jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Selasa, 15 Juni 2010

PKS Bahas Cara Rebut Suara Partai Islam di Munas

Metrotvnews.com, Jakarta. Musyawarah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada 16-20 Juni nanti di Hotel Ritz Carlton, Pasific Place, Jakarta, akan membahas bagaimana merebut suara partai Islam yang hilang pada 2009. PKS menyatakan siap merebut suara Partai Demokrat pada pemilihan umum 2014.
"Demokrat memang menyerap suara parpol Islam. Kalau Demokrat berfikir bagaimana menambah suara, kita berfikir untuk mengambil lagi suara yang diambil Demokrat," kata Ketua DPP PKS Mahfudz Siddiq dalam diskusi bertema "Potensi Partai Islam 2014" di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (15/6).

Meski demikian, Mahfudz menyatakan partainya belum mengetahui bagaimana cara merebut kembali suara dari Partai Demokrat. Hanya saja, PKS bertekad memperbesar basis suara dari kalangan muda serta menciptakan tokoh dari anak muda.

Mahfudz: PKS Memang Perlu Mengislamkan AS

Metrotvnews.com, Jakarta. Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq tidak menjawab secara pasti kebenaran partainya tengah mendekat dengan Amerika Serikat (AS). Tapi ia berpandangan PKS perlu mengislamkan AS.
"PKS dan AS mendekat? Tidak ada proses mendekat atau menjauh. Yang ada proses politik pandangan Ahmad Hidad. Kalau kita ingin menyeimbangkan tatanan dunia, maka cara pandang memusuhi AS harus digeser, yang harus dilakukan mengislamkan," kata Mahfudz dalam diskusi bertema "Potensi Partai Islam" di DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (15/6).

Mahfudz menjelaskan, mengislamkan AS bukan secara populasi. Jika itu terjadi PKS sangat senang sekali. Berdasarkan tiga pemilihan umum terakhir, hasil suara partai politik Islam cenderung naik-turun. Kisaran suaranya ada pada angka 30-50 persen.

PKS Pastikan Tolak Dana Aspirasi di Paripurna

Metrotvnews.com, Jakarta. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memastikan akan tetap menolak usulan dana aspirasi sebesar Rp15 miliar per anggota DPR jika dibahas pada rapat paripurna, Kamis (15/6) nanti. Bagi PKS, mekanisme anggaran pembangunan lewat Musyawarah Perencanaan Pembangunan sudah tepat.

"Prinsipnya PKS menolak ide alokasi langsung anggaran daerah. Yang didorong oleh PKS melalui mekanisme yang ada," kata Ketua DPP PKS Mahfudz Siddiq di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (15/6).

PKS menyarankan agar jumlah dana Musyawarah Perencanaan Pembangunan ditingkatkan. Sebab, cara ini jauh lebih efektif ketimbang dana aspirasi. "Pakai mekanisme yang ada. Hanya volumenya diperbesar," tandas Mahfudz.(Andhini)


Sumber: Metrotvnews.Com

Anis Matta: Sudah Waktunya Amerika Pilih Islam

TEMPO Interaktif, Jakarta. Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta mengatakan Amerika Serikat harus memilih apakah bersahabat dengan negara Islam ataukah tetap mempertahankan Israel sebagai negara sekutu.

"Sudah waktunya Amerika memilih Islam atau Israel. Selama ini mereka mempertahankan Israel sebagai asetnya di Timur Tengah, tapi yang dirugikan hubungan Amerika sendiri dengan negara Islam," kata dia kepada Tempo, Selasa (15/6).

Menurut Anis, dalam pidato Presiden Amerika Serikat Obama di Universitas Al Azhar, Mesir, Obama meyakinkan bahwa Amerika akan mengulang hubungan baru yang lebih baik dengan negara-negara Islam. Janji Obama ini tentunya harus ditunjukkan dengan sikap politik luar negeri yang ia terapkan.

Amerika dan PKS Akui Saling Mendekat untuk Kerja Sama

TEMPO Interaktif, Jakarta. Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Partai Keadilan Sejahtera menyatakan kedua belah pihak perlu saling mendekat untuk membangun saling pengertian dan kerja sama di masa depan.

Juru bicara Kedutaan Besar Amerika, Paul Belmont, mengatakan pihaknya menyambut baik undangan untuk menjelaskan sikap politik Presiden Amerika Barack Obama terhadap dunia Islam dalam Musyawarah Nasional PKS.

