jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Selasa, 26 April 2011

Inilah 6 Fakta Insiden ‘Injak-Injak Bendera’ di Tasikmalaya

Saat ini media semakin menunjukkan taringnya. Orang dengan mudah menjadi marah, tegang, gelisah atau ketakutan hanya dengan mendengarkan berita di televisi ataupun membacanya di internet. Bahkan jargon berita buruk bagi insan media adalah berita baik, rasa-rasanya sulit untuk dibantah sedikitpun. Maka penghakiman oleh pers dan media kini menjadi lumrah luar biasa, begitu pula sebaliknya pendewaan dan pemalaikatan juga bisa dilakukan dengan mudah melalui kaki tangan media.

Amerika yang pernah menuduh stasiun AlJazeera sebagai stasiun propaganda milik teroris -karena menayangkan berita-berita Afghanistan dan Iraq secara lebih berimbang- , pura pura lupa atau tidak tahu bahwa mereka sendiri memiliki ratusan channel televisi berbahasa Arab untuk menghembuskan propagandanya tiap hari di dunia Arab. Di Indonesia pun sudah bukan rahasia lagi, dan di forum mana-mana sudah dibahas tanpa tedeng aling-aling, bagaimana Metro TV yang senantiasa heboh saat memberitakan kiprah Nasional Demokrat dimana-mana, sebagaimana bungkamnya TV one saat pengungsi Lapindo di Sidoarjo mengerang setiap saat. Sungguh, ini bukan rahasia lagi dan kasat mata diyakini oleh separuh lebih penduduk negeri ini.

Mendengar berita tentang penginjakan bendera, saya juga geram sedemikian rupa. Darah nasionalisme yang mengalir dari kakek saya yang seorang veteran pejuang mendidih seketika. Apalagi semasa SMA saya berlangganan ikut pasukan pengibar bendera di event 17 agustus, saya tahu persis betapa berharganya sang merah putih tersebut dalam dada setiap warga negara Indonesia. Judul yang saya terima mentah-mentah membuat saya merana, “Di Tasikmalaya, Milad PKS Diisi Aksi Injak-injak Bendera Merah Putih “.

Kita Bekerja Untuk SIAPA?

Tidak pernah bosan saya mengajak anda semua untuk selalu berbuat kebaikan, semaksimal kemampuan yang bisa kita lakukan. Ajakan ini sesungguhnya untuk menyemangati diri sendiri, dan mengingatkan diri ini, agar selalu melakukan hal terbaik yang bisa kita lakukan. Sejarah hidup yang teramat pendek jangan disia-siakan dengan aktivitas yang tidak memberi kontribusi bagi kebaikan. Namun, ada catatan tebal yang harus selalu kita ingat: kita bekerja dan berbuat baik, untuk siapakah?

Suatu saat anda menolong tetangga yang sedang mengalami kesulitan. Dengan penuh perasaan tanggung jawab anda membantunya, anda memberikan pertolongan yang sangat diperlukannya. Pada kesempatan yang lain, tetangga tersebut memerlukan pertolongan lagi. Bergegas anda memberikan bantuan. Berkali-kali anda mendatangi rumahnya, dan memberikan bantuan yang sangat bermanfaat baginya. Lagi dan lagi, tidak bisa dihitung berapa banyak anda menolongnya. Tidak bisa diingat lagi berapa kali anda berbuat baik kepadanya.

Namun bukannya ucapan terimakasih yang anda dapatkan. Tetangga tersebut justru menyebarkan fitnah kemana-mana, justru menjelek-jelekkan anda di hadapan warga, bahwa anda terlalu pelit untuk menolong. Anda dianggap tidak ikhlas membantu, dan sangat individualis. Anda dianggap tidak memiliki kepedulian terhadap kondisi tetangga. Ramailah gosip di antara tetangga, menyebar berita negatif tentang anda. Akhirnya anda menjadi selebritis di lingkungan tempat tinggal, karena banyak dibicarakan orang.

