jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Kamis, 28 Mei 2009

Angket Lolos, Koalisi Rapuh


Partai Demokrat menilai hak angket salah alamat.

JAKARTA. Lolosnya hak ang ket (penyeli dik an) kisruh daftar pemilih tetap (DPT) pemilu legislatif di nilai memperlihatkan ringkihnya koalisi Partai Demokrat (PD). Meski demi kian, PD menyatakan, koalisi tak akan terpengaruh.

Juru bicara Presiden, Andi Mallarangeng, mengatakan, pemerintah menghormati hak angket dan akan menjawabnya. Tapi, kata dia, belum tentu dijawab langsung oleh Presiden. "Selama ini tidak harus Presiden yang menjawab," katanya seusai mendampingi Presiden dalam rapat konsultasi antara pemerintah dan pimpinan DPR.

Andi yang juga ketua DPP PD mengatakan, pemerintah memaknai hak angket secara positif. "Agar persoalan DPT bisa lebih baik lagi," katanya.

Penilaian ringkihnya koalisi disampaikan pengamat politik UGM, AAG Dwipayana. "PPP, PKB, PAN, pendukung SBY. Tapi, mengalihkan dukungan kepada penggagas angket. Itu menunjukkan koalisi tidak solid," katanya, kemarin.

Dwipayana memandang ketidaksolidan itu disebabkan koalisi hanya dibangun atas dasar kepentingan. Keringkihan itu, kata dia, bisa menular dalam Pe milu Presiden (Pilpres). Tapi, Dwipayana juga memberi ca ta t an kecil. Me nurut dia, ke banyakan legislator pendukung angket tidak terpilih lagi. "Ini manuver jangka pen dek. Mereka dalam masa transisi."

Seperti diberitakan sebelumnya, mitra koalisi PD di pemerintahan saat ini maupun yang berkoalisi dalam Pilpres 2009, ikut mendukung angket DPT. Aki bat nya, lolos dalam rapat paripurna DPR dua hari lalu.

Hak angket didukung 129 suara: Golkar (34), PDIP (58), PKB (16), PPP (11), PAN (3), BPD (5), PDS (1). Sebanyak 73 menolak, dari fraksi: PD (43), PKS (22), PBR (5), PDS (2). Satu suara dari FPKB abstain.

Partai pendu kung koalisi pe me rintahan saat ini, antara lain, PD, Golkar, PPP, PAN, PKB, PKS. Par tai yang terikat koalisi Pilpres 2009 adalah PD, PPP, PAN, PKB, PKS—Golkar telah keluar barisan.

Ketua PD, Anas Urbaningrum, menilai, pembelotan itu tak elok. Tapi, dia tak memandangnya serius. "Ini tidak akan merusak koalisi dan tidak memengaruhi arah koalisi ke de pan," katanya. Dia mengklaim koalisi terjalin kompak dan solid.

Soal Golkar yang mendukung hak angket, padahal masih menjadi mitra koalisi PD sampai pelantikan presiden 20 Oktober 2009, Anas mengata kan, "Ini bukan yang pertama. Sejarah perbedaan sikap FPG dengan pemerintah sudah panjang."

Tapi, Anas juga menilai hak angket itu salah alamat. Sebabnya, kata dia, penanggung jawab DPT bukan pemerintah, tapi Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Angket keliru alamat," kata mantan anggota KPU ini.

Tapi, sikap KPU juga datardatar saja. Anggota KPU, Andi Nur pati, mengatakan, KPU belum tentu dimintai keterangan.

"Angket itu hak bertanya DPR ke pada pemerintah, sedangkan KPU bukan bagian dari pemerintah," katanya, kemarin. Andi mengatakan, peran KPU soal DPT tidak 100 persen.

Sekretaris Nasional JPPR, Masykurudin Hafidz, menyambut positif lolosnya hak angket DPT. "DPR harus sebanyak mungkin mengumpulkan fakta dan bukti, termasuk memanggil KPU," katanya.

Sekjen PDIP, Pramono Anung, meyakini hak angket DPT tak akan berhenti di tengah jalan. Sebab, hak angket bukan hanya concern PDIP, tapi juga fraksi-fraksi lain. "Ini adalah persoalan serius menyangkut kecurangan pemilu yang sistemik dan merata hampir di alami oleh hampir semua partai."

Hak angket pun dinilai Pramono penting, karena sampai saat ini pemerintah belum merealisasikan janjinya untuk memperbaiki penyelengga raan Pilpres. ‘’Semoga de ngan hak angket ini peme rintah lebih aware terhadap penyelenggaraan Pilpres.’‘

Cawapres pasangan Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, juga mengaku senang atas lolosnya hak angket. Sebabnya, kata dia, upaya penyeli dikan kisruh DPT pemilu legislatif akan menjamin tidak terulang lagi dalam Pilpres. nan/evy/yli


Hak Angket Daftar Pemilih Tetap (DPT)

Kisruh daftar pemilih tetap (DPT) menapak fase lebih serius. Rapat paripurna DPR, dua hari lalu, menyetujui penggunaan hak angket (penyelidikan) atas kekisruhan itu. Berikut proses penetapan DPT dan kekisruhan yang menyertainya:

Perubahan DPT

24 Oktober 2008
KPU menetapkan DPT lewat SK No 383/2008 dengan jumlah pemilih 170.022.239 --belum termasuk pemilih dari Papua dan luar negeri belum masuk sepenuhnya.

