jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label survey pks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label survey pks. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Mei 2011

KOMPAS: Parpol Tersandera Korupsi. (Kecuali PKS?)


KOMPAS hari ini (Senin 16/5/11) menurunkan berita headline dengan judul "Parpol Tersandera Korupsi".

"Partai politik saat ini tersandera kasus-kasus korupsi anggotanya yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat. Praktik saling sandera itu merupakan gaya politik Orde Baru yang bertujuan mengganggu parpol pesaing, terutama dalam persiapan Pemilu 2014. Parpol pun disibukkan oleh penyelamatan citra, melupakan kepentingan rakyat."

Demikian paragaraf awal headline KOMPAS. Secara jelas headline ini dilengkapi dengan gambar (tabel) tentang kasus2 korupsi yg melanda parpol. Disebutlah Partai Demokrat, Golkar, PDIP, PAN, PPP, PKB, PBR, PBB, dengan sederet kasus yang melandanya.

Rabu, 14 Januari 2009

IRDI: Hidayat Terpopuler, Tifatul Terendah


INILAH.COM, Jakarta. Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menjadi calon presiden muda terpopuler. Sementara rekannya di PKS Tifatul Sembiring menjadi calon presiden muda yang juga terpopuler, namun berada di urutan terakhir.

Popularitas itu terungkap melalui survei yang dilakukan Indonesia Research and Development Institute (IRDI), yang menebar sampling ke 2.000 responden di 33 provinsi dan 200 desa/kelurahan. Survei dibagi dua kategori antara capres terpopuler dan capre/wapres terpopuler.

“Kita sudah melakukan survei dari April-Oktober. Yang muncul beberapa nama, dan seluruhnya tokoh muda. Responden yang menjawab sebanyak 54,89% ,” kata Direktur IRDI Notrida G Mandica Noor, di acara dialog ‘Pemimpin Masa Depan Indonesia, di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis (11/12).

Hasilnya, Hidayat mucul sebagai pemenang dalam kategori capres/cawapres terpopuler, dengan memperoleh 32,92%. Disusul berturut-turut Andi Mallarangeng (23,99%), Soetrisno Bachir (11,91%), Anas Urbaningrum (8,14%), Adhyaksa Dault (8,06%), Rizal Mallarangeng (5,43%), Hatta Radjasa (2,45%, dan Tifatul Sembiring (1,3%).

Untuk kategori capres muda terpopuler, Hidayat kembali menduduki peringkat pertama dengan 33,05%. Disusul Andi Mallarangeng (24,05%), Soetrisno Bachir (11,51%), Adhyaksa (8,45%), Anas Urbaningrum (8,17%), Rizal Mallarangeng (5,48%), Hatta Radjasa (3,16%), dan Tifatul Sembiring (1,95%).

Dalam melakukan survei, kata Notrida, pihaknya tidak menggunakan metode framing (penentuan nama), tapi metode bebas. Responden rata-rata berusia 17 tahun atau sudah menikah, dengan proporsi laki-laki 50% dan perempuan 50%. Sementara di pedesaan 57,3% dan perkotaan 42,7%, dengan tingkat kepercayaan 95% dan error sampling 2,19%.

Selasa, 13 Januari 2009

Survei Puskaptis: PKS 14,21%


Jakarta. Survei politik mutakhir yang dilakukan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menempatkan PDI Perjuangan sebagai pemenang Pemilu 2009 dengan dukungan 24,30% responden. Kemenangan ini disusul Partai Demokrat (19,44%), PKS (14,21%), dan Partai Golkar (11,96%).

Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid di Jakarta, Selasa (9/12/2008) mengatakan, dalam survei itu responden yang merahasiakan pilihannya sebanyak 21,87% dan yang menyatakan golongan putih (golput) hanya 0,37%.

Adapun alasan responden memilih partai pada pemilu mendatang adalah 36,84% karena melihat kapasitas calon anggota legislatif (caleg), 30,83% karena visi dan misi partai dan caleg, 30,23% karena figur atau karisma caleg, dan 2,11% karena alasan lain.

Survei yang berlangsung pada 24 November hingga 4 Desember 2008 itu dilakukan untuk mengetahui persepsi dan perilaku pemilih terhadap pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2009.

Husin mengatakan, survei itu menunjukkan bahwa 22,64% rakyat membutuhkan perubahan dan pembaruan di bidang ekonomi (kebutuhan pokok murah dan mudah didapat). Sementara rakyat yang membutuhkan perubahan dan pembaruan di bidang lapangan kerja sebesar 21,52%, kesejahteraan 21,17%, pendidikan 14,38%, kesehatan 14,37%, pertanian 2,52%, sosial 1,94%, dan hukum 1,46%.

“Dalam waktu yang tersisa menjelang Pemilu 2009, perbaikan bidang tersebut tidak bergantung pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla lagi, tetapi pada siapa yang menjadi presiden mendatang,” kata ekonom Dr Fadil Hasan yang menjadi pembahas pada pengumuman hasil survei Puskaptis itu.

