Komisi VIII DPR RI melakukan Rapat Kerja dengan Menhub EE. Mangindaan dan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama RI Anggito Abimanyu (Selasa, 6/3) dalam rangka persiapan pelayanan transportasi dan penerbangan haji tahun 2013.
Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Jazuli Juwaini,
menyoroti dua hal yaitu kemungkinan menekan dan mengefisiensi biaya
penerbangan sehingga dapat meringankan BPIH 2013 serta peningkatan
kualitas pelayanan transportasi dan penerbangan haji.
“Komponen
biaya ibadah haji yg paling besar adalah transportasi udara, jika bisa
di-efisien-kan maka akan terjadi penurunan yang signifikan pada BPIH
tahun ini(2013). Hal ini sangat mungkin karena tahun 2010 pernah terjadi
penurunan BPIH yang sangat signifikan. Inilah yang sangat diharapkan
oleh jamaah haji,” kata Jazuli.
jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu
Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..
Tampilkan postingan dengan label Info Haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Haji. Tampilkan semua postingan
Kamis, 07 Maret 2013
Selasa, 24 Agustus 2010
2 Fraksi Minta Jaket Haji Dianggarkan
SUKOHARJO. Dua fraksi di DPRD Sukoharjo meminta suvenir haji berupa jaket dialokasikan dalam anggaran perubahan, karena sejauh ini belum dicantumkan dalam penetapan APBD 2010. Pasalnya, baju haji jaket tersebut akan digunakan bagi para jemaah haji.
Kedua fraksi yang mengusulkan hal itu adalah Partai Amanat Nasional (PAN) dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS). Anggota Fraksi PAN, Sunoto mengatakan, di dalam penetapan APBD 2010 tidak ada anggaran khusus untuk jaket jemaah haji.
Hal itu disayangkan karena pemberian jaket merupakan tradisi sejak beberapa tahun lalu, di mana musim haji dimulai. Menurut Sunoto, pada saat musim haji tahun ini, antara September hingga Oktober diperkirakan jumlah jemaahnya mencapai 600 orang. Apabila satu jaket dianggarkan senilai Rp 100.000, maka perkiraan dana yang dibutuhkan untuk 600 orang sekitar Rp 60 juta. (mal)
Sumber: Harian Joglosemar Online
Rabu, 18 November 2009
FPKS: Pemerintah Langgar Hak-Hak Jamaah Haji
PK-Sejahtera Online, Jakarta. Pemerintah mengingkari hak-hak jamaah haji untuk memperoleh akomodasi berstandar layak kesehatan, keamanan, kenyamanan dan kemudahan sebagaimana dijamin dalam Pasal 37 Undang-Undang No 13 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji.
Dua anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS Iskan Qolba Lubis MA dan Nurhasan Zaidi S.Sos menyimpulkan hal tersebut usai melaksanakan tugas mengawasi jalannya pelaksanaan pelayanan ibadah haji di Saudi Arabia.
Nurhasan mencontohkan, kontrak penyewaan perumahan yang dilakukan PPIH Depag RI ternyata tak memiliki tasrih (izin) yang masih berlaku dari Pemerintah Saudi. Dalam kontrak perumahan itu juga tidak menyebutkan pemilik perumahan harus menyelesaikan izin sebelum pelaksanaan haji.
Selasa, 10 November 2009
Calhaj Melahirkan di Madinah, Indikator Buruknya Pelayanan Kesehatan Haji
Jakarta. Kasus calon haji yang melahirkan di Madinah mengundang keprihatinan dari sejumlah kalangan. Insiden tersebut dinilai sebagai bukti buruknya pelayanan kesehatan haji di Indonesia.“Kami merasa sangat prihatin terhadap kejadian adanya calon haji dari Indonesia yang melahirkan di Madinah. Hal ini menjadi indikator buruknya pelayanan kesehatan haji di Indonesia," kata Anggota Chairul anwar dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (10/11/2009).
Chairul menjelaskan, kejadian tersebut membuat semua pihak terheran-heran. Pasalnya, mana mungkin seseorang yang sedang hamil 7 bulan bisa lolos dari pemeriksaan tim kesehatan yang berlapis.
“Kami menilai ini adalah bentuk keteledoran dari petugas kesehatan haji di Indonesia dan di Saudi Arabia,” tegas Chairul.
Langganan:
Postingan (Atom)



