan mereka lebih terbuka lebar. Sekjen DPP PDIP Pramono Anung dan Presiden PKS Tifatul Sembiring dianggap pemimpin muda yang memiliki kans besar.

"Menurut saya sekjen PDIP Pramono Anung sebagai pemimpin muda paling berpengaruh di tahun 2008. Sebab Pramono merupakan orang nomor 2 di salah satu partai besar yang akan memenangkan Pemilu 2009 nanti," kata pengamat politik dari Paramadina Bima Arya Sugiarto saat dihubungi INILAH.COM, Jakarta, Rabu (17/12). Sementara Tifatul dianggap pengaruh di tahun 2008 karena dianggap orang nomor 1 sebagai presiden PKS.

Meski berpeluang, kesempatan mereka di 2014 akan cerah jika mereka meniti karir di parpol masing-masing, dan memiliki track record yang bagus. Mereka harus konsisten dan tidak berhenti di tengak jalan.

"Pemimpin muda harus mempunyai track record di parpol. Kita bisa melihat rekam jejak di parpol, apakah dia konsisten atau tidak," kata Bima sambil menambahkan, meskipun umur ada di bawah 50 tahun, pemimpin muda harus mempunyai visi jauh ke depan dalam pembangunan bangsa ini.

Sebagaimana versi Majalah 'Biografi Politik' memberikan penghargaan pemimpin muda berpengaruh di tahun 2008. Selain itu ada 14 nama tokoh lain seperti Tifatul Sembiring, Denny JA, Adhyaksa Dault, Irman Gusman, Andy F Noya, Ary Ginanjar, Khofifah Indar Parawansa, Marty Natalegawa, Riri Reza, Sandiaga Uno, Sri Mulyani, MS Kaban, Usman Hamid, dan Yusron Ihza.

Yuddy: Tifatul Paling Berpengaruh


INILAH.COM, Jakarta. Yuddy Chrisnandy yang kerap meneriakkan saatnya tokoh muda yang memimpin tidak masuk jajaran '15 Pemimpin Muda Berpengaruh 2008' versi majalah 'Biografi Politik'. Dia malah menyebut Presiden PKS Tifatul Sembiring sebagai tokoh paling berpengaruh.

"Saya pilih Tifatul Sembiring jika dibandingkan tokoh-tokoh yang lainnya karena ia berpengaruh sekali di partainya," kata Yuddy saat dihubungi INILAH.COM, Jakarta, Rabu (17/12).

Yuddy mengatakan tidak mempermasalahkan dirinya tidak mendapatkan penghargaan dari majalah yang dipimpin oleh pengamat politik Yudi Latif. Setiap orang mempunyai kriteria masing-masing dalam menentukan pilihan apakah seseorang itu berhak atau tidak masuk ke dalam kategori pemimpin muda.

"Nggak apa-apa tidak masuk," jawabnya santai.

Dijelaskan oleh Yuddy bahwa seorang pemimpin muda harus mempunyai visi yang jauh ke depan bagaimana mengatasi persoalan yang dihadapi oleh bangsa ini. Selain itu, moralitas juga harus didepankan.

"Pemimpin muda harus mempunyai kapasitas yang memadai dalam memimpin negara nanti," pungkasnya.

Berikut 15 Pemimpin Muda Berpengaruh 2008: Tifatul Sembiring, Denny JA, Adhyaksa Dault, Irman Gusman, Andy F Noya, Ary Ginanjar, Khofifah Indar Parawansa, Marty Natalegawa, Riri Reza, Sandiaga Uno, Sri Mulyani, MS Kaban, Usman Hamid, Yusron Ihza, dan Pramono Anung. [bar/ana]

PKS Desak Polisi Ungkap Pelaku Teror


JAKARTA. Mantan Wakil Ketua DPD PKS Depok, Amri Yusra mendesak agar pihak kepolisian melakukan investigasi terhadap teror pembakaran yang dialami kader PKS di Depok, Jawa Barat.

"Kita dorong pihak kepolisian agar sungguh-sungguh melakukan investigasi mengungkap pelaku pembakaran," ucap Amri saat dihubungi okezone, Selasa (16/12/2008)

Wakil Ketua DPRD Kota Depok ini juga berharap polisi serius menangani persoalan ini. Pasalnya pelaku teror serupa di Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu belum tertangkap.

"Hingga saat ini pelaku pelemparan bom molotov di Bandung belum terungkap," tuturnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kemarin terjadi delapan kebakaran di Depok, Jawa Barat. Lima di antaranya adalah rumah milik kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dua warung milik kader PKS, dan satu titik lagi adalah Masjid Mujahidin. Semuanya terletak di RT 05/01, Kelurahan Kemiri Muka, Beji Depok, Jawa Barat.



Sekretariat PKS Tangerang Diteror Bom


Tangerang, (ANTARA News). Kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Ciputat yang berlokasi di Jalan Bukit Nusa Indah Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, diteror akan diledakkan bom oleh pria tidak dikenal, Selasa petang.

Teror ancaman peledakkan yang dilakukan pria tidak berindentitas tersebut melalui pesan singkat dan sambungan telepon selular milik Fahrul Arief sebagai pemilik rumah yang dikontrakkan untuk kantor sekretariat DPC PKS tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Tangerang, Anugerah menjelaskan, pelaku mengirim pesan singkat dan sambungan telepon selular tentang ancaman peledakkan tersebut sebanyak lebih dari tujuh kali.

"Pelaku menelpon berulang kali tapi diduga orangnya satu karena suarnya sama," kata Anugerah.

Anugerah menyebutkan, penelpon misterius tersebut akan letakkan bom di belakang kantor sekretariat PKS dan tidak lama akan segera meledak.

Anugerah menegaskan, meski pun sebuah ancaman, namun PKS menanggapi teror tersebut sebagai masalah serius karena kejadian yang sama pernah diterima pengurus PKS di Kota Depok, Jawa Barat.

Ia menambahkan, pihaknya sudah melaporkan ancaman tersebut ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Provinsi Banten dan aparat kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut.


http://smsplus.blogspot.com/2008/12/siap-pelaku-teror-kader.html

PKS: Poros Tengah No, Poros Umat Yes!


INILAH.COM, Jakarta. PKS tak menyatakan berminat pada gagasan pembentukan aliansi Poros Tengah II yang dilontarkan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Meski begitu, Presiden PKS Tifatul Sembiring mengaku lebih suka membentuk aliansi 'Poros Umat'.

"Saya nggak ngerti poros tengah. Tidak ada poros tengah, adanya poros umat," kata Tifatul di sela acara Jakarta Political Club di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (16/12).

Menurut Tifatul, usulan Din tersebut sebagai upaya untuk menyatukan partai-partai Islam. Karena total suara seluruh partai Islam dalam Pemilu mencapai 36 persen, dan sisanya dikuasai partai nasionalis.

Saat ini, lanjut Tifatul, partai-partai Islam lebih moderat dan sudah bergeser ke tengah, artinya lebih nasionalis. "Ya harus berkoalisi. PKS pasti akan berkoalisi," pungkasnya.