jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label Info Gempa SumBar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Gempa SumBar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Mei 2011

Irwan Prayitno : Dana Bantuan Gempa Sumbar 3,4 T Tak Menentu

Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno mengatakan, dana bantuan gempa bumi untuk pembangunan infrastruktur di Sumatra Barat sebesar Rp3 triliun dari Rp6,4 triliun menguap.

"Awalnya ada dan terdapat dalam APBN untuk dana bantuan kepada Sumbar sebanyak Rp6,4 triliun. Dari Rp6,4 triliun, sekitar Rp3,3 triliun untuk bantuan rumah masyarakat itu sudah turun dan telah disalurkan,"
kata Irwan usai bertemu Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Jumat.

Ketika Pemda Sumbar meminta sisanya (Rp3,4 triliun) guna membangun infrastruktur berupa pembangunan 19 gedung perkantoran Pemerintah Daerah Sumatra Barat, dana tersebut tidak ada.

Ia menceritakan, sebagai gubernur, dirinya meminta sisa dana tersebut dengan berbicara kepada Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Rabu, 28 Oktober 2009

Kerugian akibat gempa Sumbar capai Rp 4,8 triliun


Padang. Kerugian akibat gempa bumi 7,6 Skala Richter (SR) yang melanda Provinsi Sumatra Barat pada 30 September 2009 mencapai Rp 4,8 triliun.
“Kerugian tersebut disebabkan rumah penduduk, sarana pendidikan, sarana kesehatan, kantor, jalan, irigasi, serta fasilitas lain mengalami kerusakan,” kata Sekretaris Satuan Koordinasi Pelaksanaan Penanggulangan Bencana (Satkorlak PB) Sumbar Sudirman Gani di Padang, Rabu (28/10).

Menurut dia, kerugian materi paling banyak dialami Kabupaten Agam yakni Rp 3.069.230.508.700, disusul Kota Pariaman sebesar RP 1.125.000.000.000.

Jumlah korban tewas akibat gempa tersebut mencapai 1.195 orang dengan perincian Kota Padang 383 orang, Kabupaten Padang Pariaman 666 orang, Kota Pariaman 48 korban orang, Kabupaten Pesisir Selatan 11 orang, dan Kabupaten Agam 81 orang

Kamis, 08 Oktober 2009

Jambi juga Butuh Bantuan


PK-Sejahtera Online. Gempa yang juga melanda Jambi telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan parah di 2 Kabupaten, yaitu Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin. Di Kabupaten Kerinci dilaporkan 3 orang meninggal dan lebih dari 1.000 rumah, serta 3 gedung sekolah rusak. Kerusakan menyebar di 16 desa di Kecamatan Gunung Raya, yang terparah adalah di Desa Lolo Gedang, Lolo Kecik, dan Lempur. Kepanduan PKS juga sedang menuju ke lokasi tersebut, namun kehilangan kontak karena jalur komunikasi yang terputus.

Sementara itu Kabupaten Merangin diperkirakan mengalami kerusakan parah di Kecamatan Janggat, diperkirakan 80% rumah hancur. Informasi pasti tentang korban jiwa dan kerusakan belum dapat dilaporkan karena lokasi masih terisolir karena jalan putus. Jalan raya menuju lokasi yang bisa tertempuh dengan kendaraan adalah sejauh 35 km, dan harus disambung lagi dengan berjalan kaki selama 6 jam. Tim Kepanduan PKS sedang berusaha untuk menuju ke lokasi tersebut.

PKS membuka Posko di Kantor DPW PKS Jambi yang beralamat di Jl Kolonel Amir Hamzah, Lorong Mangga No. 28 Kota Jambi, Telp 0741-60943. “DPW PKS Jambi juga secara bergelombang telah mengirimkan 30 relawan dan bantuan ke Sumatera Barat sejak Rabu (30/9)”, Adhi Sudarno, Koordinator Posko DPW PKS Jambi menjelaskan.