24 November 2008
KPU menetapkan DPT lewat SK No 427/2008 dengan jumlah pemilih 171.068.667 atau naik 1.046.428

7 Maret 2009
KPU menetapkan DPT lewat SK No 164/KPTS/KPU/2009 dengan jumlah pemilih 171.265.442.

16 Maret 2009
Mantan Kapolda Jatim, Irjen Herman SS, mengungkap adanya ketidakberesan data pemilih yang digunakan dalam Pilkada Jatim. Ketidakberesan itu diduga sejumlah kalangan terjadi pula dalam DPT Pemilu Legislatif.

18 Maret 2009
Herman SS bertemu Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, di Jl Teuku Umar.

24 Maret 2009
KPU yang gerah mendapat tuduhan soal ketidakberesan DPT, menantang adu data.

14 April 2009
Pimpinan partai politik bertemu di kediaman Megawati di Jl Teuku Umar. Dalam pernyataannya mereka menyatakan pemilu kali ini merupakan yang terburuk sejak reformasi, kaerna DPT yang bermasalah telah membuat jutaan pemilih kehilangan hak pilih.

15 April 2009
Presiden SBY menggelar rapat terbatas dengan Wapres, Kepala BIN, Kapolri, Jaksa Agung, Menko Polkumkam, Mendagri, Mensko Kesra, dan lain-lain, membahas DPT. Hasilnya, KPU didorong menjelaskan soal DPT secara transparan dan soal DPT tak diselesaikan di jalanan.

12 Mei 2009
Usul hak angket kisruh DPT --yang menyebabkan hilangnya hak konstitusional warga negara untuk memilih-- yang diprakarsai 38 anggota DPR lintas fraksi, diajukan dalam rapat paripurna DPR.

26 Mei 2009
Lewat voting, rapat paripurna DPR menyetujui penggunaan hak angket untuk menyelidiki kekisruhan DPT.

Hasil Pemilu

Jumlah pemilih: 171.265.442 100%
Suara sah: 104.099.785 60,78%
Tidak memilih: 49.677.076 29%
Suara tidak sah: 17.488.581 10,21%