“Persaingan calon presiden mendatang sangat ketat ditandai dengan kejar-mengejar popularitas,” kata pengamat politik Dr Alfan Alfian menambahkan.

Survei itu dilakukan melalui teknik wawancara langsung (face to face) dengan sampel acak bertingkat (stratified random sampling) kepada 1.355 responden di 33 provinsi, 139 kabupaten/kota, 278 kecamatan, 556 kelurahan/desa, 2.729 RW, dan 29.765 RT serta margin error 3-5 persen dan tingkat keyakinan sebesar 95%. [Inilah.com/bj2]

PKS Sambut Positif Survei Puskaptis


JAKARTA. Partai Keadilan Sejahtera menyambut positif survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) yang mengunggulkan pasangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid.

"Kita menyambut positif hasil (survei) itu. Namun untuk berkoalisi nanti, PKS akan melihat sejumlah aspek sebagai bahan pertimbangan," kata ketua Fraksi PKS Mahfudz Siddiq kepada okezone di Jakarta, Rabu (10/12/2008).

Aspek tersebut, lanjut Mahfudz, yakni melihat hasil suara dalam pemilul legislatif mendatang. Kedua, melihat visi pembangunan lima tahun ke depan dari masing-masing kandidat.

"Mempertimbangkan tingkat antusias dari masyarakat terhadap capres-capres tersebut," tandasnya.

Dia memastikan, nantinya siapa kandidat PKS akan ditetapkan seusai pemilu legislatif mendatang.

"Karena sampai saat ini, kebijakan majelis syuro baru akan diputuskan setelah pemilu. Namun kalau ada yang menawarkan kita akan terbuka, tapi tetap saja akan diputuskan setelah pemilu," tegasnya.


http://smsplus.blogspot.com/2008/12/pks-sambut-positif-survei-puskaptis.html

Kamis, 27 November 2008

LSN: PKNU Lebih Islami Dari PKS


Hery Winarno - detikNews

Jakarta. Citra Islami Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tampaknya mulai luntur. Hal ini setidaknya terbaca dari hasil jajak pendapat yang dilakukan Lembaga Survei Nasional (LSN). PKS menduduki peringkat keempat partai yang dianggap paling Islami.

Di atas PKS, bertengger di nomor satu Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), lalu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di nomor dua, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di nomor tiga.

"Prosentase terbesar responden (76,9 persen) mempersepsikan PKNU sebagai partai yang paling Islami. PPP yang benar-benar berasas Islam berada di posisi kedua (75,9 persen). Di tempat ketiga PKB (67,3 persen), diikuti PKS (63,9 persen)," ujar Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (27/11/2008).

Di bawah PKS, berurutan Partai Bulan Bintang (PBB) di nomor lima (61,5 persen), lalu PAN (55,3 persen), PBR (42,9 persen), dan PMB (20,4 persen).

"PKS yang sejak awal menobatkan dirinya sebagai partai dakwah ini hanya dianggap sebagai partai yang Islami oleh 63,9 persen responden saja," terang Umar.

Nasib serupa dialami PBB. Partai yang gencar dengan program syariat Islamnya ini hanya dianggap sebagai partai yang Islami oleh 61,5 persen responden. "Ini dapat dikatakan bahwa PKS dan PBB gagal mencitrakan dirinya sebagai partai yang mewakili aspirasi umat Islam," imbuh Umar.

Survei tersebut dilakukan pada tanggal 21-31 Oktober 2008 di 33 provinsi di Indonesia. Survei ini melibatkan 1.230 responden yang diwawancarai secara tatap muka. Teknik yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Senin, 03 November 2008

