jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Selasa, 02 Desember 2008

Tolak NPWP, Parpol Tak Ingin Transparan


JAKARTA. Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti menyatakan, penolakan dan keengganan parpol untuk menerima ketentuan NPWP didasari ketiadaa minat partai dalam transparansi pengelolaan dana mereka.

"Juga adanya kemungkinan penggunaan dana ilegal, serta tidak adanya kemauan untuk mendorong penggunaan dana yang tertib," kata Ray, di Jakarta, Selasa (2/12/2008).

Ray mengatakan, meskipun penolakan itu sejatinya tidak membatalkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU), namun hal itu menunjukkan bahwa sulit didapatkan parpol yang benar-benar berkomitmen untuk menggunakan dana yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Masyarakat sebaiknya menandai parpol yang menolak dan memasukkan ke parpol yang tak layak dipilih," tegasnya.

Seperti diberitakan, beberapa parpol menolak kebijakan KPU yang mewajibkan penyumbang dana kampanye diatas Rp20 juta, untuk menyertakan NPWP.

Beberapa pengamat beranggapan, hal ini wajar mengingat kebijakan KPU tersebut akan berdampak signifikan pada jumlah penerimaan parpol untuk dana kampanye. (ded)


http://smsplus.blogspot.com/2008/12/tolak-npwp-parpol-tak-ingin-transparan.html

Hidayat Nur Wahid: Agama Jadi Korban Terorisme


Jakarta. Sebagai negara yang jadi sasaran aksi teror bom, Indonesia dan India sepakat untuk memerangi terorisme itu bersama-sama. Alasannya, semua agama tidak mengajarkan terorisme, tapi lebih menekankan terwujudnya perdamaian dan kesejahteraan masyarakatnya.


Demikian kesepakatan itu mengemuka dalam pertemuan antara Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan Presiden India Pratibha Devisighn Patil di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Senin (1/12/2008).

Hidayat menegaskan, sama-sama berkomitmen untuk memerangi terorisme. India bisa belajar dari Indonesia.

"Kami sepakat menolak terorisme dan perlu bekerjasama secara maksimal untuk menanganinya, karena agama tidak mangajarkan terorisme. Agama hanya dijadikan korban terorisme. Indonesia dan India sepakat bahwa demokrasi melalui penghargaan atas perbedaan adalah salah satu alat untuk memerangi terorisme,"ujar mantan Presdein PKS ini.

Setelah bertemu Hidayat Nur Wahid, Presiden India juga bertemu dengan Ketua DPR RI Agung Laksono dan Ketua DPD RI Ginandjar Kartasasmita.

Dalam pertemuan singkat itu, kata Agung , India menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang beruntung dengan tidak adanya WNI yang mejadi korban serangan teror di Mumbai.

India menghargai sikap Indonesia yang turut mengutuk aksi teror tersebut dan menjalin kerjasama memeranginya di mana Indonesia berpengalaman menangani teroris tersebut. “Kita sama-sama mendukung pemberantasan terorisme,”ujar Agung.


http://smsplus.blogspot.com/2008/12/hidayat-nur-wahid-agama-jadi-korban.html

LSI: Parpol Islam Sulit Berkembang


JAKARTA. Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) Dodi Ambardi mengatakan parpol Islam sulit berkembang karena hanya mengandalkan politik identitas.

Berdasarkan hasil survei, parpol yang memperhatikan kepentingan rakyat melalui program kerja lebih mendapat simpati publik. Selain itu, pemilih parpol Islam mengalami stagnasi. Hal ini berbeda dengan parpol berbasis nasionalis yang terus mendapat dukungan.

"Kalaupun ada perolehan suara salah satu parpol Islam naik, itu justru berasal dari parpol Islam lainnya. Sangat sulit bagi parpol Islam menggerus suara dari parpol nasionalis," kata Dodi dalam diskusi Forum PPP Mendengar bertajuk Partai Islam, Subur atau Terkubur di 2009 di Gedung JMC Jakarta, Selasa (2/12/2008).

