jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label Pelecehan Terhadap Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelecehan Terhadap Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Mei 2010

Pemerintah Akhirnya Keluarkan Perintah Blokir!

Jakarta. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika akhirnya menyatakan 4 sikap tegasnya menanggapi kehadiran konten sketsa Nabi Muhammad SAW di akun Facebook. Salah satunya adalah memerintahkan penyelenggara internet (ISP) untuk memblokir akun bernama 'Everybody Draw Mohammed Day' tersebut.

Berikut adalah 4 langkah pemerintah Indonesia yang dikutip detikINET dalam keterangan pers, Kamis (20/5/2010):
  1. Kemenkominfo mengirimkan surat protes kepada pengelola Facebook untuk menutup akun tersebut.
  2. Memblokir address cabang account (URL) dari 'Everybody Draw Mohammed Day' melalui massive trust di Indonesia.
  3. Meminta penyelenggara internet (ISP/Internet Service Provider) untuk ikut memblokir akun tersebut, karena melanggar UU No.36/1999 pasal 21 tentang telekomunikasi dan UU No.11/2008, pas 28 ayat 2, tentang ITE perihal pelarangan menyebarkan informasi kebencian dan permusuhan terhadap individu atau masyarakat, atas dasar suku, agama dan ras.
  4. Mengajak Asosiasi Pengusaha Warnet Indonesia (AWARI) untuk memblokir situs tersebut.

Rabu, 24 Maret 2010

Jihad Versus Terorisme Negara

Sebagai warga negara Indonesia, saya sungguh tidak paham strategi apa yang sedang dibangun pemerintah dengan Densus 88 yang begitu gencar dan bangga telah melakukan penumpasan terhadap apa yang mereka sebut teroris. Kita bisa bertanya kepada negeri-negeri yang sekarang tengah berkonflik. Tiada satu pun kata tentang teroris yang tidak melibatkan Amerika Serikat (AS) dalam konflik mereka. Artinya, selalu ada peran Amerika Serikat di sana. Yang menjadi pertanyaan, apakah keberadaan negara super power itu hanya sekadar menjadi wasit, atau dewa penyelamat konflik itu?

Karena sebuah kenaifan, jika hanya demi alasan kemanusiaan tiba-tiba Amerika Serikat berada di negara konflik. Justru imperialismelah yang sesungguhnya menonjol di sana. Ketika mengumumkan pendudukan Afghanistan, Presiden George W Bush menyebut Afghanistan sebagai negara yang mensponsori pelanggaran hukum dan pembunuhan terhadap orang-orang tak berdosa. Maka pantas bagi mereka balasan yang setimpal dan predikat bagi negara perusuh Afghanistan adalah teroris. Dan selama pendudukan Amerika berlangsung, sudah banyak orang-orang tak berdosa dan anak-anak yang terbunuh. Maka menjadi sebuah kewajaran jika demonstran di Indonesia seperti Hizbut Tahrir, Kisdi (Komite Indonesia untuk Solidaritas Islam) dan sejumlah Ormas Islam lain menyebut Pemerintah Amerika Serikat sebagai The Real Teroris. Dan secara fakta setiap penyebutan nama terorisme selalu tidak bisa dipisahkan dengan penyebutan jihad dan kelompok Islam. Meski sesungguhnya perilaku teroris bisa diperankan oleh siapa saja, tanpa memandang agama dan kebangsaan.

Senin, 11 Januari 2010

PKS: Stop Blog Anti-Islam!


INLAH.COM, Jakarta. Sebuah blog yang menghujat Islam bernama Berita Muslim Sahih dengan alamat www.beritamuslim.wordpress.com mencuat. Salah satu partai politik berbasis Islam, PKS menentang adanya blog tersebut.
"Ada mekanisme untuk memblokir blog tersebut yakni orang-orang yang tidak berkenan atas blog tersebut bisa melaporkannya ke penyedia layanan wordpress.com, maka semakin banyaknya orang yang melaporkannya, blog tersebut secara otomatis akan diblokir," imbuh Mabruri.

Ia tak terlalu khawatir blog tersebut akan mengganggu kehidupan beragama di Indonesia. Ia menganggap pengguna media internet sebagian besar merupakan orang yang berpendidikan, maka dapat menyaring informasi yang dianggapnya benar ataupun salah.

"Ya saya percaya blog ini tidak akan terlalu mengganggu kehidupan beragama. Kan pengguna internet kebanyakan orang yang berpendidikan, makanya mereka dapat menyaring informasi yang dianggap benar atau salah," pungkas Mabruri.