jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Selasa, 05 April 2011

PKS Belum Teken Kontrak Koalisi yang Baru

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum menandatangani kontrak koalisi baru yang disiapkan oleh PD. PKS belum mau menandatangani sebelum ada evaluasi koalisi yang konkret.

"Drafnya belum kita terima, jadi kita belum bisa menindaklanjuti," ujar Sekjen PKS, Anis Matta, kepada detikcom, Rabu (6/4/2011).

Anis menuturkan, PKS akan mengambil sikap setelah menerima draf kontrak koalisi yang baru. PKS akan menggelar rapat internal menyikapi hal tersebut.

"Nanti kalau draf sudah kami terima, kami akan membahas di Majelis Syuro PKS," jelasnya.

PKS Jajaki Kerja Sama dengan Muhammadiyah dan NU

Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta, mengatakan bahwa pihaknya akan menjajaki kerjasama dengan organisasi massa (ormas) Islam Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU untuk memperkuat Islam moderat.

“Kita jajaki kerjasama dengan Muhammadiyah dan NU guna memperkuat islam moderat di tanah air,” kata Anis Matta, Jakarta, Minggu.

Wakil Ketua DPR RI itu menyebutkan, PKS, Muhammadiyah dan NU adalah ormas yang memiliki posisi ekstrem Islam Moderat.

“PKS, Muhammadiyah, NU merupakan main stream dari Islam moderat di tanah air,”
katanya.

Tifatul: Berpolitiklah Secara Dewasa

Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, mengimbau semua pihak, khususnya pendukung koalisi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Wapres Boediono, agar tidak menonjolkan sikap emosional.
”Khususnya terkait dalam menanggapi hal-hal yang berkembang saat ini,” ujar Tifatul dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis (24/2). “Dewasalah dalam berpolitik. Intinya, komunikasi yang kurang lancar itu diperbaiki.”

Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyayangkan jika kekuatan besar koalisi itu tidak dapat dikonsolidasikan untuk menyukseskan program-program pemerintah SBY-Boediono. Bahkan, Tifatul menambahkan bahwa di masa yang akan datang belum tentu Indonesia mampu mewujudkan koalisi sebesar ini.

Pesan Wakil Mursyid Am : Fitnah Hanya akan Kuatkan Barisan Jama’ah

Dr. Jum’ah Amin, Wakil Mursyid Am Ikhwanul Muslimin Mesir menegaskan bahwa setiap gelombangg yang menyudutkan dakwah, jama’ah dan para pengusungnya akan selalu ada, namun justeru gelombang itu hanya akan menambah kekuatan,dan kesatuan barisan dakwah.

Beliau mengajak semua anggota Jama’ah Ikhwan agar menguatkan keimanan, meningkatkan taqarrub ilallah, memperbanyak sujud, qiyamullail, shaum, tilawah Al-Qu’ran, dan dzikir ma’turat serta memperbanyak isitghfar dalam menghadapi gelombang permusuhan itu.

Hal itu disampaikan beliau saat acara “Haditsuts Tsulatsa’” di masjid Ashrul Islam di Iskandaria. Beliau mengingatkan bahwa kita harus beda dengan para penyerang dakwah kita. Kita harus lebih menguatkan iman kita, ibadah kita, dan meninggal setiap maksiat dan dosa. Jika tidak, maka apa bedanya kita dengan mereka? Kalau sama, maka hukum Allah berlaku juga, bahwa yang lebih banyak, yang lebih kuat, yang didukung kekuatan besar, akan menjadi pemenang.

Nur Wahid: Fitnah Justru Membesarkan PKS

Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menilai rangkaian serangan bertubi-tubi yang memojokkan PKS belakangan ini justru kian membesarkan eksistensi partai berlogo padi kapas dan perisai emas itu.

"Nyatanya kader-kader PKS tetap solid. Bahkan, kemarin bisa menggelar demonstrasi besar-besaran menolak serangan koalisi ke Libya," tegas Hidayat kepadaINILAH.COMdi Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (5/4/2011).

Menurut anggota Majelis Syuro PKS ituy, manuver politik yang menjelek-jelekkan partainya sudah lumrah terjadi dalam persaingan politik. "Dalam konteks politik, dalam konteks pemilihan, biasa terjadi difitnah," ujarnya.

KulTwit @dokterarif: Subhanallah....

Subhanallah...

1) Rata2 jantung berdenyut lebih 2,5 milyar x & memompa lebih 200 juta ltr darah seumur hidup.