Karena itu, pihaknya menyarankan parpol Islam tak mengedepankan simbol tapi nilai-nilai keislaman. Nilai-nilai keislaman tersebut harus diaplikasikan dalam realitas praktis. (ful)


http://smsplus.blogspot.com/2008/12/lsi-parpol-islam-sulit-berkembang.html

Gugatan Kaji Dikabulkan MK


INILAH.COM, Jakarta. Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugatan sengketa penghitungan hasil suara Pilgub Jatim yang diajukan pasangan Khofifah Indar Parawansa - Mujiono (Kaji).

"Memutuskan mengabulkan permohonan pemohon dan menyatakan secara hukum keputusan KPU Jatim dibatalkan," kata Ketua MK Mahfud MD saat membacakan putusan di gedung MK, Jakarta, Selasa (2/12).

Atas putusan itu, MK memerintahkan kepada KPUD Jatim untuk menggelar pemungutan suara ulang di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang, Madura dalam waktu paling lambat 60 hari setelah keputusan dibacakan.

Sementara untuk Kabupaten Pamekasan, MK memerintahkan KPU Jatim untuk melakukan penghitungan ulang. Penghitungan ulang itu, harus dilakukan paling lambat 30 hari sejak putusan dibacakan.

"Untuk itu, panwas dan KPU Jatim harus mengawasi pelaksanaannya, sehingga jujur dan adil," kata Mahfud.[dil]

Diskusi Pemimpin Nasional PKS


PK-Sejahtera Online. Delapan calon pemimpin Nasional yang diusung PKS serius mempersiapkan diri. Senin(1/12) di Bidakara, mereka melakukan diskusi intensif tentang masalah ekonomi nasional dan global. selain itu dibedah pula masalah sosial budaya nasional.

Hadir dalam diskusi tersebut hidayat Nur Wahid, Tifatul Sembiring, Anis Matta, Irwan Prayitno, Suharna Surapranata, Sohibul Iman dan Surahman Hidayat. Sementara Salim Segaf Aldjufri yang bertugas menjadi dubes di Saudi Arabia tidak dapat hadir.

Anis Matta ketua TPPN (Tim Pemenangan Pemilu Nasional) mengatakan PKS serius mempersiapkan diri. "ini adalah diskusi ronde pertama. Ada beberapa diskusi lain yang akan digulirkan."

Anis Juga menambahkan bahwa kepemimpinan mendatang memerlukan leader yang kuat dan mampu menghadapi tantangan global. "InsyaAllah PKS siap jika rakyat memilih pemimpin muda di pilpres 2009. karena kebijakan ekonomi yang akan kita gulirkan pro rakyat." Imbuk Anis.

Hadir sebagai narasumber Widjajono Partowidagdo (anggota dewan energi nasional), Beni Hudono Hoed (staf ahli menko ekuin), Gita Wiryawan (Praktisi Ekonomi), dan Anggito Abimanyu (depkeu RI) untuk masalah ekonomi terkini.


http://www.pk-sejahtera.org/v2/index.php?op=isi&id=6365

The rise of Jemaah Tarbiyah and the Prosperous Justice Party (PKS)


The Prosperous Justice Party (PKS) is the most interesting phenomenon in contemporary Indonesian politics. Not only is it growing rapidly in membership and electoral support, it is also bringing a new and markedly different approach to Islamic politics, one which has no precedent in Indonesian history. Understanding PKS and analysing its political behaviour presents challenges to scholars and observers. This is partly due to the fact that the party represents a new trend within Indonesian Islam which has few parallels with preceding movements.

This book critiques the existing categorisations for Indonesian Islam and points to their inadequacy when describing the PKS and the campus-based Tarbiyah movement from which it sprang. It reworks the santri typology, dividing it into convergent, radical and global substreams. This offers new possibilities for explaining the PKS phenomenon and assists in differentiating between various types of Islamic revivalism in contemporary Indonesia. It also allows a more understanding of the accommodatory stance which PKS has towards the state and other political forces.