Ketua Dewan Pakar PKS kunjungi Padang Pariaman

Ketua Dewan Pakar PKS, Soeripto mengunjungi daerah longsor di Dusun Lubuk Laweh, Nagari Tujuh Koto, Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman bersama dengan relawan PKS lainnya, Sabtu (3/10).

Menurut data yang diperoleh para relawan PKS, jumlah korban tewas sedikitnya sebanyak 391 jiwa. Para korban sebagian besarnya tewas karena tertimbun tanah longsor yang terjadi sesaat setelah gempa terjadi. Bahkan saat itu sedang turun hujan dan agak gelap menjelang maghrib sehingga suasana sangat mencekam.

“Longsor terjadi sesaat setelah gempa,” jelas Yohanes Wempi, Ketua DPD PKS Padang Pariaman yang juga Aleg DPRD Tingkat II Kabupaten Padang Pariaman.



"Kami menghimpun dan menyalurkan bantuan untuk korban bencana melalui Posko-posko di wilayah di seluruh Indonesia, serta PIP PKS di Luar Negeri.
Salurkan kepedulian Anda melalui Rekening BCA 7600 31 8181 atas nama PKS P2B serta Rekening Bank Mandiri 12700 1111 1117 atas nama PKS"

Tifatul Sembiring di Lokasi Gempa Sumbar

PK-Sejahtera Online. Presiden PKS Tifatul Sembiring, Senin (5/9) mengunjungi korban Gempa di Kelurahan Tarantang, Kecamatan Lubuak Kilangan, Padang, Sumatera Barat. Dalam kesempatan itu Tifatul menyerahkan bantuan sembako. Daerah Tarantang ini termasuk kawasan sangat parah, namun karena lokasinya agak di pedalaman sehingga bantuanpun sangat minim. Pada saat berdialog dg warga setempat, salah seorang ibu mengeluhkan belum adanya bantuan dari Pemerintah maupun dari para relawan. Pada kesempatan itu Tifatul membagi2kan uang pecahan Rp 2.000 dan Rp 5.000 untuk anak2 korban gempa setempat, mereka sontak berlarian untuk mendapatkan bagian. "Ini sekedar menghibur hati anak-anak", ujar Tifatul.




























( Foto: Adam Malik )

"Kami menghimpun dan menyalurkan bantuan untuk korban bencana melalui Posko-posko di wilayah di seluruh Indonesia, serta PIP PKS di Luar Negeri. Salurkan kepedulian Anda melalui Rekening BCA 7600 31 8181 atas nama PKS P2B serta Rekening Bank Mandiri 12700 1111 1117 atas nama PKS"






Halal Bihalal PKS Jadi Ajang Penggalangan Dana Sumbar


PK-Sejahtera Online. Ribuan kader dan simpatisan PKS Kota Bandung menghadiri acara silaturahim dalam rangka idul Fitri 1430 H di lapangan Ciujung jalan Supratman Kota Bandung (4/10). Sebagai ekspresi kebanggaan akan tradisi karya busana dalam negeri, para peserta silaturahim sebagian besar berbusana batik.

Tampak hadir dalam acara tersebut Ledia Hanifa Amalia anggota DPRRI dari dapil Jabar satu, Haru Suandharu Ketua DPD PKS Kota Bandung anggota DPRD Kota Bandung, Husni Mutaqin mantan Ketua DPRD Kota Bandung, para anggota F PKS DPRD Kota Bandung, dan para pengurus PKS lainnya.

Ledia Hanifa menyatakan bahwa perjuangan politik dalam membela kepentingan rakyat melalui demokrasi harus ditempuh dengan cara mendapatkan dukungan dari rakyat sebesar-besarnya. Perjuangan memenangkan agenda dakwah harus dimulai dari sekarang tidak perlu menunggu tahun 2014.

"Fitrah perjalanan perjuangan poltik PKS adalah perjuangan dakwah yang berlangsung jangka panjang", tegas Ketua Bidang Kewanitaan DPP PKS ini.