2) Isi paru2 sekitar 5 liter saja tapi luas alveoli hingga 100-160 m2 atau 1 lapangan tenis!

3) Orang dewasa miliki lebih 50 trilyun sel. 3 milyar mati TIAP MENIT diganti dg yg baru.

4) Indera penciuman kita bisa bedakan 2000-4000 jenis bau yg berbeda. Teknologi di ITS baru sampai 16 jenis bau.

Wahai Kader Dakwah.....Jadilah Seperti Pensil!

...dalam proses menulis, kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil. rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali...


Seorang cucu bertanya kepada Neneknya yang sedang menulis surat, “Nenek lagi menulis surat tentang pengalama kita? atau pengalaman aku?”.

Si Nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, “Sekarang nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang Nenek pakai”.

“Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si Nenek lagi. Mendengar jawab ini si Cucu lalu melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si Nenek ketika dia melihat tidak ada istimewanya dari pensil yang Nenek pakai.

Ikhwan, Salafi dan Tabligh Sepakat Bersatu

Para ulama Badan Perwakafan, Al Ikhwan Al Muslimun, Salafi, Jama’ah Al Islamiyah serta Jama’ah Tabligh berkumpul di Aswan Mesir untuk membentuk sebuah badan yang berfungsi untuk menyatukan umat Islam di Mesir, dari berbagai komunitas dan organisasi, demikian lansir onislam.net (3/4)

Pasca revolusi 25 Januari, Al Ikhwan Al Muslimun propinsi Aswan telah membentuk badan khusus yang bertujuan untuk memperkuat ukhuwah antar jama’ah dan organisasi Islam. Para anggota badan ini, yang terdiri dari berbagai jama’ah menyebutkan bahwa masih-masing akan menghormati perbedaan antar jama’ah, akan tetapi mereka bekerja sama dalam hal-hal yang disepakati.

Sebagai langkah permulaan, para anggota Badan “Persatuan Islam” ini, beserta sekjennya melakukan silaturrahim ke beberapa jama’ah. Pertemuan sekaligus melaksanakan shalat Isya’ pada pekan mendatang rencananya di lakukan di Anshar As Sunnah, yang berhaluan Salafi.

PKS Jateng Selenggarakan "Sekolah Politik"

Dewan Pengurus wilayah Partai Keadilan Sejahtera Jawa Tengah menyelenggarakan "sekolah politik" bagi para kader partai tersebut yang dinilai mampu menjadi kepala daerah.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Kepala Daerah DPW PKS Jateng, Hadi Santoso di Magelang, Minggu, mengatakan sekolah politik merupakan kegiatan untuk menyiapkan kader yang akan menjadi calon pemimpin daerah, baik untuk tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Ia mengatakan hal tersebut di sela-sela acara Musyawarah Kerja Wilayah DPW PKS Jateng di Balai Muslimin, Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang.

Menurut dia, metode pelaksanaan sekolah ini adalah memantapkan ideologi partai kepada para calon pemimpin. Memberikan pelajaran kerja sama dengan lembaga lain dan penguatan jejaring.

Palu Gada, Senjata Sakti Murobbi

Gak salah nich? murobbi harus pakai kekerasan? Apa kader binaan mau dididik jadi tukang gasruk? Jelas bukan itu maksudnya.

Palu gada itu, kata ustadz Tulus Musthofa, “aPA yang LU mau, Gue ADA”. Artinya, apa yang jadi kebutuhan mutarobbi (binaan) dalam proses tarbiyah dapat dipenuhi oleh murobbi (pembina liqo). Kader butuh ilmu/tsaqofah islamiyah, maka murobbinya punya ilmu dan tsaqofah. Kader butuh peningkatan ibadah/ruhiyah, maka murobbi adalah yang rajin ibadahnya dan bisa memberi tauladan bukan hanya arahan. Kader menginginkan kemanisan ukhuwah, maka murobbi mampu mewujudkan komunitas liqo sebagai oase mata air ukhuwah. Kader butuh aktualisasi kerja dakwah, maka murobbi adalah orang yang aktif dalam kerja-kerja dakwah. Murobbi diumpamakan seperti toserba, toko serba ada, yang siap melayani pelanggan (mutarobbi) apapun kebutuhannya.

Demikian urai ustadz Tulus Musthofa yang disampaikan dalam pertemuan murobbi DPD PKS Bantul, Ahad (3/4/2011).