Yon’s text provides an overview of the development of PKS from its Tarbiyah movement origins to its impressive success at the 2004 general elections. It considers the party’s attitude towards the issues of sharia implementation and community welfare and closes by examining the future challenges facing PKS.


http://epress.anu.edu.au/islam_indo_citation.html

8 ETIKA KAMPANYE DALAM ISLAM


BAYAN DEWAN SYARI’AH PUSAT PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
TENTANG
8 ETIKA KAMPANYE DALAM ISLAM

NOMOR : 23/B/K/DSP-PKS/1429

Kampanye adalah upaya mempropagandakan partai dan program-programnya dalam rangkamenarik dukungan dan simpati masyarakat. Kampanye merupakan bagian penting dalam percaturan politik. Melalui kampanye, suatu partai dapat memperkenalkan programprogramnya, sekaligus dapat menarik simpati pemilih agar memberikan hak suara dan dukungan mereka kepada partai tersebut. Dari pemahaman ini, kampanye memiliki kesamaan dengan dakwah. Oleh karena itu, pelaksanaan kampanye perlu diatur agar sesuai dengan Etika Islam, dan tidak menyimpang dari garis-garis yang ditetapkan Syari’at Islam. Terutama bagi partai-partai yang menyatakan dirinya Partai Islam atau Partai yang berasaskan Islam.

Allah SWT berfirman dalam surat An Nahl:125,
Artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”.

Hadits Nabi SAW:
Artinya: “Barang saipa yang menunjukkan pada kebaikan maka baginya mendapat pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut” (HR Muslim).

Artinya: “Setiap kebaikan adalah shadaqoh” (HR Bukhari)

Bagi Partai Keadilan Sejahtera, yang mengikrarkan dirinya sebagai Partai Dakwah, berkampanye harus sesuai dengan adab-adab Islam, di antaranya:

1. Ikhlash (Keikhlasan)
Ikhlas dan Membebaskan Diri dari Motivasi yang Salah dan Rendah. Kampanye dalam Islam merupakan bagian dari amal shaleh dan ibadah, maka dari itu perlu diperhatikan keikhlasan niat dan ketulusan motivasi setiap hati nurani para penyelenggara, peserta terutama da’i dan juru kampanye. Agar kampanye yang dilakukan tidak hanya berdampak pada masalah-masalah keduniaan, tetapi juga mendapat keridhaan dan keberkahan Allah SWT. serta pahala kebaikan di akhirat. Allah SWT. berfirman dalam surat Al Bayyinah 5, artinya: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus”.
Pada saat kampanye, faktor-faktor yang merusak keikhlasan harus dijauhi. Arogansi atau kesombongan yang disebabkan oleh banyaknya pengikut atau kelebihan lain, juga harus dihindari. Allah SWT. berfirman dalam surat Al Anfal 47, artinya: “Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan”.

2. Tha’ah (Keta’atan)
Ta’at dan Komitmen kepada Seluruh Aturan Allah, Perundangan yang Berlaku, dan Arahan
Partai. Pada saat kampanye, terkadang larut dalam berbagai acara dan pembicaraan yang membuat lupa atau mengabaikan keta’atan kepada Allah, seperti kewajiban shalat. Bagi seorang muslim, saat berkampanye jangan sampai mengabaikan keta’atan kepada Allah apalagi sampai kepada tingkat melalaikan diri dan orang lain dari jalan Allah. Demikian halnya dengan keta’atan kepada aturan yang berlaku, dan arahan partai yang berkenaan dengan kampanye sebagai bentuk ketaatan kepada ulil amri, hendaknya diperhatikan. "Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu".
Allah berfirman:
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Luqman, 6)

3. Uswah (Keteladanan)
Menampilkan dan Menyampaikan Program-program Partai dengan Cara dan Keteladanan yang Terbaik (Ihsan). Di antara etika kampanye yang terbaik dan simpatik adalah mengedepankan keunggulan partai yang bersangkutan, tanpa perlu menjelekkan dan mengejek orang, partai atau golongan lain seperti black campaign. Partai yang baik dan program yang bagus juga harus disampaikan dengan cara yang bagus dan profesional.
Rasulullah SAW. bersabda:
“Sesungguhnya Allah mewajibkan untuk berbuat sebaik-baiknya (ihsan) dalam segala sesuatu” (HR. Muslim).
Di antara kampanye yang efektif adalah dengan cara memberi keteladanan yang terbaik. Bahasa perilaku sering lebih efektif daripada bahasa lisan. Kampanye adalah memikat dan menarik simpati orang.
Rasulullah saw. bersabda:
“Mu’min yang paling sempurna imannya adalah yang paling sempurna akhlaknya” (HR. Abu Dawd, At Tirmidzi, Ahmad)