Sumber: smsplus.blogspot.com

Daftar Anggota DPR RI 2009-2014 dari PKS



Anggota DPR RI 2009-2014 dari PKS

NO DAPIL NAMA CALEG Jml SUARA

1 Nangroe Aceh Darussalam - 01 M. Nasir Djamil (L) 44.039
2 Nangroe Aceh Darussalam - 02 Raihan Iskandar, Lc (L) 17.487
3 Sumatera Utara - 01 Tifatul Sembiring (L) 99.348
4 Sumatera Utara - 02 Iskan Qolba Lubis, MA (L) 32.692
5 Sumatera Utara - 03 Ansory Siregar, Lc (L) 43.288
6 Sumatera Barat - 01 Irwan Prayitno, DR (L) 57.199
7 Sumatera Barat - 02 Refrizal, Drs (L) 27.214
8 Riau - 01 Chairul Anwar, Drs., Apt. (L) 50.914
9 Kepulauan Riau - 01 Herlini Amran, MA. (P) 26.659
10 Sumatera Selatan - 01 Musthafa Kamal (L) 31.293
11 Sumatera Selatan - 02 Bukhori Yusuf, MA (L) 40.484
12 Bengkulu - 01 H. M. Syahfan Badri Sampurno, Drs. (L) 27.362
13 Lampung - 01 Almuzzammil Yusuf (L) 46.205
14 Lampung - 02 Abdul Hakim, Ir. MM (L) 55.258
15 DKI Jakarta - 01 Ahmad Zainuddin, Lc (L) 46.179
16 DKI Jakarta - 02 M. Sohibul Iman, Dr. (L) 42.553
17 DKI Jakarta - 03 Adang Daradjatun (L) 119.287
18 DKI Jakarta - 03 Ahmad Relyadi (L) 22.094
19 Banten - 02 Zulkiflimansyah (L) 58.478
20 Banten - 03 Yoyoh Yusroh (P) 36.911
21 Banten - 03 Jazuli Juwaini (L) 87.946
22 Jawa Barat - 01 Suharna Surapranata (L) 36.515
23 Jawa Barat - 01 Ledia Hanifa (P) 28.228
24 Jawa Barat - 02 Ma'mur Hasanuddin (L) 40.472
25 Jawa Barat - 03 Eki Awal Muharam (L) 24.750
26 Jawa Barat - 04 Yudi Widiana Adia (L) 37.114
27 Jawa Barat - 05 Sunmanjaya Rukmandis (L) 29.071
28 Jawa Barat - 06 Mahfudz Abdurahman (L) 72.409
29 Jawa Barat - 07 Arifinto, Drs. (L) 38.871
30 Jawa Barat - 08 Mahfudz Sidik, Drs., M.Si. (L) 36.583
31 Jawa Barat - 09 Nur Hasan Zaidi, S.Sos.I (L) 33.223
32 Jawa Barat - 10 Surahman Hidayat, Dr. (L) 42.446
33 Jawa Barat - 11 Kemal Stamboel (L) 35.165
34 Jawa Tengah - 01 Zuber Safawi (L) 36.556
35 Jawa Tengah - 03 M. Gamari, Dr. H. (L) 18.242
36 Jawa Tengah - 04 M. Martri Agoeng (L) 28.775
37 Jawa Tengah - 05 M. Hidayat Nur Wahid, Dr. (L) 106.521
38 Jawa Tengah - 07 Sugihono, Ir (L) 26.233
39 Jawa Tengah - 08 Tossy Aryanto (L) 26.592
40 Jawa Tengah - 09 Suswono, Ir., MMA (L) 33.934
41 DI Yogyakarta - 01 Agus Purnomo (L) 31.533
42 Jawa Timur - 01 Sigit Sosiantomo, Ir. (L) 19.294
43 Jawa Timur - 02 Misbakhun, Ak. (L) 35.980
44 Jawa Timur - 05 Luthfi Hasan Ishaaq, MA. (L) 29.819
45 Jawa Timur - 07 Rofi' Munawar, Lc. (L) 37.718
46 Jawa Timur - 08 Memed Sosiawan, Ir. (L) 22.310
47 Jawa Timur - 11 Abdul Aziz Suseno (L) 71.020
48 Kalimantan Barat - 01 H. Rahman Amin (L) 27.078
49 Kalimantan Selatan - 01 Aboe Bakar Al Habsyi (L) 57.253
50 Kalimantan Selatan - 02 Nabiel Fuad Al Musawa, Ir, M.Si . (L) 31.390
51 Kalimantan Timur - 01 Aus Hidayat Nur (L) 51.338
52 Nusa Tenggara Barat - 01 Fahri Hamzah, SE (L) 105.412
53 Sulawesi Selatan - 01 M. Anis Matta, Lc. (L) 88.407
54 Sulawesi Selatan - 02 Tamsil Linrung (L) 77.250
55 Sulawesi Selatan - 03 Andi Rahmat, SE (L) 30.355
56 Sulawesi Tenggara - 01 H. Yan Herizal, SE. (L) 18.930
57 Sulawesi Tengah - 01 Adhyaksa Dault, Dr. (L) 82.873


Sumber: Humas DPP PKS/ KPU

Senin, 25 Mei 2009

Muhammad Ali Bersyahadat di Atas Ring Tinju


Islam membawanya pada kedamaian dan kepercayaan diri yang tinggi

Bagi penggemar tinju dunia, tentu tak asing dengan nama Muhammad Ali, mantan juara dunia kelas berat tiga kali. Di masanya, Ali terkenal sebagai seorang petinju yang sangat ditakuti oleh lawan-lawannya. Dan, ia pun dijuluki sebagai The Greatest (terbesar).

Sebab, dia mampu menaklukkan peitnju-petinju terbesar di zamannya, seperti George Foreman, Sony Liston, Joe Frazier, dan lainnya. Bahkan, pertarungannya melawan Foreman serta Joe Frazier menjadi pertarungan terbaik sepanjang abad ke-20. Dan, Ali pun juga dinobatkan sebagai seorang petinju terbesar di abad 20.

Nama sebagai 'Yang Terbesar' ini disematkan padanya sejak ia mengalahkan para petinju yang juga memiliki nama besar. Karena kemampuannya mengalahkan para petinju itu, ia pun menggunakan nama 'Yang Terbesar' (The Greatest) tersebut.

Ali juga dikenal sebagai petinju terbaik pada masanya. Ia pernah menjadi sebuah mesin pemukul yang sangat hebat hingga menimbulkan rasa takut pada lawannya. Sebelum berganti nama menjadi Muhammad Ali, ia bernama Cassius Marcellus Clay Junior. Hingga kini, namanya dianggap sebagai petinju terbaik yang pernah dimiliki publik Amerika Serikat dan orang kulit hitam.

Kesuksesannya merebut gelar juara dunia menempatkannya pada deretan atlet terbesar abad ke-20. Bahkan, gelar itu mengubah status pandangan masyarakat terhadap orang dan atlet kulit hitam. Keberhasilannya itu pun yang akhirnya mengangkat martabat para atlet kulit hitam ke tempat yang tinggi dengan penghormatan dan penerimaan yang baik dari masyarakat kulit putih dan hitam.

