Jumat, 26 Agustus 2011

Perayaan 1 Syawal 1432 Hijriah Potensial Beda

Jakarta, CyberNews. Perayaan 1 Syawal 1432 H berpotensi berbeda. Perbedaan itu dipicu oleh penggunaan kriteria hilal yang barbeda sebagai acuan penetapan awal bulan tersebut.

Peneliti senior Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaluddin, menyatakan hal ini, di Jakarta, Minggu (21/8).

Menurut dia, bagi kalangan yang menggunakan kriteria wujudul hilal, yaitu hilal wujud di atas ufuk dengan prinsip wilayatul hukmi Indonesia, dipastikan Idul Fitri jatuh pada tanggal 30 Agustus.

Potensi Beda 1 Syawal Disikapi Bijak

JAKARTA--Penetapan 1 Syawal 1432 Hijriyah berpotensi berbeda di Indonesia antara tanggal 30 Agustus dan 31 Agustus. Perhitungan Muhammadiyah menunjukkan Idul Fitri jatuh pada 30 Agustus 2011 bisa saja berbeda dengan ormas Islam lain.

Sejauh ini pemerintah dan ormas Islam besar lainnya masih menunggu pergerakan Bulan untuk menentukan waktu datangnya 1 Syawal. Namun, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta perbedaan penentuan Idul Fitri tidak dibesar-besarkan. Jangan pula, kata dia, perbedaan itu sampai menimbulkan pertentangan dan konflik di tengah masyarakat.

Din mengimbau agar perbedaan itu disikapi dengan toleransi dan saling menghargai. Perbedaan penetapan awal Ramadhan atau awal Syawal, katanya, dilatarbelakangi oleh keyakinan keagamaan masing-masing. ''Dalam Islam perbedaan itu diakui selama berdasarkan hujjah keagamaan yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan,'' tuturnya, Kamis (25/8).

Menurut Din, perbedaan dimungkinkan terjadi karena bulan Qamariyah memiliki hari dengan jumlah yang tak pasti. Muhammadiyah memutuskan 1 Syawal jatuh pada Selasa, 30 Agustus, karena pada tanggal 29 telah terjadi ijtimak. Hilal baru sebagai pertanda Syawal sudah wujud sekalipun hanya 1-2 derajat.