4. Shidq (Kejujuran)
Jujur, Tidak Berdusta /Berbohong atau Mengumbar Janji Kejujuran merupakan salah satu kunci sukses berkomunikasi politik. Berbagai kebaikan akan menyertai kapan, dimana, dan siapa saja yang komitmen dengan kejujuran. Kampanye tidak boleh menghalalkan segala cara. Tujuan luhur tidak boleh dirusak oleh cara yang kotor.
Berbohong adalah perbuatan terlarang dalam Islam, apalagi yang dibohongi itu orang banyak, sudah tentu bahayanya lebih berat. Berbohong adalah menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Rasulullah SAW. besabda:
“Berpeganglah kamu dengan kejujuran, karena jujur itu menujukkan (jalan) kepada kebaikan, dan kebaikan itu menunjukkan (jalan) ke sorga. Dan seseorang yang senantiasa jujur dan selalu menjaga kejujuran sampai dicatat disisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan janganlah kamu berdusta, karena dusta mengantarkan pada kemaksiatan (kecurangan) dan kemaksiatan (kecurangan) itu mengantarkan ke neraka. Dan seseorang yang senantiasa berdusta dan terus melakukan dusta sampai dicatat disisi Allah sebagai pendusta” (HR. Muslim).
Kondisi yang tidak terkendali, juga bisa mengakibatkan seseorang larut dalam perilaku dan orasi yang cenderung mengumbar janji muluk yang tidak mungkin dilaksanakan. Hal ini harus diperhatikan oleh seorang da’i/ juru kampanye. Janji pasti akan dipertanggung-jawabkan di Akhirat. Allah SWT. berfirman dalam surat Al Israa’:34, artinya: “Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya”.

5. Ukhuwwah (Persaudaraan)
Tetap Menjaga Ukhuwah (Peraudaraan), Tidak Ghibah, Caci Maki, dan Cemooh. Kampanye bukanlah arena untuk memuaskan selera dan hawa nafsu. Perkataan yang diucapkan dan sikap yang ditampilkan harus senantiasa mencerminkan rasa ukhuwah Islamiyah. Tidak boleh berprasangka buruk apalagi melontarkan tuduhan-tuduhan yang tidak beralasan, karena hal itu akan menimbulkan kerenggangan dan perseteruan yang mengganggu ukhuwah. Allah SWT berfirman dalam surat Al Hujuraat 10, artinya:
“Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”.
Rasulullah SAW. bersabda:
“Janganlah saling hasad, saling membuka aib, saling benci, saling berpaling, dan janganlah kalian menjual dagangan saudaramu, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Muslim dengan sesamanya adalah saudara, tidak saling menzhalimi, saling menghina, meremehkan. Takwa letaknya ada disini (Rasulullah SAW menunjuk pada dadanya 3x ). Seorang sudah cukup dianggap jahat jika menghina saudaranya. Setiap muslim dengan sesamanya adalah haram; darah, harta dan kehormatannya”(HR. Muslim)/.
Dalam kampanye juga tidak dibolehkan mengeluarkan kata-kata yang melukai harga diri dan martabat seseorang atau lembaga yang dihormati oleh Syari’at. Allah SWT berfirman di surat Al Hujuraat 11 dan 12, artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokan) dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruknya panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”.
Rasulullah SAW. bersabda:
“Mencaci maki seorang muslim adalah suatu kefasikan dan membunuhnya suatu kekafiran.” (Muttafaqun ‘alaihi).

