jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Rabu, 14 Januari 2009

IRDI: Hidayat Terpopuler, Tifatul Terendah


INILAH.COM, Jakarta. Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menjadi calon presiden muda terpopuler. Sementara rekannya di PKS Tifatul Sembiring menjadi calon presiden muda yang juga terpopuler, namun berada di urutan terakhir.

Popularitas itu terungkap melalui survei yang dilakukan Indonesia Research and Development Institute (IRDI), yang menebar sampling ke 2.000 responden di 33 provinsi dan 200 desa/kelurahan. Survei dibagi dua kategori antara capres terpopuler dan capre/wapres terpopuler.

“Kita sudah melakukan survei dari April-Oktober. Yang muncul beberapa nama, dan seluruhnya tokoh muda. Responden yang menjawab sebanyak 54,89% ,” kata Direktur IRDI Notrida G Mandica Noor, di acara dialog ‘Pemimpin Masa Depan Indonesia, di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis (11/12).

Hasilnya, Hidayat mucul sebagai pemenang dalam kategori capres/cawapres terpopuler, dengan memperoleh 32,92%. Disusul berturut-turut Andi Mallarangeng (23,99%), Soetrisno Bachir (11,91%), Anas Urbaningrum (8,14%), Adhyaksa Dault (8,06%), Rizal Mallarangeng (5,43%), Hatta Radjasa (2,45%, dan Tifatul Sembiring (1,3%).

Untuk kategori capres muda terpopuler, Hidayat kembali menduduki peringkat pertama dengan 33,05%. Disusul Andi Mallarangeng (24,05%), Soetrisno Bachir (11,51%), Adhyaksa (8,45%), Anas Urbaningrum (8,17%), Rizal Mallarangeng (5,48%), Hatta Radjasa (3,16%), dan Tifatul Sembiring (1,95%).

Dalam melakukan survei, kata Notrida, pihaknya tidak menggunakan metode framing (penentuan nama), tapi metode bebas. Responden rata-rata berusia 17 tahun atau sudah menikah, dengan proporsi laki-laki 50% dan perempuan 50%. Sementara di pedesaan 57,3% dan perkotaan 42,7%, dengan tingkat kepercayaan 95% dan error sampling 2,19%.

Hamdani, Kritiklah PKS Lebih Keras


Setelah membaca beberapa komentar dari Umar Hamdani, yang mengaku kader muda PKS, saya sedikit risih. Sebagai kader di tingkat ranting (kelurahan) saya agak tersinggung saat Umar Hamdani yang mengatakan bahwa kader ditingkat bawah sudah tak ada lagi yang maju jadi relawan dari pintu ke pintu.

Apa kaca mata yang dipakai Umar Hamdani, sehingga berani menyimpulkan demikian. Sungguh, saya dan teman-teman tingkat ranting masih sangat bersemangat dengan kegiatan door to door menawarkan perubahan kepada masyarakat, karena kebetulan saya tinggal dekat dengan Ciputat, tempat mangkalnya Umar Hamdani. Sehingga penilaian tersebut sangatlah dangkal dan sangat subyektif.

Ada juga pernyataan bahwa kehidupan basis sosial PKS semakin miskin, namun elit partai semakin kaya. Siapa bilang? Coba lihat secara lebih jeli, rata-rata pendidikan kader PKS cukup tinggi, paling tidak bergelar S1.

Penghasilan kader PKS pada umumnya sudah cukup untuk membiayai hidup bahkan hampir semua kader PKS ikut ?menghidupi partai? bukan sebaliknya.

Kalau ada kader PKS yang hidupnya sederhana, bersahaja, itu sangat berbeda dengan hidup miskin apalagi semakin miskin. Adapun ada kader PKS yang hidup mewah, jika mereka memang mampu mengapa tidak! Asalkan dengan cara yang halal.

Perbedaan di tingkat elit partai, merupakan hal yang biasa dalam kehidupan berdemokrasi. Layaknya kehidupan seorang suami dengan istri, adik dengan kakak, selalu bersentuhan dengan perbedaan, namun tidak otomatis menimbulkan perpecahan, justru itulah dinamika, yang membuat hidup makin hidup (tag line sebuah iklan rokok).

