Komisi X DPR RI mendesak sudah saatnya Pemerintah memperhatikan nasib
guru honorer, dengan cara meningkatkan kuantitas, kualitas, dan
kesejahteraan.
"Kebutuhan guru terutama pada tingkat pendidikan dasar di daerah-daerah
terpencil masih sangat banyak, namun Pemerintah selalu mengklaim
kebutuhan guru sudah cukup," kata Wakil Ketua Komisi X (red. saat ini Ketua Komisi X) Abdul Kharis
Almasyhari di Jakarta, Rabu (11/1).
Komisi X DPR RI mendesak sudah saatnya Pemerintah memperhatikan nasib
guru honorer, dengan cara meningkatkan kuantitas, kualitas, dan
kesejahteraan.
jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu
Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..
Tampilkan postingan dengan label Komisi X DPR RI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komisi X DPR RI. Tampilkan semua postingan
Selasa, 12 April 2016
Rabu, 03 April 2013
Herlini: Ada Yang Ganjil Dari Pernyataan Mendikbud
Jakarta - Herlini Amran, Anggota Komisi X DPR RI, menanggapi ganjil penyataan Mendikbud yang dilontarkan jelang Rapat Kabinet terbatas Bidang Pendidikan dengan Presiden SBY siang hari ini. Menurutnya, tidak sepatutnya Mendikbud menyatakan anggaran terkait pengadaan buku dan pelatihan guru sudah disetujui DPR (02/04). Padahal, pembahasan konstruksi Kurikulum 2013 dan anggarannya masih berjalan, setidaknya hingga Rapat Kerja Komisi X, 10 April 2012.
“Terasa ganjil, ketika Pak Mendikbud berkata ada atau tidak Kurikulum Baru, proyek pengadaan buku dan pelatihan guru jalan terus! Jika benar itu program rutin Kemdikbud yang tidak perlu dipermasalahkan lagi, mestinya Desember 2012 pun Kemdikbud punya laporan realiasi program dan evaluasi kurikulum sebelumnya,” papar Herlini Amran di Komplek DPR, Selasa (02/04).
Langganan:
Postingan (Atom)