Sedih bukan main rasa hati anda. Rasanya sudah tidak kurang anda membantu tetangga tersebut dalam berbagai kesulitan hidupnya. Lalu mana imbalan baiknya ? Mana ucapan terima kasihnya ? Mana apresiasi positifnya ? Mengapa justru ia melempar fitnah dan tuduhan kemana-mana ? Saat mengalami kejadian seperti itu, apa yang akan anda lakukan ?

MILAD PKS: PKS Mimika Kerja Bakti Sekitar Gereja


Dalam rangka Milad PKS ke-13, DPD PKS Kabupaten Mimika Papua menyelenggarakan rangkaian acara 'PKS Peduli Kitorang Pu Kota (PKS Peduli Kota Kita)'. Rangkaian acara yg dimulai dari hari Minggu (24/4) dimulai dengan acara Bersih Kota Mimika dan selanjutnya diadakan Bakti Sosial di Satuan Pemukiman Transmigrasi 13 pada pekan selanjutnya.

Ketua DPD PKS Kab. Mimika, Muslihuddin, S.Pd.I. mengatakan dalam sambutannya, bahwa rangkaian acara dalam rangka Milad PKS ini difokuskan untuk bekerja dan terus berkarya untuk Kabupaten Mimika.

Rangkaian acara yg bertepatan dilakukan pada libur paskah bagi umat Kristiani ini dihadiri oleh ratusan kader PKS, baik tua maupun muda, dari depan Kantor DPD PKS Kabupaten Mimika di Jalan Maleo hingga ke Jalan Ki Hajar Dewantara, para kader PKS membawa peralatan kebersihan untuk membersihkan jalan dan selokan. Juga mobil sampah PKS pada hari tersebut ‘diserbu’ masyarakat yang merasa terbantu dalam membuang sampah. “Insya Allah, layanan ini kami rutinkah”, ujar Abu Shafiyyah, Wakil Sekretaris DPD PKS Mimika.

Milad PKS Solo Raya Menggelora!


Ribuan kader simpatisan dan masyarakat memadati area Lapangan Kota Barat Surakarta, Ahad 24/4/11, tempat digelarnya Refleksi 13th PKS (Milad PKS ke-13 untuk wilayah Solo Raya).

Pantauan reporter (ce ileh, kayak wartawan beneran aja), sejak pukul 08.00 WIB massa sudah mulai berdatangan dari daerah-daerah Solo Raya eks-karisedenan Surakarta yang meliputi 7 kabupaten/kota: Surakarta, Boyolali, Wonogiri, Klaten, Karanganyar, Sukoharjo, Sragen.

Hujan yang melanda sehari sebelumnya dan juga pas dinihari hari H membuat lapangan agak becek, namun Panitia sudah menyiapkan "tenda besar jawa" beratapkan ijuk yang akan menyejukkan para hadirin. Dan, alhamdulillah, pasa acara cuaca sangat bersahabat tidak hujan juga tidak panas: pas banget! Subhanallah wal hamdulillah wa laa haula illa billah...

Anis Matta: Pertumbuhan Berkesinambungan

Ketika Nabi Muhammad SAW memulai dakwahnya, ia hanya seorang diri. Beberapa tahun kemudian, tepatnya 23 tahun saat beliau melaksanakan hajjatul wada', kaum Muslim telah berjumlah sekitar 100 sampai 125 ribu orang dalam berbagai riwayat. Dengan jumlah penduduk dunia ketika itu sekitar 100 juta orang, maka rasio kaum Muslim terhadap penduduk dunia adalah 1 per 1000 orang.

Sekarang, sekitar 1500 tahun kemudian, jumlah kaum Muslim telah bertumbuh tanpa henti dan menjadi 1,5 milyar hingga 1,9 milyar. Bayangkanlah bagaimana rasio itu bertumbuh dari 1 per 1000 menjadi 1 per lima dalam kurun waktu 1500 tahun.