Ali dilahirkan pada 17 Januari 1942 di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Daerah yang dikenal dengan ayam goreng khasnya ini juga terkenal dengan perbedaan etnis yang kental. Ayahnya, Cassius Marcellus Clay Sr, adalah pelukis papan nama dan reklame. Ibunya, Odessa Grady Clay, seorang pembantu rumah tangga.

Sejak kecil, Clay sudah merasakan perbedaan perlakuan karena warna kulitnya yang cokelat. Barangkali, hal inilah yang kemudian mendorongnya untuk belajar tinju agar bisa membalas perlakuan jahat teman-temannya yang berkulit putih. Ketika belum genap berusia 20 tahun, ia sudah memenangkan pertandingan kelas berat di Olimpiade Roma tahun 1960.

Pada usia 22 tahun, ia merasa dilahirkan kembali ke dunia. Sebab, saat itulah, ia berganti nama dari Cassius Marcellus Clay Junior menjadi Muhammad Ali. Nama ini merupakan pemberian seorang tokoh Muslim dari Nation of Islam (NOI), Elijah Muhammad, tahun 1964.

Ketika itu, Elijah membuat sebuah pernyataan umum dalam suatu siaran radio dari Chicago, ''Nama Clay ini tidak menyiratkan arti ketuhanan. Saya harap dia akan menerima dipanggil dengan nama yang lebih baik. Muhammad Ali, nama yang akan saya berikan kepadanya selama dia beriman kepada Allah dan mengikuti saya.''

Selama tiga tahun sebelum pertarungannya untuk memperebutkan gelar juara dunia kelas berat dengan Sonny Liston, Clay telah menghadiri pertemuan-pertemuan yang diadakan oleh NOI. Kehadiran Ali diberitakan oleh koran Daily Nezus di Philadelphia pada September 1963. Pada Januari 1964, dia membuat sensasi besar dengan berbicara di sebuah rapat Muslim di New York.

Beberapa minggu kemudian, ayahnya mengatakan bahwa Clay telah bergabung dengan NOI. Kendati demikian, Clay belum memberikan pernyataan publik tentang keikutsertaannya dalam NOI. Tetapi, dia sibuk mempelajari Islam di bawah bimbingan Kapten Sam Saxon (sekarang Abdul Rahman) yang dijumpai Clay di Miami pada 1961.

Clay juga merenungkan ajaran-ajaran Elijah Muhammad dan membaca surat kabar yang diterbitkan NOI. Di samping itu, ia juga mencari bimbingan dan saran dari Malcolm X--tokoh NOI lainnya--yang dijumpainya di Detroit pada awal 1962.

Sebelum pertandingan Clay melawan Liston, Malcolm mengunjungi Clay sebagai pribadi, bukan sebagai wakil Elijah. Malcolm menganggap Clay sebagai adiknya dan menasihati dia. Nasihat Malcolm ini justru menjadi pemicu semangatnya untuk bertekad mengungguli Liston.

Walaupun merasa sangat takut menghadapi Liston, akhirnya Clay menang dalam pertandingan. Pertandingan tersebut berakhir sebelum bel ronde ketujuh berbunyi. Dengan kemenangan tersebut, dunia memiliki seorang juara baru di arena tinju.

Agama Rasional

Kemenangan tersebut diyakininya merupakan 'waktu Allah'. Di antara tepuk riuh para pendukung dan kilatan-kilatan lampu kamera, Clay berdiri di depan jutaan penonton yang mengelilingi ring dan kamera TV. Ia mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengumumkan pergantian namanya menjadi Muhammad Ali Clay. ''Aku meyakini bahwa aku sedang berada di depan sebuah kebenaran yang tak mungkin berasal dari manusia,'' ujarnya.

Ali mengungkapkan, kepindahannya ke agama Islam adalah hal yang wajar dan selaras dengan fitrah yang Allah ciptakan untuk manusia. Ia meyakini bahwa Islam membawa kebahagiaan untuk semua orang. Menurutnya, Islam tidak membeda-bedakan warna kulit, etnis, dan ras. ''Semuanya sama di hadapan Allah SWT. Yang paling utama di sisi Tuhan mereka adalah yang paling bertakwa.''

Ia membandingkan ajaran Trinitas dengan ajaran Tauhid dalam Islam. Menurutnya, Islam lebih rasional. Karena, tidak mungkin tiga Tuhan mengatur satu alam dengan rapi seperti ini. Hal tersebut dinilainya sebagai suatu hal yang mustahil terjadi dan tidak akan memuaskan orang yang berakal dan mau berpikir.

Keyakinannya terhadap Islam makin bertambah manakala Ali membaca terjemahan Alquran. ''Aku bertambah yakin bahwa Islam adalah agama yang hak, yang tidak mungkin dibuat oleh manusia. Aku mencoba bergabung dengan komunitas Muslim dan aku mendapati mereka dengan perangai yang baik, toleransi, dan saling membimbing. Hal ini tidak aku dapatkan selama bergaul dengan orang-orang Nasrani yang hanya melihat warna kulitku dan bukan kepribadianku,'' paparnya.

