jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label Ustadz Surahman Hidayat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ustadz Surahman Hidayat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Mei 2011

Meski Ada Lobi AS, Newmont harus Untuk Daerah

Meskipun ada dugaan terjadi lobi yang dilakukan Amerika Serikat kepada pemerintah pusat soal divestasi Newmont, DPR tetap ingin Newmont untuk kepentingan bangsa.
“Kita tentu tidak saja mempersoalkan ini secara berlarut-larut, tapi kita ingin menyelesaikan persoalan ini. Mundur merupakan langkah legowo dan mengakui kekhilafannya,” seru Wakil Ketua Komisi XI DPR, Surahman Hidayat kepada INILAH.COM, di Jakarta Sabtu (21/5).

Dia mengatakan, langkah yang telah dilakukan Menteri Keuangan menurutnya telah menciderai peratuan dan prosedur. “Memang ada pembicaraan di banggar (badan anggaran) tapi kan belum ada persetujuan. Sehingga, dengan tegas kita menolak dan tidak setuju penggunaan dana PIP (Pusat Investasi Pemerintah) digunakan untuk membeli saham itu,” ungkap dia.

Selasa, 10 Mei 2011

Surahman Hidayat : Ajaran NII Adalah Perilaku Menyimpang

Salah satu anggota Komisi XI DPR RI KH Surahman Hidayat MA menyatakan, ajaran kelompok Negara Islam indonesia (NII) merupakan prilaku menyimpang. Karena ajarannya dianggap tidak sesuai Aqidah Islam. Bahkan, secara sosial kelompok itu menganggap harta pemberian bukan dari kelompok nya adalah fai (rampasan perang). Termasuk harta pemberian orangtua, baik kekayaan atau pendidikan kepada anak.

Dengan demikian, para orang tua diimbau mengetahui modus gerakan NII dengan sasaran pelajar dan mahasiswa. Sehingga anak-anak mereka tidak terjebak masuk ajaran NII.

”Bagi siapa yang masuk NII, anggotanya harus memutuskan hubungan silaturahmi dengan orang non NII, termasuk orang tuanya sendiri,” jelas dia kepada Radar, saat reses di kantor DPD PKS Banjar, kemarin.

Minggu, 10 April 2011

Dewan Syariah PKS Soal Arifinto: Kader PKS Juga Manusia

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belakang memang menjadi sorotan publik. Belum lagi selesai kisruh internal antara petinggi PKS dan pendiri PKS Yusuf Supendi, PKS kembali menjadi cibiran saat kadernya yang duduk sebagai anggota DPR, Arifinto, terpergok sedang nonton video porno.

Bagi Dewan Syariah (lembaga yudikatif) PKS, beberapa persoalan itu sebenarnya menunjukkan bahwa kader PKS juga manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan.

"PKS ini komunitas manusia biasa, bukan komunitas malaikat. Apa yang terjadi pada manusia biasa juga bisa terjadi pada kader-kader PKS. Untuk itulah kami (PKS) punya sistem yang bisa mengantipasi jika terjadi hal-hal seperti ini,"
ujar Ketua Dewan Syariah Pusat PKS, Surahman Hidayat saat berbincang dengan detikcom, Minggu (10/4/2011).

Meskipun begitu, PKS tetap memberikan sanksi yang tegas pada kadernya yang terbukti bersalah. PKS berjanji tidak ada akan melindungi siapa pun.