jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label Info Pilkada Wonogiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Pilkada Wonogiri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Desember 2009

Anggaran Pilkada Wonogiri dipangkas lagi Rp 1,9 miliar


Wonogiri (Espos). Anggaran penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2010 Wonogiri akhirnya benar-benar dipangkas lagi. Tak tanggung-tanggung, pemangkasan anggaran itu mencapai Rp 1,9 miliar menjadi hanya Rp 14 miliar untuk dua putaran.
Demikian hasil hearing (rapat dengar pendapat) antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Komisi I DPRD Wonogiri yang digelar di Gedung Dewan setempat, Rabu (23/12).

Sebagaimana diinformasikan, menyusul kondisi keuangan RAPBD 2010 yang mengalami defisit, serta adanya komitmen dari pihak eksekutif dan legislatif untuk menutup defisit senilai Rp 806,6 juta itu, salah satu upaya yang dilakukan adalah memangkas sejumlah anggaran termasuk dari pos penyelenggaraan Pilkada 2010.

Ketua Komisi I DPRD Wonogiri, Soetarno, ditemui seusai hearing mengungkapkan untuk penyelenggaraan Pilkada tersebut, APBD hanya mampu menyediakan maksimal Rp 14 miliar. Untuk itu, KPU harus merasionalisasi lagi anggaran yang diajukan.

Pilkada Wonogiri, Mulyadi nekad maju, Gapensi usung calon sendiri


Wonogiri (Espos). Trah Karyodikormo akan pecah, menyusul nekadnya mantan Sekda Wonogiri, H Mulyadi untuk maju sebagai bakal calon bupati (Bacabup) Wonogiri periode 2010-2015. Mulyadi akan maju baik dari jalur partai ataupun perseorangan atau independen.
Tekadnya untuk maju sebagai Cabup Wonogiri didorong oleh rasa tanggungjawab kepada keluarga. Sebab lima tahun lalu, dalam rapat keluarga diputuskan agar Mulyadi maju sebagai Cabup, sehingga amanah keluarga lima tahun lalu akan diwujudkan saat Pilkada 2010 mendatang. Demikian dikemukakan H Mulyadi di rumahnya, Wonokarto, Wonogiri, Rabu (16/12).

“Kudangan (cita-cita) orangtua saat saya menjadi PNS adalah agar menjadi bupati. Untuk itu, dalam Pilkada 2010 mendatang, saya akan maju lagi sebagai bakal calon bupati Wonogiri. Tekad kami ini dilandasi oleh rasa tanggungjawab anak kepada orangtua, demi memakmurkan rakyat Wonogiri,” ujarnya.

Diceritakan oleh Mulyadi, lima tahun lalu di Hotel Borobudur, Jakarta seluruh keluarga berkumpul dan memutuskan agar ada keturunan (Alm) Darmo Sutarno untuk maju sebagai bupati. “Akhirnya saat itu diputuskan saya untuk menjadi senapati dan menjadi Sumantri ngenger (mengabdi), walau pada saat itu kami tetap ewuh pakewuh karena yang dihadapi Bupati Begug yang masih kuat. Keputusan keluarga itu akan tetap kami laksanakan, karena amanah yang harus dilaksanakan oleh seorang anak sehingga saya akan maju sebagai Cabup Wonogiri.”