"Hadir memberikan pidato akan menjadi kesempatan yang baik sekali untuk lebih terlibat dalam dunia muslim," kata Belmont kepada Tempo kemarin.

PKS akan menggelar munas keduanya pada 16-20 Juni di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta. Ritz-Carlton selama ini dianggap simbol Amerika dan berkali-kali menjadi target serangan teroris anti-Amerika.

Kedutaan AS Kirim Theodore G. Osius ke Munas PKS

TEMPO Interaktif, Jakarta. Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia akan mengutus Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar, Theodore G. Osius, untuk hadir dalam Musyawarah Nasional Partai Keadilan Sejahtera di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, 16 Juni nanti.

Osius akan menggantikan Duta Besar AS untuk Indonesia Cameron R. Hume yang berhalangan hadir. “Duta Besar tidak dapat hadir karena tidak berada di Jakarta pekan ini,” kata Juru Bicara Kedutaan Besar AS, Paul Belmont, kepada saat dihubungi Tempo hari ini.

Menurut Belmont, Osius akan menggantikan Hume untuk memberikan pidato dalam acara tersebut. “Tugas Deputy Chief of Mission memang menggantikan duta besar saat duta besar tidak berada di tempat," ujar Belmont.

PKS Ubah Gaya Untuk Tambah Pemilihnya

TEMPO Interaktif, Jakarta. Pengamat politik dari Departemen Politik Universitas Indonesia, Arbi Sanit menilai Partai Keadilan Sejahtera saat ini sedang mengubah gaya dari partai Islam yang cenderung radikal menjadi partai Islam liberal.

"Ini manipulasi mengubah PKS untuk mengakali sikap pemilih di 2014. Mereka sedang ingin melebarkan pemilih karena selama ini banyak keluar dana tetapi pemilihnya terbatas. Tidak naik signifikan," kata Arbi kepada Tempo melalui telepon, Ahad (13/6).

Menurut Arbi, PKS sedang melihat sikap anti radikalisme Islam semakin kuat di Indonesia dan dunia. Terutama dengan banyak ditangkapnya tokoh-tokoh Islam radikal dalam berbagai kasus terorisme. Padahal PKS selama ini dikenal dengan Islam militan yang suka membela Palestina. "Jadi mereka takut berakibat pada penurunan kepercayaan publik," katanya.

Senin, 14 Juni 2010

Munas PKS Akan Rumuskan Strategi Pemenangan Pemilu 2014

Jakarta. Munas II PKS yang akan digelar di Hotel Ritz Carlton Pacific Place SCBD Jakarta akan membahas upaya PKS dalam memenangkan Pemilu 2014. PKS menargetkan masuk tiga besar dalam pemilihan legislatif 2014 mendatang.

"Kami akan menyesuaikan strategi demi pemenangan Pemilu 2014, PKS targetkan tiga besar," ujar Ketua DPP PKS Mahfudz Siddik kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/6/2010).

Menurut mantan ketua FPKS ini, dalam Munas yang digelar tanggal 16-20 Juni 2010 mendatang, akan dibahas strategi PKS menghadapi partai besar. Dalam hitungan PKS, PD dan Golkar serta PDIP masih akan menjadi lawan yang berat.

PKS Ingin Buktikan Diri Terbuka & Moderat

INILAH.COM, Jakarta. PKS ingin membuktikan diri sebagai partai tengah, moderat dan terbuka. Lihat saja dalam Munasnya PKS mengundang Dubes Australia dan AS. Ada apa dengan PKS?

Kalangan PKS nampaknya meyakini bahwa gelombang Islamisme yang keras dengan aneka teror dan kekerasan di dalamnya, hanya akan merugikan partai itu dan citra umat Islam.

“PKS ingin menjadi penjaga nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan, serta lebih realistis dalam melihat pluralitas sosial di republik kita,” kata Zulkieflimansyah PhD, anggota DPR PKS.

Di kalangan publik, PKS masih dirasakan sebagai partai eksklusif meski sudah bergerak ke tengah dan moderat, bahkan sudah merekrut kader non-muslim. “PKS masih dilihat sebagai partai berbasis massa Islam yang eksklusif karena doktrinnya memang demikian, mungkin dengan pertimbangan untuk menjaga keutuhan basis sosial mereka."

Presiden PKS @lutfhihasan sdg diwawancarai Reuters