Coba Umar Hamdani lihat di web resminya Daud Rasyid, apakah beliau keluar dari PKS? atau coba baca transkrip ceramah-ceramahnya ketika mengkritisi PKS? Tidak ada satu kalimat pun yang mengatakan saya keluar dari PKS.

Beliau mengkritisi karena beliau cinta dengan perjuangan ini, begitu juga Ustad Mashadi, Ustad Abu Ridho, karena merekalah yang menancapkan pondasi-pondasi dakwah ini.

Sebaiknya jika kita mengaku sebagai intelektual, dalam berkomentar kita harus melihat secara obyektif dan utuh agar lebih berbobot, juga harus menunjukkan jati diri yang sesungguhnya.

Jangan mengaku aktivis muda PKS jika kerjaannya menggerogoti PKS. Jangan menjadi banci. Jadilah kesatria, yang mengkritik secara apa adanya, jujur dan memiliki semangat perbaikan.

Sebagai kader saya cinta Ustad Anis Matta, saya juga cinta Ustad Daud Rasyid, juga yang lainnya sebagaimana saya juga mencintai Umar Hamdani sebagai seorang muslim. Sebagai kader saya juga benci penyimpangan, penghianatan, sebagaimana Sebagaimana Umar Hamdani membencinya.

Lalu apa bedanya? Saya mengajak kepada Umar Hamdani jika benar sebagai kader muda PKS, untuk lebih keras lagi mengkritik agar PKS lebih baik lagi tapi dengan data otentik dan cara yang baik agar tidak menimbulkan fitnah (dengan menggunakan mekanisme internal). Karena dengan itikad yang baik serumit apapun masalah akan dapat diselesaikan.


Abu Nadiya, bangubay@gmail.com
http://smsplus.blogspot.com/2008/12/hamdani-kritiklah-pks-lebih-keras.html

Selasa, 13 Januari 2009

Saat Difitnah, PKS Terus Melesat


Antara Daud Rasyid, Matta dan Hamdani


Saya adalah simpatisan PKS sejak 2002. Ketika membaca berita yang dikirim saudara Umar Hamdani, rasa kaget bergelayut dalam hati dan pikiran saya.

Saya juga pernah ikut kajian Ustad Daud Rasyid di Bekasi (2003). Ustad Daud Rasyid memang bersahaja, sederhana, tajam dan terarah dalam memberikan ulasan-ulasannya.

Saya juga pernah turut serta dalam seminar yang diisi Ustad Anis Matta. Kecerdasan beliau amat terlihat dari isi yang disampaikan saat seminar di Bogor tersebut (2006). Dan saya kenal dekat dengan asisten beliau (wakil sekjen PKS).

Rasanya ada yang aneh dari komentar yang disampaikan Umar Hamdani (yang mengaku

aktivis muda PKS). Yang saya tahu Ustad Daud Rasyid cukup konsisten terhadap jalan Islam termasuk bagaimana beliau 'bermusuhan' dengan Nurkholis Majid pada masanya(karena beda yang cukup prinsip) yang notabene Nurkholis Majid adalah pendiri Paramadina(tempat Umar Hamdani dkk ada di dalamnya).

Sementara perbedaan antara Daud Rasyid dan Anis Matta bukan merupakan perbedaan hal yang paling mendasar (aqidah).

Yang lebih aneh lagi, komentar Umar Hamdani (besutan Nurkholis Majid ‘kali ya’) bahwa kader-kader PKS di akar rumput mulai tidak taat dengan petinggi PKS, malas dan ogah dalam menjalankan kebijakan partai.

Saya tinggal di Parungpanjang (Bogor), pada 2004, tercatat kader PKS hanya 50an orang. Pada 2008 ini kader terbina PKS membengkak menjadi 500 orang (sebuah perkembangan fantastis dari telatennya pembinaan yang tidak kenal lelah).

Dari 500 kader tersebut, sebagian besar adalah anak-anak muda lulusan SMA bahkan ada yang masih duduk di bangku SMA (pemilih pemula). Yang meruntuhkan data Umar Hamdani adalah fenomena kerja-kerja kader PKS di Parungpanjang. Bagaimana anak-anak muda tersebut berjibaku membantu menempel atribut kampaye Pilkada Bogor (2008) calon dari PKS sampai pk. 02.00 pagi.

