jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Minggu, 08 Mei 2011

Gerakan Beli Produk Kader & Simpatisan PKS (#BeliPKS)

Dengan mengucap Basmallah, Departemen Pengembangan Usaha DPP PKS meluncurkan Gerakan Beli Produk Kader atau Simpatisan (#BeliPKS) atau utk level nasional dikenal dengan nama Gerakan Beli Produk Indonesia (#BeliIndonesia)
Gerakan Beli Produk Kader atau Simpatisan (#BeliPKS) secara umum ‘mewajibkan’ Kader/Simpatisan PKS mengenali dan membeli produk/jasa di lingkungan terdekat dengannya

Setiap kader/simpatisan diminta untuk mengenali produk/jasa dari kader/simpatisan lainnya di Unit Pembinaan Terkecil (#UPT), lalu meningkat ke level RT/RW/DPRa/DPC dst sampai level nasional

Kader harus menanyakan bagaimana cara beli produk/jasanya, terkait detil: harga, cara pemesanan, cara pembayaran, garansi, dll

Soliditas Tim dan Sikap Pluralis

PEMILIHAN Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Salatiga baru saja usai. Sudah diprediksi sebelumnya, gelaran ini bakal dimenangi pasangan Yuliyanto-Muh Haris (Yaris) yang berlatarbelakang pengusaha-politikus intelektualis sebagaimana survei LPSI pada 4 Mei lalu, yang memosisikan perolehan suara tertinggi pasangan itu 39,4%.
Yaris terbukti justru meraup elektabilitas lebih tinggi, yakni 34.019 suara sementara atau 44%, sementara Dihati 28.905 (37%), Poros 10.254 (13%) dan Basis 4.227 (6%).

Pasangan Yaris memiliki beberapa kelebihan fenomenal yang telah dijualnya selama kampanye, yakni sebagai putra asli daerah, santun, dan muda. Hal ini sejalan dengan ekspektasi masyarakat Salatiga ketika memilih berargumen ingin ada perubahan ke arah yang lebih baik, mencari pemimpin muda dan berperilaku elegan, sehingga kurang tertarik pada figur incumbent selama ini. Harapan tersebut tidak lain ditemukan pada figur Yaris.

PKS Menangkan Pilkada SALATIGA

Salatiga, CyberNews. Pasangan Yuliyanto-Haris (Yaris) diklaim telah memenangkan Pilkada Salatiga, Minggu (8/5). Berdasarkan penghitungan final tim sukses pasangan calon yang diusung PKS, PIS, PPP, dan PD ini, Yaris unggul dengan selisih 6 % suara dengan pesaing terdekat.

"Lebih dari 90 % suara dari 376 TPS sudah masuk perhitungan. Yaris berhasil mendapatkan lebih dari 33 ribu suara atau sekitar 43,66 %. Sementara pasangan Diah-Tedy memperoleh 37,83 %," tandas Ketua Bidang Pileg dan Pemilukada DPW PKS Jateng Hadi Santoso, di Salatiga, Minggu (8/5).

Adapun pasangan Basis dan Poros masing-masing menempati posisi ketiga dan keempat dengan perolehan suara berturut-turut 5,5 % dan 13,01 %.

Biduk Kebersamaan

"Jika engkau menghadapi dunia dengan jiwa lapang, engkau akan memperoleh banyak kegembiraan yang semakin lama semakin bertambah, semakin luas, duka yang makin mengecil dan menyempit. Engkau harus tahu bahwa bila duniamu terasa sempit, sebenarnya jiwamulah yang sempit, bukan dunianya.” (Ar-Rafi’i)

Biduk kebersamaan kita terus berjalan. Dia telah menembus belukar, menaiki tebing, membelah laut. Adakah di antara kita yang tersayat atau terluka ? Sayatan luka, rasa sakit, air mata adalah bagian dari tabiat jalan yang sedang kita lalui. Dan kita tak pernah berhenti menyusurinya, mengikuti arus waktu yang juga tak pernah berhenti. Kita tak pernah berhenti karena menderita oleh keadaan seperti itu. Di jalan ini, "rasa sakit telah menjadi kenikmatan, pengorbanan menjadi indah dan jiwa menjadi tidak berharga." Kata itu yang pernah diucapkan seorang pejuang Palestina terkenal yang telah gugur, Mahmud Abu Hanud. Inilah perjalanan yang kita pilih untuk kita lalui bersama menuju keridhaan-Nya. Tujuan yang kita tetapkan dalam kebersamaan terbukti telah menjadikan kita lebih kuat, tabah, kokoh, menghadapi rintangan apapun juga.