6. Tarbawy (Edukatif)
Komitmen dengan Nilai-Nilai Edukatif, Persuasif dan Tidak Memaksa atau Mengancam/Mengintimidasi, Tertib dan Tidak Menggangu, dan Menghindari Acara yang Kurang Bermoral. Kampanye adalah salah satu sarana pendidikan politik yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan kesantunan, di samping sebagai sarana da’wah yang memiliki makna mengajak dengan cara persuasif, tidak memaksa atau mengintimidasi. Dalam kampanye tidak boleh memaksa dan memaksakan kehendak kepada orang lain. Termasuk mempengaruhi dan mempolitisir supaya menerima dan memberikan hak pilihnya kepada partai tertentu dengan berbagai cara yang bersifat memaksa atau terpaksa, seperti dengan cara politik uang. Dengan demikian, kampanye edukatif ini menuntut setiap partai dan juru kampanye/da’i agar lebih inovatif, kreatif, dan proaktif. Massa pemilih mempunyai hak dan kebebasan memilih suatu partai sesuai dengan pilihan hati nurani. Sebagaimana dalam memeluk agama, manusia diberikan hak untuk beragama sesuai keyakinannya, apalagi dalam hal berpartai. Allah SWT. berfirman dalam surat Al Baqaarah: 256, artinya:” Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat”.
Saat kampanye, juga harus diperhatikan hak orang lain terutama hak jalan. Jika kampanye menggunakan cara pengerahan masa dan sejenisnya, maka harus dilakukan secara tertib dan terkendali. Hak pengguna jalan harus diberikan dan dilarang merusak atribut partai lain.
Rasulullah SAW.bersabda:
“Jauhi oleh kamu duduk di (pinggir) jalan. Mereka berkata: Wahai Rasululah, kami tidak bisa menghindari duduk (di pinggir jalan) (saat) kami (perlu) bercerita. Maka Rasulullah SAW. Bersabda (lagi): Jika kamu sekalian enggan (dan tetap harus duduk di) majelis (tersebut), maka berikanlah hak jalan. Mereka berkata: Apakah hak jalan itu? Beliau bersabda: menjaga pandangan, tidak mengganggu, menjawab salam, dan ama ma’ruf serta nahyi munkar.” (HR.Muslim)
Rasulullah SAW.bersabda:
Artinya: “Janganlah menimbulkan kerusakan pada diri sendiri dan orang lain” (HR, Malik, Ibnu Majah, Ahmad, dan ad-Daruqutni).
Demikian pula dengan acara atau hiburan yang tidak mendidik bahkan cenderung tidak moral. Karenanya harus dihindari hiburan yang menampilkan unsur pornografi-pornoaksi dan hal-hal yang dilarang oleh agama, aturan maupun adat.
Rasulullah saw. Bersabda: “Dan seorang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa saja yang Allah larang”. (HR. Bukhari)

7. Tawadlu’ (Rendah Hati)
Rendah Hati, Tidak Menyombongkan Diri, dan Tidak Mudah Menuduh Orang Lain. Akhlak Islam mengharuskan agar suatu partai tidak menganggap dirinya paling baik apalagi paling benar, misalkan anggapan partainyalah yang paling Islami, sedang orang lain dan partai lain tidak ada yang benar. Juga tidak mudah menuduh kalangan lain melakukan suatu kesesatan atau perbuatan bid’ah. Cara ini bukan cara yang Islami. Menyampaikan keunggulan sendiri boleh saja, tetapi tidak harus mengklaim apalagi menyombongkan diri sebagai yang terbaik atau paling Islami.
Mengakui keterbatasan diri sebagai manusia dan keterbatasan partai sebagai kumpulan komunitas manusia adalah bagian dari sifat rendah hati yang disukai siapapun. Selanjutnya menggantungkan rencana dan program pada Allah SWT. Tujuan berpolitik dalam Islam tidak lain adalah mencari ridha-Nya. Allah SWT. berfirman di surat An Najm 32, artinya: “Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui orang yang bertakwa”.
Rasulullah saw. Bersabda :
‘Barangsiapa yang rendah hati untuk Allah satu derajat, niscaya Allah mengangkatnya satu derajat sampai menjadikannya di kalangan orang-orang tertinggi, dan siapa saja yang menyombongkan diri terhadap Allah satu derajat, maka Allah akan menurunkannya satu derajat sampai menjadikannya di kalangan orang-orang paling rendah.’ (HR. Ahmad).

