jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label Muhammad Mursi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhammad Mursi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Desember 2012

Catatan Gaza-1: Sang Perdana Menteri | Seri Perjalanan Salim A Fillah




 





Oleh Salim A. Fillah 
 

AlhamduliLlah; tunai sudah Jumat kemarin (21/12) tugas 10 hari kami di Ardhur Ribath; Gaza. Kini, saya & Kak Bimo Sang Pendongeng berada di Kairo; menunaikan beberapa agenda dengan rakan-rakan mahasiswa Malaysia & Indonesia; insyaaLlah berangkat kembali pulang Senin petang waktu Mesir (24/12). Tapi 5 rekan relawan lain masih berada di Gaza menyelesaikan beberapa urusan yang tersisa. MasyaaLlah; hari-hari itu akan membekas sepanjang hidup kami; semoga menjadi nyala ilham, pengokoh iman, & pelecut 'amal tuk diri kami & siapa jua. Berikut ini adalah rangkaian beberapa catatan kecil di antara berjuta kesan kami terhadap Gaza; semoga bermanfaat. InsyaaLlah akan kami sampaikan sedikit demi sedikit; nasaluLlahash shawab.

Catatan Gaza-1: Sang Perdana Menteri

Di antara selezat-lezat nikmat bagi orang beriman adalah berjumpa Allah; kemudian berjumpa orang-orang shalih..
Seorang yang berjumpa RasuluLlah, walau hanya sekali, dan beriman kepada beliau ShallaLlahu 'Alaihi wa Sallam mendapatkan gelar SAHABAT. Dengan gelar ini mereka disifati para 'Ulama Hadits sebagai Kulluhum 'Udul (semuanya adil) & didoakan oleh muslimin sepanjang zaman "RadhiyaLlahu 'Anhum" tanpa henti hingga hari kiamat.

Pengumuman Resmi KPU Mesir Hasil Referendum: 63,8% Mendukung Konstitusi, Tidak Ada Kecurangan

Egypt’s Supreme Election Committee has confirmed that the new constitution has been approved.
KPU Mesir mengumumkan bahwa konstitusi baru telah disetujui. (foto: euronews.com)

Kairo - Komisi Referendum Konstitusi Mesir pada Selasa (25/12) malam mengumumkan hasil akhir referendum konstitusi baru dengan perolehan 63,8 persen mendukung dan 32,2 persen menolak. Referendum tersebut merupakan pengesahan Rancangan Undang-Undang Dasar (RUUD) yang diajukan oleh Majelis Konstituante setelah lebih enam bulan pembahasan.
Komisi Pemilihan menyatakan tidak ada kecurangan dalam pemungutan suara yang dilakukan. Seperti yang dikutip dari AFP, Rabu (26/12/2012), Komisi Pemilihan Mesir telah mengkonfirmasi bahwa tidak ada kecurangan sebagaimana dituduhkan oleh pihak oposisi. Presiden Komisi Pemilihan Nasional Samir Abul Maati mengatakan bahwa 63,8% suara sah telah mendukung konsitusi.

Konstitusi Baru Mesir: Perbedaannya dengan Versi Lama | Luar Biasa Ternyata

Versi tulisan dari VOA saja luar biasa begini. Isi Konstitusi yg luar biasa begini bagaimana mungkin liberalis sekuleris koptik menolak? Kami copas secara utuh dari berita VOA Indonesia. [admin]
President Morsy signing Egypt's first democratically written/ratified constitution
Konstitusi Baru Mesir: 
Perbedaannya dengan Versi Lama 
Konstitusi Mesir yang baru, disetujui oleh pemilih dalam referendum dua tahap bulan ini, menggantikan Piagam 1971 yang dibekukan tahun lalu setelah protes meluas yang menumbangkan kekuasaan panjang meden Hosni Mubarak.
Berikut adalah kesamaan dan perbedaan antara kedua dokumen tersebut dalam beberapa isu kunci:

Wawancara Eksklusif TIME: "Morsi The Most Important Man in The Middle East"


Wawancara majalah TIME dengan Presiden Mohamed Morsi, 28 November 2012. Majalah TIME edisi Desember 2012 menjadikan Morsi sebagai sampul dengan judul "The Most Important Man in The Middle East". Wawancara ini diterjemahkan oleh ukhti Lia Aqeela, Jakarta. Selamat menyimak. [admin]

 [Catatan: sebelumnya TIME menuliskan nama panggilan sang presiden dengan “Morsy” berdasarkan desertasi doktoralnya di Universitas California Selatan; Para penasehatnya di Kairo menyampaikan penulisan yang digunakan saat ini adalah Morsi. Pihak protokoler meminta Presiden Morsi untuk menjawab pertanyaan dari editor dan reporter TIME dalam bahasa Arab, bahasa asli beliau, bahasa resmi Mesir. Alih-alih, sebagai penghormatan terhadap tamunya, ia lebih banyak menggunakan bahasa Inggris, yang telah rutin digunakannya sejak tiga dekade silam]