Tidak ada rasa lelah, yang tampak adalah keceriaan, semangat. Tidak tampak pula rasa malas apalagi ogah-ogahan. Mereka sama sekali tidak dibayar, bahkan dari kantong-kantong mereka dikeluarkan dana untuk berpatungan membuat lem.

Direct Selling, program unggulan dari pintu ke pintu PKS juga tetap dijalankan dengan penuh ketaatan, semangat oleh kader-kader PKS. Saya yakin, bila di Parungpanjang saja kadernya semangat, apalagi di daerah lain yang lebih menantang untuk dikelola kader-kader PKS.

Bila komentar Umar Hamdani adalah komentar ilmiah yang didukung data, maka data di atas adalah sebagian faktanya. Rasa malasnya Kader PKS saja begitu, gimana kalau rajinnya? (semoga Umar Hamdani bukan sekadar membual apalagi mengaku mantan aktivis PKS).

Kalaupun terjadi perbedaan pendapat dan cara pandang di antara petinggi PKS, itu merupakan

sesuatu yang wajar. Karena sesungguhnya yang kami taati dan ikuti bukan Ustad Daud Rasyid atau Anis Matta. Namun yang kami taati dan ikuti adalah hasil syuro.

Majelis Syuronya (99 orang) yang Insya Allah masih selalu memutuskan setiap perkara

dengan hati dan nuraninya berdasarkan kepahaman agamanya yang selalu disandarkan kepada pedoman hidup kita, Al-Quran dan As-Sunah.

Ustad Daud Rasyid kami mohon tetaplah anda kritis kepada para petinggi PKS agar mereka tetap istiqomah dan lurus dalam setiap tindakannya.

Kepada Anis Matta, teruskan ide-ide brillian Anda, kami sangat yakin seyakin-yakinnya Anda tidak akan menjerumuskan kami kader dan simpatisan di bawah.

PKS dan kadernya tetap solid, bahkan sangat solid. Tidak ada yang mampu memporakporandakan kesolidan kami kecuali datangnya ajal (kematian), karena sesungguhnya kita tidak sedang berpolitik, tetapi sedang berdakwah.

Cara-cara Umar Hamdani adalah cara-cara basi menjelang pemilu 2009, Wahai Kader PKS mari kita doakan Umar Hamdani agar benar-benar kembali ke jalan Islam dan memahami dengan benar dan utuh tentang sejatinya PKS, sebagaimana kita memahami PKS. Allahu Akbar.


Casim Abdurahim, ahnaf104@yahoo.com
http://smsplus.blogspot.com/2008/12/saat-difitnah-pks-terus-melesat.html

Hati-hati Provokasi !


Benarkah Umar Hamdani Aktivis PKS?

Selasa sore, 9 Desember 2008), di kantor saya terhenyak setelah membaca komentar salah seorang aktivis yang juga Direktur Lingkar Studi Islam dan Kultur (LSIK), Ciputat di inilah.com, yang menyatakan bahwa partai yang selama ini dikenal santun, kreatif, bersih dan anti korupsi dengan sengaja di beri stempel miring dan negatif oleh saudara Umar Hamdani, yang intinya bahwa sebagian petinggi PKS mulai doyan duit.

Sebagai masyarakat umum yang sedang memantau dan menimbang partai mana yang layak dipilih, sampai dengan saat ini catatan saya pribadi adalah 'penampakan' PKS dilapangan yang peduli dengan masyarakat, sigap memberi bantuan ketika bencana dan anggota dewannya tidak ada yang berperkara dengan KPK, sungguh berbanding terbalik dengan komentar-komentar pedas saudara Umar Hamdani ini.

Yang menjadi pertanyaan dalam diri saya, dan saya yakin juga para pembaca citizen journalism di inilah.com, adalah siapa sebenarnya saudara Umar Hamdani ini?

Apakah benar yang bersangkutan adalah aktivis muda PKS? Mengingat sekarang sudah semakin dekat dengan Pemilu 2009, sangat mungkin muncul orang-orang yang mengaku aktivis partai tertentu untuk tujuan dan kepentingan pribadi.