8. Ishlah (Perbaikan)
Memberikan Nilai Kemaslahatan, Solusi, dan Perbaikan bagi Seluruh Bangsa. Kampanye hendaknya dapat memberi kemaslahatan bagi bangsa baik material maupun spiritual, dan menghindari kampanye yang tidak berguna, sia-sia, apalagi menimbulkan dosa. Dalam hal pembuatan spanduk, stiker, atau perangkat kampanye lain, juga harus memuat pesan yang baik bagi masyarakat.
Rasulullah SAW. bersabda, artinya: “Di antara kebaikan Islam seseorang, (dia) meninggalkan apa-apa yang tidak berguna” (HR. Malik, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Kampanye yang mengarah langsung pada problem solving (pemecahan masalah) yang sedang dihadapi bangsa Indonesia, seperti menggagas penyelamatan bangsa, shilaturrahim, aksi-aksi kepedulian sosial, advokasi, penyuluhan hukum, dan ceramah agama, lebih baik dari hanya sekedar slogan kosong.
Rasulullah SAW. Bersabda:
“Wahai manusia sebarkanlah salam, berilah makanan, sambunglah hubungan silaturahim, dan shalat malamlah ketika manusia tidur, niscaya engkau akan masuk surga dengan selamat” (HR Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, dan Hakim dalam Mustadrak-nya mengatakan shahih menurut syarat Bukhari dan Muslim)
Inilah beberapa adab kampanye yang perlu diperhatikan, mudah-mudahan dapat berguna bagi Partai Keadilan Sejahtera dan partai lainnya. Sehingga ketertiban dan keamanan saat kampanye dapat terwujud, korban jiwa dapat dihindari, dan upaya mempercepat tumbuhnya iklim demokrasi yang beradab dan bermartabat di Indonesia menuju Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur akan terjamin dan segera terealisasi.

Jakarta, 17 Dzulqa’dah 1429 /19 November 2008

DEWAN SYARI’AH PUSAT
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

TTD

KH. DR. SURAHMAN HIDAYAT, MA
KETUA



http://smsplus.blogspot.com/2008/12/8-etika-kampanye-dalam-islam.html

Perjuangan Dakwah Desember 2008


Assalamu'alaikum wr wb

Akan berlangsung 16 Pilkada Kabupaten Kota sepanjang bulan Desember 2008.
Berikut Daerah yang menyelenggarakan pilkada putaran ke-2

1. Kab. Pidiejaya, NAD : 15 Desember 2008
Peserta putaran ke-2 :

- Drs H M Gade Salam/M Yusuf Ibrahim : 24,12 % (Perseorangan)

- Ir Yusri Yusuf/Drs Muhammad AR/M.Ed : 24,72 % (Perseorangan)

2. Kota Subulussalam, NAD : 15 Desember 2008
Peserta putaran ke-2 :

- 1. Merah Sakti-Affan Alfian Bintang :22,97% (PKB)

- 5. Asmauddin-Salmaza : 27,28% (PPP,PKS,PD)

3. Kab. Langkat, SUMUT :
Peserta putaran ke-2 :

- Asrin Naim-Legimun : 26,54% (PPP, Partai Patriot, PBB, PBR, PKB, PDK)

- Ngogesa Sitepu/Budiono :29,14% (Partai Golkar, PDIP dan PKPB)

4. Kab. Dairi, SUMUT :
Peserta putaran ke-2 :

- 2. KRA Johnny Sitohang Adinagoro/Irwansyah Pasi : 23,96% (Golkar)

- 4. Parlemen Sinaga/Budiman Simanjuntak : 25,77% (PIB, PKPI, PSI, dan PDK)

5. Kab. Padang lawas, SUMUT :
Peserta putaran ke-2 :

- 2 Drs Rahmad P Hasibuan-H Aminuddin Harahap : 26,54% (PBB,DEMOKRAT, PBR, PKPB)

- 7 H Basrah Lubis SH-H Ali Sutan Harahap : 23.91% (GOLKAR & PKS)

6. Kab. Kerinci, JAMBI :
Peserta putaran ke-2 :

- 1 Ami Taher – Dianda Putra : 23,61 % (PKS-Independen)

