jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label Pergantian Kapolri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pergantian Kapolri. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Oktober 2010

Politisi PKS Nilai Terpilihnya Timur Pradopo Sarat Politis

JAKARTA. Anggota Komisi III DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Jamil menilai terpilihnya Timur Pradopo sebagai calon tunggal kapolri sarat nuansa politis. Nasir menengarai Timur sengaja dipilih untuk mengamankan kepentingan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Menurut saya sangat mengejutkan. Walaupun memang ada beberapa nama yang mendapat penilaian untuk menjadi calon kapolri, termasuk Timur Pradopo sangat politis. Baru beberapa jam dilantik jadi Kabarhakam Mabes Polri langsung dipasang sebagai calon kapolri," ujar Nasir kepada okezone, Senin, (4/10/2010) malam.

Menurut dia, SBY tidak terbuka ke publik soal pemilihan Timur. Publik, sambung Nasir akan mempertanyakan alasan SBY memilih mantan Kapolda Metro Jaya tersebut. Tertutupnya pemilihan calon Kapolri ini akan membuat kesan SBY tengah mengamankan kepentingannya.

Kamis, 19 Agustus 2010

Komisi III: Pergantian Kapolri Harus Radikal

RMOL. Pergantian Kapolri harus dilakukan secara radikal, jangan hanya jadi rutinitas saja.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi III Fahri Hamzah, kepada wartawan di sela-sela Rapat Paripurna di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Kamis (19/8).

"Jangan ganti (Kapolri) secara sederhana tapi gantilah secara radikal,"
ujar politisi PKS ini.

Komsisi III, masih menurut Fachei, menolak jika calon Kapolri yang diajukan hanya satu calon saja dan tidak akan membiarkan mereka (Polri) untuk membuat deal-deal tertentu.