Jangan-jangan kasus Lembaga Survei yang hilang kredibilitasnya karena ditengarai ditunggangi, juga menular kepada LSM-LSM? Saya googling kata 'Umar Hamdani' dan 'PKS' ternyata tidak terlihat hubungan sejarah yang kuat, yang ada hanya berita-berita dan komentar miring yang bersangkutan terhadap partai yang sedang menjadi pusat perhatian,karena kreatifitas dan keberhasilannya menjaga kadernya dari berperkara dengan KPK.

Atau sudah begitu kuatkah PKS untuk menjadi pemenang pemilu 2009, sehingga begitu banyak yang khawatir? Sampai muncul orang-orang seperti Umar Hamdani.

Saya rasa, sekali lagi sebagai masyarakat umum yang sedang memantau dan menimbang partai mana yang layak dipilih adalah wajar jika muncul pertanyaan, siapakah Umar Hamdani, apakah benar dia aktivis muda PKS?

Karena komentarnya akan menjadi catatan bagi masyarakat Indonesia yang membaca dan mendengar pendapatnya untuk dijadikan referensi dalam memilih partai yang akan diberi kepercayaan.


Arif Irwansyah, arif_95i@yahoo.com
http://smsplus.blogspot.com/2008/12/hati-hati-provokasi.html

MUXLIM.COM: Simulasi Dunia Virtual Muslim Pertama


VIRTUAL: Ruang virtual dengan tokoh avatar muslim sedang beribadah


Sebuah game dunia virtual bagi komunitas muslim baru saja diluncurkan. Masih dalam versi percobaan, permainan simulasi digital bernama Muxlim Pal, memungkinan pemain 'merawat' tokoh avatar kartun yang tinggal di dunia virtual tersebut.

Hampir mirip dengan simulasi dunia virtual seperti The Sims, Muxlim Pal membuat para pemain dapat mengatur dan memilih sendiri tampilan avatar serta ruang pribadinya. Bahkan di ruang pribadi, game ini memungkinkan tokoh memiliki sajadah dan ruang untuk beribadah. Bisa dibilang Muxlim Pal adalah debutan dalam Islamogaming berkategori simulasi dunia virtual

Ditujukan bagi muslim di negara Barat, pencipta Muxlim Pal berharap game-nya juga mendorong pengertian di kalangan non-muslims.

"Situs online kami bukanlah situs religius, Kami adalah pengelola situs yang fokus pada gaya hidup, "ujar Mohamed El-Fatatry, pendiri Muxlim.com, situs induk dari Muxlim Pal.

"Ini untuk orang-orang yang khusus tertarik terhadap budaya muslim dan gaya hidup muslim," ungkap Mohamed lagi seperti yang dikutip oleh situs berita BBC

"Apa yang kami lihat dari riset pasar kami adalah, kebanyakan muslim memiliki gaya hidup yang tidak jauh beda dengan orang lain," ujar Mohammed. "Mereka semua berbagi nilai-nilai mendasar berasal dari Islam, lalu selebihnya mereka memiliki identitas lain dan juga banyak ketertarikan," imbuh Mohammed.

Ia juga mengatakan dunia virtual ciptaanya memiliki isi dalam 26 kategori berbeda, dan hanya satu yang berisi agama. Mohammed berharap, itu akan membantu kebutuhan muslim dalam pertemuan dan obrolan dengan pihak lain dalam hal berbagi minat.


Mereka yang bergabung dengan situs itu memperoleh kemampuan mengontrol hidup karakter kartun, atau pal yang dapat digunakan sebagai proxy untuk menjelajah dunia virtual--yang memiliki pantai, bar, arena olahraga, dan area belanja

Pengembangan Karakter

Pal atau avatar yang dikontrol para anggota situs memiliki beberapa 'tingkatan' yang menunjukkan kebahagian, kesesuaian, pengetahuan, dan spiritualitas yang akan berubah ketika karakter tersebut melakukan kegiatan atau tugas di lingkungan sosial virtual mereka.

"Letak perbedaan dengan The Sims, ialah game ini bersifat sosial," ujar Mohamed. "Sehingga anda benar-benar berinteraksi dengan orang lain di waktu yang sama, dan melihat karakter serta apa yang mereka lakukan," papar Mohammad.

Dunia virtual online ini dapat dimanfaatkan secara cuma-cuma, namun masuk ke level berikut membutuhan layanan premium, yang berarti membayar. Anggota yang membayar mampu melakukan lebih banyak hal dengan karakter avatar dan ruang pribadinya.

