jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Senin, 03 Mei 2010

Ribuan Kader Wisanggeni Dukung War-To

SUKOHARJO. Sekitar ribuan orang yang mengatasnamakan Paguyuban Wisanggeni Kartasura memadati bekas terminal Kartasura, Minggu (2/5). Mereka melakukan deklarasi mendukung pasangan Cabup-Cawabup atas nama Wardoyo Wijaya-Haryanto (War-To) dalam Pilkada mendatang.

Ribuan massa terlihat larut dalam alunan musik dangdut yang memeriahkan deklarasi dukungan tersebut. Dalang Ki Manteb Sudarsono dalam sambutannya menjelaskan, Wisanggeni merupakan tokoh wayang muda yang senang dengan kebenaran dan kejujuran.

“Dengan filosofi seperti itu, kami punya keyakinan teguh terhadap pasangan Cabup-Cawabup yang kami dukung,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Wisanggeni, Purnomo mengatakan, Wisanggeni memiliki makna ikatan persaudaraan tanpa bertepi. Nantinya, paguyuban itu akan menjadi yayasan sosial untuk membantu rakyat kecil.

Dua Satker Tidak Efektif Tupoksi Tidak Fokus, Hasil Tak Jelas

SUKOHARJO. Dua satuan kerja (Satker) di lingkungan Pemkab Sukoharjo dinilai tidak efektif. Kedua Satker tersebut adalah Kantor Penanaman Modal (KPM) dan Badan Ketahanan Pangan (BKP). Keduanya dinilai belum punya tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) jelas setelah berdiri sendiri sebagai satuan kerja.

Hal itu diungkapkan Ketua Fraksi PDIP DPRD Sukoharjo, Sunardi, dalam bentuk rekomendasi kepada bupati terkait LKPJ 2009. Dia mengatakan, kedua lembaga tersebut menjadi salah satu sorotan untuk diperbaiki ke depan.

“Seperti apa yang direkomendasikan dalam rapat penyimpulan Pansus LKPj, salah satu poinnya memang menyoroti dua Satker itu,”
kata Sunardi Jumat (30/4).

Muhammadiyah Sukoharjo netral dalam Pilkada

Sukoharjo (Espos). Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo, Minggu (2/5), menegaskan bersikap netral dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sukoharjo 3 Juni mendatang.

Ketua PDM Sukoharjo Guntur Subiyanto mengatakan, secara institusi Muhammadiyah memilih netral dan tidak mendukung pasangan calon manapun sehingga tidak akan berpolitik praktis. Kendati begitu, lanjutnya, secara personal pihaknya mengakui banyak kader muhammadiyah yang menyatakan mendukung pasangan Wardoyo Wijaya-Haryanto (Warto).

“Kami tegaskan Muhammadiyah netral. Kmai tidak mendukung pasangan manapun, tapi kalau secara personal memang ada kader Muhammadiyah yang mendukung Warto karena dilihat dari visi misinya lebih dekat dengan organisasi kami, tapi semua pilihan tergantung warga Muhammadiyah mereka sudah cerdas memilih, jadi tidak ada instruksi untuk memilih pasangan manapun,” terangnya saat dijumpai Espos, seusai menghadiri silaturahmi keluarga besar tapak suci wilayah Jateng di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo, Minggu.

Camat dituding tak netral, legislatif bentuk tim khusus

Sukoharjo (Espos). Kalangan legislatif menuding semua camat tak netral dalam pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) tahun ini. Pasalnya, mereka semua ditengarai telah melakukan intimidasi kepada jajaran lurah/kepala desa (Kades) agar mendukung calon bupati tertentu.

Meski ada 12 orang camat yang diduga tak netral, namun tiga orang camat khususnya kini tengah mendapat perhatian khusus. Mereka adalah camat dari Mojoloban, Tawangsari serta terakhir Kartasura. Ketiganya, dalam pengamatan legislatif sangat kentara ketidaknetralannya lantaran sering terlihat menghadiri pertemuan calon bupati tertentu.

Ketua DPRD, Dwi Jatmoko menjelaskan, sebenarnya tidak masalah apabila ada camat yang hadir dalam acara yang digelar calon bupati tertentu. Namun demikian yang tidak boleh dilupakan adalah prinsip sama rata yang artinya mereka harus hadir dalam acara yang digelar semua calon. Bukan sebaliknya hanya menghadiri acara salah satu calon.

Kamis, 29 April 2010

Remaja Muslim Florida Bikin Proyek bagi Warga Miskin

FLORIDA. Tak banyak yang tahu, adalah sekelompok anak muda Muslim yang berada di balik Project Downtown, organisasi nirlaba yang menaruh perhatian bagi mengentasan kemiskinan yang melilit masyarakat yang kurang beruntung di Amerika Serikat. Proyek yang bermula dari Florida itu kini sudah menyebar ke banyak kota di AS.

Tujuan proyek itu adalah membantu kelompok miskin dari berbagai latar belakang dan budaya yang berbeda. Tujuan lainnya yakni memperlihatkan kepada teman-teman Amerika bahwa mayoritas Muslim Amerika adalah warga negara yang baik dan memberi sumbangan positif kepada Amerika.

Cara mereka mencitrakan agamanya dipuji banyak orang. Tak perlu banyak bicara, yang penting kerja. "Islam adalah rahmat bagi semua," ujar salah satu dari mereka. Para anggota Project Downtown di Tampa, misalnya, mengatakan yang mendorong mereka bergabung adalah menyaksikan orang yang membutuhkan pertolongan.