- 6 Murasman / Rahman : (PBR&PPP)

7. Kab. Bengkulu Selatan, BENGKULU :
Peserta putaran ke-2 :

- 7 Dirwan Mahmud-Hartawan : 15.03% (PDIP)

- 8 Reskan Effendi-Rohidin : 20.67% (PKS, Golkar)

8. Kab. Garut, JABAR :
Peserta putaran ke-2 :

- 2 Gunawan-Oim Abdurohim : 22,9% (Golkar, PDIP)

- 3 Aceng HM Fikri-Dicky Candra : 20,3% (independen)

9. Kab. Ciamis, JABAR :
Peserta putaran ke-2 :

- 3 Kol (Purn) H Engkon Komara-Drs Iing Syam Arifin (Hebring) : 23,83 % (Golkar, PAN, PKB, PBB)

- 5 Jeje Wiradinata- Husin M Al-Banjari (Jembar) : 19,65% (PDIP,PKS)

10. Kab. Sanggau, KALBAR :
Peserta putaran ke-2 :

- Yansen Akun Effendy–Abdullah : 28,29 % (PKPB, PDS dan Demokrat)

- Setiman H Sudin–Paolus Hadi : 19.98 % (PNBK, PSI, PKS, PPP, PBB, PBR, Patriot, PPNUI)

11. Kab. Kuburaya, KALBAR :
Peserta putaran ke-2 :

- Muda Mahendrawan - Andreas Muhrotien (perseorangan)

- Sujiwo - Raja Sapta Oktohari (PDIP,PPD)

12. Kab. Pinrang, SULSEL :
Peserta putaran ke-2 :

- 1 Aslam Patonangi-A Kaharuddin Mahmud (Askar) : 27,02% (PAN)

- 2 A Irwan Hamid-Hj Nurrachmi Sappewali Moenta (Ihsanta ) : 18,93 % (GOLKAR & 10 partai)

13. Kab. Konawe Utara, SULAWESI UTARA :
Peserta putaran ke-2 :

- H Zaini Aroni- H Mahrip (Zam Zam) : 28,90% (PAN, PBB, PPDI)

- H Lalu Sajim Sastrawan Angrat- TGH Munajib Kholid Muhyiddin : 23,39% (Independen)

14. Kab. Kupang, NTT :
Peserta putaran ke-2 :

- Drs. Ayub Titueki, MS, Ph.D-Victor Jermias Tiran, S.Sos, M.Si (paket Tutor)

- Drs. Ruben Funay - Ir. Fritz Djubida (paket Berita) : (golkar)

15. Kab. Belu, NTT :
Peserta putaran ke-2 :

- Drs. Joachim Lopez-Ludovikus Taolin, B.A ( Paket Jalin) : (PDK,PD,Patriot Pancasila, PPIB,PDKB)

- -drg. Gregorius Mau Bili-Drs. Berchmans Mau Bria (paket Gemar); (PDIP, PAN, PKPI, Partai Merdeka, PDS, PPD)

16. Kab. Manggarai Timur, NTT :
Peserta putaran ke-2 :

- 1 Yoseph Tote-Agas Andreas : 26.79% (Golkar)

- 2 Yoseph Biron Aur-Gorgonius D Bajang : 23.03% (PDIP)

Semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum Wr Wb

Desk Pilkada


BAPILU DPP PKS

http://smsplus.blogspot.com/2008/12/perjuangan-dakwah-desember-2008.html

Minggu, 30 November 2008

PKS OPTIMIS RAIH 15 PERSEN KURSI DEWAN


Pasuruan, 30/11. Meski telah menargetkan 20 persen perolehan kursi DPR RI, namun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap sangat yakin akan dapat memperoleh target 15 persen perolehan kursi DPR RI dalam pemilihan umum (pemilu) tahun 2009 mendatang.

Persentase target tersebut juga berlaku dalam peraihan kedudukan kursi untuk DPRD I Jawa Timur dan DPRD Kota/Kabupaten Pasuruan. Oleh karena itu diharapkan bagi setiap kader PKS untuk lebih bersemangat dalam melaksanakan visi dan misi partai yang telah disepakati bersama.