LSI: PKS Partai Terbersih dari Korupsi


INILAH.COM. Meski dalam dua tahun terakhir ini citra PKS terus meroket, namun parpol Islam berbasis santri perkotaan ini menghadapi tantangan berat dalam Pemilu 2009. Salah langkah sedikit saja, target perolehan 20% suara bisa meleset.
Prediksi bahwa partai-partai Islam, termasuk PKS, bakal merosot atau jeblok, bukan mustahil bakal terbukti. Apalagi isu terorisme yang menyertai langkah pemerintah untuk melakukan ekseksui atas Amrozi dan kawan-kawan, makin membuat masyarakat takut dan khawatir terhadap Islam politik ini.
Hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Indonesia tentang kekuatan partai-partai Islam di Indonesia untuk sebagian mencerminkan sikap rakyat yang kurang menguntungkan. Hampir 90% masyarakat Indonesia beragama Islam, tetapi hanya 17% yang mengaku akan memilih partai berasas Islam pada Pemilu 2009.
LSI juga menyingkapkan, pemilih Islam di Indonesia cenderung mendukung partai-partai berasas Pancasila, khususnya PDI-P, Golkar, dan Partai Demokrat. Dari berbagai segi, tiga partai sekuler itu dianggap lebih mampu memimpin.
Menurut survei itu, 17% dan 16% responden, Golkar dan PDI-P memiliki citra mewakili rakyat kecil. Sekitar 12% berpendapat, Partai Demokrat punya citra seperti itu. Dari semua partai Islam, PKS di depan dengan 7%.
Ketika responden ditanya apakah salah satu partai punya program bagus, peduli pada keinginan rakyat, atau memiliki pemimpin yang mampu memecahkan masalah bangsa, jawabannya hampir sama. Hanya saat ditanya tentang kebersihan dari korupsi, PKS (10%) ditempatkan di atas Partai Demokrat (7%), PDI-P (6%), dan Golkar (4%).
Survei LSI juga menyatakan, para pemilih Islam di Indonesia mementingkan masalah-masalah yang kiranya jauh dari agama. Sifat-sifat paling penting dimiliki suatu partai politik adalah kepedulian pada kepentingan rakyat (32%), memiliki program untuk kesejahteraan rakyat (29%), kesediaan mewakili kepentingan semua lapisan masyarakat (16%), serta kebersihan dari korupsi (12%).
Saat ditanya hal-hal yang paling mendesak dan harus ditangani pemerintah, 76% menyebut ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Hanya 0,8% mengatakan moral dan agama.
Ini berarti bagi PKS, PPP dan parpol Islam lainnya, rakyat bawah butuh pemecahan masalah riil di bidang sosial-ekonomi, bukan soal moral dan agama semata. Dalam hubungannya dengan komunitas Islam, PKS sudah tersandung masalah. Jika tak hati-hati melangkah, PKS bisa terjerembab ke pusaran persoalan.
Sebutlah umpamanya iklan Sumpah Pemuda PKS yang menampilkan pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy'ari berbuntut panjang. Gerakan Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) berencana menggelar aksi ke kantor DPP PKS.
“Kita akan menggelar demo dalam waktu dekat,” kata Ketua PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Adien Jauharudin Jakarta, Senin (3/11). Hal ini dilakukan, karena PKS sama sekali tidak memiliki izin untuk menayangkan gambar KH Hasyim Asy'ari dalam iklan tersebut.
Rencananya, aksi ini juga akan digelar bersama organisasi kepemudaan Muhammadiyah Pasalnya dalam iklan tersebut, gambar KH Ahmad Dahlan juga ditampilkan.
PKS dan partai Islam lainnya, agaknya, masih menghadapi jalan terjal untuk menaikkan perolehan suara. Ada kecenderungan, radikalisme agama oleh para aktivis islam radikal, cenderung menambah rasa takut dan was-was di kalangan pemilih Islam untuk memilih partai Islam.
Adakah gejala ini suatu trend atau hanya fenomena sesaat? PKS, PPP dan partai Islam lain, yang mesti menjawab dan mencari kiat-kiatnya.

Sumber: Inilah.Com

Pengirim: Muhammad Hilal N Update: 03/11/2008 Oleh: Muhammad Hilal N

Minggu, 19 Oktober 2008

Survei: Hidayat Kini Paling Populer

INILAH.COM, Jakarta. Ramai-ramai tokoh muda nasional unjuk gigi jelang Pemilu 2009. Ketua MPR Hidayat Nurwahid menjadi tokoh muda nasional terpopuler saat ini.

Berdasarkan survei yang dilakukan Lembaga Riset Informasi (LRI), Hidayat Nurwahid mendapatkan 41,8% suara dari total 2.400 responden. Berada di bawahnya dengan suara yang cukup timpang, ada Rizal Mallarangen dengan 13,6%. Menkeu Sri Mulyani juga dianggap sebagai tokoh muda yang popular. Dia mendapatkan 9,8%, diikuti Pramono Anung 4,9%. Sementara Presiden PKS Tifatul Sembiring, Rektor UI Gumilar Rusliwa Soemantri, Yuddy Chrisnandi, Fajroel Rahman dan Zulkifli Hasan masing-masing di angka 1% lebih sedikit. Inilah hasil polling LRI yang dilakukan serentak di 33 provinsi pada 25 Agustus-7 September 2008:

Populer Tokoh Muda Nasional:
  1. Hidayat Nurwahid : 41,8%

  2. RIzal Mallarangeng : 13,6%

  3. Sri Mulyani : 9,8%

  4. Pramono Anung : 4,9%

  5. Tifatul Sembiring : 1,9%

  6. Rektor UI : 1,4%

  7. Yuddy Chrisnandi : 1,3%

  8. Fajroel Rachaman : 1,2%

  9. Zulkifli Hasan : 1,1%

  10. Lain-lain : 2,3%

  11. Tidak tahu : 18,9%

  12. Tidak menjawab : 1,9%

[ Inilah.com. Yessi Siti Hajar, 16/09/2008; 16:56 ]