Sejak saat itu, ia membelanjakan uangnya beberapa ratus ribu dolar untuk buku-buku dan pamflet-pamflet Islami supaya dapat memperkenalkan agama barunya. Dia percaya bahwa bukan hanya kaum Muslim, tetapi juga orang Kristen dan Yahudi yang takut pada Tuhan akan masuk surga.

Ketika para dokter di AS memvonisnya dengan penyakit Sindroma Parkinson, Ali mengatakan bahwa dia telah mendapatkan hidup yang baik sebelumnya dan sekarang. Dia tidak membutuhkan simpati dan belas kasihan. Dia hanya ingin menerima kehendak Allah SWT. Penyakitnya ini, menurut dia, merupakan cara Allah SWT merendahkannya untuk mengingatkannya pada kenyataan bahwa tak ada seorang pun yang lebih hebat dari Allah.

Perjuangan Ali yang utama sekarang adalah mencoba menyenangkan Allah dalam segala hal yang diperbuatnya. Menguasai dunia tidak membawanya kepada kebahagiaan yang sejati. Kebahagiaan sejati, katanya, hanya didapatkan dengan menyembah Allah. Kini, dia termasuk orang-orang yang giat berdakwah di Amerika dan aktif mengampanyekan solidaritas dan persamaan hak. dia/sya/berbagai sumber

Ali Penganut Sufi

Dengan sikap yang tegar, kuat, dan penuh percaya diri, ternyata Muhammad Ali merupakan seorang penganut tasawuf (sufi) yang sangat baik. Putri Muhammad Ali yang bernama Hanna Yasmeen Ali, buah perkawinannya dengan Veronica Porche Ali, dalam sebuah wawancara dengan Beliefnet, mengungkapkan kehidupan dan spiritualitas Muhammad Ali.

Hanna mengatakan, ayahnya adalah orang yang sangat taat dalam menjalankan perintah agama. Bahkan, ia tak segan-segan untuk bersikap keras dan tegas terhadap anggota keluarganya yang tidak mau menjalankan perintah Allah. Sikap ini dibuktikan Ali dengan menceraikan istrinya yang pertama, Sonji Roi, pada tahun 1966. Karena, menurut Ali, istrinya tersebut tidak menunjukkan sikap sebagai seorang Muslim.

Hanna menambahkan, ayahnya tidak pernah meninggalkan shalat lima waktu. ''Sesibuk apa pun, ayah akan senantiasa mengerjakan shalat lima waktu,'' ujar Hanna.Bahkan, Ali juga senantiasa berupaya melaksanakan shalat fardhu secara berjamaah di masjid. ''Walaupun jaraknya membutuhkan waktu hingga 20 menit perjalanan, ayah akan selalu berupaya pergi ke masjid. Namun, ketika penyakit parkinson menghinggapi, ayah memang sekarang jarang ke masjid,'' jelas Hanna.

Hanna menambahkan, ayahnya juga seorang penganut sufi yang taat. Ali punya koleksi buku tasawuf karya Hazrat Inayat Khan, seorang guru sufi. ''Spiritualitas ayah saya sangat tinggi. Dari sikapnya yang sangat religius itu, ia praktikkan dalam kehidupan sehari-hari, menyayangi sesama, melakukan kegiatan sosial, dan mendorong banyak orang untuk senantiasa rajin mendekatkan diri kepada Tuhan,'' terangnya.

Ketika terjadi peristiwa 11 September 2001 akibat serangan teroris terhadap dua menara kembar World Trade Center (WTC) hingga memunculkan tuduhan terhadap Islam sebagai agama teroris, Ali pun tampil ke publik dan menyatakan bahwa perbuatan tersebut adalah perbuatan oknum dan bukan Islam. Ia menyatakan, aksi tersebut merupakan perbuatan orang-orang yang keliru dalam memahami Islam secara benar. ''Islam adalah agama yang damai dan cinta akan kedamaian,'' terangnya.

Biodata

Nama: Muhammad Ali
Nama sebelumnya: Cassius Marcellus Clay Junior (Jr)
Lahir: 17 Januari 1942 di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat
Ayah: Cassius Marcellus Clay Senior (Sr)
Ibu: Odessa Grady Clay
Istri: Sonji Roi (cerai 1966), Belinda Boyd (cerai 1977), dan Veronica Prche Anderson
Anak: Jamilah, Rashed, Muhammad Ali Jr (dari istri kedua), serta Hanna Yasmeen Ali dan Laila Ali (dari istri ketiga)


By: Republika Newsroom; Selasa, 26 Mei 2009 pukul 09:43:00

Buku 'Ilusi Negara Islam' Mengadu Domba Ummat


YOGYAKARTA. Peneliti Yogyakarta, Dr Zuli Qodir, Adur Rozaki MSi, Laode Arham SS, Nur Khalik Ridwan SAg melakukan protes terhadap buku 'Ilusi Negara Islam' yang diterbitkan The Wahid Istitute, Maarif Institute dan Gerakan Bhineka Tunggal Ika. Buku tersebut dinilai tidak sesuai dengan apa yang mereka teliti dan isinya mengadu domba umat Islam.

