jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Selasa, 22 Februari 2011

Kurang Sosialisasi dan Pembinaan, Picu Ketegangan Umat Beragama

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA. Benih-benih konflik yang sudah memasuki taraf bom waktu. Sebab itu, perlu upaya keras guna menjaga kerukunan umat beragama melalui kekompakan dan kebersamaan antar umat beragama. Demikian pernyataan Din Syamsuddin saat berbicara dalam dialog "Masalah Kerukunan Umat Beragama dan Solusi," di Kantor Pusat PP Muhammdiyah Jakarta, Awal Pekan ini.

Din menyayangkan pemerintah yang terkesan menyerahkan penyelesaian masalah kerukunan umat beragama kepada masyarakat. Padahal, Din menilai pemerintah harus terlibat aktif dalam menyelesaikan masalah. Din meminta pemerintah tidak hanya sekedar mengintervensi melainkan menjalankan usaha konkrit sehingga mampu mengatasi ketegangan antar umat beragama.

Tak lupa Din mengingatkan agar umat beragama tidak terprovokasi dengan tindak kekerasan yang terjadi. Menurutnya, umat beragama perlu mewaspadi segala tindak provokasi yang menginginkan umat beragama di Indonesia saling menyakiti satu sama lain.

Minggu, 20 Februari 2011

PKS Goes To Mall Awali Mukernas PKS

Tak seperti biasa, siang itu Galeria Mall Yogyakarta tampak sangat meriah, ratusan anak muda tampak memadati Lower Ground mall yang terletak disisi selatan kampus UGM. Sebagai awal rangkaian Mukernas, awal weekend Sabtu 19 Februari 2011, PKS menggelar acara dengan segmen kawula muda dengan tajuk "PKS Goes To Mall" untuk mengkampanyekan Internet Sehat.
"Kami memilih mall karena mall adalah tempat berkumpulnya anak muda pada zaman sekarang, dan sebagian besar pengguna internet adalah anak muda sehingga kami ingin menyosialisasikan penggunaan internet yang sehat dan cerdas kepada anak-anak muda ini," kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi DIY DR. Sukamta.

Acara ini menghadirkan nara sumber Gatot Dewabrata (Humas Menkominfo), Igor Saykoji (Duta Internet Sehat) dan Vetra Hariyadi (Praktisi IT). Acara siang itu pun tampak semakin meriah dengan selingan FATIH (Finalis Suara Indonesia), dipandu MC papan atas Fahri & Aila, dengan tema obrolan "Generasi Istimewa, Internet Sehat, Internet Cerdas".

Lesehan di Malioboro Warnai Mukernas PKS

TEMPO Interaktif. Meski Musyawarah Kerja Nasional Partai Keadilan Sejahtera (PKS) baru dibuka pada Kamis (24/2) pekan depan, namun rangkaian kegiatan sudah dimulai Sabtu (19/2).

Rangkaian kegiatan Mukernas ini diawali dengan acara Goes To Mall yang akan dihadiri Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring, mantan Presiden PKS di Galeria Mall.

Berbeda dengan Mukernas yang pernah digelar di Jakarta, Bali, Makassar, Mukernas PKS di Yogyakarta memberi rezeki secara merata untuk warga Yogyakarta.

"Mulai dari seniman, budayawan, pengamen, penjual lesehan dan angkringan, pengamen jalanan, hingga pengusaha hotel akan menikmati Mukernas PKS,"
kata Sekretaris Panitia Mukernas Zuhrif Hudaya ketika mengunjungi kantor Tempo di Jalan Kolonel Sugiyono, Kamis, (17/2).

Pemerataan ini bukan tanpa tujuan. Pasalnya, semangat yang diusung PKS dalam Mukernas kali ini adalah kebangkitan Yogyakarta pasca letusan Gunung Merapi.

Kamis, 27 Januari 2011

5 Fakta Mengagumkan Tentang ADZAN

Adzan adalah media luar biasa untuk mengumandangkan tauhid terhadap yang Maha Kuasa dan risalah (kenabian) Nabi Muhammad saw. Adzan juga merupakan panggilan shalat kepada umat Islam, yang terus bergema di seluruh dunia lima kali setiap hari.