Islam sebagai agama bekerja dalam skala waktu sejarah, bukan dalam skala waktu individu atau umat. Ia terus akan bertumbuh hingga tak satu pun jengkal bumi yang tidak dijangkaunya dan tak satu pun manusia yang tidak mendengar nama Allah disebutkan. Pertumbuhan berkesinambungan adalah ciri utamanya.

Kesadaran akan waktu bukan saja menumbuhkan kemampuan berpikir sekuensial dan kesadaran akan efek akumulasi, tapi juga pada makna pertumbuhan sebagai cara mengukur kekuatan dan prospek dari sebuah ide atau kerja. Kekuatan substansial dari sebuah ide atau kerja selalu dapat diukur dari kemampuannya untuk bertumbuh secara berkesinambungan.

PKS Partai Dakwah, dari dulu dan akan tetap begitu

Yg kami harapkan ke istiqamahan nya dalam perjuangan Pks... Dgn tetap di jalur dakwah dan tarbiyah.. (comment on FB. baru saya baca pagi ini)
***
Mungkin tidak ada media (eksternal) yang mewartakan sibuknya PKS setiap saat dalam kerja-kerja Da'wah dan Tarbiyah baik untuk kalangan kader (internal) maupun masyarakat (eksternal). Yang ada adalah hiruk pikuk sensasi politis yang laris manis bagi media pengais rupiah. Itulah pekerjaan mereka (media), dan biarlah mereka bekerja spt itu. Itu urusan mereka. Lantas apa pekerjaan kita (PKS)?

Bagi PKS tiada hari yang terlewati dari kerja-kerja dakwah membina kader dan ummat merawat dan memupuk benih keimanan agar tumbuh laksana pohon yang akarnya kuat batangnya tegak dan buahnya lebat. Pribadi sholih dan menebar manfaat bagi yang lain.

Setiap hari tidak akan sepi dari kerja-kerja ratusan (ribuan) ustadz-ustadzah para murobbi murobbiyah kader-kader PKS membina ratusan (ribuan) kelompok-kelompok halaqoh, liqo, ta'lim. Dari Aceh hingga Papua. Dan itu adalah pekerjaan pokok, kerja utama, amal prioritas, agenda terbanyak dari Partai Keadilan Sejahtera.

Rabu, 20 April 2011

Bersabarlah Atas Beban Dakwah

Oleh: Sheikh Yusuf Qardawi
Menurut Al-Qur’an sabar yang keempat adalah sabar atas beban dakwah kepada Allah. Sebab para da’i menuntut menusia agar membebaskan diri dari hawa nafsu, lamunan-lamunan kosong, adat kebiasaan mereka, memberontak kepada syahwat, sembahan nenek moyang, tradisi kaum, da superioritas kelas atau keturunan, memberikan sebagian yang mereka miliki kepada saudaranya, dan mematuhi ketentuan-ketentuan Allah dalam bentuk perintah dan larangan, halal dan haram.

Sementara kebanyakan manusia menentang dakwah yang dibawakan oleh Rasulullah shallahu alaihi wa sallam, seperti menghadapi perlawanan yang menggunakan segala bentuk senjata, harta, kekuasaan, kekuatan, wibawa, pengaruh dan sebagainya.

Tidak ada jalan lain bagi para da’i kecuali harus berpegang teguh dengan keyakinan serta bersenjatakan kesabaran dalam menghadapi kekuatan dan kekuasaan tiran.

Sabar di sini seperti dikatakan Imam Ali ra, merupakan pedang yang tak pernah tumpul dan cahaya yang tak bisa redup. Hal ini sesuai dengan yang disebutkan hadist shahih,

Ibu Kita Kartini & Islam: Minadzdzulumati ilan-Nuur

Kartini menemukan dalam surat Al-Baqarah ayat 257 bahwa ALLAH-lah yang telah membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Minazh-Zhulumaati ilan Nuur). Sejak itu Kartini bertekad untuk berupaya untuk memperbaiki citra Islam yang selalu dijadikan bulan-bulanan dan sasaran fitnah.