''Saya tidak berani lagi pulang ke Madura, karena terbitnya buku ini. Bisa-bisa saya dikalungi clurit karena buku ini mengadu domba umat Islam,'' kata Abdur Rozaki di Kantor Republika Yogyakarta, Senin (25/5).

Dijelaskan Zuli Qodir, isi buku 'Ilusi Negara Islam' bukan merupakan hasil penelitiannya meskipun mereka disebut sebagai penelitinya. Sebab isi dari buku tersebut telah menyimpang dari apa yang mereka teliti. Selain itu, pihaknya juga tidak dilibatkan dalam proses penerbitan.

''Kami tidak pernah diajak dialog di dalam proses menganalisis data dan membuat laporan peneliltian sampai penerbitan menjadi sebuah buku,'' kata Zuli.

Bahkan, lanjut Zuli, dalam proses pengumpulan data, beberapa nama yang dicantumkan dalam buku tersebut sebagai peneliti jauh hari sudah mengundurkan diri namun masih dicantumkan, seperti Khalik Ridwan dan Abdur Rozaki. Sehingga keduanya sudah tidak terlibat lagi dalam tahap penelitian mulai dari pengumpulan data, analisis data, penulisan laporan hingga penerbitan buku.

Kata Zuli, tujuan penerbitan buku 'Ilusi Negara Islam' telah bergeser dari riset yang semula bertujuan akademik kepada politis. Kondisi ini diperkuat hampir semua peneliti daerah yang namanya tercantum dalam buku tersebut tidak pernah diajak untuk berdialog menganalisis temuannya dalam kerangka laporan hasil penelitian yang utuh.

''Para peneliti daerah namanya dicatut hanya sebagai legitimasi politis dari kepentingan pihak asing. Sebagaimana dilakukan Holland Taylor dari //Lib for All,// Amerika Serikat yang begitu dominan bekerja dalam kepentingan riset dan penerbitan buku ini.

Karena itu, peneliti Yogyakarta menuntut kepada //Lib for All// untuk menarik peredaran buku tersebut jika tetap mencantumkan nama-nama peneliti Yogyakarta. ''Kami menghimbau kepada para peneliti dan intelektual Indonesia untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah diperalat dan dimanipulasi oleh kepentingan agen intelektual asing yang bekerja di Indonesia,'' tandas peneliti Yogyakarta.

Bahkan yang aneh dari peneribatan buku tersebut adalah pencantuman KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur sebagai editornya. Padahal selama ini Gus Dur terganggu penglihatannya sehingga tidak mungkin Gus Dur bisa mengeditnya. ''Ini sudah kebablasan,'' kata Abdur Rozaki.

Sementara Ahmad Suadey, Direktur The Wahid Institute kepada Zuli Qodir mengirim SMS bahwa dirinya tidak tahu persis isi buku 'Ilusi Negara Islam' yang diterbitkannya. Karena itu, dirinya merasa kaget ketika mendapat protes dari peneliti Yogyakarta.

''Aku malah baru tahu ini. Kalau gitu perlu klarifikasi ke //Lib for All.// Kalau perlu teman-teman bikin nota protes tertulis. Aku gak keberatan karena saya tidak berhubungan dengan isi sama sekali,'' kata Ahmad Suaedy.


By: Republika Newsroom

Survei PKS, SBY-Boediono Masih Bisa Kalah


JAKARTA. Mitra koalisi dari Pasangan SBY-Boediono yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengakui masih ada peluang pasangan ini kalah dalam ajang pilpres nanti.

"Peluang untuk kalah itu masih ada," kata Wakil Ketua PKS Bidang Politik Zulkieflimansyah di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/5/2009).

Menurut dia, kemungkinan kalah tersebut, karena melihat hasil survei yang dilakukan secara internel oleh PKS. Meski demikian, duet SBY-Boediono masih menempati posisi teratas di antara pesaing lainnya.

"Sekarang kalau kita lihat hasil survei terbaru tidak terlampau jauh ketiga-tiganya. Ini adalah survei internal kita," ungkap Zulkieflimansyah.

Dia menjelaskan, selisih di antara ketiga pasangan capres dan cawapers tersebut tidak terpaut jauh, sehingga masing-masing memiliki kemungkinan untuk menang maupun kalah. "Jadi kurang dari 10 persen selisihnya," imbuh dia.

Meski selisih antara pasangan yang paling atas dan rendah hanya 10 persen, PKS tidak khawatir karena memiliki mesin politik yang solid. "Saat ada komando, itu jalan," ujar Zulkieflimansyah.