Sehingga mereka yang bergabung dengan Muxlim Pal akan mendapat koin virtual untuk belanja di toko dunia virtual bagi si tokoh kartun, atau untuk mendekorasi rumah karakter tokoh. Sementara uang asli digunakan untuk membeli uang-uang virtual tadi. Sejauh ini hampir tidak ada kembalian yang diberikan dalam pembelian koin virtual.

Menurut keterangan Mohamed dari pantauan penggunaan situs dalam 1,5 bulan terakhir, percepatan untuk menciptakan karakter dalam Muxlim Pal tumbuh cepat

Ia berkata, "Kami melihat pengguna sangat menikmati pengembangan karakter tertentu di Muxlim.com. dan juga tidak ada dunia virtual yang menawarkan lingkungan ramah keluarga bagi komunitas kami,'

Versi percobaan itu sendiri hanya berlaku selama enam bulan, dan menurut Mohamed, ia akan melakukan perubahan signifikan sebelum peluncuran resmi ke publik pada 2009 nanti. Muxlim kini tengah menginvestigasi apakah anggota ingin mengreasikan konten mereka sendiri, seperti kursi, atau baju dan membaginya dengan pengguna lain.

"Sangat penting untuk meletakkan usul pengguna dan bagaimana mereka berinteraksi dengan itu. Umpan balik yang mereka beri memainkan peranan besar pada poduk yang kami buat," ungkap Mohamed./it


http://smsplus.blogspot.com/2008/12/proyek-permainan-virtual-muslim.html

Survei Puskaptis: PKS 14,21%


Jakarta. Survei politik mutakhir yang dilakukan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menempatkan PDI Perjuangan sebagai pemenang Pemilu 2009 dengan dukungan 24,30% responden. Kemenangan ini disusul Partai Demokrat (19,44%), PKS (14,21%), dan Partai Golkar (11,96%).

Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid di Jakarta, Selasa (9/12/2008) mengatakan, dalam survei itu responden yang merahasiakan pilihannya sebanyak 21,87% dan yang menyatakan golongan putih (golput) hanya 0,37%.

Adapun alasan responden memilih partai pada pemilu mendatang adalah 36,84% karena melihat kapasitas calon anggota legislatif (caleg), 30,83% karena visi dan misi partai dan caleg, 30,23% karena figur atau karisma caleg, dan 2,11% karena alasan lain.

Survei yang berlangsung pada 24 November hingga 4 Desember 2008 itu dilakukan untuk mengetahui persepsi dan perilaku pemilih terhadap pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2009.

Husin mengatakan, survei itu menunjukkan bahwa 22,64% rakyat membutuhkan perubahan dan pembaruan di bidang ekonomi (kebutuhan pokok murah dan mudah didapat). Sementara rakyat yang membutuhkan perubahan dan pembaruan di bidang lapangan kerja sebesar 21,52%, kesejahteraan 21,17%, pendidikan 14,38%, kesehatan 14,37%, pertanian 2,52%, sosial 1,94%, dan hukum 1,46%.

“Dalam waktu yang tersisa menjelang Pemilu 2009, perbaikan bidang tersebut tidak bergantung pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla lagi, tetapi pada siapa yang menjadi presiden mendatang,” kata ekonom Dr Fadil Hasan yang menjadi pembahas pada pengumuman hasil survei Puskaptis itu.

“Persaingan calon presiden mendatang sangat ketat ditandai dengan kejar-mengejar popularitas,” kata pengamat politik Dr Alfan Alfian menambahkan.

Survei itu dilakukan melalui teknik wawancara langsung (face to face) dengan sampel acak bertingkat (stratified random sampling) kepada 1.355 responden di 33 provinsi, 139 kabupaten/kota, 278 kecamatan, 556 kelurahan/desa, 2.729 RW, dan 29.765 RT serta margin error 3-5 persen dan tingkat keyakinan sebesar 95%. [Inilah.com/bj2]

PKS Sambut Positif Survei Puskaptis


JAKARTA. Partai Keadilan Sejahtera menyambut positif survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) yang mengunggulkan pasangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid.