Betapa mengagumkan suara adzan itu, dan bagi umat Islam di seluruh dunia, adzan merupakan sebuah fakta yang telah mapan. Indonesia misalnya, sebagai sebuah negara terdiri dari ribuan pulau dan dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

1 . Kalimat Penyeru Yang Mengandung "Kekuatan Supranatural"
Ketika azan berkumandang, kaum yang bukan sekedar muslim, tetapi juga beriman, bergegas meninggalkan seluruh aktivitas duniawi dan bersegera menuju masjid untuk menunaikan salat berjamaah. Simpul-simpul kesadaran psiko-religius dalam otak mereka mendadak bergetar hebat, terhubung secara simultan, dan dengan totalitas kesadaran seorang hamba (abdi) mereka bersimpuh, luruh dalam kesyahduan ibadah shalat berjamaah.

Senin, 17 Januari 2011

Jadilah Kader Terlatih

Partai Keadilan Sejahtera adalah partai kader. Pimpinan PKS diberbagai level tidak boleh lelah menyiapkan seluruh perangkat-perangkat kaderisasi. Kader-kader PKS harus menjadi kader-kader terlatih agar sanggup menghadapi segala bentuk kompetisi. Hanya kader-kader terlatihlah yang sanggup memikul beban dakwah.

Demikian wejangan (taujih) yang disampaikan Ketua Majelis Syuro PKS, KH Hilmi Aminuddin dihadapan fungsionaris Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS Bidang Wilayah Dakwah Bandung, DKI Jakarta, dan Banten (Wilda Banjabar) belum lama ini di Padepokan Madani, Lembang Bandung.

Menurut Hilmi, dalam setiap merancang program atau rencana kerja, maka terlebih dahulu harus melihat kedalam atau internal organisasi. Sebab dengan mengenali potensi internal itulah nantinya bisa diperhitungkan apa saja langkah-langkah keluar organsasi. Berbicara tentang potensi internal, lanjut Hilmi, maka sejatinya yang utama dan pertama adalah kader. Sebagai partai kader, maka kewajiban segenap aktifis PKS harus mempersiapkan perangkat-perangkat kaderisasi partai.

Kemanjaan

Oleh: Anis Matta

Jika kita hanya membaca biografi pahlawan, atau mendengar cerita kepahlawanan dari seseorang yang belum pernah kita lihat, barangkali imajinasi yang tersusun dalam benak kita tentang pahlawan itu akan berbeda dengan kenyataannya. Itu berlaku untuk lukisan fisiknya, juga untuk lukisan emosionalnya.

Abu hasan Ali Al-Halani Al-Nadwi, yang tinggal di anak benua India, telah membaca tulisan-tulisan Sayyid Quthub, yang tinggal di Mesir. Tulisan-tulisannya memuat gagasan-gagasan yang kuat, solid, atraktif, berani dan terasa sangat keras. Barangkali bukan merupakan suatu kesalahan apabila dengan tanpa alasan kita membuat korelasi antara tulisan-tulisan itu dengan postur tubuh Sayyid Quthub. Penulisnya, seperti juga tulisannya, pastilah seorang laki-laki bertubuh kekar, tinggi dan besar. Itulah kesan yang terbentuk dalam benak Al Nadwi. Tapi ketika ia berkunjung ke Mesir, ternyata ia menemukan seorang laki-laki dengan perawakan yang kurus, ceking dan jelas tidak kekar.

Begitu juga dengan potret emosi seorang pahlawan. Kadang-kadang ketegaran dan keberanian para pahlawan membuat kita berpikir bahwa mereka sama sekali tidak mempunyai sisi-sisi lain dalam dirinya, yang lebih mirip dengan sisi-sisi kepribadian orang-orang biasa. Misalnya, kebutuhan akan kemanjaan.

Tak Ubahnya Seperti Kelelawar

Oleh: DR. Ali Al Hammadi*

Dalam kesempatan ini, saya ingin mengarahkan pembicaraan lebih khusus kepada para juru dakwah, orang-orang yang berusaha melakukan kebaikan dan memburu pahala dari Allah swt. Juga kepada semua Muslim yang memahami firman Allah swt,

"Barangsiapa yang menghendaki keuntungan akhirat, Kami akan menambahkan baginya keuntungannya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan dunia, Kami berikan padanya sebagiannya saja dan tidak ada baginya bagian keuntungan di akhirat." (QS. Asy-Syuro: 20)

Sebelum saya menyampaikan kalimat singkat kepada saudara-saudaraku tercinta, para da'i dan para pejuang kebaikan, saya ingin mereka menghayati lebih dahulu firman Allah SWT, "Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan melakukan amal shalih lalu mengatakan, "Sesungguhnya aku adalah orang-orang Muslim." (QS. Fushilat : 33).