Saat didesak siapa pasangan capres dan cawapres yang paling rendah peluangnya untuk menang, Zulkieflimansyah enggan menyebutkannya. "Enggak fair-lah kalau kita sebutkan. Tapi yang jelas Pak SBY masih di atas," pungkasnya.


Sumber: http://smsplus.blogspot.com/2009/05/survei-pks-sby-boediono-masih-bisa.html

LSN: SBY-Boediono Bisa Menang Satu Putaran


JAKARTA. Pasangan SBY-Boediono berpeluang besar dapat memenangkan pilpres 2009 dalam satu putaran. Menurut Hasil survei terbaru dari Lembaga Survei Nasional (LSN), tingkat elektabilitas SBY-Boediono unggul jauh dari pasangan Megawati-Prabowo maupun JK-Wiranto.

Survei LSN dilaksanakan pada 15-21 Mei 2009 di 33 provinsi di seluruh Indonesia. Jumlah sampel 1.230 responden yang diperoleh melalui metode multistage random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan responden. hasil survei dipublikasikan kemarin.

Dari temuan LSN, sebanyak 67,1 persen responden mengaku memilih pasangan SBY-Boediono jika pemilihan presiden dilaksanakan hari ini. Sebanyak 11,8 persen responden menyatakan akan memilih Megawati-Prabowo, dan 6,7 persen memilih pasangan JK-Wiranto.

Peluang SBY-Boediono menang pilpres satu putaran sangat terbuka, mengingat responden yang memilih pasangan tersebut mayoritas (88 persen) mengaku sudah mantap dengan pilihannya. Sedangkan 10,9 persen menyatakan kemungkinan ke pasangan lain.

Sementara yang menyatakan akan memilih Megawati-Prabowo sebanyak 76,6 persen mengaku sudah mantap dengan pilihannya dan hanya 18,1 persen mengaku masih ada kemungkinan memilih pasangan lain. Sedangkan responden yang akan memilih JK-Wiranto 56,9 persen, mengaku sudah mantap terhadap pilihannya.

Sebanyak 30.9 persen responden mengaku kinerja Presiden SBY selama lima tahun cukup baik. Kemudian sebanyak 11,6 persen menyatakan program pembangunan ini tinggal dilanjutkan SBY-Boediono karena senang dengan kebijakan prorakyat seperti BLT, PNPM Mandiri, dan BOS.

Sebagian memilih SBY-Boediono karena faktor-faktor kepribadian dan penampilan SBY yang dinilai berwibawa, kharismatik, bijaksana, dan pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK gencar dalam memerangi korupsi. (c85/kem)


Sumber: http://www.republika.co.id/berita/52427/LSN_SBY_Boediono_Bisa_Menang_Satu_Putaran

Kamis, 21 Mei 2009

PKS Grogol adakan Rihlah Ruhiyah

Keluarga besar Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera kecamatan Grogol kabupaten Sukoharjo mengadakan kegiatan Rihlah Ruhiyah, Kamis (21/05) lalu. Acara yang diikuti oleh 200 orang pengurus, kader, dan simpatisan PKS se-kecamatan Grogol itu mengunjungi pantai Kukup dan pantai Baron di Kabupaten Gunung kidul, Yogyakarta.


Acara tersebut dibuka dan diberangkatkan oleh Ketua Fraksi PKS kabupaten Sukoharjo, Hasman Budiadi, SE.MM. Dalam sambutan pembukaan dan pelepasannya beliau menyampaikan, bahwa kegiatan rihlah ruhiyah kali ini merupakan sarana tadzabur alam untuk merenungkan dan memahami kebesaran Sang Pencipta, serta sebagai sarana untuk mempererat ukhuwah islamiyah (persaudaraan islam) di antara peserta.

Dokumentasi Kegiatan:


Do'a keberangkatan dipimpin oleh Ust. Muhammad Arifin


Para peserta berkumpul sebelum keberangkatan


Pemandangan pantai Kukup


Pemandangan pantai Kukup_1


Pemandangan pantai Kukup_2


Pemandangan pantai Kukup_3


Pemandangan pantai Kukup_4


Para peserta sedang bermain-main di pantai Baron


Pak Hasan dan kedua putrinya


Waah... ternyata di DPC Grogol ada F4-nya lho...!!!


Pak Sriyono sekeluarga sedang mencari-cari ikan


Pak Maryadi (Ketua DPRa PKS Desa Madegondo, Kec. Grogol) dan putrinya


Mainan pasir dulu, aah...


Pak Mahmud, Cemani sekeluarga


Bi, abi...!!! Asyik nich main2 air


Empat, eh... lima sekawan



Meskipun senang-senang nggak lupa kewajiban lho...


Bandulan dulu akh... biar kaya' Tarsan si Raja Rimba. He3x...


Demokrasi di pantai Baron... Eh, ada PKS-nya juga lho...


Numpang nampang, ah! He3x...


Bermain-main di pinggiran pantai Baron





Eeh, ada kapal datang tuch... Serbu!


Maen sepakbola dulu, yuk...!!!


Becham-nya DPC Grogol sedang beraksi nich...