TIME: Anda sekarang berada di panggung dunia. (You’re on the world stage now.)
Presiden Mohamed Morsi: (berbahasa Inggris) Panggung dunia itu sangat sulit. Tidak mudah ketika berada di panggung dunia. Dunia sekarang ini jauh lebih sulit dibandingkan dengan saat revolusi dulu di negara anda (AS). Bahkan kian bertambah sulit. Dunia ini, semakin rumit, kompleks dan sulit. Strukturnya seperti spageti. Segalanya tercampur jadi satu. Jadi bagaimanapun juga kita harus menyikapi segala sesuatunya dengan tenang, sehingga kita semua – seluruh dunia, bisa berjalan bersama-sama dengan damai – dan mudah-mudahan damai dalam segala hal. Saya pikir anda tahu bahwa banyak orang suka mengatakan bahwa kita harus menjaga  kedamaian. Saya tidak sedang membicarakan kedamaian menurut makna tradisionalnya. (yang saya maksud) adalah damai pikiran, damai hati, damai dalam hidup bersama, dalam bermasyarakat, damai secara kultural, tidak sekedar damai dalam hal kemiliteran.

Minggu, 01 Juli 2012

Mursi Tolak Ucapan Selamat PM Israel

Sejumlah media massa Israel memuat berita penolakan Presiden Mesir Muhammad Mursi atas ucapan selamat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai headline, Ahad (1/7). Mursi dilaporkan menolak kontak telepon dari Netanyahu yang ingin menyampaikan ucapan selamat atas kemenangannya sebagai presiden terpilih Mesir.

Gusar dengan penolakan itu, Netanyahu pun meminta agar Gedung Putih melakukan intervensi dalam masalah ini. Sumber Israel menyebutkan, secara pribadi Netanyahu meminta kepada Obama untuk menekan Mursi, agar menerima telepon darinya guna berlanjut pada pembicaraan terkait koordinasi keamanan politik dan menghormati kesepakatan-kesepakatan yang diteken antara Israel dan Mesir, terutama perjanjian Camp David.


Juru bicara Ikhwanul Muslimin di Mesir, Mahmud Ghazlan secara terpisah menegaskan, pihaknya tidak akan mengakui Israel. Dalam konteks terkait, ia menegaskan, menjabatnya Mursi menjadi Presiden Mesir tidak akan mengubah prinsip-prinsip IM sama sekali, terutama terkait dengan pengakuan terhadap Israel.

Sabtu, 30 Juni 2012

Mursi: Saya Tak Takut Siapapun, Kecuali Allah

Presiden Mesir terpilih Mohamed Mursi tiba-tiba muncul di tengah kerumunan massa di alun-alun Tahrir, Kairo yang tengah berdemonstrasi menentang kekuasaan militer yang besar, Jumat (29/6/2012).

Di hadapan rakyatnya, Mursi membuka jaketnya untuk menunjukkan bahwa ia tidak memakai jaket anti peluru. Ia menyatakan. “Saya merasa tentram. Saya bersyukur kepada Allah SWT dan kepada kalian semua. Saya tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah SWT.”

Di alun-alun itu, secara sembolik massa melantik Mursi sebagai presiden. Mursi juga kemudian membacakan sumpahnya di hadapan rakyat, yang ia sebut sebagai sumber kekuasaan terbesar. Pelantikan secara resminya dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi hari ini (Sabtu 30/6/2012).

Hari-hari Presiden Terpilih Muhammad Mursi | Liputan Mengagumkan Wartawan KOMPAS


KOMPAS.com - Presiden Mesir terpilih Muhammad Mursi, seorang akademisi dan hidup sehari-hari secara sederhana, kini mengalami kerepotan. Ia harus mengubah cara hidupnya lantaran tuntutan protokol kepresidenan, terutama menyangkut keamanannya.

Mursi tinggal di rumah kontrakan di distrik Tajamu’ al Khamis, Kairo baru. Mursi dan keluarganya hanya memiliki rumah di Zagazig, 100 kilometer arah timur Kairo. Mereka terpaksa mengontrak rumah di Kairo setelah Mursi menjadi ketua Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP), sayap politik Ikhwanul Muslimin, April tahun lalu.

Mursi dan keluarganya yang memiliki dasar agama sangat kuat dan amat disiplin dalam beribadah bersikeras selalu shalat di masjid meskipun telah menjadi presiden.

"Belajar dari Mursi" - Editorial MetroTV

Editorial Media Indonesia di MetroTV pagi (Rabu, 27/6/12)
INDONESIA boleh berbangga menjadi salah satu negara demokrasi terbesar di dunia. Namun, untuk mengelola negara, negeri ini masih harus berguru dari mancanegara termasuk Mesir.

Mesir memang baru saja menjelma sebagai negara demokrasi. Untuk kali pertama setelah era monarki berakhir pada 1953, mereka memiliki pemimpin dari kalangan sipil dengan terpilihnya Muhammad Mursi sebagai presiden, Minggu (24/6).

Mursi mengalahkan Ahmed Shafiq, mantan perdana menteri di era diktator Hosni Mubarak. Pemimpin Ikhwanul Muslimin itu meraup 51,73% suara berbanding 48,37% suara dari 50,3 juta warga yang menggunakan hak pilih.

Kemenangan Mursi merupakan awal dari masa depan yang lebih menjanjikan bagi rakyat Mesir setelah puluhan tahun terkungkung kekuasaan militer.