Alexander Litvinenko, Masuk Islam Dua Hari Menjelang Mati

Nama Alexander Litvinenko mungkin tidak begitu asing terdengar di telinga sebagian masyarakat dunia. Sosoknya memang sempat menghiasi pemberitaan di berbagai media internasional pada paruh kedua tahun 2006 silam, setelah kematiannya terungkap karena dibunuh dengan racun sejenis bahan radio aktif isotop polonium 210.

Sebelum ajal menjemput, ternyata mantan agen mata-mata rahasia badan intelijen Rusia, Federal Security Sevice itu berpesan agar ia dimakamkan dengan cara Islam. Memang, saat itu hanya beberapa orang terdekat Litvinenko yang mengetahui perihal keislamannya.

Sejumlah media massa internasional memberitakan bahwa upacara pemakamannya memang dilakukan secara rahasia yang dihadiri sedikitnya 30 orang kerabat dekat Litvinenko. Upacara pemakamannya sendiri dilangsungkan di kawasan utara Kota London, Inggris. Upacara terpisah untuk menghormatinya yang terakhir kali juga diselenggarakan di Masjid Regent's Park, London. Ini sesuai dengan keinginannya agar prosesi pemakamannya diselenggarakan sesuai dengan syariat Islam.

Balada Negeri Tikus

Jujur saja, sejak kecil hingga dewasa saya itu orang yang paling benci terhadap tikus. Bagi saya, selain menjijikkan tikus merupakan sosok hama yang sangat cerdik, anarkis, dan juga pencuri andal. Bahkan koruptor, mafia kasus, mafia peradilan dan mafia lainnya pun kerapkali digambarkan dalam bentuk karakter tikus.

Namun entah mengapa beberapa hari ini secara sadar saya menjadi sangat tertarik mengamati pola kehidupan hewan pengerat ini.

Lantas mulailah saya pasang mata, pasang telinga menangkap semua gerak-gerik dan aktivitasnya. Tidak terlalu sulit untuk melakukan pengintaian ini, pasalnya hingga sekarang terutama di kota besar, hampir di semua sudut dan ruang rumah, bangunan perkantoran, jalanan, dan selokan tikus akan sangat mudah sekali kita jumpai.

Dilema Angka Kemiskinan

Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo dalam acara musyawarah perencanaan pembangunan nasional (Musrenbangnas), Rabu (28/4) kemarin merasa keberatan warganya masih digolongkan miskin oleh pemerintah pusat. Menurutnya, kehidupan warga Jawa Tengah secara umum cukup sejahtera.

Keberatan itu disampaikan Bibit saat Wapres Boediono menyinggung angka kemiskinan 14 persen di tahun 2009, berikut upaya untuk menurunkannya sebesar 8 persen pada tahun 2014.

Bibit mengatakan, tahun 2009 lalu Jateng surplus beras hingga 2,8 juta ton, sehingga bisa menyangga ketahanan pangan nasional sebesar 15 persen. Pertumbuhan ekonomi Jateng juga naik menjadi 4,7 persen dengan inflasi 3,3 persen. Karena itu, Bibit mempertanyakan kriteria kemiskinan yang digunakan pemerintah pusat.

Satu jam, Pimpinan MPR dialog dengan Abu Bakar Baasyir

Sukoharjo (Espos). Ketua MPR Taufiq Kiemas didampingi empat orang wakil ketuanya, Melani Leimana Suharli, Hajriyanto Y Thohari, Ahmad Farhan Hamid dan Lukman Hakim Saifuddin bertemu dengan pimpinan Ponpes Ngruki, Sukoharjo, Abu Bakar Baasyir, Kamis (29/4).

Pimpinan MPR berdialog kurang lebih satu jam secara tertutup dengan Ustad Baasyir. Usai salat duhur berjamaah, para pimpinan MPR bersama Abu Bakar Baasyir baru mau memberi keterangan dalam jumpa pers singkat.

Ahmad Farhan Hamid mengatakan, kedatangan mereka di hari itu semata-mata untuk silaturahmi. “Ustadz Abu itu kan termasuk tokoh masyarakat. Menjadi salah satu bagian dari elemen masyarakat. Karena itulah kedatangan kami di hari ini untuk melakukan dialog, bicara yang tujuannnya demi kemajuan negara dan bangsa ke depan,” jelasnya, Kamis.

Pimpinan MPR temui Abu Bakar Baasyir di Ngruki

Sukoharjo (Espos). Pimpinan MPR-RI, Kamis (29/4) sekitar pukul 11.00 WIB menemui pimpinan Pondok Pesantren Ngruki, Solo, Imam Besar Abu Bakar Baasyir.

Pimpinan MPR yang datang ke Ponpes Ngruki, adalah Ketua MPR Taufiq Kiemas, didampingi Wakil Ketua MPR Melani Leimena Suharli, Lukman Hakim Saifuddin, Ahmad Farhan Hamid dan Drs. Hajriyanto Y. Thohari, MA.

Rombongan pimpinan MPR tersebut disambut langsung oleh Pimpinan Ponpes Ngruki, Abu Bakar Baasyir. Setelah berbincang sebentar, rombongan pimpinan MPR langsung mengadakan pertemuan dengan Abu Bakar Baasyir secara tertutup.

Ditanya mengenai kunjungan tersebut apakah terkait Negara Islam, Abu Bakar Baasyir menyatakan, kunjungan itu merupakan kunjungan ke Ponpes Ngruki sehingga belum tahu apa yang akan dibicarakan nanti.