jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label almarhum KH Idham Chalid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label almarhum KH Idham Chalid. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Juli 2010

Mensos minta gelar kepahlawanan KH Idham Chalid segera diusulkan

Jakarta. Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri meminta gelar kepahlawanan nasional almarhum KH Idham Chalid segera diusulkan ke Pemda tempat kelahiran sang tokoh. Hal itu agar usulan tersebut bisa dibahas oleh Dewan Gelar dan Tanda Kehormatan.
“Kita semua merasa kehilangan. Karena itu usulan gelar pahlawan nasional harus disampaikan secara resmi kepada Pemda tempat kelahiran agar nanti dibahas Dewan Gelar dan Tanda Kehormatan,” kata Mensos dalam siaran pers, Minggu (11/7).

Menurutnya, KH Idham Chalid adalah salah satu putra terbaik bangsa. Tidak cuma pernah menjadi Ketua PBNU, almarhum pernah menjabat sebagai Ketua DPR/MPR.

“Beliau sebenarnya telah mendapat bintang Mahaputra, sehigga berhak dimakamkan di TMPN Kalibata, tapi keluarga meminta dimakamkan di Ponpes Cisarua."