Saudaraku,
Dalam perjalanan panjang seperti ini, kita memerlukan satu bekal, yaitu sikap lapang dada, nafas panjang dan mudah memaafkan. Seperti orang-orang shalih dahulu, yang tak peduli dengan suasana getir yang mereka terima dalam menjalankan ketaatan. Seperti para pejuang yang tak pernah tersengal-sengal oleh kejaran musuh-musuhnya di jalan Allah. Seperti Rasulullah saw yang tak merasa tertekan dengan penghinaan atau cacian orang-orang sekitarnya, dalam menjalani misi kenabiannya.

Kaum Muslim Rusia Butuh Bantuan Indonesia

Indonesia bisa memberikan penguatan kapasitas bagi Dewan Mufti Rusia karena Majelis Ulama Indonesia sudah cukup banyak berperan di berbagai sektor yang mungkin di Rusia peran mereka perlu dipacu atau diakselerasi.

"Mereka ingin memperkuat kerja sama dengan MUI," kata anggota Komisi I DPR Yoyoh Yusroh, Jumat. Yoyoh baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Moskow.

Sejumlah mufti Rusia telah mengunjungi beberapa tempat di Pulau Jawa dan bertemu pimpinan lembaga Islam di Indonesia sesuai program KBRI Rusia beberapa waktu lalu. "Kaum Muslim di Rusia ternyata sudah cukup lama mengenal RI, bahkan pada 1956 Presiden Pertama Soekarno membuka sebuah masjid besar di Petersburg setelah 40 tahun bangunan tersebut dijadikan gudang. Ini dicatat dalam sejarah Muslim Rusia sebagai kehormatan besar," ujar Yoyoh, politisi PKS dari Dapil Banten.

Jumat, 06 Mei 2011

Misy'al : Perpecahan Telah Berakhir, Rekonsiliasi Adalah Untuk Rakyat Palestina

Ketua Biro Politik Hamas, Khalid Misy’al menegaskan bahwa lembar perpecahan hitam Palestina telah berakhir, perjuangan kita satu-satunya adalah menghadapi Israel.
Dalam merayakan penandatanganan rekonsiliasi, Rabu kemarin (4/5) di kantor dinas intelijen Mesir, dihadiri sejumlah tokoh Arab, Islam dan dunia, menyebutkan bahwa Hamas siap membayar harga apapun untuk menyukseskan rekonsiliasi Palestina. Ia menegaskan bahwa penandatanganan rekonsilasi adalah untuk kepentingan rakyat Palestina dan untuk bangsa-bangsa revolusioner, utamanya bangsa Mesir.

Ia menjelaskan banyak pengorbanan untuk sampai ke detik ini, dengan tujuan mengharap ridha Allah, dan untuk kebaikan bangsa Palestina di dalam negeri, al-Quds dan semua wilayah jajahan 1948.

Download & Review Ma'alim fi Ath-Thariq


Ma'alim fi Ath-Thariq (معالم في الطريق) adalah buku yang fenomenal dan revolusioner. Mengapa fenomenal? Sebab buku ini telah membuat penulisnya, Sayyid Qutb, digantung. Sedangkan para pembacanya di banyak negara, dicurigai; kalau-kalau mereka bisa menjadi teroris. Buku ini sempat dilarang di beberapa negara yang represif seperti Mesir, negara asal Sayyid Qutb dan Ma'alim fi Ath-Thariq. Bahkan, buku ini direkomendasikan dilarang oleh intelijen di negeri ini.

Buku ini dikatakan revolusioner karena ia hadir dengan ide yang berbeda dengan kebanyakan buku-buku lain yang sezaman dengannya. Saat itu memang banyak negara muslim yang sudah memerdekakan diri dari penjajah. Namun problem ternyata tidak serta merta berakhir. Diantara problem baru itu adalah, para penguasa militer atau otoriter yang menguasai sebagian besar negara muslim. Mereka memandang Islam sebagai ancaman, dan tidak ingin Islam menjadi way of life. Di sisi yang lain, umat Islam terpuruk dalam keterbelakangan dan tidak percaya diri dalam menghadapi Barat.