Hal ini disampaikan oleh perwakilan DPW PKS Jatim sekaligus Caleg I DPR pusat, H M Misbakhun, saat acara pelantikan pengurus dewan pimpinan cabang (DPC) dan ranting (DPRa) di Padukuhan Wonosalam Timur, Desa Wonosari, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, Minggu ini (30/11).

Sebagai caleg yang dijagokan dari DPW Jatim untuk menduduki kursi DPR RI, Misbakhun sekali lagi mengingatkan kepada seluruh kader-kader pemuda penggerak agar tetap solid dalam menunjukkan jati diri partai kepada masyarakat sesuai dengan tujuan bersama yang adil dan sejahtera.

Kepada ratusan kader Pasuruan yang hadir,nantinya ia akan memprioritas-utamakan perbaikan dan peningkatan sektor pendidikan dan kesejahteraan anak yatim piatu dengan tidak mengesampingkan sektor-sektor utama yang lainnya.

“Mari kita luruskan niat kita demi mendapatkan ridlo Allah SWT. Tetap solid semangat mengemban amanat untuk rakyat dengan menjalankan visi-misi sesuai dengan AD/ART maupun peraturan partai,” sambut Misbakhun diiringi tepukan para pendukungnya.

Kepada para caleg yang hadir, ia menegaskan untuk wajib menjaga keutuhan dan solidaritas partai. Jangan sampai terjadi saling jegal dari masing-masing caleg untuk memenangkan perolehan suara. Akan tetapi dia optimis hal itu tidak akan terjadi dalam tubuh PKS, baik pusat maupun daerah.

Disamping kekuatan mesin kepengurusan dan mesin kader PKS, kemenangan partai dalam pemilu 2009 nanti juga tergantung dari kekuatan calon anggota dewan. Sebab masing-masing calon tersebut memiliki tim sukses yang tergabung dalam komunitas-komunitas yang bakal mendukungnya. Saat ini secara nasional PKS memiliki sekitar sejuta lebih kader PKS dan sejumlah 60 ribu kader diantaranya tersebar di seluruh penjuru Jawa Timur.

Acara pelantikan pengurus DPC/DPRa Kecamatan Gondang Wetan, Kota Pasuruan tersebut dihadiri pula oleh beberapa pengurus DPW PKS Jatim, seperti H Heru Winarno, pengurus DPC/DPRa, para caleg mulai dari pusat sampai daerah serta sekitar 100 kader penggerak sekaligus simpatisan partai.

Selanjutnya kegiatan serupa hari ini akan dilanjutkan menuju Kota/Kabupaten Probolinggo. Sebelumnya acara pelantikan juga digelar di Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan kemarin malam (29/11). 09/uba/kp008

Arti 51 % Bagi PKS


PK-Sejahtera Online. PKS DKI Jakarta menargetkan perolehan suara 51 persen pada pemilu 2009, jauh melampaui target nasional PKS yaitu 20 persen.

Dalam Konsolidasi calon anggota legislatif DPRD DKI Jakarta daerah pemilihan Jakarta Selatan di Markaz Dakwah (29/11), Ketua Umum DPW PKS Jakarta Ir. Triwisaksana M.Sc, mengatakan target itu penting bagi PKS untuk bisa menguasai parlemen.

“Dengan perolehan 51 persen suara kita dapat lebih banyak berbuat untuk masyarakat. Sekolah bisa gratis sampai SMU, rumah sakit jug bisa gratis, karena semua ada anggarannya,” ungkapnya.

Jebolan Universitas Birmingham ini, yakin 51 persen suara dapat PKS kantongi, mengingat pada pilkada DKI Jakarta Agustus 2007 lalu, PKS yang tampil sorangan mampu meraih 43 persen suara.

“Tinggal sedikit lagi untuk mencapai 51 persen, dan seluruh kader PKS akan bekerja keras untuk itu. Kita lihat saja hasilnya nanti,” pungkasnya optimis. (adine)


http://www.pk-sejahtera.org/v2/index.php?op=isi&id=6350