"Kita menyambut positif hasil (survei) itu. Namun untuk berkoalisi nanti, PKS akan melihat sejumlah aspek sebagai bahan pertimbangan," kata ketua Fraksi PKS Mahfudz Siddiq kepada okezone di Jakarta, Rabu (10/12/2008).

Aspek tersebut, lanjut Mahfudz, yakni melihat hasil suara dalam pemilul legislatif mendatang. Kedua, melihat visi pembangunan lima tahun ke depan dari masing-masing kandidat.

"Mempertimbangkan tingkat antusias dari masyarakat terhadap capres-capres tersebut," tandasnya.

Dia memastikan, nantinya siapa kandidat PKS akan ditetapkan seusai pemilu legislatif mendatang.

"Karena sampai saat ini, kebijakan majelis syuro baru akan diputuskan setelah pemilu. Namun kalau ada yang menawarkan kita akan terbuka, tapi tetap saja akan diputuskan setelah pemilu," tegasnya.


http://smsplus.blogspot.com/2008/12/pks-sambut-positif-survei-puskaptis.html

Gubernur Deklarasi Antikorupsi


JAKARTA. Seluruh kepala pemerintahan daerah provinsi se-Indonesia menyatakan komitmen mereka untuk memberantas perilaku korupsi. Janji itu mereka sampaikan dalam bentuk pembacaan Deklarasi Antikorupsi Indonesia yang diikrarkan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (9/12).

Dalam deklarasi terkait rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia itu dinyatakan bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa karena telah merampas hak-hak rakyat untuk hidup sejahtera.''Pada hari ini, kami mewakili anak bangsa Indonesia menyatakan tidak akan melakukan perbuatan korupsi,'' demikian pernyataan para gubernur ketika serentak membacakan Deklarasi Antikorupsi, kemarin.

Para gubernur juga mengucapkan tekad untuk membebaskan bangsa dari korupsi guna mewujudkan Indonesia yang adil dan sejahtera.Pembacaan deklarasi itu dipimpin Ketua KPK, Antasari Azhar, yang diikuti para gubernur, termasuk sejumlah pejabat negara, seperti Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung, Darmono; dan Wakapolri, Komjen Makbul Padmanegara.

Adapun di antara 22 gubernur yang hadir, di antaranya adalah Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X; Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo; Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan; Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah; Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad; Gubernur Kalimantan Tengah, Teras Narang; Gubernur Riau, Rusli Zainal; Gubernur Jambi, Zulkifli Nurdin; Gubernur Papua, Barnabas Suebu; dan Gubernur Sumatra Utara, Syamsul Arifin.

Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Johan Budi, menyatakan, KPK mengundang 33 gubernur dari seluruh provinsi untuk menghadiri deklarasi tersebut. Namun, hanya 22 gubernur yang memenuhi undangan, 11 gubernur lainnya mengirimkan perwakilan. ''Ada tugas yang tidak bisa diwakilkan.''Deklarasi itu, dimaknai Sri Sultan sebagai bentuk komitmen para kepala daerah membebaskan wilayahnya dari korupsi. ''Semangat ini harus mendapat apresiasi semua lapisan masyarakat. Rakyat tak boleh terus-menerus menderita gara-gara korupsi.''

Fadel Muhammad menambahkan, pembacaan deklarasi hanyalah sebuah semangat untuk membebaskan Indonesia dari korupsi. ''Lebih penting lagi adalah hasil dari deklarasi ini. Rakyat butuh hasil, bukan sekadar semangat.'' Salah satu indikasi pembuktiannya, ungkap Fadel, dengan menunjukkan pembukuan keuangan daerah yang baik. ''Kalau pembukuannya bagus, artinya korupsi semakin hilang. Inilah bentuk bukti semangat antikorupsi.''Pengucapan deklarasi itu, menurut Antasari, merupakan bentuk kesadaran agar tidak berbuat korupsi. ''Jadi, kalau mereka masih melakukan korupsi, sudah sepantasnya jika hukumannya nanti lebih berat.'' (ade)


http://smsplus.blogspot.com/2008/12/gubernur-deklarasi-antikorupsi.html

Partai Islam Diimbau Bangun Aliansi Strategis


JAKARTA. Partai-partai Islam atau berbasis massa Islam diimbau untuk melakukan aliansi strategis untuk menjadi kekuatan terbuka guna turut menentukan masa depan bangsa.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam pidato tasyakuran milad (hari jadi) ke-99 organisasi itu dalam kalender hijriah atau 96 tahun dalam kalender masehi di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62, Jakarta Pusat, Selasa malam, mengatakan keberagaman partai Islam hendaknya menjadi kekuatan bukan menjadi kelemahan umat Islam .