Imam At Turmudzi meriwayatkan hadits Hasan Shahih, dari Abu Umamah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, mendoakan orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia."

Membaca Taqdir

Oleh: Anis Matta

Diantara manfaat iman kepada takdir adalah bahwa kita menemukan ruang tak terbatas untuk menafsir semua kelemahan dan keterbatasan kita. Tapi, di balik itu tetap ada harapan dan optimisme bahwa Allah selalu berkehendak baik kepada kita. Apapun peristiwa yang ditimpakan kepada kita.

Iman kepada takdir mempertemukan dua kutub ekstrim dalam diri kita. Kepasrahan dan optimisme. Ketergantungan pada Allah dan rasa percaya diri. Itu yang memberi kita keseimbangan jiwa. Akhir dari semua kerja keras kita adalah kepasrahan. Ujung dari semua kelemahan kita adalah optimisme.

Kita tidak perlu melawan kehendak Yang Maha Besar. Kita hanya perlu memahaminya, lalu belajar berdamai dengan diri kita bahwa itulah yang terbaik untuk kita. Karena itu kita berucap “Allah telah menetapkan. Semua yang Dia kehendaki pasti Dia lakukan. Yang terbaik itu apa yang ditakdirkan Allah”.

Takdir adalah ide tentang bagaimana kita menafsir kekuatan dan kelemahan kita sebagai manusia. Juga ide tentang skenario kehidupan, dimana Allah adalah pusatnya.

Berhenti Berarti Mati

Oleh: Ustadz Abdul Muiz

Anas bin Malik mengatakan tentang Abdullah bin Ummi Maktum yang secara kondisi fisik buta. Tapi pada perang Yarmuk, Abdullah bin Ummi Maktum hadir di tengah para mujahidin di medan perang, memakai baju besi, memegang bendera. Anas bin Malik bertanya, wahai Abdullah bin Ummi Maktum, bukankah Rasulullah saw telah memberi udzur kepadamu? Ia menjawab, “Ya betul, memang dalam Al Quran telah diberikan udzur kepada orang buta. Tetapi saya menginginkan dengan kehadiran saya di sini, di medan perang, paling tidak dapat menambah jumlah tentara Islam.”

Diceritakan lagi ketika tentara Holagu masuk ke kota Baghdad, terdapat seorang ulama yang juga buta. Dia menghadang tentara dengan mengayunkan pedang ke kanan dan ke kiri barangkali ada musuh yang kena. Secara logika, apa yang bisa dilakukan oleh orang yang dalam kondisi seperti itu? Barangkali kalau dia duduk di rumah dia tidak dosa dan tidak ada pertanggung jawabannya di sisi Allah. Tapi masalahnya, ia ingin berkontribusi, ingin aktif.

Kisah kisah semacam ini banyak dalam kisah tabiin. Yang kita inginkan dalam tarbiyah adalah para kader dakwah seperti itu. Meskipun sudah udzur tetap saja bersemangat berjuang, berjuang, berjuang. Kendala fisik, materi, kondisi ekonomi, minimnya sarana, dan kendala-kendala duniawi lain bukanlah halangan manakala iman sudah tertanam kuat di dada.

Taqdir Politik

Oleh: Anis Matta

Ayat-ayat tentang takdir ini paling banyak diturunkan pada konteks politik dan kekuasaan, karena dalam pergulatan itulah iman kita pada takdir paling banyak diuji.

Dalam pertempuran dan pertarungan politik iman kita pada takdir paling banyak diuji, karena dalam kondisi itu kita gampang labil dan tergoncang secara batin. Itu sebabnya panyak tentara yang pergi cari jimat sebelum bertempur. Atau penguasa cari dukun untuk memastikan kesinambungan kekuasaannya.

Tentara dan penguasa terlibat dalam banyak pertempuran dan konflik, hidup dalam ketidakpastian dan goncangan tanpa henti. Mereka mudah jadi rapuh. Tentara dan penguasa butuh sandaran spiritual lebih besar dan kokoh. Sayangnya mereka sering mencarinya di luar Allah.