Dalam acara tersebut juga dilakukan aksi penggalangan dana bagi korban gempa Jabar dan Sumbar. Dana yang terkumpul sebesar lima belas juta sepuluh ribu rupiah, akan disalurkan melalui Posko Penanggulangan Bencana (P2B) PKS.

Bagi para donatur yang akan menyumbangkan dananya dapat melalui rekening BCA 0080583320 atas nama Ahyana atau menyampaikan langsung ke kantor DPD PKS Kota Bandung jalan Kinanti 7 Bandung telepon 022 7307328, via SMS 08122428042. (PKS Bandung)

Etnis Tionghoa: Kalau PKS Saya Percaya


PK-Sejahtera Online. Joko dan seorang pengendara mobil mewah beradu tatap. Tangan si pengendara keturunan Tionghoa kemudian mulai merogoh sakunya. Namun mendadak berhenti. Berganti matanya serius mengeja huruf demi huruf di kertas yang menempel di kardus milik Joko. Tak lama, ia pun mulai membuka perlahan kaca mobilnya seraya memasukan Rp 50 ribu ke kardus, sambil bertutur “Kalau PKS saya percaya”.

Itulah sekelumit kisah penggalangan dana yang dilakukan kader-kader PKS Batam untuk membantu para korban gempa bumi berkekuatan 7,6 skala richter yang mengguncang beberapa wilayah di Sumatra Barat. Dari menjelang siang sampai malam mereka bergantian “shift” mengejawantahkan kepedulian.

Gempa yang diprediksikan bakal merenggut sekira 4000 nyawa ini memang begitu menyedot perhatian dan empati. Di jalanan Batam pun ada begitu banyak organisasi yang ikut turun ke jalan menggalang dana bantuan.

Namun “nama besar” PKS rupanya masih bisa diandalkan oleh para “donator jalanan”. Buktinya banyak sekali para penyumbang yang membaca dahulu kalimat yang lekat di kardus para sukarelawan. Tak jarang para pengendara sengaja memanggil sukarelawa PKS, padahal sebelumnya sudah mondar-mandir sukarelawan organisasi lain ke dekat mobil atau motornya.

Di sela-sela lampu hijau, seorang sukarelawan curhat. Siswi OSIS SMP Islam Terpadu di bilangan Tiban itu mengatakan, “Om kok bisa dapat banyak sih?” “Yang gesit dan kasih senyum dong”, jawab saya sekenanya. Meski dalam hati menduga, ini lebih karena faktor “bendera” PKS.

Meski ada juga sebagian pengendara yang apatis atau bahkan tidak menaruh kepercayaan. Itu adalah bagian dari potret hidup kehidupan dalam memandang suatu kejadian.

Penjual Koran dan minuman pun “welcome” dengan keberadaan sukarelawan PKS. Sering kali ia memanggil saya memberi tahu ada pengendara yang akan kasih bantuan, meski ia harus gigit jari jajakannya sementara tak laku.

Dan ada satu hal yang membuatnya dapat pelajaran, yaitu setiap waktu sholat tiba para sukarelawan PKS itu menghentikan aktivitas penggalangan dana. Mereka berganti menggalang pahala menunaikan kewajiban kepada Tuhannya. Sholat dulu pak. I … iya, jawab penjual Koran terbata-bata.

Ungkapan seorang keturunan Tionghoa itu adalah sebuah harapan. “Takjubnya” tukang Koran melihat kita berhenti dan bergegas sholat juga adalah sebuah keluarbiasaan. Dan itu hanya bagian kecil dari masyarakat yang memilki asa yang sama kepada PKS. Semoga dapat kita bisa menjaga dan menularkannya. (isy)

Gubernur Melepas Bantuan dari Jabar untuk Sumbar


PK-Sejahtera Online. Masyarakat Jawa Barat mengirimkan bantuan untuk korban gempa Sumatera Barat di yang dihimpun melalui Rumah Zakat Indonesia (RZI). Pelepasan bantuan ini dilakukan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan didampingi pembina rumah Zakat Indonesia Abu Syauqi dan para pejabat Pemrov Jabar di Gedung Pakuan, Selasa 06/10/2009.