Hadir pada acara itu mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung, Wakil Ketua DPR AM Fatwa, Wakil Ketua DPD Irman Gusman, Menhut MS Ka'ban, perwakilan dari partai-partai Islam, pengurus LSM, pemuka enam agama utama di Indonesia, dan sejumlah perwakilan negara sahabat dan undangan lainnya.

Din juga mengatakan kekuatan umat Islam bukan hanya pada partai tetapi juga pada organisasi massa (Ormas) yang saat ini terdapat 60 Ormas Islam berskala nasional dan ribuan dalam skala lokal.

Dia berharap keberagaman itu akan menjadi kekuatan penentu jika umat Islam berpegang pada prinsip biarlah banyak (organisasi dan latar belakang politik) tetapi satu hatinya, daripada satu tapi banyak hatinya.

Khusus pada kenyataan riil partai politik, Din mengatakan tidak mengapa partai bernafaskan Islam banyak tetapi memiliki keterkaitan dalam keislaman dan bersatu dalam menentukan hal-hal yang strategis, terlebih lagi menjelang tahun politik 2009.

Din lalu mengutip ayat suci Al Quran yang menyatakan, "Jangalah masing-masing kelompok membanggakan kelompoknya masing-masing."

Oleh karena itu, dia berpandangan jika umat Islam tidak diikat dalam satu kesatuan maka akan sulit untuk memajukan bangsa ini.

Dia mempersilakan umat Islam menentukan hal-hal mana yang bisa dilakukan dan diputuskan bersama dan hal-hal mana yang dilakukan masing-masing organisasi.

Di sisi lain dia mengatakan usulan itu dikemukakan tanpa bermaksud menjadikan Muhammadiyah sebagai "leading sector" menyatukan umat itu, tetapi organisasi itu bertekad menjadi bagian dari perubahan yang
diinginkan itu.

"Ini bukan idealis atau utopis," kata Din. Keinginan untuk melakukan perubahan agar bangsa ini menjadi lebih baik mungkin sudah dilakukan," katanya.

Yang diperlukan saat ini, kata Din, mungkin adalah menyatukan kekuatan yang melibatkan semua pihak agar perbaikan peradaban bangsa Indonesia melibatkan semua pihak.

Milik Bangsa

Pada awal pidatonya, Din mengungkapkan kondisi terakhir organisasi yang dipimpinnya, dimana Muhammadiyah kini bukan lagi milik warganya tetapi sudah menjadi milik bangsa Indonesia.

Organisasi dakwah yang didirikan hampir satu abad lalu itu sudah memiliki cabang di hampir seluruh wilayah Indonesia, dan kini memiliki cabang istimewa di 16 negara, juga ada organisasi saudara (sister organization) di Singapura, Malaysia dan Pattani (Thailand Selatan) yang menggunakan nama, lambang dan jalur perjuangan yang sama dengan Muhammadiyah Indonesia.

Dalam waktu dekat akan terbentuk juga organisasi saudara di Laos dan Jepang. Amal usaha organisasi itu sudah mencapai 14.000, 141 perguruan tinggi dimana 67 diantaranya berupa universitas.

Organisasi yang didirikan oleh KH Achmad Dahlan itu juga memiliki 500 unit kesehatan, 173 diantaranya rumah sakit dengan berbagai tipe dan 20 diantaranya berada di kecamatan-kecamatan, sejumlah panti asuhan dan 300 usaha ekonomi mikro.

Angka tersebut belum termasuk usaha yang dimiliki warga Muhammadiyah. Sementara warga Muhammadiyah yang menjadi anggota DPR 161 orang.

"Saya mengatakan mereka adalah orang-orang berbau Muhammadiyah," kata Din yang disambut senyum dan tawa hadirin.

Dia juga mengatakan hingga kini organisasinya tetap memegang teguh amanat organisasi untuk tetap konsisten menjadi organisasi dakwah dan tidak terpengaruh untuk menjadi partai politik.