Manhaj Islam untuk Kebangkitan Umat
 
Ide-ide Sayyid Qutb dalam Ma'alim fi Ath-Thariq yang sebenarnya diambilkan dari manhaj Islam ini dianggap baru karena sekian lama ia terpendam dalam puing-puing sejarah umat. Prinsip dakwah dalam manhaj Al-Qur'an, Jihad fi sabilillah, dan ketauhidan. Ini bukan sesuatu yang baru mestinya, dari dulu sudah ada. Namun, dengan metode yang sistematis dan gaya bahasa yang khas, Sayyid Qutb menjadikan hal-hal itu lebih hidup dan memiliki daya dobrak! Ia menjadi penyemangat serta menumbuhkan ruh juang bagi pembacanya.

PKS Dukung Perda Larangan NII

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur, Hami Wahyunianto, menyatakan dukungannya terhadap gagasan dibentuknya peraturan daerah soal larangan Negara Islam Indonesia (NII).
"Kami sangat mendukung perda-perda yang bisa menjauhkan masyarakat dari keresahan seperti Perda NII. Kalau Pemprov Jatim berencana menggagas perda itu, kami akan memberikan dukungan sepenuhnya," kata Hami Wahyunianto di sela-sela Rapat Konsolidasi PKS Kabupaten Jember, Rabu.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf menyatakan Pemprov Jatim akan membuat peraturan daerah larangan aktivitas NII, karena gerakan tersebut sangat berbahaya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

PKS : Dukung BPF Lagoi, Gubernur Kepri Melabrak Norma Kebudayaan Melayu

Gubernur Kepri Haji Muhammad Sani mendukung acara Beach Party Fashion di Lagoi pada 14 Mei 2011 yang akan menampilkan parade bikini. Fraksi PKS menyangkan sikap gubernur yang mendukung acara yang dinilai melabrak UU Pornografi serta norma-norma kebudayaan.

"Saya orang yang selama ini menghormati gubernur. Namun kita menyayangkan sikap gubernur yang malah mendukung acara pesta bikini dengan dalih menarik wisatawan asing. Kita sejak awal (PKS-red) menentang acara pesta bikini yang melabrak UU Pornografi, norma kebudayaan Melayu, apa lagi agama," kata anggota DPRD Kepri dari PKS, M Abdurahman dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (4/5/2011).

Menurutnya, sikap Gubernur Kepri, Muhammad Sani yang mendukung acara pesta bikini, sudah tidak lagi menghargai pendapat sejumlah ulama. Selama ini MUI dan serta Badan Masjid Indonesia serta sejumlah elemen masyarakat lainnya dengan tegas menolak acara tersebut.

Kerendahan Hati Sang Kepala Negara

Beberapa kali Abdurrahman bin Auf menyaksikan Umar shalat sunah di rumahnya. Yang menarik perhatiannya, bukanlah tata cara shalatnya, melainkan sajadah yang biasa digunakan Umar. Seorang kepala kegara dengan wilayah kekuasaan yang membentang luas sampai Mesir, berhasil mengalahkan dua imperium besar, Romawi Timur dan Persia, justru shalat di atas sajadah yang usang. Timbul rasa bersalah dalam hati Abdurrahman. Ia ingin membelikan sajadah baru yang mahal dan indah untuk sang Amirul Mukminin.

Tetapi, Abdurrahman ragu, apakah Umar mau menerimanya. Dia tahu persis watak Umar yang tidak mau diberi hadiah apa pun walau hanya selembar sajadah.

Abdurrahman akhirnya memberikan sebuah sajadah melalui istri Umar, Ummu Abdillah. Melihat sajadah baru, Umar memanggil istrinya dan menanyakan siapa yang memberi sajadah ini. "Abdurrahman bin Auf," jawab istrinya. "Kembalikan sajadah ini kepada Abdurrahman. Saya sudah cukup puas dengan sajadah yang saya miliki." Begitulah watak Umar bin Khattab. Tidak hanya adil dan bijaksana, beliau dikenal dengan sifat zuhudnya, hidup sederhana. Tidak hanya untuk ukuran seorang kepala negara, bahkan bagi orang biasa sekalipun.

Suatu hari, Umar melakukan perjalanan dinas mengunjungi satu provinsi yang berada di bawah kekuasaannya. Gubernur menjamu Umar makan malam dengan jamuan yang istimewa, sebagaimana lazimnya perjamuan untuk kepala negara. Begitu duduk di depan meja hidangan, Umar kemudian bertanya kepada sang gubernur, "Apakah hidangan ini adalah makanan yang biasa dinikmati oleh seluruh rakyatmu?"