Waktu SMP dulu saya pernah membaca buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang berisi kumpulan surat-surat Kartini (sekarang buku itu entah dimana L). Meski dulu saya belum begitu faham benar dengan isi buku itu, ada beberapa isi surat yang waktu itu agak ‘mengganggu’ pikiran saya ketika Kartini bersinggungan dengan Islam.

Saya baru-baru ini mendapati beberapa posting yang membahas surat-surat itu serta transformasi spiritual Kartini, saya coba sarikan.

Persinggungan awal Kartini dengan Islam dapat dibaca dari surat-surat berikut:

“Mengenai agamaku Islam, Stella, aku harus menceritakan apa? Agama Islam melarang umatnya mendiskusikannya dengan umat agama lain. Lagi pula sebenarnya agamaku karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, kalau aku tidak mengerti, tidak boleh memahaminya? Al-Quran terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan kedalam bahasa apa pun. Di sini tidak ada orang yang mengerti bahasa Arab. Di sini orang diajar membaca Al-Quran tetapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibacanya itu. Sama saja halnya seperti engkau mengajarkan aku buku bahasa Inggris, aku harus hafal kata demi kata, tetapi tidak satu patah kata pun yang kau jelaskan kepadaku apa artinya. Tidak jadi orang sholeh pun tidak apa-apa, asalkan jadi orang yang baik hati, bukankah begitu Stella?” [Surat Kartini kepada Stella, 6 November 1899]

Pidato Ketua Majlis Syuro pada Milad PKS



Tiga Makna Kelahiran
(KH. Hilmi Aminuddin – Ketua Majelis Syuro PKS)

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Kepada seluruh tamu undangan yang Kami hormati, kepada seluruh jajaran pengurus Partai Keadilan Sejahtera dan kepada segenap kader Partai Keadilan Sejahtera, Ikhwan dan Akhwat fillah saya ucapkan selamat berulang tahun. Semoga Allah terus memberikan kejayaan kepada kita dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan, memberikan taufik dan hidayah dan inayahNya kepada kita.

Hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah SWT, setiap hari selalu ada yang memperingati hari ulang tahun atau hari kelahiran baik kelahiran sebagai pribadi atau sebagai komunitas, kelahiran organisasi-organisasi dan kelahiran bangsa-bangsa. Hari ini, kita bersama-sama dengan riayah dan inayah dari Allah SWT juga memperingati kelahiran lembaga perjuangan ini: Partai Keadilan Sejahtera.

Hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah SWT, hal yang paling penting dalam memperingati hari kelahiran adalah membangkitkan rasa syukur kepada Allah SWT

{ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ} [إبراهيم: 7]

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".(QS Ibrahim 7)

Bila kita pandai bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT, niscaya Allah akan memberikan tambahan berupa limpahan karuniaNya, limpahan rahmatNya kepada kita semua. Oleh karenanya untuk memantapkan rasa syukur kita, kita harus memahami makna kelahiran kita, makna kelahiran setiap insan, makna kelahiran setiap umat dan makna kelahiran setiap bangsa.

PKS Besar Tanpa 'Mesin' Uang

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq mengatakan, partai yang dipimpinnya sejak berdiri hingga saat ini mampu menjadi besar meskipun tanpa mesin uang dan tokoh-tokoh besar namun karena kerja keras kader.

"Ini hasil kerja keras kader PKS di seantero Indonesia. PKS tanpa tokoh dan orang-orang besar serta tidak memiliki mesin uang bisa eksis karena kesungguhan kerja kadernya," kata Luthfi dalam perayaan milad ke-13 PKS di Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad.

Ia meyakinkan meskipun tidak memiliki mesin uang dan tokoh yang besar, ke depan KPS bisa besar dan maju baik bertambah kadernya maupun perolehan suaranya meskipun tantangan yang dihadapi cukup berat.