Namun bukan berarti Muhammadiyah tidak berpolitik, karena politik yang dilakukan adalah politik "amar makruf nahi mungkar" (berlomba dalam kebaikan dan mencegah kemungkaran).

Organisasi itu juga menyatakan tidak memiliki hubungan organisasi dengan partai politik tetapi mempersilakan warganya secara pribadi beraktivitas di partai politik yang ada.

Karena itu di hampir semua partai politik yang ada kini terdapat aktivis Muhammadiyah. Untuk itu dia mengimbau warga Muhammadiyah menjalan politik "amar makruf nahi mungkar" yang menjadi politik adiluhung organisasi itu.


http://smsplus.blogspot.com/2008/12/partai-islam-diimbau-bangun-aliansi.html

PKS dan Bonsai Politik


Awalnya ada sedikit keraguan tentang ketulusan PKS dalam berpolitik. Dengan tanggapan saudara I Made Artjana dan Ijul Chaniago di inilah.com dan beragam tanggapan yang masuk ke saya lewat email memaksa saya untuk mempelajari platform PKS yang bisa dilihat di website www.pks.or.id.

Membaca platform PKS, rasanya memang agak lain daripada yang lain. PKS terlihat serius dan lebih siap untuk merenovasi rumah besar Indonesia yang hampir roboh. Sebuah karya yang terlihat digarap sangat serius dari berbagai latar disiplin.

Dialog panjang Soekarno-Natsir, buku Di Bawah Bendera Revolusi dan referensi lain yang membahas tentang nasionalisme dan agama dalam beberapa hal, rasanya menjadi kurang relevan untuk memotret 'tingkah polah' PKS. PKS agak sulit dipetakan dalam dikotomi agama dan nasionalis. Bahkan tak kurang pengamat gaek Arbi Sanit pun kebingungan mengidentifikasikan PKS masuk aliran mana. Mungkin ini varian baru dalam peta politik Indonesia.

PKS tidak mau mengikuti rumusan baku agama versus nasionalis. Paradigma lama nasionalis yang 'anti' agama atau partai agama yang tidak nasionalis agaknya memang harus direvisi.

PKS telah mendobrak tidak hanya paradigma dan diskursus nasionalisme, tetapi juga menunjukkan secara nyata penerapan nasionalisme itu sendiri.

Pot bonsai bernama partai agama rupanya hendak dipecahkan oleh PKS. Tentu saja ini tidak mudah, tetapi semuanya sudah dimulai. Ibarat bayi ayam yang akan lahir dan tumbuh besar harus memecahkan selaput keras bernama cangkang telur. Pot bonsai bernama agama itu mulai dipatuk-patuk oleh bayi PKS untuk tumbuh besar meraksasa.

Memang pilihan yang cukup dilematis. Kalau ingin indah dan dipuji-puji banyak orang, tetaplah menjadi bonsai dan menjadi pajangan di banyak event seminar dan keramaian. Tetapi jika ingin besar dan menghasilkan buah, harus siap berhadapan dengan beribu tantangan. Udara luar yang tidak bersahabat, ulat, kutu dan tangan-tangan jahil yang siap menghadang laju berkembangnya pohon PKS. Tantangan dari luar dan dalam pastilah ada, dan harus diselesaikan.

Beruntunglah kita menjadi saksi sejarah, berubahnya suatu partai bonsai menjadi pohon raksasa. Sebuah transformasi yang memerlukan energi dan pengorbanan yang berlipat-lipat. Semoga saja pilihan ini benar-benar disadari oleh segenap elemen PKS. Perubahan ini bukan seperti mempersiapkan pisau roti untuk tamasya, tetapi parang untuk membabat semak belukar yang sudah berurat berakar dan saling berjalin kelindan.

Selamat datang PKS. Selamat datang di negeri pelangi. Rasanya kawan-kawan non muslim mulai harus berani mengikis kecurigaan terhadap partai ini sebagaimana keberanian PKS menembus batas. Mungkin kita tidak perlu sinis, bahkan kitapun masih boleh berharap dan berdoa semoga Tuhan memberkati.


Yacobus Meliala, y.meliala@gmail.com
http://smsplus.blogspot.com/2008/12/pks-dan-bonsai-politik.html