Penyaluran bantuan senilai 1 milyar ini diwujudkan dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan lainnya. Iringan truk dan mobil medis Rumah Zakat Indonesia ini diberangkatkan langsung untuk membantu melayani para korban gempa di Sumatera Barat. Setidaknya ada 14 armada ambulan dan mobil klinik keliling yang disiapkan untuk melayani korban bencana gempa di Sumatera Barat ini.

Hingga saat ini RZI telah memberangkatkan 80.000 paket makanan siap saji yang terdiri dari 40.000 kaleng kornet Superrqurban dan 40.000 kaleng sosis ayam, sosis ikan dan nasi kare. Adapun alokasi 80.000 paket makanan itu meliputi 20.000 untuk Kota Padang, 15.000 ke Pariaman, 15.000 Kab. Padang Pariaman, 7500 Kab. Agam, 7500 Kab. Pesisir Selatan, 7500 Kota Solok dan 7500 untuk Pasaman.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan bahwa elemen masyarakat Jawa Barat selain menghimpun dana untuk disalurkan bagi korban gempa di Jawa Barat sendiri juga membantu masyarakat Sumatera Barat yang juga terkena musibah. Hal ini dilakukan sejak dulu waktu terjadi tsunami di Aceh, gempa di Yogyakarta dan lainnya.

“Musibah adalah cobaan, bagi yang menjadi korban diuji kesabarannya dengan ikhtiar dan ketabahannya bagi yang tidak terkena musibah diuji sejauh mana kepedulian mereka untuk membantu para korban”, imbuhnya.

Presiden PKS: Bantuan Menumpuk di Gudang

Tifatul meminta Departemen Sosial sigap membagikan bantuan itu.
---------------------------------------------------------------------------

VIVAnews. Presiden PKS Tifatul Sembiring mengunjungi langsung kawasan terkena gempa Sumatera Barat, Senin 5 Oktober 2009. Tifatul yang kelahiran Bukittinggi itu menemui warga di Kelurahan Tarantang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Padang, Sumatera Barat.

Daerah Tarantang ini termasuk kawasan sangat parah, namun karena lokasinya agak ke kampung, sehingga bantuanpun sangat minim. Dalam kesempatan itu Tifatul menyerahkan bantuan sembako.

Saat berdialog dengan warga setempat, salah seorang ibu mengeluhkan belum adanya bantuan dari Pemerintah maupun dari para relawan. Tifatul lalu membagi-bagikan uang pecahan Rp 5.000 untuk anak-anak korban gempa setempat. Mereka sontak berlarian untuk mendapatkan uang Rp 5.000 tersebut. "Ini sekadar menghibur hati anak-anak," ujar Tifatul seperti disampaikan secara tertulis ke VIVAnews.

Ketika ditanya wartawan, berapa jumlah kader PKS yang diturunkan pd masa tanggap darurat ini. Tifatul mengatakan, "Ada 467 relawan, Rp 500 juta bantuan, tenda darurat, dapur umum dan RS darurat bekerjasama dengan Bank Syariah Mandiri dan 8 unit ambulans. Sementara Posko PKS ada 13 di Padang, 15 di Pariaman dan 3 di Kabupaten Agam," ujar Tifatul.

Dalam kesempatan itu, Tifatul meminta pemerintah, khusunya Departemen Sosial untuk segera meminta aparat TNI/Polri lebih gesit bekerja membantu distribusi bantuan. "Saya dengar bantuan di gudang sudah menumpuk, tapi di daerah Pariaman masih banyak yang tidak kebagian jatah makanan," katanya. "Untuk tanggap darurat ini perlu memotong rantai-rantai birokrasi dan terobosan-terobosan yang lebih efektif," ujar Tifatul.


Sumber: vivanews