Subhaanallah… Partai Keadilan dan Pembangunan atau AKP (Adalet ve Kalkinma Partisi) kembali mencatat sejarah fenomenal. AKP memenangi pemilu 12 Juni 2011 dengan suara mayoritas; melampaui jajak pendapat menjelang pemilu yang memprediksi AKP memperoleh 47% suara. Yang luar biasa, suara AKP terus naik dari 34,43% pada pemilu 2002, menjadi 46,47% pada pemilu 2007, lalu 49,85% pada pemilu 2011.
Didukung 21.441.303 suara, AKP berhasil mendapatkan 326 kursi parlemen. Dengan 59,3% kursi yang dimiliki AKP ini, AKP bisa kembali membangun pemerintahan tanpa perlu koalisi. Namun demikian, Erdogan tetap membuka kesempatan untuk berkoalisi dengan partai lainnya.
Kemenangan mayoritas AKP Turki ini tampaknya perlu dipelajari partai Islam, termasuk di Indonesia. Sebab tanpa kemenangan dan menjadi pemerintah, partai Islam belum bisa merealisasikan dakwah yang diembannya secara keseluruhan. Tanpa memenangi pemilu dan memasuki mihwar daulah, partai dakwah belum bisa mewujudkan platform dan kebijakan dakwahnya secara menyeluruh; menebar rahmat bagi bangsa.
Lalu apa rahasia kemenangan AKP yang bisa diadopsi oleh partai Islam, termasuk di Indonesia? Meminjam istilah DR. Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam Fiqhun Nashr wat Tamkin, selain sebab-sebab materiil, untuk memperoleh kemenangan juga diperlukan sebab-sebab maknawi. Keduanya dimiliki AKP dan bisa diadopsi oleh partai Islam lain. Namun sebelum itu perlu dipertegas bahwa kemenangan dakwah adalah pertolongan Allah. Maka sehebat apapun usaha dan strategi pemenangan dakwah, pertama-tama ia harus menggantungkan diri kepada Allah. Meyakini bahwa kemenangan adalah pertolongan Allah dan meningkatkan taqarrub kepada-Nya, dengan demikian menjadi langkah pertama dan paling utama bagi partai Islam, partai dakwah. Dan ini pula yang dimiliki oleh AKP.