Aduh...duh... sakit kakiku! Kesandung, kesandung, kesandung bola! He3x...


Kalo akhwat2 lagi ngerumpi di pinggir pantai, ngomongin apaan ya...?!?


Komandan Toro sekeluarga lagi maen pasir


dr. Endang dan dr. Author sekeluarga lagi asyik bermain-main di pantai Baron


Mampir beli oleh-oleh di Jogja, jangan lupa sama yang di rumah lho...!!!


Reporter: Iwan Setiyoko, Sekretaris DPC PKS Grogol

Pak Tif, Ketua Tim Sukses dari PKS untuk Duet SBY-Boediono


Jakarta. Setelah sempat memprotes habis-habisan SBY-Boediono, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) luluh juga. PKS bahkan sudah mempersiapkan tim sukses untuk SBY. Tim dari PKS dipimpin langsung oleh Presiden PKS Tifatul Sembiring alias Pak Tif.

"Sudah selesai masalah internal sekarang kita sedang menyiapkan tim sukses untuk Pak SBY, ketua tim sukses dari PKS Pak Tifatul Sembiring," tutur Sekjen PKS Anis Matta saat dijumpai wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2009).

Menurut Anis, perdebatan internal dalam tubuh PKS menjelang deklarasi SBY-Boediono adalah hal yang biasa. PKS, menurut dia, hanya menginginkan transparansi saja.

"Wajar saja kalau terjadi sedikit permasalahan, kita ingin bekerja sama untuk jangka panjang, sehingga kami interupsi," tutur Anis.

"Dengarkan pidato Boediono terakhir itu adalah protes PKS," imbuhnya.

Anis kemudian menjelaskan beberapa permasalahan yang menjadi bahan konflik internal PKS dalam kaitan koalisi dengan PD. "Ada problem Pak Boediono dan komunikasi," tutur Anis.

Namun Anis mengaku sudah dicapai kesepakatan antara PKS-PD terkait pencapresan SBY. PKS pun sudah tenang dengan kesepakatan yang telah ditandatangani kedua pihak. "Kontrak politik sudah ditandatangani, ada sepuluh agenda," tegas dia.


Sumber: DetikCom

Tifatul: Berjuang Dulu, Jangan Bicara Kursi


Bandung. Menjelang detik-detik terakhir pegumuman deklarasi SBY-Boediono sebagai capres-cawapres, PKS menyatakan dukungannya. Padahal sebelumnya dengan lantang partai yang mengklaim islami ini menolak Boediono. Apakah PKS sudah mendapat jatah kursi yang diinginkan?

"Berjuang dulu kita, kok sudah bicara kursi-kursi. Kalau kursi ada di rumah saya," ujar Presiden PKS Tifatul Sembiring usai menghadiri deklarasi SBY-Berboedi di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/5/2009).

Menurut Tifatul, luluhnya sikap PKS sehingga mendukung SBY-Berboedi lantaran SBY telah menjelaskan bahwa sosok Boediono sangat tepat mendampingi SBY terutama saat Indonesia menghadapi krisis ekonomi.

"Beliau (SBY) butuh orang yang bisa memberi solusi menghadapi krisis," kata Tifatul.

Selain itu, lanjut Tifatul, saat Boediono menjadi Menteri Ekuin, UU Sukuk serta ekonomi syariah diterbitkan. Dua undang-undang ini dianggap mencerminkan prinsip-prinsip Islam.

"Juga tidak benar kedaulatan ekonomi tidak tercapai," pungkasnya.


Sumber: http://pemilu.detiknews.com/read/2009/05/15/231049/1132356/700/tifatul-berjuang-dulu-jangan-bicara-kursi

SBY Minta Maaf Terlambat Beri Informasi ke PKS


Bandung. PKS telah mendapat kejelasan langsung dari SBY soal pemilihan Boediono menjadi cawapresnya. SBY meminta maaf karena terlambat memberikan informasi.

"Beliau tadi meminta maaf atas keterlambatannya memberikan penjelasan karena ada kesibukan di WOC," ujar Presiden PKS Tifatul Sembiring usai acara deklarasi SBY Berbudi di Gedung Sabuga, Jl Taman Sari, Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/5/2009).

Permintaan maaf itu disampaikan SBY saat perwakilan PKS datang menghampiri SBY ke Hotel Sheraton, Bandung sore tadi. PKS, jelas Tifatul, merasa puas dengan penjelasan yang diutarakan oleh SBY.

Tifatul meyakinkan tidak akan ada perpecahan di internal partai terkait deklarasi ini. Penolakan yang belakangan ini muncul, bukan karena anti Boediono.

"Yang paling penting PKS tidak mempersoalkan sosok Pak Boediono, masalahnya lebih kepada miss komunikasi saja," pungkasnya.


Sumber: http://pemilu.detiknews.com/read/2009/05/15/211659/1132326/700/sby-minta-maaf-terlambat-beri-informasi-ke-pks